Riana Dan Keyla Seorang Malaikat Hidup

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 16 December 2015

Pada umumnya terkadang seseorang diciptakan untuk jadi orang yang tidak biasa dan memang harus terbiasa akan tidak kesempurnaannya. Kalimat itu selalu terbayang dalam benak Riana. Pagi itu, matahari masih perawan. Sinarnya yang cerah terbentang luas seperti layaknya surgawi. Namun tak ada tegur sapa. Tak ada senyum bahagia. Orang-orang tertegun akan sosok Riana.

Diliriknya sebuah arloji yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Begitu sulit hidup sebatang kara bagi Riana. Tiada tanda-tanda kebahagiaan yang memenuhi setiap sudut dalam rumahnya. Setelah kepergian mereka. Ya, hari itu hari dimana ia harus ditinggalkan keluarga tercinta akan tenggelamnya kapal peri di srikandi itu.

Senyum yang dulu selalu terbentuk dari canda tawa seorang adik kakak. Ucapan lirih yang terlontar dari seorang Ibu. Usapan lembut yang selalu diberikan seorang Ayah. Kini, semua itu telah hilang. Tawanya hilang, senyumnya muram. Dan hanya keterpurukanlah yang hanya tersisa. Tak ada seorang pun yang mampu memahami keinginan pemikirannya kini. Sampai pada akhirnya ketraumaan yang dulu sempat hilang, kini kembali menghantui di setiap tidurnya. Begitu sulit ditemukannya sebuah ketenangan dalam diri Riana.

“Kapankah malaikat itu akan datang?” terlintas sesaat pertanyaan itu dalam pikirannya.

Malaikat yang mampu merubah dan mengembalikkan senyum dan kebahagiaannya kembali seperti dulu lagi. Senyum manis yang dulu hingga kini sempat terhapus oleh lukanya. Akibat pengalaman masa lalu yang mengerikan, ia sempat merubah semua kehidupan yang seharusnya cerah menjadi sebuah kehidupan yang amat sangat begitu kejam dan dipenuhi dengan kegelapan seperti tak ada satu pun cahaya yang dapat menyinari tiap-tiap detik dalam hidupnya.

Hingga pada akhirnya malaikat yang selalu dinantikan kehadirannya kini datang tanpa sepengetahuan Riana sendiri. Keyla. Ya, malaikat itu kini mampu mengembalikkan hidupnya lebih indah seperti dulu lagi. Membawa sinar-sinar terang dalam diri Riana. Riana memacu laju mobilnya dengan cepat dan ceria. Meluangkan waktu yang telah Keyla berikan padanya. Sebelum hidupnya berubah menjadi fana. Senyumnya berubah jadi suram. Dan dirinya berubah jadi mayat yang hanya terbalut oleh sehelai kain putih bagai tak tampak sedikit noda pun.

Andaikan hidupnya hanya mendapat dua gelombang pilihan antara selendang sutera dan nicholas, maka Riana akan hanya memilih menjadi Nicholas. Baginya hanya Allah yang telah mengerti semua dan mengatur segala kehidupannya kini. Dan mungkin kelak akan menempatkannya dalam kesejukan surgawi seperti sejuknya embun pagi itu.

Cerpen Karangan: Mutiara Ningsih
Facebook: Mutiara Ar
Nama: Mutiara Ningsih
Siswa SMP kelas 9 di SMPN 11 bandarlampung
Ig: mutiara_ningsih
Terima kasih telah membacanya dan semoga bermanfaat. 🙂

Cerpen Riana Dan Keyla Seorang Malaikat Hidup merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sajadah Biru Ibu

Oleh:
Sajadah biru tua polos satu-satunya bekas milik ibuku sudah dicuci oleh ibu tadi pagi lalu dibentangkan di atas seutas tali jemuran yang dikaitkan di antara dua pancang kayu kajaran

Sang Nabi

Oleh:
Pagi-pagi betul ketika semburat cahaya matahari pagi menyapu ujung dedaunan pohon pisang dan pepucuk daun sukun aku sudah selesai sarapan, lalu berangkat mengajar. Perlahan namun pasti, jarum cahaya mulai

Lima Menit

Oleh:
Siang hari itu adalah siang yang sangat panas. Sengatan terik matahari hampir membuat semua orang tidak mau keluar dari rumah mereka. Yah, hanya beberapa orang saja yang mendapat hidayah

Di Balik Ketegaran

Oleh:
Cahaya fajar di langit sebelah timur menandakan bahwa matahari akan menampakkan sinarnya. Semilir angin berhembus menghasilkan gemerisik suara dedaunan. Suara ayam berkokok membangunkan orang-orang dari tidurnya. Salah satunya yaitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *