Sholat Pertama Fitra

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 26 June 2013

Namanya fitrayani salsabila. Umurnya 10 thun. Dia kelas 5 Sd. Ia selalu mendapat juara 2 dari kelas satu sampai kelas 5. Dia anaknya cantik, imut, gaul, sedikit cerewet dan agak menyebalkan. Bahkan ia belum pernah sholat sekalipun. “Ga bisa, aku sibuk” itu katanya jika orang mengajaknya untuk sholat. Entah kapan ia berubah…

Suatu hari, fitrayani atau biasanya di panggil fitra, di ajak oleh teman temannya yang bernama putri, dinda, raisha dan amel untuk sholat bersama di masjid,
“Eh, fit, nanti sholat bareng yuk ke masjid.” Ajak dinda
“Aku mau les nanti sore, jadi ga bisa..” alasan fitra
“Ooh.. maghrib aja yuk..” tambah amel.
“Ih, aku ga boleh keluar malam malam tau… udah ah, aku pulang dulu” ucapnya lalu menaiki sepedanya dan pulang ke rumah.

Malamnya…
Fitra tidak sholat dirumahnya. Ia hanya nonton kartun kesukaannya.
“Ha.. ha.. ha.. lucu!” Katanya sambil tertawa. Mama dan papanya telah selesai sholat isya.
“Sayang, kamu sikat gigi dulu gih. Habis itu tidur..”
“Okey ma.” Jawabnya. Fitrapun menyikat giginya. Sehabis itu, dia tidur tanpa membaca do’a

Saat tidur…
TOK! TOK! TOK!… pintu kamar fitra di ketuk seseorang.
Fitrapun membuka pintu kamarnya. Saat di buka, seorang lelaki ada dihadapannya.
“Si.. si… siapa kau?” Fitra mulai takut pada lelaki itu. Lelaki itu hanya tersenyum dan berkata “kau tidak perlu tau. Sekarang, ikutlah aku..”
“Ke.. ke.. kemana?”
“Sudahlah, ikut saja denganku..” fitrapun ikut dengan lelaki itu.

“Siapa namamu?” Fitra tidak merasa takut lagi.
Lelaki itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
“Hey.. siapa namamu? Aku bicara padamu orang asing! Jawab pertanyaanku!” fitra mulai berteriak. Lelaki itu pun mengalihkan pandangan ke fitra dengan wajah yang sama, tersenyum.
“Aku tak mempunyai nama…” jawab lelaki itu dengan santai.
“Apa?.. tidak punya nama?”
“Ya.. nah, sudah sampai..” ucap lelaki itu. “Kok, masjid?” Fitra kebingungan.
“Jawaban yang tepat ada di dalam.. masuklah..” bisik lelaki itu. Fitra terkejut lelaki itu tidak ada disampingnya lagi. Akhirnya, fitrapun masuk ke dalam. Ketika masuk, di dalam masjid itu tidak ada apa apa selain layar putih polos. Tiba tiba, terdapat bacaan “SHOLAT LIMA WAKTU, WAJIB.” Fitra lebih terkejut ketika terdapat bacaan “SHOLAT HAL YANG PENTING. MAKA JIKA TAK SHOLAT, NERAKA TEMPAT MU..” fitra mulai pusing melihat bacaan yang terdapat hanya itu. Ia mencari jalan keluar. Tetapi sia sia. Kepalanya pun semakin pusing. Akhirnya ia pingsan tak sadarkan diri.

“AAAAAaaaaa…” fitra terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi. “Ada apa sayang?” Tanya papanya.
“E.. e… ga ko, pa.. ta.. tadi cuma mimpi bu.. buruk aja..” jawabnya.
“Oh, ya sudah. Tidur gih. Baru jam setengah sepuluh.”

Hari ini hari minggu..
Fitra merenungi makna mimpinya tadi malam. ‘apakah aku harus sholat lima waktu?’ pikirnya.
‘Ya Allah, maafkan fitra Ya Allah. Fitra udah melanggar hal wajib yang harus dilakuin umat islam sedunia Ya Allah. Maafin fitra. Fitra akan sholat mulai sekarang..’ batin nya sambil mengeluarkan air mata, menangis. Saat itu subuh. Jadi, ia segera mengambil air wudhu. Ia memakai mukena dan sholat subuh. Ini adalah SHOLAT PERTAMA FITRA. Usai sholat, ia berdo‘a “Ya allah, ampunilah fitra Ya Allah. Fitra akan sholat lima waktu. Fitra tlah banyak berbohong sebagai alasan tidak bisa sholat… fitra malu Ya Allah. Ampunilah segala dosa fitra Ya Allah.. Amiin..”

Sejak saat itu, fitrapun telah melakukan sholat lima waktu setiap hari. Kedua orangtuanya bangga padanya. Itulah akhir critanya. Semoga, para pembaca dapat pelajaran dari CERita PENdek ku ini.

End

Cerpen Karangan: Hannisa Tsabitah Aura
Cerpen pertama…
Maaf klo ceritanya kurang bagus… soalnyakan pemula. Hehehe

Cerpen Sholat Pertama Fitra merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku

Oleh:
Alkisah, ada seorang anak bernama Faira. Ia baru saja pindah ke Bandung bersama Kakaknya, yaitu Kak Laura, Ayahnya yaitu Ayah Jerri, dan Ibunya yaitu Ibu Berlian. Mereka berasal dari

Kuda Yang Berani

Oleh:
Terdengar suara tangisan dari dalam hutan, kuda berlari kesana-kemari mencari arah suara itu, akhirnya ia melihat seekor Rusa yang sedang menangis tersedu-sedu. Lalu kuda pun menghampirinya. “Kenapa kau menangis

Lomba Membuat Kue

Oleh:
Saat itu Laila sedang memikirkan kue yang akan dibuatnya dalam acara yang diadakan di sekolahnya tiap bulan, yaitu “Lomba Membuat Kue”. Akhirnya muncul ide di otak Laila, Laila ingin

Senyuman Kakakku

Oleh:
Di sebuah Kota Metropolitan terdapat sebuah keluarga yang terkenal sangat harmonis. Keluarga itu terdiri dari Ayah, Bunda, Kak Shania, dan Rana. Dalam keluarga itu, Ayah adalah orang yang taat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *