Malapetaka Air

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 1 March 2017

Pada suatu hari ada seorang kakek-kakek yang berpenampilan seperti orang pinggiran. Kakek-kakek ini berjalan kaki di sebuah jalan raya menuju salah satu Rumah Sakit. Setelah tiba di Rumah Sakit, Kakek ini menghampiri penjaga parkiran dan berkata “Nak, boleh saya minta air? Saya tidak punya uang untuk membeli air nak, saya haus nak. Tolong beri saya sedikit air”, ujarnya. Penjaga parkiran menjawab “di sini tidak ada air Kek, maaf”.
Setelah Kakek ini ditolak oleh si Penjaga Parkiran untuk meminta air tersebut, Kakek pun pergi dengan raut muka yang sangat penuh dengan rasa kecewa.

Setelah itu, Kakek ini masuk kedalam Rumah Sakit dan bertemu dengan salah satu Perawat. Kakek pun bertanya “Nak, boleh saya minta air? Saya tidak punya uang untuk membeli air nak, saya haus nak. Tolong beri saya sedikit air”, ujarnya sama seperti ke si Penjaga Parkiran. Perawat pun menjawab “Di sini rumah sakit kek bukan untuk mencari air buat minum”. Kakek bertanya lagi “Apakah benar nak di sini tidak ada air sedikit pun untuk diminum?”, Perawat menjawab “Tidak ada kek, maaf”.
Kakek pun berkata “Sungguh sangat pelitnya umat-Mu ini Ya Rabb, ijinkan kami untuk memberikan sedikit air untuk orang-orang yang katanya tidak ada air di tempat ini”, ujarnya. Perawat berkata “Kakek aneh” Memandang kakek dengan sinis sambil pergi. Kakek pun meninggalkan Rumah Sakit dan berkata “Karena ulahmu sendiri, rasakanlah akibatnya nanti” Sambil melirik ke arah belakang.

Kakek pun kembali berjalan kaki menuju ke suatu tempat terpencil yang berpelosok di tepi sungai untuk menemui Seseorang. Beberapa jam kemudian Kakek pun tiba di suatu tempat yang ditujunya. Kakek pun menghampiri salah satu Anak Kecil yang sedang diam di depan rumahnya untuk menanyakan keberadaan seseorang tersebut, dan Kakek bertanya “Nak, Apakah di sini ada seseorang yang suka membangunkan orang yang hanya untuk mengumandangkan Adzan Awal?”, si Anak menjawab “Ada kek, silahkan Kek masuk dulu ke dalam, saya panggilkan dulu orangnya”. Kakek pun masuk ke dalam rumah dan duduk, dan si Anak pun kembali lagi menghampiri Kakek sambil membawakan segelas air putih.

Tidak lama kemudian si Anak dan Seseorang pun datang, akan tetapi si Kakek tiba-tiba menghilang entah kemana perginya. Si Anak berkata “Kemana Kakek tadi?!” Sambil kebingungan, Seseorang yang dituju Kakek berkata kepada si Anak “Mungkin kakek tadi ada kesibukan yang mendadak, jadi tidak sempat menunggu dan bilang”.

Hari mulai gelap dan mendung, orang-orang di sekitar Rumah Sakit sedang sibuk dengan kesibukan masing-masingnya. Sedangkan orang-orang yang di sekitar tempat terpencil itu sedang sibuk mencari Keridhaan Allah SWT. Setelah waktu menunjukan untuk tidur, tiba-tiba hujan datang deras. Tidak lama kemudian, Kakek pun menghampiri si Anak yang tadi untuk membangunkan seseorang yang ditujunya agar dia datang ke tepi sungai.

Setelah si Anak sudah membangunkan Seseorang yang dituju oleh Kakek, Seseorang tersebut langsung berangkat ke tepi sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah Seseorang tersebut sudah di tepi sungai, ternyata Seseorang tersebut melihat air sungai yang sudah naik dan deras. Tidak lama kemudian, air sungai pun meluap ke dasar tanah halaman rumahnya. Seseorang tersebut langsung lari dan membangunkan warga yang berada di tempat sekitar rumahnya sambil berteriak “Banjirrr.. Banjirrr… Banjirrr…”.

Keesokan harinya seseorang itu melihat ke sekitar rumahnya yang penuh dengan lumpur dan reruntuhan bangunan. Ia berkata “Ya Allah, terimakasih Engkau telah menyelamatkan nyawaku ini lewat Kakek-kakek itu. Apalah dayaku jika tanpa-Mu ya Allah…”.

Cerpen Karangan: Moch. Zakky Awaludin
Facebook: amochzakky[-at-]yahoo.com
Moch. Zakky Awaludin
D3B71A56

Cerpen Malapetaka Air merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dilema di Pertengahan Malam

Oleh:
Malam ini untuk kesekian kalinya aku terbangun dari sebuah mimpi buruk yang hampir sama dengan malam-malam sebelumnya. Bagaikan sebuah melodrama bersambung yang menunggu kepastian akhir cerita. Tentu saja yang

Joomblow

Oleh:
“JOMBLO… JOMBLO… JOM…” Nyamuk sialan yang duduk sebelah gue memang sangat meresahkan. Iya, siapa lagi kalau bukan Noki. Cowok berkumis tipis berbody atletis yang nyatanya juga jomblo bahkan jauh

Saint Lucia

Oleh:
Salam kedua terdengar syahdu, menandakan salat berjamaah telah usai. Setiap subuh speaker di masjid selalu mengumandangkan adzan dan semua kegiatan salat berjamaah dari awal sampai akhir. Ya, karena dewan

Bos Galak dan Rujak Cair

Oleh:
“Ya Allah, sesungguhnya ini adalah siang-Mu yang telah menjelang dan Malam-Mu yang telah berlalu serta suara-suara penyeru-Mu. Maka Ampunilah aku.” Pagi ini telah kuselesaikan zikir Al-matsurat selepas shalat subuh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *