Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Cinta Pertama

Cinta, Apa itu cinta? Aku tak tahu apa itu cinta. Banyak orang bilang, cinta itu indah. Seindah melihat bunga mekar, seindah melihat matahari terbit, seindah melihat partikel salju. Indah. Definisi cinta, karena perkataan...

Penyesalan Terlambat

Pertemuan singkat itu mengawali kisah kasihku di sekolah. Pertemuan yang akhirnya merubahku menjadi sosok wanita yang tak punya moral. Merubah semua kehidupanku. Kehadirannya di hidupku seakan menghipnotisku untuk mengikuti...

The Sadness Hill

Aku memperhatikan mereka berdua. Dari sini mereka tampak begitu jelas untuk di lihat. Dari sini aku dapat melihat bahwa mereka sedang duduk di sebuah bangku kayu. Ya, bangku kayu di taman sekolah kami. Aku memperhatikan mereka...

Sayyidina Abdullah

Pada suatu hari Sayyidina Abdul Muthalib pergi bersama putra yang disayanginya bernama Sayyidina Abdullah melewati Ka’bah. Di bawah Ka’bah ada seorang wanita muda bernama Qatala, kaum Banu Isad yang duduk bersimpuh....

Buah Kesabaran

Apa aku kurang sabar yah buat dia? Gumamku dalam hati. “Woe, bengong aja lo!”, sapa Kinar mengejutkanku. Aku tidak menjawab sapaannya. “Kenapa lo, mukanya di tekuk gitu?”, tanyanya memperhatikan raut...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply