Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sama Sama Suka

Nama ku erika cerita itu diawali saat aku naik ke kelas 3 smp waktu aku pertama masuk ke kelas baruku. Aku duduk bersama sahabat dekat ku sebut saja dia inayah dia orang yang cantik, dan pintar sedangkan aku tidak ada apa...

Aku, Sahabatku dan Pacarku

“Tutt… tuttt” nada sms dari ponsel Raya membuyarkan konsentrasinya. Dia pun segera mengalihkan perhatian dari buku yang sedang dibacanya. “kamu dimana, Ray?” pesan singkat dari Doni, teman satu kampus yang sekaligus...

Sebuah Penantian

Malam beranjak kian larut, seiring purnama yang tersenyum penuh rona keindahan yang menyusup di balik jiwaku yang dirambati resah, sang purnama bersinar memancarkan cahaya kuning keemasan, seolah memberi secercah sinar ke...

Antara Aku Dan Bekas Pacarmu

Malam begitu kelam ditemani hujan yang turun masih menyisahkan rintiknya. Dhea menghapus embun kecil di kaca mobilnya sambil sesekali memandang keluar jalan yang macet. Musik dewa 19 jamannya Ari lasso “Kangen”...

Nata dan Athan

Sebuah ayunan tua yang kini nampak usang seiring dengan bertambahnya usia. Ayunan tua inilah yang menjadi saksi bisu kisah persahabatan antara dua anak manusia yang berbeda keyakinan yang kini telah beranjak dewasa dan mulai...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply