Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Untuk Air Mata dan Tawa

Tolong di konfirm permintaan pertemanan saya Tar. “wah siapa ini, coba ku lihat albumnya” fikirku dalam hati sambil melihat-lihat kronologi dan foto, “astaga..! inikan Ilham, ya Tuhan hati ku deg-deg’an” akupun...

Mawar Yang Mempesona Mewangi Hingga ke Syurga

“ibu… Ibu…” pekik laila Laila, Seorang bocah yang baru berusia 7 tahun, Senja itu tengah asyik bermain di teras rumahnya. Sedangkan ibunya duduk tak jauh darinya di sebuah kursi santai sambil membaca sebuah...

Jomblo Kronis di PHP in

Jomblo kata orang adalah takdir tapi yang namanya single adalah pilihan itu sih kata orang jomblo yang sedang berabili tapi beda lagi dengan yang namanya nathania, dia sekarang sedang mengalami suatu virus yang sangat akut...

Enjoy Bin Joy Bersama Rohis Tangsel

“Busnya dimana, ah?” ucap Pak Taufiq di akhir salamnya. Beliau adalah guru dari Mts. Miftah ‘Asaadah yang datang bersama dengan siswanya, wajahnya masih kusut. Terlihat masih larut menyisihkan mimpi. Dan masih berserebat...

Aku, Kamu dan Dia

“Jangan Cuma bisa berani di depan aja dong, ndry. Buktiin kalau kamu bisa ngomong itu ke Reni.” Itulah kata Doni yang selalu muncul di pikirannya Andry. Andry sudah meyukai Reni sejak diawal kelas 10 di SMA SATRIA 1....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply