Sakit Hati Yang Luar Biasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 April 2019

Di setiap pagi kujumpai orang-orang yang kusayang, hari-hari kujalani dengan keceriaan dan kesedihan yang bergiliran mengiringi jalan hidupku. Aku tahu aku tidak sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik allah swt, aku memeluk agama islam dari lahir.

Aku anak ke empat dari empat bersaudara, kedua kakak perempuanku sudah menikah tinggal aku saja anak perempuan dan seorang kakak laki-laki. Aku tinggal di kota yang tepatnya di desa, aku jarang keluar dari rumah kecuali untuk menuntut ilmu, saat usiaku mulai dewasa orangtuaku melarang segala hal yang negatif. Sampai sekarang aku tidak terjerumus ke hal-hal negatif karena berkat dukungan keluarga. Aku sekolah di smk negeri favorit di kotaku.

Dari pengalaman di sekolah banyak hal yang ku tak mengerti bahwa temanku berbagai macam sifatnya, aku tak mengerti jalan pikiran mereka. Mereka bercerita tentang kehidupan mereka yang terlalu berlebihan, ada temen perempuanku yang mata satunya terkena pukulan karena menonton bola padahal tempatnya berada di luar kota, ada yang meminta bayaran terhadap bantuan kepada orangtua, jika ada iuran banyak anak yang melebihkan nominalnya dan sisanya dikantung sendiri. Bagaimana bisa seseorang berbuat mustahil seperti itu, untuk keluar dari rumah saja aku harus izin jika tidak boleh maka harus dituruti. Pernah satu kali aku tidak izin untuk pergi ke taman sepulang sekolah karena kutahu bahwa kalau izin pasti tidak boleh maka apa yang terjadi saat itu, orangtuaku sibuk mencariku dan ketika aku pulang aku kena omelan plus kena pukul, aku tidak melawan karena itu salahku.

Aku tidak pernah sekalipun melebihkan nominal uang karena aku tahu bahwa orangtuaku dengan susah payah mencari uang untuk anaknya dan banyak orang di luar sana yang kelaparan, kehausan dan kedinginan untuk mencari uang karena setiap makhluk harus mencukupi kebutuhannya, aku bersyukur kepada tuhan karena kebutuhanku tidak kurang apapun dan fisikku tidak cacat sekalipun. Setiap hari aku diantar jemput oleh ayahku kalau ayah tidak bisa karena tuntutan pekerjaan maka kakak laki-lakiku yang menggantikan untuk menjemputku. Aku tidak mungkin meminta upah kepada orangtuaku kalau disuruh karena aku tahu aku lahir, makan, minum dan yang mencukupi biayaku selama ini orangtuaku, apakah mereka meminta upah kepadaku atas jasanya. Tidakkk! Kenapa? karena mereka sangat menyayangiku.

Aku pernah menyukai lawan jenisku karena aku normal, aku tidak bercerita ke siapa pun kecuali kepada ibuku setelah aku bercerita aku dinasehati untuk mencegah perasaan itu berkembang terlalu jauh, aku menangis tak kuasa menerimanya. Aku tak tahu siapa lagi yang bisa aku ajak cerita maka dari itu dalam setiap doa sehabis sholat aku menitipkan rasa cintaku kepada allah, dan berbalik mencintai allah swt. Aku memperkuat imanku, lama kelmaan rasa kagum kepada laki-laki telah hilang dan aku berprinsip “jomblo istiqomah” karena walaupun kita berusaha mati-matian kalau orang yang kita suka bukan jodoh maka tidak akan bersatu.

Selama ini aku telah menuruti apa yang dikatakan orangtuaku sampai aku diidealkan oleh temanku sebagai “burung dalam sangkar emas” karena tempat sehariku adalah rumah dan sekolah, aku tidak tertarik kepada media sosial jangankan medsos aku foto saja jarang sekali. Aku lebih tertarik membaca cerita islami.

Suatu hari keluargaku berkumpul dan bercanda, aku mengatakan sesuatu yang menyakitkan.
“Setiap orang yang meminjamkan uang kepada orang lain berbulan-bulan bunga nya berapa ya?” kataku sambil tertawa karena maksudku hanya bercanda.
“Kamu ini kecil-kecil sudah begini bagaimana kalau besar nanti mau jadi apa kamu!!!!, rentenir! Aku berdoa kalau ada anakku yang menggandakan uang lebih baik dia mati!” Bentak ayahku
“Kalau ngomong dipikirkan dulu dong yah” kata ibuku
“Gak, aku lebih memilih anakku mati sebelum melakukan hal haram itu. Aku tidak mengajarinya seperti itu, aku menyekolahkan bukan menjadikan orang bejat seperti itu” kata ayah menambahi dan langsung pergi.

Betapa hancur sekali sesakit-sakitnya hatiku, aku menahan tangis dan beranjak ke kamar kutimpahkan air mata yang tertahan kuusap berkali-kali dan mengambil wudhu’ lalu menunaikan sholat isya’ dalam melaksanakan sholat tak henti-hentinya air mataku bercucuran, aku berdzikir dan memohon ampunan allah sekaligus berdoa untuk keselamatan orangtuaku, saudara-saudara muslim dan muslimah serta tak lupa untuk mengabulkan doa dari ayahku tadi. Aku terasa saat itu nyawaku terlepas dari jasadku, begitu hancurnya hatiku. Kuputuskan untuk mengurung diri di kamar sambil menangis dalam tangisku aku teringat terus dan mendoakan supaya ucapan ayah terkabul…

Aku melewati malam yang panjang dengan dinginnya udara di sekitar, beberapa kali ibuku mengajak tidur bersamanya karena beliau tahu betapa terlukanya hati ini, aku coba menjawab dengan tidak menunjukkan tangisanku di hadapannya bahwa aku tidak apa apa dan tidur di kamarku seperti biasa…

Dari kejadian itu aku belajar menjadi orang yang menjaga lisan dalam berbicara, dan berusaha menjadi yang terbaik bagi semuanya. Aku sadar aku telah mengecewakan orangtuaku dan allah karena ridho dan murkanya Allah terletak pada ridho dan murkanya orangtua…
Maafkan aku ya Allah, ibu, dan ayah… aku tidak bisa membanggakan kalian malah aku sudah mengecewakan kalian.. kata maaf tidak pantas rasanya untuk menutupi kesalahan yang fatal ini…. semoga aku bisa membanggakan kalian. Aminnn

*maaf jika ada salah kata baru pertama kali menulis dan dari kisahku sendiri.

Cerpen Karangan: Amaliyah Mukmilah
Blog / Facebook: Amaliyah
Nama: Amaliyah mukmilah
Alamat: jl. ir h juanda no 4 kota pasuruan, jawa timur
Sekolah: smkn 1 pasuruan
Email: mukmilah2606[-at-]gmail.comm
Facebook: Amaliyah

Cerpen Sakit Hati Yang Luar Biasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Hay kenalin namaku Zahra Indri, biasa dipanggil Zahra. Aku punya kakak bernama Doni Saputra, aku juga punya sahabat namanya Ilham fauzi. Dia tuh orangnya baik banget, aku sebenarnya sudah

Kasih Sayang Seorang Ayah

Oleh:
Suatu hari saat diriku masih kecil, ketika aku masih berumur 3-4 tahunan. Aku belum kenal sama sekali akan suara “burung”, hanya saja aku mengerti namanya. Dihari pagi yang cerah

Bimbang

Oleh:
Hai, Teman! Namaku Keira Anindya Wijaya. Kalian cukup panggil aku Kei aja. Aku memiliki 2 sahabat, mereka bernama Anisa Juliana Putri dan Yuna Hoshimiya. Aku dan mereka berdua sudah

Maaf Bun

Oleh:
“Adit jangan main dekat sungai nak bahaya” jelas bu azizah pada anak semata wayangnya “adit akan berhati-hati kok bunda” sahut adit pada bundanya “tapi nakk..” ucapan bu azizah dipotong

Salahkah Menanti

Oleh:
“Sampai saat ini rasaku bertahan di sini. Rasa yang tak akan pernah hilang oleh waktu. Kau tidak di sini aku pun tiada di hatimu atau bahkan mungkin tak pernah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *