Kerudung Pertamaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 11 January 2015

“Nia, bangun nak jam segini kok masih tidur aja, ayo cepat mandi” terdengar suara perempuan yang khas dan merdu dengan penuh kasih sayang membangunkanku dari tempat tidurku yang berselimut kain tebal berwarna pink dengan gambar hello kitty yang tak lain adalah bunda ku, “lima menit lagi bun” balasku dengan mata tertutup, “ayo nak, kalau kamu tidur terus, bisa-bisa ketinggalan shalat subuh loo nak” ucap bundaku dengan menarik selimut tebalku dan mematikan kipas angin yang menemaniku disaat malam, “hah, shalat subuh!” aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan meninggalkan bunda di kamarku, seketika ku sergap handukku yang berada di dalam lemariku, setelah itu aku mengguyurkan air dengan gayung yang kudapat atas bakatku, yang telah memenangkan perlombaan bernyanyi di desaku, “Nia, jangan lupa wudlu lho nak!” kata bundaku yang sedang memasak ayam goreng di dapur, yang berada di depan agak ke kiri kamar mandi “iya bun, Nia gak lupa kok” balasku dari dalam kamar mandi.

“Ada sms masuk tolong dibaca” terdengar ringtone handphone ku yang berada di atas meja belajar yang berada di samping kanan lemariku, tapi aku tidak langsung mengambilnya karena aku tidak ingin telat shalat subuh, sehingga aku mengabaikannya untuk beberapa saat dan aku langsung berlari ke mushala kecil yang berada di rumahku tepatnya di depan kamar ku yang dihiasi dengan banyak poster yang berlafadz Allah, “Allahuakbar” aku memulai shalatku dengan bacaan takbir yang kumaknai dalam hati, hingga akhirnya do’a pun kubaca dengan setulus hatiku yang terdalam, aku tadi shalat subuh sendiri karena bunda sudah shalat duluan dan papaku shalat di masjid.

Namun setelah shalat subuh aku lupa kalau tadi ada sms, sehingga aku langsung berpakaian sekolah, dan makan di ruang makan bersama papa dan bundaku. Ada ayam goreng, nasi putih sebakul, sayur bayam, dan juga ada susu coklat kesukaanku di meja makan, sedangkan papa dan bundaku minum jus jeruk setiap harinya, tak lupa air putih juga disajikan di meja makanku, seusai ku makan pagi, aku berpamitan dengan papa dan bundaku “hati-hati di jalan ya” kata bundaku yang selalu diucapkan setiap ku berangkat sekolah, dan aku hanya menganggukkan kepalaku dengan terus berjalan menuju madrasah tercinta yaitu MI Mansyaul Huda, yang jaraknya sangat dekat dengan rumahku, mungkin jika dihitung dengan stopwatch waktu perjalanku kira-kira hanya 5 menit.

Pelajaran pertama hingga terakhir pun berjalan dengan baik dan aku pun mengikutinya dengan hati senang dan gembira bersama teman-temanku, tak lupa setiap jam istirahat anak kelas 5 selalu berkumpul di belakang sekolah yang merupakan markas kecil yang ku temukan ketika masih kelas 3, disana banyak sekali kenangan yang kita buat mulai dari musuhan dan aku nangis disana, menciptakan lagu pramuka, belajar, ngumpet dari guru yang galak, ruang ganti baju olahraga, bahkan pernah terkunci di markas itu bersama-sama, hingga akhirnya orangtua kami ke rumah kepala sekolah, markas yang berada di belakang sekolah itu sebenarnya adalah gudang sekolah yang kami sulap menjadi surga kecil yang begitu nyaman untuk tempat megadukan segala uneg-uneg.

Bel masuk pun berbunyi aku pun keluar dari markas dan masuk ke kelas 5 untuk menerima pelajaran dari guru ku.

“Teeet, teeet, teeeet” bunyi bel pulang sekolah, aku pun pulang ditemani Ani, Ria dan Lida, mereka adalah tetangga-tetanggaku yang juga sekolah di MI Mansyaul Huda dan pulangnya sejalur dengan rumahku.
Setelah pulang sekolah aku shalat dluhur berjamaah dengan bundaku, sedangkan papa, masih bekerja dan bunda selalu mengingatkan papa untuk shalat di masjid dekat kantor papa.

Setelah shalat aku belajar sejenak mungkin 1 jam, untuk membaca, mengerjakan PR dan lain lain, dan setelah itu aku tidur 1 – 2 jam cukup menurutku.

Pukul tiga sore, aku pun bangun dan segera shalat berjamaah dengan bunda dan papaku, papaku sebagai imamnya karena papaku sedang tidak ada tugas, jadi papaku pulang cepet, setelah shalat aku pergi ke rumah kak Sri, dia adalah tetangga ku yang sudah lulus MI dan sekarang sekolah di MAN 2 Gresik, ku lihat wajahnya yang manis ditambah dengan kerudung putih yang bercorak batik yang sedang dipakainya, aku pun bertanya kepada kak Sri “kak, kenapa kakak selalu memakai kerudung dan tidak pernah sepertiku? dengan rambut terurai, dan poni sebagai pemanis, aku yakin kalau kak Sri tidak pakai kerudung, pasti lebih cantik”, “aduh adik cantik, kalau kita mau menjadi seorang muslimah, kita harus memulainya dengan hal-hal kecil, contohnya dengan memakai kerudung, ataupun dengan memakai baju muslimah yang menutup aurat” jawab kak Sri “tapi kan kak, aku sudah shalat 5 waktu, puasa, kurang apa coba?” balasku, namun kak Sri hanya tersenyum dan berkata “besok aja ya, kak Sri jelasin, karena sekarang kak Sri mau ke rumah temen kakak yang sekarang sedang sakit, kakak mau menjenguknya dulu ya Nia!”.

Akhirnya aku pulang ke rumah dengan membawa pertanyaan-pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang di benakku, tak sabar menanti pertanyaan dari kak Sri, aku pun bertanya ke bunda “bun, apa setiap muslimah harus” namun belum selesai ku bertanya bunda memotong pembicaraanku dengan berkata “Nia, Handphone kamu ada sms, tadi bunda liat, tapi belum bunda baca, ayo cepat pergi ke kamarmu”.

Seteleah itu aku pun menuruti kata bunda, dan ternyata yang sms aku dari tadi pagi adalah kak Era,

Dari: kak Era
Assalamualaikum. Nia, kak Era mau kasih tau kalau di toko buku kakak ada buku baru, yang berjudul Muslimah Sejati, kamu cepet kesini ya, kakak tunggu nanti jam empat sore.

Untuk: Kak Era
Waalaikum salam, maaf baru bales kak, oke sediain satu untuk Nia ya kak, Nia mau beli satu.
“Ada sms masuk tolong dibaca”, lagi-lagi ringtone itu berbunyi di handphone ku. aku pun membaca sms itu,

Dari: Kak Era
Oke, Nia.

Kutengok jam kecil di tanganku dan ternyata sudah jam empat kurang sepuluh menit, aku pun berlari ke garasi mobilku, tapi aku mau mengambil sepeda kecilku yang berwarna merah yang ditaruh papa di garasi mobilku, tepatnya di sebelah kanan mobil papa, aku menuju toko buku milik kak Era yang berada jauh dari rumahku. sambil bersepeda, aku bicara dalam hati “beruntung aku tadi diberitahu oleh bunda tentang sms dari kak Era, kalau tidak pasti bukunya sudah habis, oh iya… aku belum menyelesaikan pertanyaanku ke bunda, ah, nanti di toko buku mudah-mudahan ada yang cocok dengan pertanyaanku, sehingga aku tidak perlu mencari tau ke bunda ataupun menunggu jawaban dari kak Sri”

Sesampainya di sana ku menyapa kak Era “Assalamualaikum kak, oh iya kak dimana tempat buku yang kakak kasih tau ke aku tadi?” kak Era pun menjawabnya “di tempat buku baru biasanya lo dek, kamu tinggal belok ke..” aku pun langsung memotong perkataan kak Era “Kiri, lalu ke depan sedikit dan bukunya ada di sebelah novel, lalu ada tulisan BUKU BARU, iya kan?” tanyaku dengan sedikit meledek kak Era, “hehehe Nia sekarang udah hafal tempat-tempat yang ada di toko buku kakak” aku pun tertawa sejenak dengan kak Era, setelah itu aku mulai berjalan menghampiri buku itu, dan kubaca dari halaman ke halaman sampai bukunya ludes ku baca, dan tak kusangka ada jawaban dari semua pertanyaanku yang belum selesai bertanya ke bunda dan jawaban yang kutunggu dari kak Sri, bahwa sebenarnya berkerudung itu sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, dan bagi seorang muslimah awal seperti yang dibilang kak Sri harus melakukan hal yang kecil dahulu, yaitu dengan menutup aurat, semisal memakai kerudung atau yang lainnya dan jika kita tidak menutup aurat namun sudah melakukan shalat 5 waktu dan lain lain, itu sama halnya kita berbohong kepada orang lain.

Keesokan harinya aku mulai dan menganti penampilanku dengan memakai kerudung dan pakaian muslimah.
Entah kenapa setelah aku memakai kerudung, aku merasa lebih aman dan tentram, meskipun awal-awal ku memakai kerudung, aku agak risih, namun akhirnya aku bisa dan terbiasa, sehingga di kelas 5 ini adalah awal dari aku ‘Nia Dwi Sulistyo’ memakai kerudung.
“Terima kasih ya allah sudah membuka hatiku sehingga aku mau memakai kerudung” itulah do’a yang selalu ku selipkan di setiap shalatku.

Cerpen Karangan: Putri Lestari
Facebook: putriclalu.ctia.14[-at-]facebook.com

nama: Putri Lestari
alamat: Gresik
facebook: putriclalu.ctia.14[-at-]facebook.com

Cerpen Kerudung Pertamaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Akhir Cerita

Oleh:
Hari itu adalah hari pertama mereka bertemu, mereka bernama Zidan dan Faruq. Zidan merupakan seorang mahasiswa dari Universitas ternama dan bergengsi di kota tempat tinggalnya, sedangkan Faruq merupakan seseorang

Pacar Bukanlah Segalanya

Oleh:
“Naya, aku jadian sama Riko,” ucap Mira kegirangan. Mira adalah sahabatku dari kecil, kami selalu bersama-sama ke mana pun. Kami juga aktivis pengajian. Di usianya yang remaja ini Mira

Perjalanan

Oleh:
Jumat pagi pun tiba, merdunya panggilan Allah pada saat pagi itu. Suara ayam pun terdengar matahari pun muncul tanpa rasa malu memancarkan cahayanya. Perkenalkan namaku Asri navitri, aku gadis

Story About Aisyah

Oleh:
Namaku Hanum, aku mempunyai seorang teman bernama Aisyah. Seorang teman yang benar-benar saya kagumi, sungguh nikmat syukur yang Allah kirimkan kepada hambanya. Aisyah, wanita bercadar, bergamis anggun dan penghafal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *