Ketika Si Tomboy Berkerudung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 2 February 2018

Ratu Anggitha Jovintha namanya. Biasa dipanggil Anggi (sekolah, teman seperumahan) atau Githa (keluarga). Dilihat dari namanya, kalian berpikir bahwa Anggi sosok yang Feminin, bukan? Jika berpikiran seperti itu, kalian salah besar! Sebaliknya, dia saangaaat tomboy. Rambut dipotong seperti laki-laki, di kamar bertebaran poster-poster nggak jelas, di kamar serba robot atau karakter Marvel, ahh.. Pokoknya serba cowok, deh! Ia juga berteman sama cowok. Tapi, ia tetap disegani guru karena ia sopan dan murid yang pintar.

Anggi mengayuh sepeda lipat hitamnya, menuju sekolah. Sesampai di parkiran, ia menyetandarkan sepedanya. Ia menuju kelas seraya menggendong tas hitamnya. “Woy, Nggi!” seru teman sekelas, sekaligus sohibnya, Hendri. “Napa, Ndri?” tanya Anggi seraya meletakkan tasnya di rak tas, belakang kelas. Hendri menghampiri Anggi. “Loe udah ngerjain pr Ipa?” tanyanya. “Dah, gue dah tau, kok. Loe mau nyontek, nih..,” jawab Anggi, lalu mengulurkan buku Pr Ipa. “Thanks ya,” ucapnya. Dia menyalin jawaban Anggi. Sesiapnya, dia mengembalikan bukunya pada pemiliknya.

Ding… Dong… Bell…!!!
Bunyi bell masuk. Seluruh murid masuk kekelas masing-masing. Anggi mengeluarkan buku Pr Ipa, buku tulis Ipa, Buku Paket Ipa, LKS Prima, dan Alat Tulis. Usai berdoa menurut kepercayaan masing-masing, Pak Eko, guru Ipa kelas Anggi masuk. “Baik anak-anak! Kumpulkan Pr yang bapak berikan seminggu yang lalu,” ucap Pak Eko. Semua mengumpulkan. Hanya 3 anak yang tidak mengumpulkan, yaitu Adzra, Isyah dan Qiqih. Mereka kena hukuman Pak Eko.

Ding… Dong… Bell…!!!
Bunyi bell istirahat. Seluruh murid berhamburan ke luar kelas. Anggi bersama teman-teman dekat cowoknya, bermain sepak bola.
Grup Anggi dengan grup lawan hanya beda 2 poin. Grup Anggi yang menang. Grup Anggi iuran, dan makan bersama teman bermain sepak bolanya. Itulah aturannya. Jika tim yang menang, akan mentraktir tim yang kalah. Persahabatan yang erat.

Ding… Dong… Bell…!!
Bunyi bell pelajaran kedua. Semua siswa berdesak masuk kekelas. Anggi mengambil buku paket PAI (PELAJARAN AGAMA ISLAM), Buku tulis PAI, LKS THAWAF, dan Buku Pr PAI. Tak lupa alat tulis. Anggi menuju Ruang PI (Pelajaran Islam). Itu khusus yang beragama muslim. Dan yang non-Muslim, ada ruang masing-masing. Anggi segera duduk di bangkunya. Bu Aminah, selaku guru PAI, masuk ke ruang PI.

“Baik, buka halaman 54. Bab 4. Judulnya Tentang Kerudung,” perintah beliau. Anggi membuka Buku Paket Halaman 54. “Baik, ibu terangkan sedikit. Kerudung identik dengan wanita muslim. Itu suatu kewajiban bagi wanita muslim. Perlu diketahui, seorang wanita yang sudah baligh, diwajibkan untuk menutupi aurat. Aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Cara menutup auratnya ialah mengenakan pakaian panjang, dan mengenakan kerudung. Banyak manfaat mengenakan kerudung bagi wanita muslim. Menutupi rambut dari debu, mempercantik wajah, dan mendapat pahala. 1 Langkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat, 1 langkah ayahnya menuju neraka,” terang Bu Aminah. Anggi pun terkesiap. “Baik, buka buku LKS Thawaf halaman 34, kerjakan bagian A dan B. Bagian C dan D dijadikan Pr,” sambung Bu Aminah. Anggi mengerjakannya secara teliti.

“Mah, Pah, kalo Githa pake kerudung pas jalan-jalan atau sekolah, boleh?” pinta Anggi pada kedua orangtuanya, selepas pulang sekolah. “Tumben, Gith. Nggak biasanya,” sindir Mama. “Kepengen aja,” tutur Anggi. “Yakin kamu, Gith?” tanya Papa. Anggi menganggukkan kepala dengan semangat. “Maaf sayang,” ucap Mama, membuat Anggi menjadi hilang semangatnya. “Maaf sayang, karena kami nggak bisa menolak keinginanmu,” sambung Mama. “HORE!!” teriak Anggi. “Makasih Mah, Pah!!” seru Anggi. “Minggu depan, ya, mah!” ucap Anggi. Mamah hanya mengacungkan jempolnya.

“Eh, kalo penampilan gue berhijaban gimana?” usul Anggi. Anggi bersama ke3 sohibnya, sedang makan di Kantin. “Ehm, gimana, ya?” ucap Rony. “Ya, kalau sesuai keinginan hati loe, ya nggak papa,” tanggap Indra. “Pasti loe keliatan alim,” ucap Hendri.

“Bagus Mah, bajunya ama kerudungnya,” ucap Anggi. Ia melihat baju seragam panjangnya dan rok panjangnya. Dan kerudungnya terdapat namanya. Ratu Anggitha J

Anggi menatap dirinya di cermin. Ia sungguh cantik dengan menggunakan kerudung. Inner Beautynya keluar! Usai pamitan, ia bergegas menuju sekolah. Sesampainya, ia berjalan menuju kelas. Ia ragu, saat menatap kelas. “Ehm, Assalamualaikum,” salam Anggi seraya masuk kelas. Semua terbengong-bengong melihat Anggi. “Waalaikumsalam,” jawab semua dengan nada heran. “Sejak kapan kamu berpenampilan seperti ini, Nggi?” tawa Erlina. “Hari ini,” ucap Anggi. Semua pun tertawa. Begitu pula Anggi. Ia pun membiasakaan mengenakan kerudung, mulai hari ini. Ia mulai merasakan makna mengenakan kerudung. Meskipun mengenakan kerudung, sifat tomboynya masih melekat di dirinya.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
Hai! Seru nggak critanya? Maaf nggak seru. Oya bagi yang namanya menjadi tokoh figuran atau utama, mohon maaf ya… Jangan lupa, add FB-Ku. Alya Aniza, pake kerudung Ungu. Kalau kalian sudah permintaan teman, tapi belom ku Add. Protes aja di kolom komentar. Oya jangan lupa add Fb penulis idolaku, kak Pratiwi Nur Zamzani. Pakai kerudung putih. Aku sudah berteman, masa kalian belum? Sekian ya… Tunggu karyaku selanjutnya!!

Cerpen Ketika Si Tomboy Berkerudung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keinginanku Untuk Menjadi Chef Handal

Oleh:
Ada seorang anak yang ingin sekali menjadi Chef handal yang bernama Cantika Dewi Anggraeni kerap dipanggil Tika, Ia sekarang menempuh pendidikan tinggkat SMP kelas sembilan. Ia berminat mengambil jurusan

Sahabatku Adalah Kembaranku

Oleh:
“jangan mendekatinya nanti Tika bisa mencueki kita” “dia dijauhi ya” “dia itu sok sekali ya mentang mentang anak orang kaya” “betul makanya aku gak mau temenan samanya bisa bisa

Putri Sarah dan Putri Zula

Oleh:
Putri Sarah dan Putri Zula adalah dua putri yang bersahabat dari kerajaan yang berbeda. Putri Sarah dari Kerajaan Mawar dan Putri Zula dari Kerajaan Melati. Mereka sering bermain bersama

Odong Odong Balap

Oleh:
Paman Eki dan Ilham pergi berlibur ke Yogya. Di sana, mereka menginap di rumah David, sepupu Ilham. “Ham, nanti malam, aku ajak kamu ke Alun-Alun Selatan” ujar David. “Memangnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *