Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sahabat Bahagiakan Dia

Mungkin tiada kata yang bisa ungkapkan ketika kelunya lidah. Seperti halnya Takuya ketika dia bertemu cewek idamannya selama ini. Apalagi kalau si cewek idaman mendekat dan mengajaknya sekadar mengobrol. Suatu pagi di kantin...

Deo: Pahlawan Terbesarku

“Teeeeeet, teeeeet, teeeet, teeeeeet…” alarm handphone milik Deo yang terdengar seperti alarm tanda bahaya seperti di film-film Hollywood menandakan sekarang sudah jam 6 pagi. Dengan mata yang masih belum terbuka...

Asmara Persahabatan

Pagi ini seperti biasa aku mulai membuka buku tulisku dengan sedikit mencuri kesempatan untuk melirik Icha teman sebangkuku yang sedari tadi sibuk dengan penanya. Entah mengapa akhir-akhir ini kulihat dia begitu ceria, tak...

Renungan di Malam Nifsu Sya’ban

Langit yang awalnya berwarna merah bercampur kuning dan oranye, kini perlahan seakan-akan berubah menjadi warna hitam gelap. Matahari senja yang indah, perlahan terbenam tertutup oleh awan-awan. Bulan purnama terbit sekan...

Orang Misterius

Aku terheran-heran … Entah ilmu apa yang dipakai orang misterius itu. Setiap kali, yang jadi korbannya selalu ABG alias anak baru gede, mungkin karena darahnya yang masih segar, atau karena kulitnya yang masih mulus …...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply