Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Antara Cinta dan Persahabatan

Namaku Dellia Salshabilla Putri, aku kerap disapa Shalsa. Aku duduk di bangku kelas 3 SMP. Aku mempunyai sahabat, dia bernama Aldina Larasari yang kerap disapa Laras. Kami sudah bersahabat sejak kecil. Suka duka kami lalui...

Memohon Nafkah

Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya,...

Hunusan Pedang tak Bermata

Lazimnya malam minggu di ujung bulan desa kecil, ABG hingga dewasa tanggung keluar dari gua beruangnya. Teresa hanya menghabiskan satnitenya bersama Vito dan Arman di ruangan kedap suara, yang terdengar hanya suara jari menari...

A Mistery of Love Story

“Arghhh” suara Athier bergema di seluruh kamarnya, ia terbangun dari mimpi buruk yang sudah hampir 2 tahun mengganggunya. Mimpi buruk kehilangan pacarnya yang sangat ia cintai. Hari ini tepat 1 tahun kepergian Erna pacar...

Surat Cinta Untuk Sang Syuhada

Malam itu sungguh mencekam saat ribuan prajurit memboikot desa kami. Mereka memaksa kami untuk diam di rumah-rumah kami, hingga sudut jalanan desa terlihat sepi dan sunyi, tak ada kegiatan di sana, orang lalu lalang pun tak...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply