Perjuangan Seorang Kakak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 22 October 2016

Ketika cinta dapat mengalahkan emosi jiwa dan saat itulah cinta sejati mampu mengalahkannya. Hadiah terbesar dari Allah yang bermanfaat adalah sebuah keindahan dan kebahagiaan. Itulah yang pernah dialami oleh seorang wanita muslimah. Iya, seorang wanita yang bisa menaklukkan seorang pria yang dulu pernah ia kenal di salah satu bangku kuliah.

Perkenalkan Diandra namanya. Wanita muslimah yang menyukai kegiatan sebagai guru di salah satu sekolah menengah umum di Yogyakarta. Selain guru SMU Diandra juga menjadi seorang guru ngaji untuk kalangan anak-anak. Diandra melakukan kegiatan itu tentunya mencari uang untuk 3 adik-adiknya yang masih kecil karena mereka hidup hanya sebatang kara hanya ditemani seorang nenek yang tua renta, sakit-sakitan kadang Diandra pengen punya niat untuk menyerah. Orangtua Diandra berada di luar negeri di negara eropa. Orangtuanya menitipkan Diandra bersama 3 adiknya ke tempat neneknya karena orangtuanya sibuk alias super sibuk. Kehidupan Diandra bersama adik-adiknya sangat miris sekali, kasihan terlebih lagi mereka juga harus mengurus neneknya yang sakit-sakitan. Walaupun demikian Diandra sebagai kakak tertua tetap sabar bagaimanapun juga ini semua adalah tantangan hidup yang harus dihadapi.

Sampai Diandra pernah mengeluh kepada Allah swt, “Ya Allah kenapa cobaan ini selalu datang terus menyertai kami”. Disaat itulah datang sebuah keajaiban yang tidak terduga-duga. Entah apa yang nantinya akan terjadi Diandra tetap mensyukuri nikmat Allah karena ini semua atas ijin Allah swt. Surga dunia memang telah datang tapi kan ini semua adalah titipan dari Allah swt wajib disyukuri. “makasih ya Allah atas rejekimu yang 7 turunan tidak pernah habis semoga ini sebagai wujud jalan hamba sebagai pengikutmu yang selalu taat kepadamu”.

Diandra mendapatkan sokongan dari seseorang yang sangat dermawan sekali. Dia adalah seorang pengusaha yang sukses terkenal. Pak Harun namanya. Penguasa dari Jakarta yang mempopulerkan rumah makan tradisional makanan gudeg hingga sampai menembus ke mancanegara.

“Betul ini rumah saudara mbak Diandra?” “Betul”. Harun bersama asistennya setelah dipersilahkan oleh Diandra mereka pun masuk ke dalam rumah. Harun bersama asistennya duduk sambil meletakkan sesuatu. Adiknya masuk ke dapur untuk membuatkan secangkir teh. Di ruang tamu mereka ngobrol yang ditemani oleh Diandra sendiri.

Setengah jam kemudian adiknya ke luar dari dapur menuju ruang tamu untuk menjamu tamu tersebut. Endingnya dalam pembicaraan itu pak Harun lalu mengambil tas yang ia letakkan di meja ruang tamu tersebut. Pak Harun membuka tas dan isinya berupaya uang ratusan juga. Diandra setelah melihat uang tersebut kaget dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kagetnya itu setelah pak Harun memberikan uang itu untuk dia bersama keluarganya. Subhanallah alhamdulilah makasih ya Allah engkau telah menjawab doa-doaku. Setelah Harun bersama kedua asistenya selesai dalam urusannya dengan Diandra akhirnya mereka pun pulang.

Semenjak Diandra memperoleh uang tersebut Diandra merencanakan untuk membuka usahanya yaitu usaha butik yaitu pakaian serba muslim dari pakaian pria maupun wanita. Dari anak kecil sampai kalangan dewasa. Disamping itu juga sebagaian uang tersebut disumbangkan ke yayasan panti sosial dan sebagian lagi ditabung. Tidak hanya itu saja Harun juga menawarkan kepada Diandra untuk bekerja sama dalam usahanya nanti agar supaya berkembang pesat. Diandra begitu senang menerima hadiah itu. Sampai pada akhirnya usaha tersebut menjadi berkembang pesat. Kini Diandra bisa mencukupi kebutuhan ketiga adiknya dan membiayai neneknya ke rumah sakit sampai akhirnya sembuh.

Cerpen Karangan: Bhinuko Warih Danardono
Facebook: bhinukowarih[-at-]yahoo.com

Cerpen Perjuangan Seorang Kakak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang Fajarku

Oleh:
Zainab terjaga dari tidurnya akibat serbuan nyamuk-nyamuk nakal yang kelaparan. Padahal tubuhnya sudah kurus kering tetapi anehnya setiap malam nyamuk-nyamuk itu masih saja mengincar darahnya. Mungkin darah yang mengalir

Enjoy Bin Joy Bersama Rohis Tangsel

Oleh:
“Busnya dimana, ah?” ucap Pak Taufiq di akhir salamnya. Beliau adalah guru dari Mts. Miftah ‘Asaadah yang datang bersama dengan siswanya, wajahnya masih kusut. Terlihat masih larut menyisihkan mimpi.

Lentera Hidayah

Oleh:
Ivan sedang duduk di kursi warung itu, sambil menghisap rok*k yang baru ia nyalakan. Kopi yang disuguhkan oleh pemilik warung kepadanya masih hangat. Sabagian teman-temannya yang juga berada di

Suara Hati Menunjukkanku Pada Kebenaran

Oleh:
Lampu hijau pada rambu-rambu lalu lintas melajukan mobil yang sedang kukendarai dengan keadaan mabuk di tengah perjalananku usai dari acara ulang tahun direktur restoran tempatku bekerja, hingga larut malam.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *