Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Perasaan Yang Terpendam

“lel, kenapa kamu melamun?” itu lah kalimat yang selalu mengejutkan ku di waktu itu, saat itu aku masih duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama. Tak ku sangka akan seperti ini jadinya. Di hari itu tepatnya di...

Hadiah Terindah di Bulan Suci Ramadhan (Part 1)

Sinar mentari muncul di ufuk timur kota yang menjadi dambaan semua pemimpi untuk bisa meraih apa yang diinginkan di kota ini. Perlahan-lahan mentari menampakkan dirinyanya begitu juga dengan mulainya berbagai aktivitas yang...

Dialog Uang Dalam Kotak Amal

“Asyik.. Asyik… aku masuk ke dalam kotak amal.” Goci berteriak senang. Ia pun langsung berbaur dengan dengan uang-uang lainnya, ada si Sebi (seribu), si Gopi (lima ratus), si Sepu (Sepuluh ribu), si Dopu (dua puluh...

My First Love

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan. Sebab cinta tidak datang dari bibir, lidah atau pikiran, melainkan hati. DEAR DIARY Aku ingin merasakan cinta yang sebenarnya Aku ingin merasakan cinta pertama itu… Yaitu...

Dosa Terindah

Aku mengenalnya di suatu pelatihan beberapa tahun silam, awalnya aku sudah tertarik, entah apa yang aku pikirkan, seakan aku tidak menyadari statusku saat aku bertemu dengannya, ia membalas sama denganku, hari demi hari kami...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply