Baca Juga Cerpen Lain’nya:

My 14

Sebentar lagi hari Valentine. Hari dimana orang-orang menyebutnya hari kasih sayang. Namun bagiku, hari itu bukanlah sekedar hari kasih sayang saja. Hari itu merupakan hari yang bersejerah bagiku dimana hari itu aku resmi...

Hilangnya Ayat Al-qur’an

Kumandang azan subuh berseru di cuaca pagi buta, matahari masih terselip di ujung ufuk timur. Terdengar Suara ayam berkokok dari balik peraduannya, memberi semangat umat manusia untuk menjalankan kewajibannya, yaitu menunaikan...

Alexandria

Dentuman keras membangunkanku dari tidur. Saat kubuka mata, kurasakan rumahku bergetar keras. Satu-satunya cermin mendiang ibu juga hancur berantakan. Lamat-lamat terdengar suara gemuruh jerit tangis menjadi satu dalam shimphony...

Nyesek Bikin Nyusruk

2 bulan jomblo itu rasanya parah-parah ya, kalau malem gak ada yang ngucapin “selamat malam sayang, mimpi indah ya, i love you..” terus kalau pagi juga gak ada yang ngucapin “selamat pagi, wanita tercantik ku, semangat...

Ritual

“Mbah tolong saya, lancarkanlah usaha saya kali ini. Saya janji kalau kali ini berhasil, saya akan memotongkan ayam cemani untuk Mbah dan membawakan makanan yang lebih banyak dari yang sekarang. Tolong ya Mbah, tolong saya,”...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply