Mahkota Untuk Bunda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 26 September 2016

Zahra Khoirunnisa atau biasa dipanggil Nisa. Ia seorang anak yatim, ayahnya meninggal ketika Ia masih berumur 2 tahun. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kecil beralaskan kardus. Ia termasuk anak yang pandai diusianya yang masih belia Ia sudah mampu membaca Iqro’ dengan lancar. Ketika Nisa hendak tidur, ibunya selalu membacakan suratan pendek sambil dihafal oleh Nisa.

Pada saat tidur, Ia bermimpi bundanya berangkat umroh gratis dengan sebuah hafalan Qur’an. Setelah kejadian itu, Nisa bertekad untuk menghafal al-Qur’an. Ia rutin menghafal al-Qur’an dan memurojaahnya setiap hari di waktu habis sholat 5 waktu, dan pada saat akan tidur agar ingatan hafalannya kuat.

Empat tahun kemudian, diusianya baru 6 tahun Ia sudah dapat menghafal 30 juz al-Qur’an.
Pada waktu Nisa pulang dari TPQ (Tempat Pendidikan Qur’an) Ia sempat melihat selebaran tertempel di tiang listrik. Lalu, Ia pun membacanya, “Barangsiapa hafal surat yaasiiin, ar-Rahman, al-Waqi’ah dan al-Mulk akan berkesempatan berangkat umroh gratis bagi 3 peserta yang lolos” tertulis untuk usia 6-10 tahun, biaya pendaftaran gratis, bertempat di Pondok Pesantren al-Hikmah, Banjarmasin. Nisa pun tertarik dan segera memberitahu ibunya akan hal itu.

Mereka pun berusaha mencari alamat Pesantren itu. Setelah sampai, Nisa langsung mendaftar dan menyetorkan hafalannya yang telah ditentukan juri. Ia pun membacanya dengan tenang dan sangat merdu sampai juri menangis terharu. Ibunya pun tak percaya anaknya mampu melantunkan ayat suci al-Qur’an begitu merdunya sambil menangis.

Pengumuman pun dibacakan panitia, ada 3 anak yang lolos salah satunya Zahra Khoirunnisa. Ia mendapat hasil yang terbaik. Nisa pun menangis. Akhirnya Ia bisa memberikan mahkota berupa umroh gratis kepada ibunya.

Cerpen Karangan: Elly Dwi Yulianti
Facebook: Elly Dwi Yulianti

Cerpen Mahkota Untuk Bunda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maaf ini Jalanku Bu

Oleh:
Sepulang kuliah, sore itu seperti biasa aku tak langsung pulang ke rumah dan main ke kos kawanku hisam namanya. Kamar kos berukuran 3×4 berisikan tv dan almari itu selalu

Negeri Tibel

Oleh:
Namaku Kinna. Aku anak yang cantik kata teman-temanku sayangnya pemalas dan suka mendapatakan nilai jelek saat ulangan atau ada tugas. Itu semua karena aku adalah anak yang tak suka

Teruslah Menangis

Oleh:
Cahaya rembulan mengintip di antara dedaunan kelapa yang rimbun. orang-orang masih asyik menarik selimut, memupuk kisah dalam mimpi. bermalam di pulau kapuk lagi empuk. Kala itu malam sunyi tak

Senja di Hari Sabtu

Oleh:
Hari masih gelap saat ia tiba di Gowa. Ia melirik arlojinya, jam menunjukkan pukul empat lebih dua. Ia mengarahkan pandangannya ke sekitar. Tempat ini benar-benar sunyi. Tak ada penerangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *