Lukisan Wanita Berkursi Roda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 24 July 2017

Di suatu tempat di dalam ruangan. Terbaring sambil mengawasi sekitar. Rasanya sunyi, tempatnya asing. Selain ada yang salah dengan warna dinding, kalau benar ini ruangan kamar tidur yang sebelumnya saya tempati harusnya ada beberapa lukisan serta poster yang menghiasi sekitar dinding. Namun kenapa sebaliknya?, Di ujung, di sebelah pintu ruangan cuma ada lukisan wanita duduk memakai kursi roda, wajahnya berpaling dengan bibir tersenyum tepat mengarah pada tempat saya terbaring. Apakah dia pemilik ruangan ini?
Kenapa saya berada di tempat ini?

Beberapa detik kemudian, dari luar ruangan terdengar suara sepatu kontak dengan ubin, suaranya hilang tepat di balik pintu ruangan yang saya tempati. Lalu dibukalah pintu dan datang dia sambil mendorong kursi roda, datang seorang wanita mirip di lukisan sebelah pintu itu. Seperti dugaan sebelumnya, benar kalau ruangan ini miliknya. Si wanita berkursi roda. Anehnya kenapa kursi roda itu tidak dipakai duduk sebagai alat bantu, kenapa dia dorong? Saya amati lagi kedua kakinya pun melangkah. Muncul firasat, Apakah Mungkin lukisan yang ada di dinding itu sudah beberapa tahun silam…

“Kalau kamu mau membutuhkan udara luar bisa saya bantu menggunakan kursi roda ini” Tutur wanita tersebut.
“Maaf saya tak perlu kursi yang beroda seperti itu, kedua kaki saya bisa mendatangi kamu kalau saya ingin melangkahkan” Saya menjawabnya,
“Oh iya? Kamu tarik selimut yang sedang kamu pakai, liatlah kondisimu sekarang” Tutur kembali dia,

Kaget mendengar suara dering alarm!! Telinga rasanya nyeri, dan agak rabun karena mata sulit terbuka penuh. Panik, perlahan saya tarik selimut yang saya kenakan sembari tidur. Melihat benar tidaknya apa yang diucapkan wanita barusan. Oh ternyata? Sama seperti sebelumnya, kedua kaki saya utuh dan masih bisa digerakan. Yang membuat otak makin terpacu (Bingung), Saya amati ruangan tempat ini berbeda dari sebelumnya. Membalikan badan ingin mengetaui keberadaan jam dinding memang pada tempat sebelumnya.

Saat ini, Jarum jam panjang menunjuk di angka sepuluh, jarum jam pendek menunjuk di angka enam. Sengaja menghirup aroma mulut saya, aromanya seperti aroma mulut usai bangun dari tidur, sangat bau. Besar kemungkinan kejadian barusan hanya alur dari bunga tidur. Untuk menyakinkan lagi, Saya amati dari sudut kiri masih menempel poster politisi islam yang sekarang menjabat sebagai orang pertama di turki. mengarah ke sudut kanan masih juga ada lukisan favoritku, vokalis grup band nirvana era 90’an.

Hingga kondisi kembali netral, saya lanjutkan rutinitas pagi hari ini. Beranjak ke kamar mandi yang masih satu ruangan dengan kamar tidur. Menuju ke pemutar musik yang masih satu ruangan dengan kamar mandi. Memutar lagu pilihan dan ikut menyayikan lagu hingga terbawa nikmatnya air di pagi hari.

Kalian tau filosofi sederhana mengenai air? Segar,
Jika kalian masih merasakan segarnya mata air tandanya kalian bukan golongan orang sakit dan bukan juga golongan orang gila.. Kalian termasuk dari golongan orang yang diinginkan gerah.

Satu jam yang lalu berkemas pergi ke wilayah lain, sekarang di wilayah saya, tiba Pukul 07.00 WIB. Menikmati suasana Pagi yang Cerah, sambil disuguhi mbok asih secangkir teh import asal negeri matahari terbit, mari saya perkenalkan alat transportasi di garasi. Berjarak dua puluh meter dari jarak sekarang saya berdiri. Di ruang paling dasar di bawah saya berdiri sekarang. Jaraknya Sepuluh meter menuju tangga, sepuluh meter menuruni tangga dan tibalah di garasi.

Mercedes-bens seri 300SL. Mobil yang paling saya sukai. Jarang sekali saya pakai kecuali ada acara tertentu. Sangat-sangat menjaga performanya.
Bugati tipe veyron pur sang. Ini mobil di urutan ke dua yang selalu mengambil hati saya. diproduksi hanya 5 unit saja.
Jaguar seri ZKR75. Mobil yang di produksi hanya 75 unit, menariknya hanya di jual di sejumlah negara maju.
Mobil jaguar ini saya dapatkan di acara pelelangan di Belanda. Dengan banderol (USD 133.568 atau setara Rp 1,7 milliar). Jaguar ini yang selalu menemani aktifitas saya. Hampir di tiap hari, salah satunya aktifitas ke kantor. karena ini sudah pukul 07.40 WIB saya lanjutkan ceritanya sesampainya di kantor.
Oh Ada yang lupa, cangkirnya mbok, tehnya nikmat,

KM 6 dari letak kota, di kabupaten kudus jawa tengah. Dua puluh lima menit perjalanan tiba di lokasi. Akhirnya, setelah terjebak macet karena terhalang demo para anggota becak (Pariwisata Makam Sunan Kudus) yang menuntut penyediaan tempat (Ngetem) semula, yang sekarang tempatnya ditetapkan pemerintah daerah untuk jasa ojek pariwisata. Demo di gedung DPRD, Waktu termakan kurang lebih sepuluh menit karena menunggu aksi para demonstran di bahu jalan yang ingin merangsak maju ke aula DPRD. Hingga kemudian Sampailah saya di parking sebelah timur kantor. Berjalan kaki menuju ruang kantor sambil melihat perkembangan sosial media dari gadged. Seperti biasa upload status,

(Becak juga pernah menghiasi sejarah negara, hargailah) -status saya di facebook-

Selamat pagi, inilah kantor saya. Selamat datang di perusahaan kami, PT DUIPO GRUP. Perusahaan yang bergerak di bidang percetakan, tekstil, simbol, dan baru-baru ini merambah di bidang Smart electronik security. Saya selaku dewan direktur di perusahaan ini. Di bawah payung dewan komisaris perusahaan, tak lain saudara kandung saya. Dan di bawah kendali penuh pemilik saham/CEO PT DUIPO grup yang tak lain ayah kandung saya. (Untuk menjaga privasi nama tokoh pemegang PT tak saya sertakan).

Berlalu kemudian, (Empat jam lebih lima menit), Siang hari pukul 12.10 WIB. Waktu istirahat, waktunya makan siang. Suara dering gadged berbunyi, pengaturan suara sebagai pemberitauan Pesan facebook.
Saya buka gadged dan melihat pesanya sebagai berikut,

“Diminta perkenalkan diri sebagai anggota baru. sertakan alasan kenapa mengikuti Grup”, Pesan dari pengurus Grup.
Prosedur awal yang dilalui anggota baru setelah dikonfirmasi masuk ke dalam Grup. Dikenalkan di jejaring sosial facebook, lewat pesan Grup.

Nama: Amir Duipo,
Umur: 23 tahun,
Tinggi: 180 cm,
Berat: 63 kg,
Domisili: Kudus, Jawa tengah.
“Alasan mengapa saya ingin bergabung sebagai anggota baru karena ingin menambah pertemanan, terlebih untuk memperluas ilmu pengetauan yang merujuk ke keyakinan, yang lebih dari sebelumnya. terlebih lagi, agar memberi jawaban atas jalan fikiranku selama ini. Jika memang ditempuh tidak pada jalan buntu, dan masih tersedia jalan hingga pulang” Alasan saya mengikuti Grup.

Sebelumnya dua hari yang lalu,
Berselancar lewat sosial media lalu menepi ke website facebook, sengaja mencari aktifitas yang aktif dari Grup di bidang pengetahuan keyakinan. Muncul tiga aktifitas Grup dari pencarian, hanya satu dari tiga yang masih aktif dan terakhir di kunjungi sekitar empat puluh menit. Sekitar lima puluh anggota tergabung.

QMS singkatan dari nama grupnya. Aktifitas di dalamnya membahas serta memberikan informasi tentang Keyakinan menurut ilmu pengetauan. Syaratnya wajib saling membahas jika muncul informasi di website facebook Grup dari masing-masing anggota. Ketentuanya dilarang keras memberikan informasi di dalam website facebook Grup jika belum ada bahasan atau penilaian dari pengurus Grup dan anggota lain di luar website facebook Grup. karena yang dibutuhkan sumber harus akurat. Dibuatnya syarat dan ketentuan untuk menghindari SARA di dalam aktifitas Grup. Menurut informasi yang saya lihat QMS grup dibuat dari tahun lalu, empat belas bulan yang lalu. Grup yang dianggotai lima puluh anggota, empat dari lima puluh anggota termasuk para pengurusnya.

Berikut Nama serta Domisili para pengurus anggota Grup…
Linda panggabean, Asal Sidikalang Kab. Dairi/Sumatra utara,
Rob simbun, Asal Tamiyang Layang Kab. Barito Timur/Kalimantan Tengah,
Delince manggay, Asal Waris Kab. Kerrom/Papua,
Adang daradjatun, Asal Ngamprah Kab. Bandung Barat/Jawa Barat.

Dan berikut sebagian gambaran di dalam aktifitas grup QMS yang baru diupdate. Senin, Pukul 09.03 WIB.
Majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitiannya. Penelitian yang telah dilakukan oleh tim ilmuwan asal Amerika Serikat adalah tentang suara ultrasonik yang berasal dari tumbuhan. Penelitian yang dipimpin oleh Prof. William Brown ini kemudian merekam dan menyimpan suara ultrasonik dari tumbuhan dan mengubahnya menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor dalam bentuk rangkaian garis. Yang mengejutkan adalah, garis-garis tersebut membentuk lafadz Allah yang kemudian diketahui sebagai kalimat tasbih. Subhanallah Al-Qur’an tentu saja telah menjelaskan fenomena ini dalam surat Al-Israa’ ayat 44 yang artinya;
“Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun ”

“Hidayah bagi para ilmuwan” Komentar saya, menanggapi aktiftas grup QMS, pukul 12.40 WIB,
“Harusnya hidayah juga untuk orang seperti kamu, hadir hanya untuk mengusik kami” Mengomentari komentar saya barusan, salah satu anggota grup, 5/Mnt
“Maaf ada yang salah dengan kalimat saya” Balas komentar, 2/Mnt
“Tidak ada yang salah dengan kalimat anda, melainkan mengenai pengetauan anda yang salah tempat” Kembali dibalas komentar, 4/Mnt
“Maaf apa saya mengenal anda, tolong jaga etika karena percakapan kita dilihat mata bayak” Hingga diluar batas, maka saya tekankan, 3/Mnt
“jauh lebih kenal mengenai bibit dan bobot kamu” Masih balas komentar sebelumnya, 3/Mnt pukul 12.57 WIB.
Sadar sebagai yang jauh lebih berakal percakapan sudahi. Dari wanita yang masih satu Grup dengan saya, di jejaring sosial facebook dia memakai nama Emelia.
Dasar wanita aneh…

Pukul 04.40 WIB kemudian, Dua KM Perjalanan. “Gimana perkembangan pengetahuanmu mengenai keyakinan amir, Masih menuntut dari yang lebih? Segera tentukan pilihan”, itu pesan ibu Nasehat dari Ibu saat mampir ke rumah beliau habis pulang dari kantor.

Kemarin mengenai biaya hidup yang boros, sekarang lagi dan lagi mengenai keyakinan, besok-besok apa lagi yang akan jadi bahan nasehat. Tanpa harus muncul nasehat Amir sudah mikir sampai sana bu (Keyakinan), cuman ndak harus bilang-bilang kan sebelum ada yang tepat untuk di pilih. Hadduh, Selalu ada nasehat dari beliau mengenai keyakinan, mungkin karena sampai saat ini saya masih belum menentukan pilihan.

23 Tahun saya hidup dan besar di lingkungan para orang-orang yang memegang teguh keyakinan, mereka penganut Katolik.

“Mau pergi ke mana kok pakai pakaian resmi” Tanya saya, sengaja mengalihkan agar tak kembali pada topik mengenai Keyakinan,
“Ini pakaian buat hari selasa minggu depan. Menghadiri undangan pernikahan anaknya teman ibu” Di jawab beliau,
“Bagus tidak Amir pakaianya?” Tanya beliau mengenai pakaian yang di kenakan,
“Lebih dari bagus, siapa perancang pakaian itu bu?” Jawab saya,
“Ada kartu namanya di meja rias, sudah 3 tahun lebih ibu dan ayah kamu menggunakan jasanya” Kata beliau mengenai seorang perancang,
“Ohh, coba saya liat” Jawab saya,
Melihat kartu nama perancang pakaian yang ada di meja rias.

Tiba-tiba… Kaget!!
Lalu mencoba mengingat, samar,
Kembali mengingat,
Dan tidak salah lagi, foto yang ada di kartu nama ini persis wanita yang ada di mimpi saya tadi pagi. Penasaran lalu saya tanyakan lebih lanjutnya sama ibu,

“Apa ibu kenal baik wanita yang ada di kartu nama ini” Tanya saya, masih memegang kartu nama,
“Emelia namanya” Jawab beliau sambil mengemasi pakaian yang baru saja dikenakan,
“Emelia?” Tak percaya, dalam hati kecil,
“Apa ada yang salah?” Tanya ibu,
Saya tidak bisa menjawab, hanya menggelengkan kepala,
“Dia wanita baik, tidak ada salahnya kamu mengenalnya. Dia juga jago 3 bahasa lho. Ayah kamu bilang tidak lama lagi emelia diperlukan di perusahaan kita. Coba tanyakan saja lebih lanjutnya sama ayahmu jika ingin tau informasi tersebut” Penuturan ibu mengenai si emelia,
Hanya bisa anggukan kepala…

Dari rumah ibu beranjak pulang, di dalam perjalanan.
Ada beberapa garis tekuk di jidat,
Gigi tak jarang menggigit mulut,
Tangan tak henti memainkan mulut, hidung, dan kadang ke rambut.
Ulah Sebagian anggota tubuh yang saya amati di kaca mobil dalam, dampak dari cerita Emelia yang masih terbawa hingga di perjalanan pulang dari kediaman ibu, pada pukul 05.40 WIB, sampai di rumah pukul 06.10 WIB.
“Oh emelia siapa kah sebenarnya kamu, saya tak habis pikir isyarat apakah ini?”
Berawal dari pertama kali kita bertemu di mimpi, kamu lanjutkan ke pertemuan ke dua di jejaring sosial facebook. Sekarang kamu muncul lagi, sengajakah kamu muncul di kehidupan keluarga saya.
“Sialan memang!”

Saya lanjutkan pada malam hari pukul 20.50 WIB. Di depan gadged, tepatnya di dalam ruang kamar tidur, sembari istirahat. Makin dihinggapi rasa penasaran mengenai sosok Emelia. Kembali saya manfaatkan gadged, berselancar dan menepi lagi di jejaring sosial facebook. Muncul Sedikit data yang saya ketaui tentang emelia dalam pencarian.

Dan datanya sebagai berikut,
Nama Emelia, bekerja sebagai guru privat khusus bahasa Arab.
Pernah tinggal dan besar di ibu Kota Jakarta,
Sekarang berdomisili di Kota Semarang Jateng.
Pernah menuntut ilmu di (YPAC) Semarang. (SLB D/D1) Tuna dakta.
Seseorang penyandang ‘Difabel’. (Kamus Besar ‘Disability’/Keterbatasan fisik).

Beberapa menit kemudian muncul benang merah mengenai Emelia, saya bergegas menelepon ibu. Semoga saja belum waktunya beliau istirahat.
“Malam juga Amir, tumben nelpon malam-malam” Beliau menjawab telpon saya,
“Ada yang mau saya tanyakan mengenai Emelia bu” Tanya saya,
“Masih Emelia? Apa yang mau ditayakan” Jawab beliau,
“Apa pernah ibu crita mengenai Amir pada Emelia” Tanya saya,
“Pernah, tiga atao empat kali kalau tidak salah, dengan topik berbeda” Jawab beliau,
“Dan salah satu topik itu bu, bisa di jelaskan” Tanya saya,
“Tentang Keyakinan kamu Amir” Jawab beliau,
“Oh tidak, pantas saja” Sedikit menuai titik temu,
“Dari tadi sore ada yang kamu sembunyikan mengenai Emelia” Tanya beliau,
“Belum saatnya Amir kasih tau bu. Saya tutup teleponnya, salam untuk ayah”
Dan, Percakapan via telepon saya akhiri,

Sekitar 10 menit percakapan saya dengan ibu via telepon. Saya kembali berselancar di jejaring soaial facebook, mengirim pesan singkat di website facebook Emelia via Messenger,
“Apa alasan kamu mengikuti grup QMS” Isi pesan singkat saya ke Messeger Emelia, Pukul 21.40 WIB,
“karena alasan yang tepat, sebagai tanda terimakasih, Selaku penggagas semoga Grup QMS menjadi sesuatu yang bermanfaat” Jawab emelia, dua puluh menit, Pukul 22.05 WIB,
“Tanda terima kasih, bisa kamu perjelas artinya” Melanjutkan obrolan via Messeger 5/Mnt,
“Tujuh belas tahun yang lalu polio mengakibatkan kaki saya seperti ini. Andai saat itu aku orang yang buta (akan keyakinan), mungkin tujuh belas tahun yang saya lalui tidak bisa membuatku seperti sekarang. Jawab Emelia 3/Mnt,
“Apa yang kamu rasakan sekarang” Tanya saya, 2/Mnt,
“Aku tidak merasa ‘Kecil Lagi dan tidak merasakan ‘Takut’ Lagi”, Jawab Emelia 3/Mnt,
“Apa itu berlaku juga untuk orang seperti saya, seperti yang kamu ketaui dari ibu saya” Tanya saya, 4/Mnt,
“Kemungkinan tidak, jika hanya untuk daya tarik yang berujung pada rasa puas untuk pengetauan semata” Jawab Emelia, 3/Mnt,
“Bimbing lah saya jika kamu tidak keberatan, Emelia” Kalimat saya, 5/Mnt,
“Dengan senang hati, Amir” Jawab Emelia, 2/Mnt,
Saya akhiri obrolan via Messenger dengan Emelia Pukul 22.32 WIB, ringkasnya, saya lemah setelah mengetaui sedikit mengenai Emelia.

Selanjutnya, dua bulan datang dan menceritakan, bunyi alarm kembali berikan dedikasi tinggi sebagai alat bantu. Kali ini terbangunlah saya di ruangan yang tepat, sedikit ada perbedaan penghias dinding kamar. Yaitu dari sudut kanan tepat di sebelah pintu ruangan kamar, saya relakan tempat lukisan favorit diganti dengan lukisan Wanita Duduk Memakai Kursi Roda, wajahnya berpaling dengan bibir terseyum tepat mengarah pada bed tidur saya.

Pagi hari pukul 09.20 WIB di kantor.
Ada rapat para pimpinan PT. DUIPO GRUP, membahas mitra baru dari timur tengah di bidang Smart seccurity elektronik. Sampai ke tiga puluh menit lamanya hingga di ujung penutup rapat, ayah saya selaku CEO PT memperkenalkan karyawati baru.
“Saya perkenalkan translator khusus bahasa arab guna membantu perkembangan dengan mitra baru kita dari timur tengah” Ucap ayah sedang memperkenalkan karyawati baru,
lalu munculah sosok wanita berkursi roda tersebut dari luar pintu ruang rapat, tak lain si Emelia selaku translator bahasa Arab. Terseyumlah kemudian saya sembari menatapnya, lalu mendengarkan perkenalan Emelia ke pada pimpinan lain.

“Kalo kamu membutuhkan udara luar, jika tidak keberatan bisa saya bantu” Ajakan saya ke Emelia,
“Maaf saya sangat keberatan, karena saya bisa melakukanya sendiri. Mari jika kamu ingin menemani” Jawab Emelia,
“Mari, kamu memang…” Percakapan saya dengan emelia seusai rapat.

Riview, satu bulan sebelumnya, Menandai aktifitas Grup pada Pukul 11.30 WIB, website facebook.
“Ketauilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96:1)
Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” Dalam ayat di atas sungguh menarik perhatian. Dalam perspektif sains, ubun-ubun tersebut dapat diartikan bagian dari otak. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir.
Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini,
Menyatakan: Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi. Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi sifat agresifitas.
Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta. Dapat dikatakan bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini.

Muncul beberapa komentar, salah satunya sebagai berikut,
“Valid kah berita yang kalian munculkan untuk publik?” Tanya Seorang Penyusup (komentar di grup),
“Kalau pun tidak valid, apa ruginya untukmu?” Selang beberapa menit, renspon dari Emelia,
“Rugi, buang-buang waktuku saja melihat omong kosong kalian” Penyusup mengutarakan,
“Berarti Kamu sudah rugi dari awal mula mengunjungi grup kami. Pulanglah perbayak ilmu pengetauan” Disusul komentar Emelia,
“Hey, hey, tunggu jangan pulang dulu”
Muncul saya di tengah perdebatan ringan mereka, saya selipkan komentar untuk seorang Penyusup,
“Mau apa? Kamu muncul sebagai pengurus? Keberatan dengan kalimatku mengenai grup ini” Balas komentar dari Penyusup,
“Tidak ada yang keberatan, sudah tak asing orang seperti kamu muncul di grup ini” Balas komentar saya,
“Alhasil? Membuat kalian pusing kan, karena keseringan kena introgasi dari pihak lain (Di luar grup)” Penyusup menjawab,
“Yang di kemudian hari menjadi salah satu dari anggota grup in ” Emelia meneruskan percakapan saya dengan Penyusup,
“Dan saya yakin kamu salah satunya! Tebak, tidak sampai dalam hitungan minggu” Kemudian saya teruskan,
“Hufh, Dasar kalian orang-orang aneh” Penyusup membalas komentar,
“Tak salah lagi, dalam hitungan hari kami ucapkan selamat datang. Selamat bergabung dengan saya sebagai anggota di grup QMS. Semoga nanti malam bisa bertemu di mimpi.” Komentar saya menanggapi komentar Penyusup.
“terimakasih Amir” Komentar selanjutnya dari Emelia,
“Sama-sama Emelia” Komentar saya,

Menunggu beberapa menit, penyusup tak lagi muncul berkomentar…
Saya akhiri komentar di website facebook Grup. Pukul 12.10 WIB,

Saya makin lebih dalam mengenal sosok Seorang Emelia, walau perkenalan dari jejaring sosial facebook, dan sampai sejauh ini belum bertemu langsung. Namun, besar kemungkinan suatu saat kami pasti bertemu secara langsung, karena masih ada banyak hal yang kita kerjakan,

Sebagai teman sosial media? Bukan, maksud saya lebih,
Sebagai rekan kerja? Iya, tapi lebih dari itu,
Sebagai mentor? Jangan, itu berlebihan,
Lantas sebagai apa?

Pertama kenal saya membencinya. Perlahan surut ketika saya dengan Emelia saling terbuka. Hingga kalimat “Asyhadualla illa haillallah, Waasyhaduanna Muhammadda Rosulluallah” Saya ucapkan, dan disaksikan ibu. Keyakinan yang sudah saya tentukan semenjak mengenal Emelia.

Maka kalian lah yang berhak menandai status saya dengan Emelia,

“Sebagai?” … Yang menginspirasi.

Cerpen Karangan: Febrianto Agus Sumarlynna
Facebook: Maelinda
Nama: Febrianto Agus Sumarlyn
Pekerjaan: Wiraswasta
Alamat: Kudus jawa tengah
No hp: 089503038520 / 087833944447
Hobi: Menulis

Cerpen Lukisan Wanita Berkursi Roda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ukhty Sahabat Surgaku

Oleh:
Aku mempunyai teman dekat yang aku anggap sebagai sahabatku, namanya maulidia. Sebelum aku mengenal sahabatku ini, banyak sekali informasi informasi jelek yang kudapat mengenainya, aku bukan tipe orang yang

Bersyukur

Oleh:
Dengan langkah pelan, sepasang suami istri Firman dan Susi sedang berjalan bergandengan tangan. Namun tiba-tiba sepasang suami istri lain yakni Doni dan Dina berboncengan dengan kendaraan bermotor melintas di

Taubatnya Temanku

Oleh:
Waktu terus berjalan, zaman pun semakin berubah. Tidak dapat dicegah, kebudayaan asing telah merasuk ke dalam diri teman-teman sepermainanku. Budaya-budaya barat yang seharusnya tidak dilakukan oleh teman-temanku, tetapi dilakukan.

Idealis Sang Pendaki

Oleh:
Embun pun masih menempel di dedaunan, sinar sang mentari masih tertutup awan pagi, belum ada tanda-tanda terik hari ini. Di lapangan hijau pagi sekali sudah ramai pecinta olahraga, sibuk

TOMAT (Taubat Maksiat)

Oleh:
Dinginnya suhu di pagi subuh, disertai angin dingin yang masuk melalui pori-pori kulit, membuat seluruh tubuh terasa dingin seperti berada di kutub utara dengan diselimuti es. Menarik selimut yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *