Rebutan Tempat Sajadah di Mesjid Ar-rahmah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 31 March 2014

Gue masih inget waktu itu mau sholat ashar.. pengurusnya itu angkat 36 golden. Gue salah satu santri di pondok pesantren daar el Qolam. Bisa dibilang gue terkenal disana ‘ahaaii’ mereka mengenal gue karena kata mereka gue terkenal jago gambar anime sama komik, ketimbang gue bikin cerpen romantis.
“ukhti zaza kalau bikin cerpen cinta bukannya malah romantis tapi malah jadi gokil. Uktih zaza, gak pantes bikin cerita cinta.” Ucap mutia adik kelas sekaligus adik satu kamar gue. Saat itu pun gue jadi orang terpuruk di dunia.

Oke lupakan masalah cerpen romantis ala gue, hehehe pasti di otak berlendir kalian banyak tanda tanya yang soalnya begini “apa yang dimaksud dengan angkatan 36 golden?” Dengan gaya sok guru gue siap menjelaskan pertanyaan amazing dari kalian.
“oke, perhatikan ke papan tulis simak baik-baik wahai manusia, jadi begini 36 golden itu nama angkatan setiap tahunnya ada tradisi di pondok saya bahwa nama angkatan tidak boleh sama.. angka 36 itu berarti pondok kami sudah beroperasi selama 36 tahun, dan saya sendiri angkatan 37 (yeeayy). Dan golden itu nama angkatan yang artinya emas, nama angkatan bebas untuk dipilih santri, dan nama angkatan saya goodness yang artinya kebaikan, dan nama plesetan dari bahasa arab gordu ila Najjah bil Imtiyazz atau disingkat goodness hihi.. gimana paham?” jelas gue panjang lebar.
“paham kakak…”. suara tepok tangan meramaikan acara Tanya jawab bersama gue, gue pun goyang cesar *apaaaa cobaaa.

Okeh cukup sudah penjelasan di atas silahkan menikmati dengan tatapan nafsu seorang pembunuh hihihi. Gue pikir mungkin gak papa gue telat.. karena gue yakin bakal ditempatin sama sahabat-sahabat gue… biasanya sih yang sering nempatin sholat itu riskiya sama nita. tapi mungkin kondisi lagi tidak mendukung akhirnya tempat gue disingkirin paling belakang.

“qya… gue dimana sholatnya..?”. Ucap gue dengan wajah basah kuyup akibat air wudhu.
“tuh di belakang za… habis tadi disuruh mudabiroh maju ke depan..”.
“kenapa sejadah gue gak dikedepanin…”. kata gue agak kesel.
“ya elah za… memang mau masuk surga harus ngajak temen… lagian si tisaroh mau sholat sama gue..”. kata qya begitu. Mungkin tisaroh paham apa yang gue maksud… dia bermaksud menukar tempat sholat dengan gue.
“nih za.. lo sholat disini aja..” tisaroh ngijin gue sholat di sajadahnya tapi.. saat gue naik ke atas tempat sajadah tisaroh.. si amah ngedorong gue katanya “udah lo di belakang aja sana udah dateng telat juga mau di depan..”. ya Allah rasanya mau nangis digituin sama sahabat sendiri.

Sangking keselnya gue ambil sejadah gue.. gue pindah ke barisan paling belakang. tapi ya setelah itu siamah minta maaf sama gue. Hehehe gue cuman nyengir doank.. karena gue juga ngerasa waktu itu egois banget.

hehehe gue masih ingat hal paling menggelikan lagi.. Masih masalah tentang sholat. ini kisah sholat subuh gue.
“na’am qumna jamian… tusholi ila masjid… surah… surah.. wahid.. isnani..”. suara uhkti bagian ibadah membangunkan kami untuk sholat subuh. Waktu itu gue bergadang latihan teater di masjid sampai jam 1 malam. Gue baru bisa tidur jam setengah 2 an. Akibatnya hal memalukan ini terjadi. Ade kamar gue ngebangunin gue… “ukhti zaza… bangun-bangun ukhti dewi (nama disamarkan) udah ngegebrak tuh UKHTI ZAZA BANGGGUUUNN..”. membangunkan gue dengan suara sekencang itu! gue kaget
“hah.. hah kenapa.. siapa yang maling!” kata gue dengan nafas tersendat-sendat.
“iihhh bukan… udah waktunya sholat subuh..” ucap izah ade kamar gue. Setengah sadar gue berjalan ke arah kamar mandi untuk wudhu, dengan mata masih agak setengah merem.

Setelah gue pakai mekena gue ngambil sejadah di dekat sarung bantal. tanpa menyadari adanya hal aneh, gue pun berjalan ke arah mesjid. Saat berjalan entah kenapa orang-orang senyam-senyum lihat gue jalan. karena gue orangnya super cuek gue bodoh amat. Setalah menemukan lokasi teman-teman gue yang udah nyiapin tempat sholat. Dan gue pun menggelar sejadah, secara langsung gue stok jantung.
“busyeett za.. lo bawa apaan itu bukan sejadah tapi sarung guling lo!” ucap puja. Gue melotot kaget.
“hehehe gue gak sadar diri nih gimana donk… (aduuuhhh zaza please deh sadaarrr… sadarrr.. pantesan orang-orang pada ngetawain gue dari tadi hedeeeehh..)”
“ya udah lo balik lagi sana ke kamar tuker sama sejadah.” ucap qya mengingatkan gue.
“hhehh iya gue balik tempatin sholat gue yah hehehe.” gue pun balik ke kamar sambil bawa sarung guling yang disembunyikan di dalam mekena gue.
“heh ada apaan sih.. kok sizaza balik bukannya sholat subuh.” si yossi dengan tampang tablonya ngomong kaya gitu.. bikin anak anak ngakak kenceng banget..” “hahaha memang yossi sama zaza 11 12..”. ucap qya.

Cerpen Karangan: Zaza Hanifah Khalis
Blog: Kzazahanifa.blogspot.com
Nama lengkap saya : Zaza Hanifah Khalis, Nama pena saya“Zaza.H.K”.
Nama facebook: https://www.facebook.com/zazantu.zhesets
Prestasi dalam dunia menulis: juara 1 cerpen di pondok pesantren daar el Qolam thn. 2009.
Juara 1 membuat komik sepondok banten tahun 2009.
Juara 1 cergab dan puisi di pondok daar el Qolam 2010.

Cerpen Rebutan Tempat Sajadah di Mesjid Ar-rahmah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Romance Picisan

Oleh:
“Kali ini kita akan mendaki gunung bromo. Karena tiga minggu lagi kita akan mengadakan ujian tengah semester jadi kita tidak bisa mendaki di luar kota” Alvin, ketua siswa pecinta

Sorry, Mom

Oleh:
Sudah tiga tahun lamanya, sejak ayah dan ibu berpisah. Hari itu tanggal 20 Agustus 1998 bertepatan dengan ulang tahunku. Ayah pergi meninggalkan aku dan ibu setelah pertengkaran dashyat pada

Wanita Hebat

Oleh:
Langit cerah menyambut semua yang ada di sini. Udara pagi menyapa lapangan yang penuh dengan lautan manusia. Rumput bergoyang seirama dengan angin yang berhembus. Warna putih bercampur hijau mendominasi

Takdir Sukri

Oleh:
Hilir mudik, mondar-mandir, semua bergerak berusaha mengejar roda putaran waktu yang bergulir dengan sangat cepat, pepatah bahwa waktu adalah uang, waktu adalah seperti pisau yang memiliki 2 mata yang

Ajari Aku Cemas Itu

Oleh:
Di ruang yang megah; tempat berlangsungnya suatu acara. Saat itu aku sedang berbincang hangat dengan seorang perempuan, perempuan itu bernama Lina. Aku dan dia baru saja berkenalan di tempat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *