Power Rangers Vs Naruto

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 12 December 2017

Hari beranjak siang. Dan siang hari begitu panas. aku sedang duduk sambil memainkan handphoneku di ruang keluarga bersama kedua kakak laki-lakiku. Kak Fatih, kakak pertamaku sedang membaca Koran, Kak Razril, kakak ketigaku sedang menonton berita di TV. Aku sebenarnya punya lima saudara. Kakak keduaku juga laki-laki, namanya Kak Azlam, yang sedang mengantar Mamaku ke Pasar. Aku anak keempat, dan anak kelima yaitu adikku, Danu. Yeah, hanya aku satu-satunya anak perempuan di keluarga.

“Assalamu’alaikum..” terdengar suara pintu terbuka, dan suara seseorang mengucap salam.
“Wa’alaikumussalam..” jawab kami bertiga. Kami refleks menoleh ke sumber suara. Itu Danu. Danu melihat ke arah kami, lalu terkekeh sendiri. Kak Fatih mengerutkan dahinya.
“Nu, tumben udah pulang jam segini?” Tanya kak Fatih. Aku pun melirik arlojiku. Masih pukul 11.00.
“hehe.. iya nih, guru-gurunya mau pada rapat. Jadinya kita disuruh pulang deh.” Ucapnya. Kami hanya mengengguk. Danu pun melambaikan tangannya pada kami, dan berjalan menuju kamarnya.

“Danu, bentar Nu.” Ucap kak Fatih. Danu membalikan badannya dan menaikan alisnya
“apa kak?” tanyanya.
“gurunya nyuruh murid pulang, apa nyuruh belajar di rumah?” sejenak Danu terlihat berpikir, lulu dia tersenyum dan lari menuju kamarnya. Kami bertiga hanya tertawa melihatnya.

“Assalamua’laikum… Danuu.. Danuu..” terdengar beberapa orang memanggil nama adikku. Di ruang keluarga kini tinggalah kami berdua. Aku dan kak Razril. Aku dan kak Razril saling berpandangan. Kak Razril lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu, lalu membukanya. Tak lama setelahnya dia pun kembali masuk dan tiba-tiba berteriak.
“Danuu.. Danuu.. ada yang nyariin tuh!.” Kenapa dia malah ikut-ikutan manggil Danu?.
Danu pun keluar kamar, dan langsung lari keluar rumah.
“Danu jangan lari-lari di dalam rumah!” teriakku padanya, yang bisa dipastikan dia tak akan mendengernya. Dan kini orang yang duduk di sampingku tersenyum-senyum sendiri.

Danu pun kembali ke dalam rumah sambil melakukan kebiasaanya. Berlari di dalam rumah. Dia pun terus melihat kami berdua.
“apaan?” tanyaku. Dia menunjuk ke arah luar. Kami berdua saling berpandangan. Kakakku hanya mengankat kedua bahunya.
“teman-teman aku mau mau main di sini.” Katanya. Ya terus? Hubungannya sama kita apa?. Pikirku.
“ya kita mainnya mau di ruangan ini.” Jawabnya seolah tahu pikiranku. Dia hanya terkekeh.
“kalau bahasa kasarnya aku mau ngusir kalian dari ruangan ini! Hahahaha..” kini dia berubah menjadi menyeringai seperti tokoh-tokoh antagonis dalam film-film luar negeri.
“main sana di kamarmu! Kayak gak punya ruangan sendiri aja.” Ucapku.
“yey.. kamu juga kalau mau main handphone, main aja di kamar kamu!” timpalnya.
“aku main handphone juga sendiri! Gak bawa teman-teman aku! Wlee” ucapku sambil menjulurkan lidahku. Terjadi adu mulut antara aku dan adikku.

Dan pada akhirnya..
“huaaaa… Mamah… Papa.. nih si Firzya gak mau ngalah..” jurus jitu mata meleleh ala Danusa Al-Islam kini telah ia keluarkan. Hoho.. emangnya ini ngaruh buatku?!. Aku tak mau kalah! Kukeluarkan jurus mautku. Jurus seribu ejekan tajam dari Firzya As-Syifa.
“Mama sama Papa lagi gak ada di rumah!” tambahku.
“Kak Razril!! Bantuin aku!!” rengeknya. Seperti biasa. Kak Razril tidak menanggapi.
“Kak Fatih!!! Firzya gak mau ngalah!!” geez!.. ngapain manggil dia sih?!.

Kak Fatih keluar dari kamarnya. Dan bertanya, “ada apa?”, Danu melihat ke arahku, dan menyeringai seolah berkata “aku menang!”. Kak Fatih bertanya pada kak Razril, dan dijawabnya dengan mengangkat kedua bahunya. Aku pun berdiri dan berkata,
“gak ada apa-apa. Udah ah!” aku segera berlari menuju tangga, dan naik ke lantai atas menuju kamarku. Terdengar suara tertawa milik kak Razril dan teriakan Danu,
“Firzya! Jangan lari-lari di dalam rumah!” teriak kak Fatih. Tahu ah!.

Aku terbangun dari tidurku karena kegaduhan dari lantai bawah. Dan kuyakini bahwa itu Danu dan Temannya. Aku beranjak dari ranjangku, dan berjalan ke luar kamar. Kutengok dari atas sini, benar saja! Mereka yang buat kegaduhan. Dan apa yang mereka buat sungguh menjengkelkan.

“ciaat!! Jurus seribu bayangan!!” Danu melompat-lompat daru sofa yang satu, ke sofa yang lain.
“Chidoorii!! Wush!..” begitupun dengan Zaky yang sedang berguling-guling di lantai sambil mengangkat tangannya ke arah empat anak-anak yang berjajar dengan rapih (Rafa, Fadhli, Aga, Ujang).
“kami para Rangers, tak akan tinggal diam! Rangers merah! Berubah!” ucap Rafa.
“hm! Rangers hitam, berubah!” tambah Fadhli.
“Rangers Biru, Berubah!” Aga pun ikutan berubah.
“em.. Rangers Coklat, berubah!” Rangers Coklat?. Ujang juga ikut berubah. Dan suasana semakin gaduh.
“Sasuke, ayo gabungkan kekuatanmu dengan kekuatanku!” ajak Danu. Zaky pun berdiri dan bergabung bersamanya.
“kyaaa!! Gabungan super Naruto Sasuke!! Chidori dan Rasengan!!” ucap mereka bersamaan.

Kini aku semakin kesal.
“Kaliaan!! Berhenti!! Berisik tahu!! Mainnya di luar rumah aja!!” bentakku pada mereka. Mereka terdiam sejenak, melihat ke arahku. Kemudian melanjutkan kembali perang mereka. Ish! Bandel!.
“Danuu!! Berhenti!!” teriakku sekali lagi. Tak ada yang mendengarku. Semakin geram lah aku.

“ada apa teriak-teriak? Berisik. Bikin orang bangun aja.” aku menoleh ke arah pinggirku. Itu kak Razril. Dia bangun gara-gara aku?. Aku menyipitkan mataku (tanda bahwa aku tak suka). Dia sedikit terkejut.
“bangun kok gara-gara aku teriak. Padahal gak menggelegar. Tuh yang di bawah lebih berisik!” ucapku padanya. Dia pun ikut menengok ke arah bawah. Lalu tersenyum. Eh? Kok malah senyum?.
“biarin, bentar lagi juga bakal ada yang keluar kok.” Katanya santai. Siapa? Mama?.

Dan benarlah, ada yang datang. Tapi bukan Mama. Tapi kak Fatih.
“kalian lagi ngapain?” tanyanya. Bagai badai menerpa angin, mereka tiba-tiba saja terdiam.
“Danu, sofa bukan buat diinjek-injek!” Danu yang sedang berdiri di atas sofa pun langsung terduduk. Kak Fatih sangat ditakuti oleh siapapun. Bukan karena galak atau menyeremkan. Bahkan sifatnya sangat lembut. Itu karena setiap kita melakukan kesalahan apapun, kak Fatih akan mengoreksinya dengan sangat kritis.

“em.. lagi main perang-perangan kak..” jawab Ujang. Rafa yang berada di sampingnya menyikut ujang. Kak Fatih hanya menggeleng-geleng.
“perang sama siapa?” Tanya kak Fatih.
“Power Rangers lawan Naruto kak..” ucap Ujang lagi. Yang lain hanya melotot ke arah Ujang.
“ooh.. gitu.. coba duduk dulu..” mereka pun menurut. Begitupun Kak Fatih yang ikut duduk.
“siapa yang menang?” pertanyaan kak Fatih mengagetkan semua anak-anak. Tak ada yang menjawab. Kak Fatih hanya tersenyum.
“power Rangers ataupun Naruto tidak ada di dunia. Mereka hanya khalayan. Meraka diciptakan oleh kaum kafir untuk kita, umat muslim. Tujuaannya adalah anak-anak seperti kalian. Kenapa? Karena kalian adalah harapan umat, yang akan sangat berpengaruh bagi islam. Mereka mau membuat kalian jadi malas belajar, nonton terus, dan main terus. Kayak sekarang nih, kalian kan harusnya belajar, ngerjain PR, bukan malah main-main gak jelas. Main boleh, tapi jangan kayak gini dong.. kakak mau ngasih tau, bukan Power Rangers atau Naruto yang harus kalian idolakan. Karena mereka memang tak pantas untuk diidolakan. Ada yang patut kita teladani dan kita idolakan. Kalian tahu siapa dia?” Tanya kak Fatih. Mereka hanya saling memandang.

“dia adalah Rasulullah SAW. Beliau adalah orang tepat untuk kita idolakan, dan kita teladani. Tak hanya itu. Banyak juga dari golongan para sahabat yang lebih keren dan nyata daripada Naruto atau power Rangers. Diantaranya Umar bin Khattab, Salman Al-Farisi, Salahudin al-Ayyubi. Kalian pasti tau kan cerit-certa tentang mereka?” mereka mengangguk.
“mereka pun perang secara nyata. Mempertaruhkan nyawanya demi agama Allah, dan ingin mati sebagai Syuhada. Gak kayak Naruto dan Power Rangers. Katanya mau membela kebenaran, tapi kebenaran yang mana? Mereka itu Cuma buang-buang waktu. Tempur-tempur gak jelas. Ketemunya musuh mulu, gak ada pertemanan. Sekali ketemu musuh pun langsung ngajak berantem. Kalian mau ngikutin yang kayak gitu?” mereka menggelengkan kepala.

Ujang tiba-tiba berdiri lalu berkata “aku mau kayak Rasulullah!”. Diikuti oleh Rafa dan yang lainnya. Danu pun berteriak.
“aku mau jadi… kayak Kak Fatih aja ah!” ucapnya. Temannya terdiam lalu tertawa. Begitupun kak Fatih.
“kalo mau kayak aku yang rajin belajarnya.. Ok?!” dia hanya tersenyum.
“oh ya, Danu, udah ngerjain PR matematika belum?” Tanya Fadhli. Dan lagi-lagi Danu tersenyum. Semuanya menggeleng-gelengkan kepala.

Cerpen Karangan: Ziyan Saffana Erhaff
Facebook: Ziyan Saffana Erhaff
Perempuan cuek. Sangat suka menulis. penulis hebat cita-citanya. Tidak suka keramaian

Cerpen Power Rangers Vs Naruto merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bidadari di Pintu Multazam

Oleh:
Air mata itu tak berhenti. Tenggorokannya kering, hanya suara serak yang keluar dari mulutnya yang menganga. Hampir dua jam tanggannya mengadah menghadap langit-langit Nabawi. Tapi tak satu kata pun

Penting Niatnya Sayang

Oleh:
Pagi itu, Arina diajak ayahnya jalan-jalan ke pasar. Arina yang belum pernah datang ke pasar tradisional, tak menyangka dengan keadaan yang ada. Benar-benar di luar dugaannya. Pasar itu sangat

Permintaan Terakhir

Oleh:
Matahari telah menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Menggantikan tugas sang rembulan. Sinarnya menyorot jendela kamar rawat seorang gadis yang telah bangun Dari tidur nyenyaknya. Yang telah selesai melaksanakan kewajibannya

Mahkota Untuk Bunda

Oleh:
Zahra Khoirunnisa atau biasa dipanggil Nisa. Ia seorang anak yatim, ayahnya meninggal ketika Ia masih berumur 2 tahun. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kecil beralaskan kardus. Ia

Hijab

Oleh:
“Kenapa cewek itu harus berhijab?” Tanya Syifa pada seorang pemuda yang duduk di bangku di depannya. Cowok itu tidak menoleh, hanya cukup mendengar. Sepasang kedua matanya yang teduh menerawang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *