Mencintai Tak Memiliki, Memiliki Tak Mencintai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 21 September 2022

Dengan wajah kusut seorang sahabat mendatangiku “Ada apa lagi?”, tanyaku kepadanya.
“Biasa ribut sama bini lagi”, jawabnya.
“Apa sih masalahnya?” tanyaku
“Semalam dia buka hp ku, dia baca chatku dengan mantan”, dia menjelaskan perkara yang menjadi tema prahara rumah tangganya.
“Oo gitu..”, jawabku sambil sedikit tersenyum.
“Kamu kok malah tersenyum?” tanyanya.
“Bukankah itu maumu, kamu kan hanya mencari alasan untuk berpisah dengan istri?” kataku karena sudah lama ia mengutarakan ingin bercerai dengan istrinya karena ia merasa tidak lagi mencintai istrinya.

Kisah rumah tangganya memang tidak seperti umumnya orang lainnya. biasanya seseorang menikah karena sebelumnya telah saling mengenal selama masa pacaran sementara ia dijodohkan dan dinikahkan karena persetujuan antar orangtua.
“Satu sisi saya tidak mau menjadi anak durhaka, di sisi lain yang menjalani kehidupan kan saya? sekarang bukan lagi jaman siti nurbaya, kenapa saya harus dijodohkan?” dia pernah cerita kepadaku untuk mencoba menolak perjodohan itu.
“Jodoh itu rahasia Tuhan, baik orangtua maupun dirimu sama-sama tidak mengetahui rahasia itu, agar tidak bimbang memohonlah kepada-Nya, niscaya kamu akan mendapat petunjuk-Nya”, jawabku saat itu untuk ia melakukan ritual shalat istikharah.
Setelah ia melaksanakannya akhirnya ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu hingga akhirnya pernikahanpun terjadi.

“Sekarang bagaimana? apakah kamu mau bercerai?” tanyaku.
“kayaknya memang kami tidak berjodoh, Bro”, jawabnya yang bermaksud hendak menceraikan istrinya.
“Sejak kapan kamu jadi Tuhan, bisa mengambil keputusan seperti itu, jodoh itu rahasia Tuhan, bukan kamu yang menentukan”, kataku agar ia mengurungkan niatnya.
“Daripada hidup seperti ini, saling menyakiti dan tidak pernah bahagia”, jawabnya.
“Emang tujuan hidupmu hanya untuk bahagia?”, tanyaku lagi.
“Ya iyalah, masak hidup harus menderita?”, jawabnya.
“Kamu salah besar, tujuan hidup itu untuk menuju ke Surga, Bro, bukan sekedar mencari kebahagiaan”, jelasku.
“Kalau tidak bahagia, bagaimana bisa aku hidup dalam pertengkaran terus”, katanya.
“Kenapa kamu tidak bunuh diri saja kalau sudah pesimis untuk bahagia dalam hidup?”, kataku.
“Kamu gila apa ya? saranmu tidak masuk akal, aku masih mau hidup”, jawabnya.
“Bukankah kamu tadi katakan ingin hidup selalu bahagia tetapi kamu pesimis, makanya aku sarankan untuk bunuh diri aja”, jawabku.
“Bantu aku cari solusi, Bro yang masuk akal”, pintanya.

Baru aku mau menasehatinya setelah ia memohon.
“Bro, siapapun jodohmu bukanlah urusanmu dan itu rahasia Tuhan, karena ridha-Nya kamu menikah dengan dia. jika kamu mengkhinati istrimu berarti kamu mengkhianati ridha-Nya, bukan saja kamu menyakiti istrimu tetapi kamu menodai ridha Tuhan yang kelak Ia akan murka”, aku menjelaskan tentang pernikahan berdasar ajaran agama.
“Tetapi aku tidak mencintainya,” alasannya.
“Lalu siapa yang kamu cintai?” tanyaku.
“Mantanku”, jawabnya.

Sebelum menikah ia memiliki kekasih dan mereka memang saling mencintai. tapi karena perjodohan terpaksa kekasih itu ia tinggalkan. kekasihnya pun telah menikah dengan orang lain namun anehnya mereka masih saling berhubungan.

“Mengapa kamu mencintai yang tidak kamu miliki sedangkan yang kamu miliki tidak kamu cinta?” tanyaku.
“Aku tidak mengerti juga, Bro. karena itu kata hatiku”, jawabnya.
“Kata hati itu ada dua kategori, Bro. Yang pertama petunjuk Tuhan yang dibisikan melalui Malaikat-Nya yang kedua adalah bisikan setan, tergatung pada tingkat ketaqwaan dan keimananmu yang mampu membedakannya”, kembali aku menasehatinya dengan ayat-ayat alquran.
“Tetapi sangat sulit aku untuk menerima istriku”, katanya.
“Apakah itu alasan yang bisa dibenarkan untuk mencintai milik orang lain?”, tanyaku kembali.
“Gak boleh sih”, jawabnya.
“Kamu menodai ridha Allah atas pernikahanmu dengan istri dan kamu juga menodai ridha Allah atas pernikahan mantanmu, jadi double dosamu”, jelasku.
lebih mendalam aku menjelaskan tentang hukum perselingkuhan versi ajaran agama.

“Bro, tujuan hidup kita adalah surga karena disana kebahagiaan yang paling hakiki dan abadi berada. salah satu pertanggungjawaban kita kepada-Nya adalah anak istri, jika kamu tidak dapat membina mereka maka hal itu akan menjeratmu ke neraka. Jika akhirnya sama-sama sampai di neraka, kenapa tidak kamu bunuh diri saja sekarang? dan kamu tidak akan mengalami hidup lebih lama lagi dalam penderitaan?”, kataku.
“Gak lah Bro, aku masih waras”, jawabnya.
“Kalau kamu masih waras, kenapa masih mencintai mantan? jangan bayangi rumah tanggaku dengan kenangan mantan. mantan itu masa lalu dan masa lalu tidak akan berulang, kita hidup untuk masa depan, maka tataplah kedepan”, jelasku.
“Iya, Bro”, jawabnya.

“Kamu belum mencintai istrimu karena kamu selalu berharap istri sama dengan mantanmu, setiap manusia itu memiliki karakter berbeda, walau istrimu punya kelemahan bukan berarti mantanmu penuh kelebihan hanya karena bisikan setan mata hatimu tertutup atas kelebihan istri dan kekurangan mantan, jadi di matamu hanya mantan yang terbaik, padahal keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan”, aku menjelaskan lagi tentang karakter manusia.

“Yang paling penting adalah anakmu, jika kamu bisa merawat dan mendidik dengan baik, mereka akan menjadi anak yang soleh dan soleha. Doa merekalah yang kelak membantumu terhindar dari siksa kubur. ingat kita tidak mungkin lepas dari dosa tetapi mereka yang akan menghapusnya saat kita terbaring di kuburan karena sudah tidak ada kesempatan bagi kita bertobat di kuburan”, aku menjelaskan lagi tentang amal jariyah.

“Aku tidak melarangmu bercerai, tetapi perceraian itu dibenci Allah, tidak disayangi saja hidup kita menderita apalagi jika dibenci Allah, maka jangan pernah sesekali kamu berniat seperti itu”, kataku. dan dia hanya terdiam dan mengangguk.

“Dibawah telapak istrimu terdapat surga bagi anak-anakmu, jika kamu sia-siakan ibu mereka, jangan harap kelak kamu didoakan mereka”, kataku.

“Sekarang, kembalilah ke istrimu, minta maaflah, dan mulai sekarang hilangkan hubungan gelapmu. Tuhan memberi pendamping terbaik untuk orang yang baik, dan dialah yang terbaik yang Tuhan ridhai sedangkan mantanmu juga terbaik untuk suaminya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dari apa yang tidak kamu ketahui. Agar kamu dapat mengetahui rahasia itu, dekatkan diri kepada-Nya”, nasehat akhirku.

dan iapun berlalu untuk memperbaiki hubungannya dengan istri.

Cerpen Karangan: Riyandi Mallay

Cerpen Mencintai Tak Memiliki, Memiliki Tak Mencintai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menolong Adalah Kesalahan

Oleh:
“Ahhhhhhh” Kakinya sontak berhenti mendengar suara teriakan itu, iya membalikkan badanya, kakinya melangka pelan dengan rasa penasaran dan takut “tolong” Suara itu semakin jelas dari mana asalnya, suara itu

Jam Tangan Kenangan Dari Ibu

Oleh:
“Aku adalah Nia anak dari seorang wanita tua yang tinggal di gubuk kecil, aku sangat membenci hidupku, dan aku sangat membenci Ibuku, mengapa aku tak bisa seperti mereka dengan

Lantunan Cinta Surah Ar Rohman

Oleh:
“Mbak, kenapa sih tiap hari baca surah Ar-Rohman terus. Mbak ndak bosen ya?”. Teringat aku dengan pertanyaan polos adik perempuanku yang paling kecil. Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan adik

Keledai dan Kulit Singa

Oleh:
Suatu hari di tengah-tengah hutan hiduplah seekor keledai yang amat lincah. Keledai itu hidup rukun dan damai bersama berbagai macam hewan, seperti gajah, kancil, kucing, jerapah dan lain sebagainya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *