Semoga Ibu Memaafkanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 2 November 2013

Saat malam benar-benar dingin karena tertiupnya angin malam yang mengenai pepohonan dan rumah-rumah semuanya bergerak senada dengan angin yang berhembus itu, orang-orang berlindung di balik selimut mereka yang hangat, kecuali pemuda berenampilan urakan dan kartu remi di tangan kanannya tak lupa mir*s di tangan kirinya,
“ya ane menang”
“huuu curang” jawab teman-teman pemuda itu
Perlahan pemuda itu jalan sempoyongan menuju rumahnya berwajah senang karena menang j*di. Tangannya yang kekar mengetuk pintu kayu nan rapuh
“buuu, buuu! Buuka pintuenya!”
“iya sebentarr, astgfirullah reyhan! Kamu j*di lagi nak?”
“iya buu gue menang banyak nih!”
“buang uang itu nak uhuukk.. Uhukkk… itu uang haram!”
“cerewet luu!!!” sambil mendorong keras wanita paruh baya itu

Reyhan pun masuk kamar di warnai rasa kesal dalam hatinya, membanting pintu kamar meluncur di atas ranjangnya yang berantakan. Dewi sangat tak menyangka anak yang telah ia kandung selama 9 bulan, rela mendorongnya hingga jatuh betapa durhakanya anak itu, belum lagi TBC yang menjadi mimpi buruk dewi.

Saat malam yang tak terlupakan telah terlewat berganti pagi, reyhan bangun tanpa membereskan tempat tidurnya, ia mencari makan bagai kucing sedang kelaparan, semua dapur di acaknya, reyhan marah-marah lantaran perut keroncongnya sudah mengamuk ingin diberi jatah.
“ibuuu, ibuuu!”
Tak ada satu jawaban pun yang terdengar di telinga reyhan, reyhan mulai kesal kakinya melangkah tajam menuju kamr ibunya.
“ibu, ibu nih gimana sih masa pagi-pagi gini gak ada sarapan?” makinya
Tetap tak ada respon,
“kalau ibu gak keluar reyhan dobrak nihh”

Karena udah terlalu lama mulutnya mengoceh sendiri pintu kamar ibunya berhasil didobrak, betapa kagetnya reyhan setelah melihat wanita yang melahirkannya terkulai lemas di atas ranjang, berkali-kali ia batuk mengeluarkan darah
“i… ibu kenapa?”
‘re, re, re, reyhan jadilah anak yang soleh bertakwa kepada allah, taati perintahnya jauhi larangannya ya nak!”
“ibu, ibuuuuu!”

Dewi meninggal dalam keadaan husnul khatimah 2 kalimat syahadat diucapnya saat skaratul maut. Reyhan segera memberi tahu tetangga bahwa ibunya telah menghembuskan nafas terakhir di saat pagi yang cerah ini, orang-orang berdatangan, dewi di semayamkan dekat kuburan ayahnya reyhan, joni.

Sejak saat kejadian itu reyhan berjanji akan merubah dirinya menjadi anak yang soleh, ia menjadi rajin solat dan mengaji, melupakan j*di yang menjadi hobinya, mencintai allah dan rasullnya, hingga saat dewasa ia menjadi ustad dan menikahi wanita solehah dan hidup bahagia dengan 2 anak.

Cerpen Karangan: Imam Nur Hidayat
Blog: Imamnurhidayat2.blogspot.com

imam nur hidayat lahir di ibu kota pada tanggal 12/07/1999
hidup di antara 2 bersaudara.
gak punya bakat apa-apa selain nulis
jadi member di writer club
jadi wartawan di majalah missi
dan mempunyai 1 misi yaitu just seek’s allah pleasure

Cerpen Semoga Ibu Memaafkanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Luna

Oleh:
Luna berjalan menemui Ranti di rumahnya, sahabat dari SMP yang selalu bersamanya. Namun saat di rumah Ranti, Luna melihat Ranti sedang bersama seseorang yang Luna kenal yaitu Alvin, Alvin

Kerinduanku

Oleh:
Dear, aku masih ingat saat awal kita bertemu. Saat itu adalah ujian pertama di sekolah dan aku melihatmu sepintas lalu, tak ada yang aneh ketika aku melihatmu, semua mengalir

Gadis Mawar Putih

Oleh:
Kuncup mawar mulai bermekaran di musim semi seperti sekarang ini. Tak hanya mawar, penyejuk hati lainnya seperti melati, sedap malam dan sakura-sakura desa pun ikut andil dalam menyemarakkan musim

Seorang Sepertimu

Oleh:
Aku berdiri di tengah hamparan rumput yang luas. Tempat ini sudah di sulap menjadi sebuah tempat resepsi pernikahan. Ku menatap pelaminan yang masih kosong tapi sudah di tata dengan

Kado Terakhir Untuk Mamah

Oleh:
Di pagi hari itu, hawa terasa dingin, ibarat jarum yang menusuk-nusuk di tubuh kita. “Emm, dingin banget sih hari ini.” Oceh Dina sambil menoleh ke arah kalender yang ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *