Baca Juga Cerpen Lain’nya:

This Is My Way

Termenung dalam penyesalan dengan menatap aliran air sungai yang tenang. Yang biasa aku lakukan untuk menenangkan diri dalam penyesalan. Dengan memandang keindahan alam yang tenang. “Ya Tuhanku, bantulah hambamu ini dalam...

Maaf Ku Terlambat Untuk Menyatakannya

Adinda nyadar kalau dirinya nggak akan bisa untuk memiliki Raka. Waktu itu, saat Adinda sedang chatingan dengan temannya tiba-tiba teman Raka yang bernama Riko ngechat Adinda. “Hai, lo Adinda kan?” tanya nya. “Iya,...

Untuk Sahabat

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Ponselku bordering, ada pesan masuk dari Vivi. “Chita, udah lama nunggu ya? Lima menit lagi aku nyampe, macet nih,” “Tenang aja Vi, aku lagi nggak buru-buru kok, aku tunggu di meja biasa...

Akhirnya Ku Rasakan Karma Ku

“PlayGirl” kata yang bikin aku bangga tapi di sisi lain bikin aku risih. Kenapa? Ya bangga lah karena playgirl itu kan artinya sering gonta-ganti cowok berarti kan aku termasuk cewek yang laku di kalangan para cowok,...

Game of Love (Part 1)

“benarkah cinta hanya sebuah permainan untukmu, aku merupakan salah satu permainan yang kau mainkan” aku bertanya pada Kiran gadis yang berada tepat di depanku. Dia tersenyum “sebuah luka yang akan membekas...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Penyesalan

  1. husna 2 May, 2013 at 3:11 pm | | Reply

    hi, sedikit komentar buat cerpen kamu
    memang saat kita mengarang, banyak ide yang bermunculan di otak kita. tapi kita harus tahu wadahnya, jadi jangan terlalu melebar, fokus saja. yag saya rasakan setelah membaca cerpen kamu, bingung. ceritanya terlalu berlari. jadi pesan-pesan penting yang seharusnya tersampaikan kepada pembaca hilang. emosinya juga tak terasa.
    jadi, semangat buat nulis terus. kembangkan pasti bisa.
    maaf kalau panjang dan kommentnya menyakitkan.

    1. Adil Mudhoffar 2 May, 2013 at 5:05 pm | | Reply

      Makasih Kakak atas komentarnya. justru aku suka banget kalau misalnya cerpen-cerpen aku dikasih komentar pedes, biar aku tahu sejelek apa sih tulisanku. kan setelah itu kita bisa kembangin dan memperbaiki apa-apa yang seharusnya.

Leave a Reply