Misteri Bintang Jatuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 15 December 2016

Hari ini Luna ingin cepat-cepat bertemu dengan sahabatnya Kayla. Dia ingin sekali menceritakan kejadian yang dilihatnya semalam. Makanya ketika pagi hari tiba dia tidak sabar lagi untuk pergi sekolah. Setelah semuanya selesai dia pun cepat-cepat berangkat ke sekolah. Jarak dari rumahnya ke sekolah tidak terlalu jauh jadi memilih berjalan kaki daripada naik angkot. Itung-itung bisa menghemat uang saku yang diberikan ibunya.

Sampai di kelas ternyata Kayla sudah berangkat. Luna pun segera menghampiri Kayla yang memang kebetulan duduk di sampingnya.
“La, kamu tahu nggak kalau semalem aku barusan lihat bintang jatuh” kata Luna memulai ceritanya.
“Terus kenapa emangnya Lun?” tanya Kayla sambil membenahi jilbabnya.
“Ihhh itu artinya permintaanku akan terkabul la” kata Luna dengan semangat.
“Apa?? Emang kamu minta apa?” tanya Kayla agak kaget dengan tingkah sahabatnya.
Luna tidak langsung menjawab tapi dia justru meletakkan tasnya di kursinya.
“Aku minta supaya nanti aku dapet ranking satu, biar bisa ngalahin kamu” jawab Luna dengan pandangan mata berbinar dan senyum jailnya.
Kayla pun kaget mendengar ucapan sahabatnya itu. dia tidak menyangka jika sahabatnya begitu percaya dengan bintang jatuh.
“Ya ampun Luna, kamu percaya kalau permintaanmu itu bakal terkabul?” tanya Kayla sambil tersenyum geli.
“Ya percaya dong la, emangnya kamu nggak?” tanya Luna heran
“Ya nggak lah aku tuh Cuma percaya sama Allah, nggak percaya sama begituan.” Jawab Kayla yang memang terkenal dengan kealimannya itu.

Bunyi bel menghemtikan Luna untuk bertanya pada Kayla. Mereka kemudian segra menegeluarkan buku pelajaran untuk hari ini. mereka berdua kemudian tidak membahas lagi soal bintang jatuh itu lagi selama pelajaran hari itu. mereka terlalu fokus pada pelajaran yang diajarkan olah guru mereka. Apalagi seminggu lagi akan diadakan ujian akhir semester. Jadi mereka harus benar-benar fokus agar hasilnya nanti tidak mengecewakan.

Luna dan Kayla merupakan sahabat sekaligus saingan. Mereka selalu bersaing untuk mendapat peringkat satu di kelas mereka. Tapi yang sering dapet peringkat satu adalah Kayla. Luna gadis yang selalu ceria dan murah senyum yang menunjukkan kepolosan dirinya. Sedangkan Kayla gadis manis yang berjilbab dengan wajah yang tirus menunjukkan ketegasan akan pribadinya. Meski mereka bersaing namun mereka selalu bersaing dengan sehat. Mereka tidak pernah saling menjatuhkan satu sama lain tapi justru saling mendukung.

Selama sisa hari itu Luna tidak bertanya lagi tentang bintang jatuh karena begitu banyak tugas yang harus diselesaikan sehingga membuatnya lupa untuk membahas bintang jatuh itu. namun ketika bel berbunyi empat kali. Luna kembali ingat akan hal itu.
“La kenapa kamu nggak percaya kalau bintang jatuh bisa mengabulkan permintaan?” tanya Luna pada Kayla yang sedang membereskan bukunya.
“Karena itu syirik namanya Lun,” jawab Kayla singkat.
Luna terdiam sebentar mendnegar jawaban dari sahabatnya itu. tangannya berhenti memasukkan bukunya ke dalam tas dan menoleh menatap ke arah Kayla. Kayla yang ditatap seperti itu meras risih.
“Iya Lun, kata pak ustadz yang ngajar di masjidku itu kayak gitu. Katanya kalau kita meminta pada selain Allah itu namanya syirik Lun” jelas Kayla.
“Masa sih la,” kata Luna nggak percaya. Dirinya merasa nggak terima jika itu dinamakan syirik.
“Iya Lun. Udahlah aku pulang dulu ya, udah jam satu lebih nih” kata Kayla sambil menggendong tas yang kemudian diikuti Luna.

Sambil berjalan menuju gerbang sekolah, Luna masih bertanya tentang bintang jatuh itu. luna dan Kayla masih berdebat tentang bintang jatuh itu. karena tak ingin berdebat lebih jauh lagi akhirnya Kayla memutuskan untuk mengajak Luna ke pengajian di kampungnya agar Luna percaya.
“Ya udah, kapan pengajiannya la?” tanya Luna.
“Besok hari Minggu jam 10, oh ya aku udah dijemput ayahku. Aku duluan ya Lun” kata Kayla sambil melambaikan tangannya pada Luna.

Luna pun menatap kepergian Kayla dengan pandangan iri. Jujur saja Luna iri melihat Kayla yang hidupnya begitu sempurna. Dia memiliki ayah yang begitu menyayanginya. Sedangkan dirinya. Ayahnya bahkan tidak pernah mengajaknya bicara. Ayahnya bahkan tidak pernah tersenyum padanya. dia bahkan lupa kapan terakhir kali dia bicara pada ayahnya. selalu berpikir bahwa kehidupan Kayla adalah kehidupan yang sempurna. Dia cantik, pintar dan jadi kebanggaan para guru di sekolahnya. Sedangkan dirinya selalu menjadi yang kedua.

Selama perjalanan menuju ke rumahnya dia masih memikirkan tentang perdebatannya dengan Kayla tentang bintang jatuh itu. sampai di rumah, tak ada siapa pun yang menyambutnya pulang. Rumahnya tampak seperti kuburan, tak ada siapa pun di rumah. Selalu seperti ini setiap kali dia pulang. Ayah dan ibunya begitu sibuk cari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang kekuarangan. Dia menyadari akan hal itu. selama ini dia mencoba cuek dengan kehidupannya, namun kadang dalam hatinya dia ingin sekali bisa memiliki kehidupan seperti teman-temannya.
Makanya dia begitu senang saat melihat bintang jatuh, karena itu artinya permintaannya bisa segera terwujud. Dia sudah beberapa kali melihat bintang jatuh dan saat itu pula dia akan memohon sesuatu dan ajaibnya permintaannya memang selalu terkabul. Meski itu memang permintaan yang sederhana tapi dia sudah cukup senang dengan hal itu. tapi kenapa kata Kayla itu hal yang syirik.
Padahal dari dulu Luna suka sekali melihat bintang di langit, dan dia selalu berharap saat memandang langit ada bintang yang jatuh. Agar permintaannya dapat segera terkabul. Tapi kata Kayla meminta pada bintang jatuh itu syirik. Itulah yang menjadi pertanyaan di kepalanya.

Akhirnya dia tertidur setelah memikirkan harinya yang melelahkan. Paginya seperti biasa, ayahnya sudah pergi kerja tanpa berpamitan pada ibunya atau dirinya. Setelah matahari mulai meninggi Luna pun berpamitan pada ibunya untuk pergi ke rumah Kayla.
“Kok pakai jilbab segala Lun?” tanya ibunya heran yang melihat penampilan anaknya tidak seperti biasanya.
“Iya bu kan mau ke pangajian” katanya sambil tersenyum.

Sebelum pergi tadi Luna berkaca di cermin almarinya. Ia melihat dirinya yang memakau jilbab ternyata nggak jelek juga kok. Selama ini dia begitu anti untuk memakai jilbab karena itu hanya membuatnya gerah saja. Kalau saja hari ini dia tidak ke pengajian dia juga nggak mau memakai jilbab. Ditambah lagi cuaca yang begitu panas dan menyengat.
Kemudian Luna pergi dengan naik angkot. Kebetulan rumahnya dnegan Kayla cukup jauh jadi dia harus naik angkot. Dia sengaja berangkat lebih pagi, agar bisa main dulu di rumah Kayla. Sampai di sana, ternyata Kayla baru selesai mandi. Dia sepertinya tidak pernah melepas jilbabnya. Karena saat dia masuk Kayla sudah memakai jilbab coklat.
Setelah mempersilahkan masuk Luna dan Kayla pun ngobrol tentang banyak hal.

“Kayla minum dulu obatnya nak, ni dah mau jam 9 loh” suara ibunya Kayla terdengar dari dalam rumah.
“Iya bu” jawab Kayla patuh.
Kemudian Kayla masuk ke dalam rumah. Sedangkan Luna masih berpikir mengapa Luna harus minum obat. Sedangkan ibunya menemaninya di ruang tamu
“Memangnya dia sakit ya, perasaan wajahnya kelihatan sehat-sehat saja deh” katanya pada diri sendiri.
Seolah tahu apa yang sedang kupikirkan, ibunya Kayla bercerita jika Kayla memang memiliki gangguan pada ginjalnya. Hal itu menyebabkan dirinya harus rutin menum obat dan cuci darah.
“Kayla itu anak yang kuat dia nggak ingin orang-orang tahu tentang penyakitnya nak, ibu cerita ini ke kamu karena ibu tahu kamu itu sahabatnya Kayla. Jadi kamu pasti bisa jaga rahasia ini nak” kata ibunya Kayla.
Luna mendengarkan cerita ibunya Kayla dengan terharu. Dia tidak menyangka di balik kehidupan Kayla yang erlihat sempurna itu ternyata Kayla harus berjuang untuk melawan penyakitnya. Dalam hati ia megucap syukur setidaknya meskipun dia hidup penuh kekurangan dia masih bisa menikmati hidup tanpa harus bergantung pada obat.

Obrolan mereka terhenti ketika Kayla keluar, Luna dan Kayla kemudian berpamitan menuju suatu yang tidak jauh dari rumah Kayla. Sampai di sana ternyata jama’ahnya lumayan banyak juga. Aku dan Kayla memilih duduk di belakang karena Luna merasa gerah jika harus duduk di depan. setelah selesai dan para jama’ah telah bubar Luna dan Kayla menghampiri ustadz yang tadi memberi ceramah.
Kayla pun mengutarakan maksudnya yaitu ingin bertanya tentang bintang jatuh yang menjadi perdebatan antara dirinya dan Luna kemarin. Pak ustadz pun menanggapi dnegan senyuman yang mengembang di bibirnya.

“Jadi begini adik-adik kalau kita menggantungkan harapan kita pada selain Allah maka berarti hal itu merupakan syirik. Kan Allah sudah menjelaskan dalam firmannya, jika kita itu diperintahkan untuk bergantung hanya kepada-Nya.” Jawab pak ustadz
Luna dan Kayla pun mengangguk-angguk tanda mengerti. Setelah puas dengan jawaban pak ustadz itu Luna dan Kayla pun pamit untuk pulang.
“La, aku langsung pulang aja ya, makasih ya buat hari ini. oh ya cepet sembuh ya la.” Kata Luna saat mereka berhenti di persimpangan jalan.
“Iya lun sama-sama. Kamu hati-hati ya” kata Kayla sambil melambaikan tangannya.
Luna pun ikut melambaikan tangannya, dan segera masuk ke dalam angkot yang sudah menunggunya. Di dalam angkot dia merenungi semua kejadian hari ini.

Hari ini Allah telah menunjukkan padanya jika di dunia ini memang tak ada yang sempurna karena kesempurnaan itu milik-Nya. Hari ini dia belajar jika Allah itu pasti menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada yang benar-benar sempurna. Hari ini juga Luna sadar jika hanya pada Allahlah seharusnya kita bergantung bukan pada bintang jatuh yang kebetulan memang sedang jatuh.
“Terima kasih ya Allah untuk hari ini karena telah menunjukkan jalan padaku tentang hidup, terima kasih karena hari ini kau telah tunjukkan padaku untuk selalu bersyukur atas apa yang kita miliki” bisik Luna dalam hati.
Angkot itu pun akhirnya sampai di depan rumah tepat saat adzan Dhuhur berkumandang di masjid. Luna segera turun dna bergegas untuk mengambil air wudhu. Dia ingin segera bersujud dan mengucapkan syukur pada-Nya.

Cerpen Karangan: Sri Pujiati

Cerpen Misteri Bintang Jatuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Mall Story

Oleh:
Pada hari Sabtu, sepulang sekolah, Grifa berganti baju, lalu main dengan Tab-nya. Grifa pulang sekolah pada hari sabtu pukul 9:00, Guys… Grifa membuka apps game favoritnya, HAPPY MALL STORY

Hobi Bunda

Oleh:
“Naya…!” Seru bunda melengking, mulai nih, baru saja melangkahkan satu kaki ke dalam kamar, huh… selalu saja, ngatur ngatur!, gerutu Naya dalam hati. “Iya bundaku yang cantik… ada apa?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *