Ketua OSIS

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 2 February 2020

Sekolah itu terletak di jalan raden ajeng kartini, mulai dibangun pada tanggal 3 maret 2009 dan selesai pada tanggal 3 desember 2011. kini mulai lah angkatan pertama memasuki tahun pembelajaran, sekolah itu bernama Madrasah Aliyah Jaya.

Angkatan pertama biasanya diwarnai dengan ketidakpatutan sarana dan prasana yang dimiliki sekolah, tak berbeda dengan madrasah ini, gedung bertingkat, ruangan ber-AC, lapangan basket, futsal, tennis, kolam renang, semua itu cukup menggambarkan angan-angan dari semua pelajar disitu.

Dengan fasilitas itu, sangat mengherankan, karena ternyata banyak prestasi yang ditoreh oleh sekolah itu, sehingga membuat sekolah itu menyandang gelar nasional pada 6 bulan pertama mereka memulai kegiatan belajar mengajar. mengenai sistem yang diterapkan, berikut ini gambaran dari sistem itu:

1. sekolah ini hanya khusus untuk laki-laki
2. beragama islam
3. pembelajaran dimulai dari jam 8 pagi sampai 1 siang
4. siswa diwajibkan tidur dari setelah sekolah hingga adzan asar
5. setelah asar kegiatan no-akademik berlangsung
6. setelah maghrib hingga isya, semua siswa diwajibkan menghafal 3 ayat al-quran.
7. tidak ada pemberian tugas

Sekolah itu tidak fokus pada akademik dan non-akademik, namun lebih fokus pada perkembangan akhlak, tak heran jika yang menjadi ketua osis adalah siswa paling terjaga akhlaknya.
“jika akhlak semakin meningkat, maka akademik dan non-akedemik pun akan mengikuti” motto dari madrasah itu.

Sore itu semua siswa berkumpul, mereka sedang fokus dengan apa yang mereka dengar.
“baik teman-temanku semua yang begitu luar biasa, hari ini, saya ingin memberikan sebuah kabar, bahwa di desa ajeng sari terdapat satu sekolah dasar yang begitu miris keadaanya, sekolah itu hanya mempunyai papan tulis, tidak ada meja dan kursi, para guru dan siswa pun rela berdiri hanya untuk mencari ilmu” sang ketua osis berbicara, lalu terdiam sejenak untuk memberikan teman-temanya waktu agar bisa membayangkan keadaan sekolah itu.
“nah jadi sore ini, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk bersedekah” lanjutnya
“untuk apa, lihat keadaan kita disini, bahkan guru pun tak punya meja”
“benar, lihat air asrama kita saja bercampur dengan air lumpur” celetuk 2 siswa yang sedang mendengarkanya.
“ingat teman-temanku, awal sekali aku menjadi ketua osis, aku mengajak teman semua bahkan para guru, untuk menyedekahkan sebagian rezekinya untuk diberikan kepada salah satu yatim piatu di kota ini, dan kita berdoa kepada ALLAH bahwa kita meminta agar sekolah kita diberikan prestasi dan cepat untuk menaiki jenjang nasional, dan bukankah semua itu terbukti” dia terdiam sejenak
“lihatlah mereka itu anak SD dan kita sudah SMA, bukankah kita yang seharusnya membantu yang lemah” lanjutnya, dia mengatakan dengan kata yang lembut, Nampak marah dari rautnya pun tidak, karena dia memegang teguh salah satu filosofi “batu juga hancur bila ditetesi air”
Semua siswa mengangguk setuju, mereka tahu apabila mereka melawan perkataan ketua osis-nya, berarti mereka tidak percaya dengan janji-janji ALLAH SWT mengenai sedekah, 2 minggu mereka semua menjalankan puasa daud bersama untuk menghemat pengeluaran madrasah, para guru pun salut dengan semua siswa, sehingga motto dari baju yang para guru pakai yaitu “ikhlas beramal” begitu ringan mereka kerjakan.

Tak terasa hampir 3 tahun mereka bersama-sama di sekolah itu, kini sekolah itu sudah menjadi panutan bagi sekolah lain, sarana dan prasarana sekolah sudah diperbaiki, dan tak sedikitpun madrasah mengeluarkan uang secuil untuk perbaikan itu.

“semua biaya untuk perbaikan fasilitas sekolah kita ini datangnya dari ALLAH SWT, ini semua berkat anak-anakku semua, mungkin inilah jawaban dari sedekah yang kalian semua lakukan, aku sangat berterima kasih pada muridku ini, karena dialah yang menjadi dalang dari kebangkitan sekolah ini” kata kepala sekolah.

Semua siswa hanya mendengar perkataan dari kepala sekolah, mereka semua tak memberikan respon apa-apa, bukankah kemajuan dari sekolah mereka merupakan kebanggaan yang patut dirayakan? lalu mengapa mereka hanya terdiam, bahkan siswa yang dimaksud oleh kepala sekolah pun terdiam, menggerakan bibir sedikit pun tidak, kenapa?

“terima kasih kepada bapak kepala sekolah yang sudah memberikan sedikit kata di hari ini, kami mohon maaf apabila anak kami ini seketika menjabat sebagai ketua osis tidak bisa menjaga amanahnya”
Semua siswa menjawabnya “kami sudah memaafkannya” tangis dan ekspresi tak percaya menyertai ucapan mereka, di depan mereka semua, sudah terbujur kaku, salah satu hamba ALLAH SWT, tak ada yang menyangka dia pergi secepat itu, mungkin ALLAH SWT sudah merindukan hambanya itu, bahkan diambil nyawanya ketika dia sedang melakukan sholat dhuha di sekolah.

Kini fotonya terpampang jelas di salah satu dinding madrasah, dia adalah ketua osis bersejarah.

Cerpen Karangan: Ilham Setyo Aji
Blog / Facebook: Ranshel.blogspot.co.id / Ilham Setyo Aji
siswa man ic jambi angkatan 9

Cerpen Ketua OSIS merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kepergian

Oleh:
Pagi hari yang cerah, pagi dimana akhir bulan Sya’ban telah berakhir dan berganti bulan Ramadhan di esok harinya. Pagi ini banyak manusia beduyun-duyun mengunjungi makam, entah itu makam keluarganya

Seindah Jalan Cinta-Nya

Oleh:
Senja mulai pergi menjemput malam. Langit di ujung cakrawala kini tak lagi biru, ia telah memancarkan polesan warna jingga senja dalam balutan gradasi warna yang begitu indah. Paduan warna

Hijrah Dalam Dekapan Ukhuwah

Oleh:
Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara, aku hidup bersama keluarga yang minim ilmu agama. Lingkungan dan pergaulan sangat mempengaruhi bagaimana aku berbuat dan berucap. Ketika di SMP aku

Surat Pertama

Oleh:
Rasa lelah setelah beraktifitas seharian, ingin rasanya beristirahat sejenak. Di petilasan adalah tempat yang paling pas untuk bersantai melepas lelah. Sambil membawa buku yang baru dibelinya cakil menuju petilasan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *