Metamorfosa Senja Bersama Awan Putih

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 June 2013

Awan putih indah dihiasi pelangi senja di sore itu menyelinap di setiap celah awan. Menatapnya, menikmati keindahannya bersama kerinduan yang terselip di setiap celah hati, kembali merasa kurang dihargainya diri ini, namun itu hanya sebuah rasa tak nyaman setiap kali kerinduan yang menyelinap… “tak adil kah ini semua?”. Tanya yang sering muncul di benaknya.

Kenyataan hidup seorang gadis kecil yang terlahir dari sebuah kabupaten yang sangat damai, penuh dengan keadilan yaitu kabupaten Bone, gadis ini sangat manja bahkan mencuci pakaiannya sendiri ia tak pernah melakukannya, kepolosannya yang selama ini sering digunakan untuk bercanda dengan orang tuanya di bawa juga ke asramanya.

Setahun telah berlalu Angel hidup berasrama, hidup sendiri, bahkan mulai mencoba hidup mandiri dalam segala hal dan mengurangi porsi online-nya di internet, kini ia mulai menjalani metamorfosa hidup, berubah dari fase ke fase.
Kini metamorfosa itu dijalani dengan tantangan yang sangat luar biasa baginya. Kini Angel hidup dengan mental yang mulai kuat,
“aku tak sanggup untuk menjalani ini ayah…!” teriaknya dalam hati.
“aku hanya bisa menulis sebait bahkan beberapa bait puisi untukmu.” Sambil menggoyangkan penanya dalam sebuah buku kesayangannya.

20 april 2013

KERINDUAN

Ayah, ibu dimana engkau berada
disini aku merindukanmu
menginginkan untuk berjumpa
merindukan akan belaianmu

Kasih sayangmu selalu ku rindu
engkau selalu hadir dimimpiku
mimpi yang begitu nyata bagiku
Namun kadang kuabstrak melihat wajahmu

Aku selalu mengharapkan engkau hadir
menemani aku setiap hari
menemani masa pertumbuhanku ini
ku menginginkan engkau untuk hadir di setiap dentuman waktuku

Aku tumbuh menjadi besar
tanpa engkau disisiku
tanpa engkau yang menemani hari-hariku
Merasakan metamorfosa hidupku sendiri
Namun kan ada awan putihku
memberikan nasehat untukku

Beberapa bait puisi selalu menemani kerinduan Angel padanya, bersama linangan air matanya yang tak berhenti meredam bahkan jam dinding di pojok asramanya, menunjukkan pukul 00.00 wita. Angel tak meyangka kini dia bisa begadang bahkan mampu menyelesaikan beberapa bait puisi di dalam kegelapan kamarnya.

Gemuruh aneh terdengar dari pojok wc, dengan niat untuk mengambil air wudhu sempat surut dari hatinya namun dia tetap memberanikan diri untuk bersujud kepada rabb penguasa zatnya.

Kini dia melihat langit yang sangat gelap yang ditutupi pekatnya awan hitam di malam itu. Dia sempat berpikir,
“inikah gambaran hidupku…?”. sambil memerhatikan langit gelap itu.
“inikah sebuah keputusan yang salah bagi sosok gadis sepertiku..?”. sambil melamun dan duduk di tangga asramanya.
Tak lama kemudian, setelah keheningan yang terjadi datang dari belakang Angel sosok gadis sebayanya ternyata gadis itu bernama Thyra, mengagetkannya dengan menepuk punggung Angel.
“sedang apa kau disini..?” tanyanya.
“Emmm…”. tidak sanggup menjawab karena kaget yang melandanya baru saja.
“sedang memandang langit dan memikirkan kelvin yah…?”. tanyanya mencoba menggoda.
“tidak”. Kembali menjawab dengan nada datar.
“M U N A F I K. Sholat dulu yah…!”. sambil merasa kesal dan meninggalkan Angel sendirian di tangga.
“astaga… untung bocah itu datang ternyata aku melupakan niat awalku. Dasar langit jelek ini semua gara-gara kamu.” Sambil berceloteh dalam hati.

Beberapa menit kemudian Angel kembali menarik bukunya dan merangkai kata yang muncul dalam pikirannya, karena saat ini dia tak bisa tidur. Kegiatan ini yang sering dilakukannya bahkan dengan hobinya ini ia sangat bercita-cita menjadi penulis hebat.

Pagi ini Angel bangun lebih awal daripada teman-temannya, kemudian ia memutuskan untuk membangunkan teman-temannya namun tak ada satu pun yang ingin bangun. Kemudian ia beranjak dan menuju WC dan mandi setelah itu ke Mushallah untuk menghafal al-quran.
Tak di sangka ternyata tak ada satu pun temannya yang ada di Mushallah itu. Akhirnya ia kembali menangis dalam setiap linangan air matanya terukir nama ayah dan ibunya yang selama ini sering ia buatkan rangkaian kata indah di buku kesayangannya.

Sekitar 20 menit kemudian, ternyata seorang teman prianya masuk dan mengerjakan sholat lail, lalu temannya itu mengajak
“ayo, sholat tahajjud bersama.” Serunya dengan lembut.
“maaf, aku sudah sholat.” Dengan nada bersalah.
“ohhh..”. dengan nada suara yang datar.
Suara abstrak gerakan kaki mulai datang dengan berombongan sehingga Mushaallah ini semakin banyak penghuninya.
Tiba-tiba dengan suara sedikit berbisik, seorang teman pria dan teman kelas Angel memanggil dari belakang.
“Angel… Angel… ANGEL…!!!”. Panggilnya berulang kali.
“iya.”. jawabnya denga nada yang kurang mengaharapkan
“tugasnya telah selesai, belum?”. Tanyanya sedikit kesal.
“sudah. Dari mana kamu semalam..?” tanyanya kesal.
“Maaf, aku ketiduran.” Dengan nada menyesal
“ohhh, gitu…” dengan nada cueknya.

ALLAHU AKBARR… ALLAHU AKBAR
Suara iqomah kembali menggema di telinganya, pertanda sholat di mulai. Beberapa saat setelah sholat berlangsung, rasa malas Angel untuk mendengar Kultum pagi ini membuatnya ingin tertidur saja.
Namun, telinganya mendengar suara yang tak asing di telinganya ternyata seorang temannya yang selama ini yang sering ia acuh tak acuhkan bahkan dia sering diam saja saat berbicara dengannya.
Kultum yang dibawakannya ternyata “PERUBAHAN ITU YANG PENTING, JANGAN NILAI YANG KEMARIN”. Hatinya tersontak kaget dengan kata itu. Sepertinya dia menyinggung diriku.
Setelah semua kegiatan di Mushallah dilakukan, Angel kembali di asrama dengan sejenak berpikir di otaknya,
“betulkah yang dikatakan dia..?”. bisikku dalam hati.
“kenapa saya harus terpengaruh dengan kata-kata munafik orang itu.” Pikirnya tak ingin direndahkan.

Teng…teng…teng… bunyi bel kembali menderuh dari pojok ruangan ini.
“huftttt… masukk cuyyy…” teriak Kevin teman Angel yang kultum tadi pagi.
“dasar pembawa keributan, sok jaim lagi…”. gerutu Angel dalam hati.
Tiba-tiba seorang guru laki-laki masuk dan,
“assalamualaikum”. sapanya.
“OK. My name is Rukman”
“nama saya Rukman, saya mengajar bahasa inggris”. Perkenalannya dengan sedikit berbahasa indonesia.
“mari kita memulai pembelajaran hari ini, tapi kita gamesss…”. ajak dengan penuh semangat.
“heboh juga nih guru.” Bisiknya dalam hati.
“ok. Kita akan bermain dengan tema “IBNU SINA IDOL”. Setelah itu dipanggilnya satu persatu.

Setelah pembelajaran selesai hari ini dan pemenangnya adalah Mona Rahayu yang memang punya bakat di bidang tarik suara.
Angel kembali ke asrama dengan teman barunya, namanya Sizka. Sizka adalah gadis dewasa yang berasal dari Luwu. Dia yang selalu menasehati Angel saat Angel lagi sedih dan tak tahu berbuat apalagi. Kata yang paling Angel ingat adalah “Hidup itu pilihan dan pilihanmu harus kamu pertanggung jawabkan”.

Setelah sholat ashar seperti biasanya Angel dan teman-temannya yang perempuan menuju dapur untuk melaksanakan kegiatan enterpreneurship yang merupakan kegiatan rutin siswa yang mampu mengenalkan cara menjadi pengusaha yang handal.
“Angel, ayo buka kemasan biskuit ini dulu.”. sahut temannya.
“iya, tapi siapa yang bisa buka tutup kaleng susu ini?”. tanyannya kebingungan.
“sini.. Angel saya buka.” Sahut Kevin dari balik pintu dengan senyumnya.
“ini..” sambil memberikan dengan tidak ikhlas karena memang ia tidak suka dengan pribadi Kevin yang selalu ingin Jaim di depannya.
Setelah kekesalan yang sering dirasakan Angel terhadap Kevin membuatnya semakin benci dengan sosok pria yang tinggi, sebenarnya baik, dan sopan itu. Bahkan kekesalannya banyak ia tuangkan dalam tulisannya,

Adakah orang yang menyebalkan sepertimu?.
Mengganggu di setiap mentari sedang senyum
Mengusik tangisan senjaku
Membuat kelabu bagi awan putihku
Membuat sang pelangi, enggan hadir
Bahkan kau sangat mengharapkan sang hujan menyapaku saat aku bersama mentari, senja, dan bintangku…

Aku akan selalu mengukirmu dipikiranku,
Karena kebencian yang tak dangkal lagi

Kata-kata hujatan yang lain masih saja terukir di atas kertas putih miliknya, sehingga ayunan jari jemarinya yang lentik tak kunjung berhenti seiring dentuman waktu yang terus bergerak, akhirnya jarum jam menunjukkan pukul 23.00 wita. Angel kaget ternyata gara-gara orang tak berguna itu ia tidak bisa tidur pulas.
Angel kini hanya terdiam, sambil memerhatikan teman-temannya yang sedang tertidur sangat pulasnya. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur juga.
“selamat beristirahat bintangku, jaga aku dalam tidurku.” Sahut Angel dengan lembut didalam benaknya yang paling dalam.

Dua bulan telah berlalu, masihkah ada kebencian yang terukir dalam hati Angel untuk Kevin?. Tanya Mentari pagi itu, saat tatapannya mengarah ke Angel saat Angel menikmati kehadirannya.
Angel kini sangat berubah, menemukan jati dirinya, mulai dewasa, bahkan mulai mengenal yang namanya persahabatan yang sejati, egoisnya mulai menurung.
“aku bangga padamu”. Sahut Kevin di dekat Angel.
“bangga karena apa?”. Tanyanya tak mengerti.
“aku bangga dengan semua perubahanmu’’. Katanya sangat lantang
“kau pernah membenciku, pernah tak mengharapkanku, bahkan kau menulis ribuan simfoni kata kesal untukku”. Sambungnya.
“dari mana kau tahu aku sering menulis untuk melampiaskan kekesalanku terhadapmu?”
“Dari puluhan kertas yang kau buang di tempat sampah dan aku menemukan selembar yang masih utuh.” Katanya dengan jujur
“ohhhh…” kembali dengan nada datarnya seperti biasa.
Kini Angel dan Kevin telah akrab karena seringnya mereka bersama dalam kelas, Kevin menyadari betapa ia telah membuat persepsi salah tentang gadis itu, ia telah menganggap Angel tak bisa berubah

Sebulan kemudian, setelah mereka saling akrab dan tak pernah bertengkar lagi ternyata, satu masalah besar untuk mereka berdua kini muncul kembali.
Angel kembali bersikap dingin dengan Kevin, bahkan pertengkaran mereka sangat sering terjadi, namun yang unik dari pertengkaran itu adalah pertengkaran yang tak pernah diketahui oleh siapapun.
“Salahkah?, bersahabat dengan wanita?. Semuanya kenapa di kembalikan ke hal-hal negatif”. Sontak pertanyaan itu muncul dari mulut Kevin dan mengagetkan Angel.
“salah… sangat salah, kita tidak boleh bersahabat…” ketusnya.
“kenapa?”.
“semua itu akan berdampak pada kita, kamu tahu itu. Mulai sekarang tidak boleh ada komunikasi di antara kita.” Jawabnya, lalu pergi meninggalkan Kevin sendiri di pojok kelas.
Dengan pertengkaran itu Kevin menulis untuk Angel walaupun dia tidak ahli menulis, tapi ada pengalamannya berkat belajar dengan Angel.

Untukmu Angel yohana
MAAFKAN AKU SAHABAT

Mungkin semua yang ku perbuat
membuat mu marah dan benci
tak pernah terfikir oleh ku
kalau kamu akan membenci ku
dan meninggalkan ku seorang diri…
kini hanya ada permusuhan
yang tak ada artinya

Maafkan aku sahabat
yang telah mengusik kebahagian mu
maafkanlah aku
yang tak bisa menjaga persahabatan kita

Tapi…
Kamu akan slalu di hati ku
selamanya kamu tetap sahabat ku
tulus maaf dari ku sahabat…
yang selama ini tak mampu
mengucapkan maaf pada mu.
Kevin alexei..
20 mei 2013

Kata demi kata yang terukir di atas kertas biru kini sekata demi kata di baca, dihayati, bahkan dinikmati. Angel sadar kah rasa egois – yang kini menggerogoti batinnmu?. Sampai saat ini pribadi itu tak pernah mampu untuk kau buangnya.
Sendiriku di balik pohon besar yang kini tak sering dikunjungi lagi kuambil, ku tatap satu kata di bait kedua “maafkan aku sahabat yang telah mengusik kebahagianmu”. Kata itu adalah kata yang tak mungkin dikatakan oleh seorang Kevin yang sangat egois dan keras kepala, bahkan tak pernah menganggap keberadaan seorang wanita. Karena menurutnya wanita itu manusia parasit.
Senja mulai muncul dari peraduannya, Kevin menatap dengan rasa rindu terhadap Angel, dia sangat merindukan sosok sahabatnya yang kini sering menemaninya.
Lantunan adzan memanggil Kevin untuk bersujud di hadapannya

Keadaan yang sangat tidak nyaman kini makin aneh terasa bagi Angel, rasa keanehan itu mulai muncul saat pertengkaran mereka. Bahkan keadaan seperti ini tak mampu di bendung.

Dua bulan keadaan tak pantas itu dijalani mereka. Tapi ternyata saat tugas kelompok mereka disatukan dalam satu kelompok belajar yang sama.
“Kevin, ayo kita mngerjakan tugas..”. pintanya dengan gugup.
“iya, kamu bisa memanggil Thyra dulu?”. Pintanya dengan sedikit ragu.
“iya,”.
Mulai saat itu mengerjakan tugas bersama dan tak pernah saling acuh tak acuhkan lagi. Namun mereka hanya bicara bersama seperlunya saja.

25 mei 2013
Saat acara bersama dengan siswa putri kelas Ibnu Sina ke rumah Thyra, yang kini mulai akrab dengan teman-temannya, rasa saling berbagi, bersama dan saling melengkapi kini mulai terasa di setiap individu yang saling kait mengaitkan.
Tepat pukul 16:40. Thyra, Angel dan 10 temannya yang lain. Layaknya cewek-cewek yang seperti biasanya mereka berpose kesana-kemari. Tiba-tiba Angel terdiam di bawah pohon kelapa menatap ke langit bahkan merasa hidup sendiri dan memeluk langit serta senja dan pelangi digenggamannya.
“achhhhhh…” Angel berteriak.
“kenapa?”. tanya sizka.
“Sizka… e.e.e.e.e. liat pelangi senja.” Kegirangannya yang tak mampu di bendung.
“astaga… lebay..” katanya cuek.
“bukan lebay. Tapi ini adalah impian terbesarku selama tiga tahun yang lalu.” katanya penuh alasan.

40 menit berlalu, ia hanya menatap sang senja meninggalkannya bersama sang pelangi rasa kecewa telah ditinggalkan oleh impiannya yang kini hanya menyimpan kenangan.
Linangan air mata yang menetes, kini membuat Angel sampai sangat mengagumi pelangi senja.
“JANGAN PERGI”. Teriaknya merasa di tinggal sendiri.

Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan setahun berlalu metamorfosa yang kini di jalani Angel semakin terasa maknanya ada persahabatan, kesetiaan, saling percaya, ketidaksukaan, bahkan rasa benci yang kini sering timbul di benaknya mulai luluh di telan waktu.
Kini ia telah menjadi kupu-kupu dewasa mengenal hidup, meniti hidup sendiri tanpa harus bergantung pada orang tuanya lagi.
Namun kedekatannya dengan sahabatnya KEVIN, tak tahu jalan dan tujuan lagi, berjalan sendiri bagai manusia individualisme yang cinta diri sendiri.

Pelangi itu seperti seorang kekasih. Pelangi memberikan keindahannya sesaat, lalu menghilang. Namun matahari seperti seorang sahabat yang selalu menyinari kita, yang selalu mendukung kita, kapanpun, dan di mana pun kita berada,”

Cerpen Karangan: Nini Mahrus Bela
Facebook: ninimahrus[-at-]yahoo.com

Nama : nini mahrus bela
Umur : 15 tahun
Sekolah : sma islam athirah boarding school bone
Alamat :kabupaten bone, sul-sel

Cerpen Metamorfosa Senja Bersama Awan Putih merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


U.S.A

Oleh:
Caping siap, kaca mata hitam, sambal, nasi kucing, sandal jepit warna kuning semua siap!!!, gila, ini mau sekolah, apa sales keliling?, tapi nggak apalah, sebagai calon siswa yang teladan,

I Find My Best Friend Again

Oleh:
Namaku Delphina Syakira Azima, biasanya dipanggil Syakira. Hari ini aku harus berangkat sekolah untuk menghadapi ulangan. Aku dari tempat tidur segera menuju ke kamar mandi, setelah itu aku pergi

Sahabat Sejati

Oleh:
Pagi pun datang menyinari dunia.Tampak seorang gadis perempuan berpakaian seragam sekolah SMP sedang berjalan kaki. Dengan senyuman yang indah ia pun berjalan dengan wajah yang riang, gadis itu bernama

Dunia Adalah

Oleh:
“Lo mau kemana, Fel?!,” tanya Billy saat ia tekejut akan sikap Felly karena Felly tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya setelah melihat ponselnya. “Gue mau pergi dulu. Gue ada urusan,”

Ceritaku

Oleh:
“Umar!” seruku memanggil seseorang yang dari tadi kucari-cari. Kuteriakkan sekali lagi. Akhirnya, aku pun menemukan dia sedang berada di masjid. “iya, ada apa, Khalid?. Tak usah teriak-teriak, semua orang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *