Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Aku, Kamu dan Dia

“Jangan Cuma bisa berani di depan aja dong, ndry. Buktiin kalau kamu bisa ngomong itu ke Reni.” Itulah kata Doni yang selalu muncul di pikirannya Andry. Andry sudah meyukai Reni sejak diawal kelas 10 di SMA SATRIA 1....

Teman Makan Teman (TMT)

Hai sobat, Kenalkan nama ku Fitria Eza Natalia. Kalian bisa memanggilku Yhayha. Aku seorang siswa di SMAN 1 Bakti Harapan. Aku duduk di kelas 12 sekarang (3 SMA). Kepribadianku sebagai seorang siswa sekaligus anak dari keluarga...

Kisahku di Awal Ramadhan

Hari pertama ramadhan tahun ini (2009) baru saja dimulai, terasa ada sesuatu yang berbeda apabila dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Ketika bulan suci ini dibentangkan bagi umat Muslim diseluruh dunia, serentak suasana...

Kisah Cinta Mrs. Tulalit

Angin berhembus perlahan. Ditemani sayup sayup suara burung berkicau di sekeliling ku. Sambil tersenyum ku langkahkan kaki menuju sekolah dengan hati gembira. Alangkah senangnya aku bisa berangkat sekolah lagi. Aku bisa bertemu...

Kisah Petualangan Lima Sekawan

Di daerah Jawa Barat di sebuah lereng gunung terletak desa kecil, desa tersebut bernama desa Melati. Desa tersebut semua warganya tidak ada yang mengenal tuhan. Ada lima sekawan yang sedang mendaki gunung tersebut, namanya...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply