Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Berharap Kebesaran Allah

Hari ini ku lalui seperti biasanya… hanya ada satu yang berbeda, sesuatu yang membuatku begitu bahagia.. Yup.. hari ini aku mudik ye ye.. Akhirnya aku bisa melepas semua rinduku… pada keluarga, dan padanya…...

Playboy Katro

Alkisah ada sepasang kekasih yang baru saja menjalin cinta. Mereka sangat mencintai dan menyayangi. Suatu hari, ketika perjalan cinta mereka mulai terjalin, konflik muncul diantara mereka. Lalu ada seorang wanita yang menelpon...

Mawar Hitam Desember

Cewek itu berceloteh riang. Selalu! Ia tak pernah kehilangan kata-kata apalagi mengganti lengkungan senyumnya yang langka itu. Senyum ketulusan. Seolah hidupnya mulus-mulus saja tanpa beban. Setiap kali Ikal bersama cewek...

Hari-Hariku

Nama ku Mika utamy, teman-teman biasa menyapaku dengan sebutan Mika dan itu sekalian nama beken juga?. aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Muhammad Hiro Pratama kakak sulungku, Ahmad Vidy Adriansyah kakak keduaku, Saudara...

Asmara Nokia

Ketika itu pertama kali kau menyapaku lewat SMS. Entah atas kesengajaan atau ketidaksengajaanmu, aku tak tahu. Malam yang begitu berbeda telah kurasakan. Kau hadir mengisi ruang gelapku dengan mengatakan, “Kalau besok tolong...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply