Moge Ninja 250 Hanya 50.000 Rupiah Saja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Inspiratif, Cerpen Islami (Religi), Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 2 January 2015

Seperti hari biasanya. Allah memberikan lagi dan lagi nikmat-nikmat itu. Bernafas dan segalanya yang tak pernah Aku ketahui, termasuk cerahnya hari ini.

Ketika itu… Aku duduk di bangku SMA Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, hal yang tak akan pernah Aku lupakan semasa hidupku. Suatu ketika, tugas memaksaku untuk bangkit dari indahnya kemalasan. Aku memegang amanah membuat beberapa spanduk dan stiker untuk acara bakti sosial di daerah terpencil Jawa Barat. Bergegasnya raga ini menghajar berbagai macam kemalasan yang menyelimuti, itu… Pukul 17.00 WIB untuk memenuhi amanah yang telah diberi, tuk menuju percetakan-nya. Hingga pada pukul 18.00 WIB, Aku berehat sejenak, dikarenakan jalanan macet parah, Aku pun menunaikan Shalat Maghrib di Mushala dekat Warnet (Warung Internet).

Setelah itu, sambil menunggu cairnya kemacetan, Aku pun browsing di Warnet tersebut yang tak jauh dari lokasi Aku menunaikan shalat Maghrib.

Facebook, itulah hal yang tak asing bagi remaja seusiaku, dan situs itu pula yang pertama Aku ketik untuk dituju. USERNAME, PASSWORD, dan ENTER, tiga hal yang tak harus diajarkan lagi bagi anak-anak remaja sesusiaku, BAHKAN, Anak kecil sekali pun, subhanallahnya ya… Dia (Mark Zuckerberg). Disana… terdapat beberapa pesan, notif, dan permintaan teman baru yang banyak dari Mereka yang tak Aku kenali. Satu persatu… Aku membuka dengan mencoba untuk memahami apa yang aku buka, dari mulai notif yang tidak penting, sampai yang tidak sangat penting sekali, karena Kau tahu, apa sebenarnya isi dari Facebook anak remaja laki-laki seusiaKU.

Semuanya telah Aku buka… dari mulai pesan, notif, permintaan teman dan lain-lain dari Facebook…
Tiba… tiba…
Ini sebenarnya cerita yang tak sanggup Aku ceritakan, dikarenakan…
Hmm… sungguh… Aku tak sanggup…
Penasaran?
Ya sudah… berhubung Kalian penasaran… maka akan Aku ceritakan semuanya…
Dia…
Menyapa-ku…

Huft…

Rupanya… hanya adik-ku…

Memang terdengar sangat biasa untuk Aku mengobrol dengan Adikku di Facebook jejaring sosial,

TAPI… ada yang berbeda… simak perbincangan singkat ini dengan seksama kawan-kawan…

“Ka… gimana kabar?”
“baik kok…”
“Ka, kan Satrianya udah dijual..”
“HAH? KOK GITU?”
“kan udah diganti sama si ijo…”
“maksudnya?”
“udah… besok ke rumah aja dulu…”

“PENASARAN”, hanya itu yang kurasa…
Setelah semua amanah telah terselesaikan, alhamdulillah, keesokan harinya Aku pun memilih untuk pulang ke rumah tercinta, dikarenakan.. penasaran ini membunuhku…

“Kamu tahu, apa yang terjadi?”

NINJA 250 CC berwarna hijau limited ediction 2013, telah parkir di teras rumahKu…
Tak ada kata yang pantas dan mampu kuucapkan, kecuali Alhamdulillah-lah yang Pantas terlintas di lidah ini…
Tak pernah Aku meminta, merengek kepada orangtua, dan satu yang musti Kalian ingat, bapakku hanyalah pegawai negeri biasa.

Tak kusangka… Alhamdulillah…

“Mau tahu rahasianya?”

Jawabannya hanyalah…

“Ringankanlah tanganMu dalam kesunyian.”

Cerpen Karangan: Husni Mubarok
Facebook: aurelmozart_36[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Moge Ninja 250 Hanya 50.000 Rupiah Saja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mesin Pemahat Mimpi

Oleh:
“Sial!” Danu mendesis kesal. Ia membungkukkan badannya sampai sembilan puluh derajat, dengan napas yang belum stabil. Keringat mulai membasahi tempatnya berpijak. Bagai gutasi di ujung daun, peluh itu turun

There Is No God But Allah

Oleh:
Beruntung, aku bisa terbang seperti kupu-kupu yang indah, aku bisa hinggap dimanapun ku mau, tapi aku menyesal menjadi kupu-kupu yang indah dan bisa menikmati dunia ini sendiri, tanpa teman

Memohon Nafkah

Oleh:
Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang

SEKAIPAW (Semua Kan Indah Pada Waktunya)

Oleh:
Ku pandang erat wajahnya. Senyum simpulnya mengisaratkanku untuk segera memulai episode hari ini. Aku membalas senyumnya tanda mengiyakan. “Segeralah telingaku tidak sabar untuk menyantap hidangan lezat dari mu” katanya

Rass

Oleh:
Pagi telah datang. Matahari naik dari ufuk timur ketika aku bersama Abangku, berjalan ke telaga. Tempat ia seringkali berkisah, meski saban pagi hari minggu. Kami duduk di bawah trembesi,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *