Reuni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 May 2013

“Juno, kamu dapat undangan IKAPMI enggak?” tanya Ahz.
“Reuni IKAPMI, iya aku juga dapat, emang kamu enggak dapat?”
“Dapat, pengen memastikan aja kalau kamu kebagian”
Natsu keluar dari kamar mandi. Tubuhnya masih di balut hanya dengan sebuah handuk.
“Reuni IKAPMI ya, kapan nih acaranya?” Tanya Natsu
“tanggal 20 maret 2017”
“wah pas banget, hari minggu, gimana kalau kita berangkatnya dari hari sabtu. Kayak waktu dulu” Juno memberikan saran
“Boleh tuh, eh kalian buruan mandi. Jumatan” natsu mencipratkan air kepada Ahz dan Juga Juno.
Mereka bertiga bersiap-siap untuk menunaikan ibadah shalat di masjid Kota Gedhe. Kebetulan jarak antara rumah keluarga Juno yang Ahz dan Natsu jadikan tempat Kost tidak jauh dari Masjid. Jadi mereka cukup berjalan kaki saja.

Hanya satu orang yang tidak pergi untuk shalat jumat. Karena dia memang perempuan. Di tambah lagi dia kristen. Satu-satunya perempuan yang nge’kost di rumah keluarga Juno. Kebetulan rumah keluarga Juno sangatlah besar. Bagian kanan ada 4 ruang kamar yang ketiga kamarnya di isi oleh laki-laki. Di bagian kiri ada 4 ruang kamar yang salah satunya di isi oleh perempuan itu. Selebihnya di isi oleh tante, kakek dan nenek Juno. Di bagian tengah terdapat 2 ruangan yang cukup besar. 1 ruangan keluarga dan 1 lagi ruang kerja.

Vhaniezta Aya atau yang lebih akrab di panggil Vhanz. Berbadan tinggi berambut panjang berkulit putih dan juga cantik. waktu itu, tahun 2014 Ahz yang mengajak Vhanz untuk nge’kost bareng di rumah keluarga Juno. Pertama-tama Vhanz menolak tawaran Ahz. Tapi ketika itu, tepatnya jam sembilan malam. Vhanz sudah kebingungan untuk mencari tempat nge’kost. Kecapean dan juga kehabisan uang gara-gara di copet. Mau enggak mau Vhanz menelpon Ahz untuk di jemput. Ahz membawanya ke kost keluarga Juno. Vhanz mendapatkan gratis bebas biaya 1 bulan dari keluarga Juno. Hingga sekarang, Vhanz betah tinggal di sini.

Adzan berkumandang. Shalat Jumat akan segera dilaksanakan. Ahz, Juno dan Natsu berdiri di barisan tengah.

Semua barang-barang sudah lengkap di dalam tas masing-masing. Perjalanan Jogja ke Bogor pastinya sangat melelahkan. Karena itu perlengkapan dan makanan sudah harus tersedia.
Tak lupa Ahz membawa kamera kesayangnya. Kamera Canon D1100 atau yang bisa kita sebut sebagai T3 Rebel. Hadiah ulang tahun dari ayah angkatnya ketika dia masih di pesantren. Sweet seventen yang terbaik buat Ahz.

“Tunggu” Vhanz, dengan membawa tas punggung.
“kamu mau kemana Vhanz?” tanya Natsu.
“aku boleh ikut?” dengan ekspresi muka memohon.
“bagaimana ini?” Natsu memandangi Ahz dan juga Juno.
“Ahz, kamu saja yang putuskan” kata Juno
“Hmm,” Ahz memandang wajah Vhanz “kamu yakin mau ikut?”
“Yakin seyakin-yakinya”
Setelah berpamitan dengan kakek dan nenek juno mereka berempat pergi. Dari Yogyakarta menggunakan kereta. Lebih murah dan lebih baik dari pada harus jalan kaki.

Mereka berempat duduk di satu tempat yang sama. Ahz duduk bersebelahan dengan Vhanz dan Natsu duduk bersebelahan dengan Juno. kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun. Warna warni pemandangan jendela mulai pecah seiring kecepatan laju kereta api kelas ekonomi. Warna-warninya memudar. Lebih condong warna hijau. Warna alam.
Juno dan Natsu seperti biasa. Ponsel dan smartphone selalu di tangan mereka. Entah apa yang mereka lakukan. Vhanz dengan tenangnya membaca Novel. Sedangkan Ahz, pikirannya masih saja di bayang-bayangi rasa penyesalan atas kepergian Waffa.

Ahz beranjak dari tempat duduknya. Dia berpindah tempat duduk ke samping pintu gerbong kereta. Dia mengeluarkan sebungkus rokok. Mengambilnya, membakarnya dan menghisap asapnya. Kunang-kunang merah, begitulah dia menyebutnya. Sebuah masa lalu yang sangat menyakitkan.
Asap-asap memenuhi rongga paru-paru. Asap-asap masa lalu. Perlahan terbawa bersama kencangnya angin yang berhembus berlawanan. Mempercepat api menjalar.

Vhanz menepuk pundak Ahz. Kaget, rokok yang dipegangnya jatuh dan terhempas angin.
“eh, duduk sendirian di samping pintu, ngelamun aja, bisa-bisa kamu jatuh” Vhanz cengengesan.
“Kamu malah ngejatuhin rokok gue, untung yang jatuh enggak sebungkus”
“Ya Maaf”
“lagian, kamu kenapa sendirian duduk di situ?”
“cuman pengen menghirup aroma segar aja”
“Asap rokok maksudmu?”
“asap rokok bukan aroma segar. Itu sih asap”
“nah terus, ngapain kamu ngisepin asap”
“aku bukan ngisepin asap. Aku hanya ingin menghisap masa lalu”
“masa lalu?”
“ceritanya panjang, dan itulah alasan mengapa aku menjadi anak angkat ayahnya Juno”
“sepertinya masa lalu yang pahit?”
“memang benar”
“Kamu mau ceritain enggak ke aku”
“kayaknya enggak sekarang”
Ahz beranjak pergi dari samping pintu. Dia kembali ke tempat duduknya yang semula. Tapi kali ini Ahz menempati tempat duduk Vhanz. Di lihatnya pemandangan yang hijau. Sejauh mata memandang, hanya ada bayangan masa lalu yang suram. Masa lalu yang menyedihkan.

Mentari sudah bersembunyi. Juno dan Natsu di posisi tidur mereka. Betapa cerobohnya. Mereka tidur dengan smartphone dan ponsel yang masih di tangan. Bagaimana kalau jatuh. Ahz mengambil barang elektronik milik mereka dan di masukan ke dalam tas Ahz.

Kepala Vhanz jatuh bersender ke bahu Ahz. Ahz mengambil sarung tangannya. Dia menggeser kepala Vhanz menjauh dari bahunya. Tapi tetap saja kepala Vhanz bersender kembali ke bahu Ahz. Dengan hati-hati Ahz menopang kepala Vhanz. Ahz bangkit dari kursinya dan perlahan-lahan agar kepala Vhanz bisa tidur di kursi Ahz. Untungnya kursi ini tidak ada pemisah sama sekali. Jadilah Vhanz memonopoli tempat duduk untuk berdua itu. Hanya Ahz yang tidak tertidur. Dia kembali ke samping pintu. Membakar kunang-kunang merahnya.

Vhanz mengusap air matanya. sebenarnya dia sayang kepada Ahz. Tapi karena agama, semuanya menjadi sulit. Ahz memang yang paling sulit untuk di dekati sendirian dibandingkan dengan kedua temannya.

Mereka berempat turun di stasiun bogor. Waktu masih sangat pagi. Bahkan mentari malu-malu menunjukan sinarnya.
“Vhanz, mungkin kamu bisa menunggu di sini, kamu boleh main-main. Nanti ketemu lagi di sini jam 5 sore” kata Ahz.
“Memangnya Kenapa?”
“Jelas, namanya juga pesantren. Apa lagi pakaian kamu yang sangat tidak enak untuk di pandang”
Brukkk, pertama kalinya ada seorang lelaki yang enggak ganteng tapi juga enggak jelek berkata pakaian Vhanz kurang enak untuk di pandang. Kurang seksi apa coba.
“kalau kamu mau ikut, kamu boleh mengganti pakaianmu menjadi pakaian muslimah” Natsu menyarankan.

Gerbang Pesantren Modern Ummul Quro sudah terlihat jelas di mata mereka. Sebuah banner besar tertancap di sana. Banner itu bertuliskan “Reuni Akbar Ikapmi”

Vhanz dengan pakaian muslimah barunya seperti yang di sarankan Natsu. Mereka berempat memasuki kawasan pesantren. melihat pemandangan pesantren yang makin megah dan makin mewah. Tempat Ahz, Natsu dan Juno dulu menuntut ilmu.

Vhanz di tinggalkan di ruang tunggu. Mereka bertiga pergi kegedung serba guna untuk mengikuti acara Reuni IKAPMI.

Acara berlangsung dengan sangat menarik dan juga menghibur. Mereka bertiga bertemu dengan teman-teman lama dan juga guru-guru yang pernah mengajarkan ilmu.

Tatapan Ahz tertuju pada seorang perempuan kecil, manis, dan imut. Seorang perempuan yang menjadi inspirasinya untuk menulis. Ahz berniat untuk mendekatinya. tapi Ahz mengurungkan niatnya. Perempuan itu bersama pacarnya. Mengapa Ahz masih saja menyukai seseorang yang sudah punya pacar, dan itu bertahan semenjak sekolah sampai Ahz sebentar lagi menjadi sarjana. Sebentar lagi untuk meninggalkan Indonesia.

Acara Reuni IKAPMI selesai. Semua yang ada di gedung itu bersalam-salaman melepas rindu dan juga silaturahmi.

Ahz duduk di teras. Memandangi langit. Sendirian. Mungkin memang lebih baik sendiri untuk saat ini.

Mereka berempat melambaikan tangan. Mengucapkan kata perpisahan. Untuk para anggota Ikapmi. Untuk semua santri. Untuk Pesantren ini.
Sebenarnya Natsu, Juno dan Vhanz masih ingin berlama-lama di bogor. Tapi perkataan Ahz. “aku mau ke jogja sekarang. Kalian mau ikut atau tidak. Kalau tidak pun juga tidak masalah”
Juno dan Natsu tahu masalah dia. Sebagai sahabat yang selalu ada, mereka berdua memaklumi perasaan hati Ahz. Akhirnya setelah Acara selesai, mereka buru-buru untuk mengejar jadwal kereta.
Ucapan terakhir Ahz sebelum meninggalkan bogor. “Jika di dunia ini sudah tidak ada lagi yang bisa kamu cintai dan sayangi. Ingatlah aku selalu ada di sini untukmu. Percayalah Aku selalu setia menunggumu” seperti berbisik. Tapi Vhanz, Juno dan Natsu mendengarnya dengan sangat jelas. Hingga membuat tanda tanya yang besar di lubuk hati Vhanz.

Cerpen Karangan: Adil Mudhoffar
Blog: http://adehaze.blogspot.com

Ana ini bukan orang yang spesial, rajin menabung dan berbakti kepada orang tua hehehehhehehehehhehe..
Facebook : http://facebook.com/adehaze.the
twitter : http://twitter.com/adehaze

Cerpen Reuni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Liliput (Part 1)

Oleh:
Kata siapa MOS harus dijadiin sesuatu yang scary? Biasa aja tuh! Asal bisa jaga sikap dan nggak sok di depan kakak kelas, kita bakalan aman. But, sayangnya kebanyakan orang

Bunga Persahabatan Dari Hawa

Oleh:
“Hm…. disini saja simpannya.” kataku Kring.. kring… ponselku bergetar. Aku pun mengambilnya. “Hawa?” kataku sambil membuka pola kunci ponselku. ‘Assalamualaikum, Asiah kamu suka bunga dariku tidak?’ itulah yang Hawa

Sepatu Berdebu

Oleh:
Aku perlahan berdiri, menyingkir sejenak dari kursi dan meja yang dingin, kemudian beranjak pergi menuju jendela di sudut kantor, tempat di mana aku berada. Terlihat dalam bayang-bayang kaca, wajahku

Cintaku Kau Terlantarkan

Oleh:
“Ham, aku sayang sama kamu. Aku… Aku cinta sama kamu…” Kata-kata gadis cantik itu masih terlintas di pikiran seorang pemuda ini. Ya pemuda itu adalah Ilham. Ucapan dari sang

Pelita Sahabat Di Atas Awan

Oleh:
Berbicara soal awan, pasti tak lepas dengan namanya langit. Ya pastilah, awankan adanya di langit. Namun, cerita ini bukan tentang awan, tetapi kisahku yang layaknya seperti awan di langit.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *