Ma, Ini Surat Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Cinta Islami, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 18 February 2014

Aisyah serius sekali menulis sesuatu siang ini. Tangannya meliuk-liuk lincah di atas selembar kertas merah jambu, mulut mungilnya bergerak-gerak lambat tanpa suara seperti merapalkan sesuatu. Sesekali kepalanya mendongak ke atas lalu kembali ke kertas sambil tersenyum-senyum penuh arti. Tak ada yang tahu apa yang ia tulis.

Sejam kemudian tulisan itu selesai. Ia mengela napas lega, menatap puas kertas merah jambunya yang kini penuh kata. Melipatnya tiga bagian sama rata, rapi. Memasukkannya ke amplop kecil yang juga berwarna merah jambu. Mencolekkan lem di mulut amplop dan menutupnya. Apik sekali. Bahkan di bagian depan amplop sampai ada pita kecil merah jambu menghiasi tulisan Happy Valentine.

Anak kelas 3 SD yang cerewet dan lincah itu pun langsung berlari kecil ke kamar mamanya, menyodorkan amplop merah jambu tadi ke hadapan mamanya.
“Ma, kirimin ya!” katanya penuh semangat. Mamanya membaca sekilas tujuan surat itu lalu tersenyum mengangguk. Wajah Aisyah pun berbinar.
“Kata Pak Pos, itu bisa sampai dalam satu hari kan, Ma? Pakai kilat khusus?”
“Iya sayang…,” Mama tersenyum lagi mendengar celoteh anak bungsunya ini. Menatap lagi bagian depan amplop: Kepada Yth. Allah SWT. Taulah Mama apa yang anaknya tulis tadi siang.
“Dibalasnya kira-kira kapan ya, Ma?”
Mama menatap Aisyah penuh arti, “Coba tutup hidung kamu,” kata Mama kemudian.

Aisyah mengerutkan kening tak mengerti, lalu perlahan menutup kedua lubang hidungnya dengan jari, menurut.

Satu detik…
Dua detik…
Tiga detik…

“Bhuah!!! Hah… hah… hah… hah.. hah…” Aisyah hanya bertahan delapan detik menahan napas. Mama tertawa kecil, mengelus sayang rambut Aisyah.

“Aisyah sesak napas, Ma!” Aisyah menggerutu marah ke mamanya.
“Lega kan sehabis menghirup udara?”
Aisyah mengangguk.
“Nah, itu balasan surat cinta Aisyah dari Allah. Bahkan belum dikirim pun, Allah sudah membalas surat cinta Aisyah, kan?”
“Oooo…” Aisyah ber-ooo pelan. mengangguk-angguk sok mengerti.
“Allah memberikan cinta dan sayang pada umat-Nya setiap hari, sayang. Bahkan sebelum kita mengucapkan cinta pada-Nya. Tak perlu ada Valentine.”
Aisyah manggut-manggut lagi. “Berarti Aisyah harus kirim surat cinta tiap hari ke Allah? Bukan cuma tanggal 14? Haduh mama… Aisyah capek nulis tiap hari…”
Mama tergelak tertawa. “Tidak harus pakai surat, sayang,” Mama mendudukkan Aisyah di pangkuannya, “Kamu cuma perlu sholat dan berdoa tiap hari. Bilang ke Allah, ‘Ya, Allah, aku sayang Allah. Terima kasih banyak atas nikmat-Mu…”

Aisyah menatap mata Mamanya dengan sayang, lalu tersenyum manis. Manis sekali. Senyum bukti cinta dan sayang-Nya yang tak pernah habis. Tak pupus oleh waktu.

Cerpen Karangan: Randi Hari Putra
Blog: www.secarikasa.blogspot.com

Cerpen Ma, Ini Surat Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Belajar kelompok

Oleh:
Pada suatu hari, guru memberikan tugas pada murid murid untuk mengumpulkan hasil kesimpulan dari praktek IPA tentang gerhana, revolusi, dan rotasi Bumi secara berkelompok. 26 April 2016 “anak anak

Selalu Ucapkan Alhamdulillah

Oleh:
Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang menteri dari sebuah kerajaan, ia dikenal sebagai orang yang baik dan juga sholeh, akan tetapi sang raja benci kepada menterinya itu karena setiap

Bercinta Dalam Tahajudku

Oleh:
Hilang, sinar rembulan tertutup mendung hitam, tiada bintang, lalu tetesan air hujan pun jatuh mengenai tubuhnya yang terbalut pakaian serba biru dengan dipadukan jilbab warna merah muda yang cantik.

Cerita Yang Tak Berujung

Oleh:
Pada zaman dahulu kala hidup seorang Raja yang bijaksana, baik dan suka membantu rakyatnya. Salah satu kegemaran Raja ini ialah suka mendengarkan orang bercerita. Raja sudah sering kali mendengarkan

Filosofi Cinta

Oleh:
Bersama semburat mega merah, seorang gadis terdiam dalam bus kota. Memori beberapa minggu lalu terputar jelas dalam benaknya, ketika kawan-kawan bertanya akan pemahaman cinta padanya. Bagaimana sakitnya ia ketika

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Ma, Ini Surat Cintaku”

  1. Zahra says:

    sangat menyentuh
    jadi penasaran, aisyah menulis apa dalam surat cintanya untuk Allah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *