Muslimah Berbagi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 6 March 2019

Orang orang sekitar sering aneh melihatku berpakaian dan berjilbab lebar, berkaos kaki, dan kadang bercadar, aku selalu mempercepat langkahku ketika bertemu dengan orang-orang. Di sekolahpun aku dipandang aneh oleh lainnya, tetapi untung saja aku mempunyai dua sahabat yang berpenampilan sama denganku mereka adalah Fatma dan Aisyah.

Kami bertiga selalu bersama dan penampilan kami yang paling berbeda di sekolah, namun kami tetap percaya diri menjalani aktivitas di sekolah, walaupun banyak yang sering mengejek, dan mencela kami ada yang berkata kami seperti ninja bahkan teroris pun sebutan yang pernah terlontar untuk kami.

Suatu ketika aku pulang sekolah ketika di jalan terdengar suara adzan yang menunjukkan waktu salat ashar, aku mempercepat langkahku untuk menuju masjid yang ada di seberang jalan untuk mengikuti jamaah salat ashar. Seusai salat aku menoleh ke belakang, ada yang menatapku dan tersenyum, aku pun membalas senyumnya, dia berkata “ukhty cantik dan soleha” aku pun terdiam seketika, “ukhty juga cantik.” Kemudian kami melanjutkan beberapa percakapan.

Ternyata namanya Dinda, dia seumuran denganku tetapi dia tidak meneruskan sekolah karena masalah ekonomi. Dinda orangnya cantik, sopan, kalem, dan nampaknya juga pintar. Hatiku berkata “Masyaallah sungguh indah makhluk ciptaanmu ini tetapi kenapa dia tidak berjilbab?” hal ini membuatku semakin penasaran dengan sosok Dinda. Namun waktu membuatku harus lekas pulang.

Keseokan harinya aku menceritakan tentang Dinda kepada kedua sahabatku, dan ternyata mereka juga penasaran dengan sosok Gadis soleha tak berjilbab itu. Setelah pulang sekolah kami pergi ke masjid untuk menghadiri ORMUS (Organisasi Muslimah) yang terdiri dari pelajar SMA. Disini kami saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Ketika pulang dari ORMUS aku melihat Dinda sedang berjualan di pinggir taman. Kami bergegas menghampirinya lalu menyapanya “Assalamualaikum Dinda?” “Waalaikumsalam Zahra.” Aku pun memperkenalkan kedua sahabatku kepada Dinda. Kami saling bercerita dan berbagi pengalaman dan tak butuh waktu lama kami berempat pun saling akrab layaknya seorang sahabat.

Semua rasa penasaranku terpecahkan, ternyata Dinda sebenarnya sangat ingin berpakaian syar’i seperti kami tetapi keinginan itu hanya terpendam di hatinya karena faktor ekonomi yang tidak memungkinkan Dinda memiliki pakaian syar’i. Kami tehanyut dengan cerita Dinda sehingga tetesan air pun keluar dari mata kami. Kata Dinda dia sangat bersyukur bisa kenal dan berteman dengan kami.

Ditengah jalan Aku Fatma dan Aisyah berbincang bincang mengenai Dinda dan kami pun berencana besok akan pergi ke toko muslimah untuk membeli baju syar’i dan perlengkapan muslimah lainnya untuk diberikan kepada Dinda.

Keesokan harinya kami pergi ke toko muslimah menaiki sepeda dayung karena toko nya pun tidak terlalu jauh, walaupun kami bersepeda dengan berpakaian syar’i itu tidak menjadi masalah. Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memakai baju syar’i karena itu suatu kewajiban wanitu untuk menutup aurat.

Tiga puluh menit kemudian kami sampai ditoko, kami pun langsung berbelanja perlengkapan muslimah. Dan setelah selesai kami langsung pergi ke taman untuk menemui Dinda.

Setelah kami selesai membantu Dinda jualan, tanpa berbasa basi lagi kami langsung memberikan bingkisan yamg berisikan perlengkapan muslimah itu kepada Dinda dan sebuah amplop pemberian orangtua kami. ”Ini Dinda semoga bermanfaat ya.” Dinda pun terdiam dan kebingungan. ”Terima kasih banyak kalian sangat baik kepadaku, alhamdulillah sekarang aku bisa memenuhi kewajibanku untuk menutup aurat.” “sama-sama Dinda karena sesama muslim kita harus saling berbagi dan membantu satu sama lain.” kami berempat pun saling bergandengan tangan. “Semoga kita menjadi sahabat dunia akhirat ya.” “Aamiiin.”

Hari hari selanjutnya kami pun selalu bersama, setiap ada waktu luang kami selalu becerita dan berbagi ilmu bersama, dan Dinda juga bergabung dengan kami di ORMUS. Sejak itulah kami menjadi sahabat muslimah yang selalu menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Sungguh indah rasanya berbagi dengan sesama, islam pun mengajarkan bahwa kita harus saling tolong menolong antar sesama manusia atau dikenal dengan istilah Ta’awun.

Cerpen Karangan: Yuliza Rahmawati
Blog / Facebook: Yuliza R
TTL: Denpasar, 20 juli 2001
Hobi: Menulis

Cerpen Muslimah Berbagi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjalanan

Oleh:
Jumat pagi pun tiba, merdunya panggilan Allah pada saat pagi itu. Suara ayam pun terdengar matahari pun muncul tanpa rasa malu memancarkan cahayanya. Perkenalkan namaku Asri navitri, aku gadis

Penyesalanku

Oleh:
Gemerlap dunia malam begitu membuatku terlena dan melupakan segalanya, teman, sahabat, kekasih bahkan keluargaku pun aku tak lagi mengingatnya. Dalam benakku hanya kesenangan yang ku cari, aku tak peduli

Aku Telah Meraih Surga

Oleh:
Aku mengingat-ngingat dimana liontin-liontin koleksi ibu tergantung di rantai lehernya. Dari yang berbentuk tetesan air, bunga, hati sampai bentuk-bentuk abstrak lain. Di liontinnya tak sedikit yang bermata putih bening

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *