Terpekurlah Niscaya Kalian Bisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 3 April 2017

Diwaktu pagi yang sepi dari atas rumput dan di samping pohonan yang tinggi aku berbaring menatap langit. Aku terpekur merenungi perjalanan hidupku. Sudah sekian lama aku menuntut ilmu. Suka dan duka telah aku lalui, banyak sekolah yang telah aku singgahi. Luasnya hamparan langit biru menerbangkan ingatanku ke masa lalu, memutar ulang ingatanku. Kerasnya hidup bagiku tak masalah, tak mengapa aku hidup mencari ilmu tanpa harta. Aku tak menginginkan dunia. Satu-satunya yang membuatku tak tenteram ialah jiwaku sendiri, hatiku kesepian dan merindukan ketenangan batin, aku haus akan hal itu.

Begitu banyak pertanyaan di benakku tentang rahasia-rahasia, tentang hakikat-hakikat yang belum aku temukan jawabannya. Aku perlu seseorang yang dapat membuatku mengetahui jawaban dari pertanyaan itu.
Setelah terpekur merenungi semuanya, aku beranjak bangun dari tempat itu lalu pulang kembali ke rumah kostku.

Saat aku masuk rumah kost lewat pintu depan ternyata ada teman sekostku.
“Assalamu alaikum”. Ucapku
“Wa alaikum salam” jawab namhar, teman sekostku
“datang dari mana saja kmu mud?”. Namhar pun bertanya.
“Biasalah datang jalan-jalan” jawabku dengan wajah santai.
“Oh gitu ya” kata namhar lagi.
“Kamu tadi ada masak nasi kah?, perutku lagi lapar ni” aku bertanya karena kelaparan.
“Oh itu ada tapi sisa sedikit, itu juga bekas malam tadi yang kamu masak” namhar pun menjawab.

Aku pun langsung makan habis itu nasi kucampur dengan mie biar enak, minumnya cukup air susu dipagi hari itu. Setiap ku memasukkan makanan ke dalam mulutku aku selalu merasakan kenikmatannya. Akhirnya terpikir lagi di benakku “bagaimana allah jadikan kenikmatan pada makanan ini?”.

Setelah aku makan akhirnya aku juga minum susu yang kubuat tadi, setiap tegukan aku merasakan kenikmatan pada air susu ini, terpikir lagi di benakku “di mana allah tempatkan rasa manis ini?”.
Mungkin otak otak manusia tidak bisa menjawab pertanyaan yang susah ini.

Pada pagi itu seperti biasanya aku berangkat pergi ke sekolah menggunakan sepeda. Sampai depan kelas saat itu guruku sudah masuk.
“Tok tok” aku ketuk pintu “assalamu alaikum ustadz” ucapku.
“Wa alaikum salam, iya masuk sudah jam pelajaran nih” kata guruku.
Guru kami memang baik baik kalaw kami terlambat mereka bersikap biasa saja karena wajar kan santri itu memang begitu orangnya hihihi.

Saat itu guru kami menjelaskan tentang masalah ilmu tauhid hakikat hakikat yang terkandung di dalamnya.
“Ilmu tauhid itu adalah sebuah ilmu yang bisa memperkenalkan diri kita kepada sifat sifatnya tuhan kita, seperti sifat adanya tuhan kuasanya tuhan dan tuhan yang hanya satu, Ilmu Tauhid secara umum diartikan dengan ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan aqidah agama dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil naqli, dalil aqli maupun dalil perasaan”. Jelas guru kami.
Setiap apa yang dijelaskan beliau aku dengarkan dengan benar, aku pahami semua hakikat-hakikat yang sudah ditafsirkan guruku. Karena zat tuhan itu tidak bisa dilihat dengan mata kita sendiri.

Tahun tahun pun berlalu, aku beranjak dewasa sampai akhirnya aku lulus sekolah. Saatnya aku berpisah dengan teman-teman dan guru guru yang telah membimbingku. Aku tidak kembali ke rumah orangtuaku. Aku hanya ingin hidup di suatu kampung biasa, tapi sebelumnya aku meminta izin kepada ayah dan ibuku akhirnya keduanya meizinkanku.

Aku memulai hidupku dengan berkerja menjadi seorang pedagang di suatu kampung itu. Orang-orang kampung di sana baik-baik dan memperlakukanku sebagai orang yang baik. Aku juga sering bergurau dengan seorang pembeli. “Mas mahmud ini harga telornya berapa?” Kata seorng pembeli.
“Kalau yang bagus 2500, kalau yang udah pecah 2000 mba” ucapku.
“Emang ada yang pecah” ucapnya bertanya.
“Adalah masa gak ada hihi”
“kalau gitu pecahin aja yang bagus biar murah” ucapnya bercanda.
“Bisa mba tapi saya minta upahnya juga 600 rupiah buat pecahin satu telor hihi” ucapku mmbalas candanya.
“Hebat ya kamu bisa ambil untung lagi 100 rupiah hehe, oke saya beli yang bagus aja deh, nih uangnya. Ucapnya sambil memberi uangnya.

Pada suatu hari datanglah seseorang yang menggunakan gamis peci dengan bolang yang sangat besar ditambah lagi jenggotnya yang panjang. Orang kampung heran melihatnya, sebagian orang kampung di sana menganggapnya dia itu adalah seorang ulama makanya mereka menyambut dengan sopan dan bijak.
“Wahai hamba-hamba tuhan bertaqwalah kalian kepada tuhan kalian yaitu hanya kepada allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”. ucapnya menyeru dengan nada yang sangat tinggi.
“Perkenalkan namaku adalah syarqawi seorang yang akan menunjukan kalian jalan yang benar”. Ucapnya memperkenalkan diri.
Akan tetapi ternyata oh ternyata orang itu hanya ingin menyesatkan orang-orang kampung di sana dia menggunakan triknya dengan pakaiannya untuk mengalihkan perhatian supaya orang orang meanggap dia adalah ahli ibadah.

Orang-orang alim di kampung sudah banyak yang didebatnya dengan dalil-dalil yang tidak terbukti kebenarannya. Pada akhirnya suatu ketika syarqawi si ulama sesat itu memberikan 2 pertanyaan kepada kami semua, ditambah lagi dengan pendapatnya yang mengatakan dunia ini tercipta dengan sendirinya bukan karena diciptakan allah. “Aku akan berikan kalian 3 pertanyaan kalau kalian tidak bisa menjawab kalian semua harus ikut kepada aliranku, kalau kalian bisa menjawab kalian boleh penggal leherku”. Ucapnya dengan bersombong diri.
“Apa pertanyaan itu hai orang yang sesat”. Jawab seorang dengan nada tegas.
“Yang pertama: apa pekerjaannya allah sekarang?”
“Yang kedua: di manakah tempat allah berada?”
“Sebenarnya dunia ini tercipta dengan sendirinya bukan diciptakan oleh allah, aku hanya ingin meminta penjelasan kalian tanpa dalil al-qur’an atau hadist tapi dengan akal logika kalian”.

Semua orang terdiam tidak bisa menjawab. jika mereka menjawab dengan dalil al-qur’an mereka pasti akan disalahkan.

Saat itulah aku mendapatkan ide untuk menjawab semua pertanyaan dan penjelasan dari syarqawi. Aku pun maju tanpa rasa takut. orang-orang tercengang dengan apa yang aku lakukan itu seakan mereka tidak percaya bahwa aku bisa menjawab pertanyaan itu.

“Siapa dia?”.
“Dia itu kan pedagang biasa”.
“Masa dia bisa menjawab pertanyaan sesulit itu”.
“Tidak mungkin rasanya”.
Semua pembicaraan terdengar di telingaku tapi aku tidak menghiraukan pembicaraan mereka.
Saat itulah aku sudah berada di depan syarqawi yang sedang duduk di atas bangku.

“Siapa kau? Apa maumu?”. Ucap syarqawi.
“Aku adalah mahmud seorang hamba yang penuh dengan dosa, aku juga tinggal di desa ini sebagai seorang pedagang”.mauku hanyalah ingin menjawab 2 pertanyaan itu dan sisanya esok akan kujelaskan”. Ucapku membalas.
“Oke dipersilahkan jika kau bisa”. Jawab syarqawi meremehkan.
“Tunggu dulu maukah kau turun dari bangku itu”. Ucapku menyuruh.
“Apa maumu lagi hingga menyuruhku turun dari bangku ini, baiklah aku turun tapi kau harus jawab pertanyaanku tadi”. balasnya sambil turun dari bangku.
“Apa pertanyaanmu tadi?”. Aku ingin tau jelasnya.
“Apa yang sedang dikerjakan allah sekarang?”. Ucapnya dengan nada yang keras.
“ketika kau turun dari bangku tadi itu juga adalah pekerjaannya allah bagaimana kau bisa turun kalau bukan allah yang menghendakinya”. Ucapku dengan hati yang yakin.
“Oooo betul juga ya, kau bisa menjawab pertanyaanku ini tapi tidak bisa menjawab pertanyaan selanjutnya”. Ucapnya memanas.
Orang-orang gembira bisa mendengarku menjawab pertanyaannya, tapi mereka masih tegang dengan pertanyaan selanjutnya.

“Dimanakah tempat allah berada?”. Tanyanya lagi dengan wajahnya terlihat sedikit gugup.
Saat pertanyaan itu terucap dari mulutnya aku terbayang dengan pertanyaan pertanyaan rasa dari air susu yang seringku minum. Akhirnya aku langsung berkata “saat kau minum air susu di manakah tempat rasa manisnya itu?” Aku langsung bertanya balik.
Orang orang kampung bingung mengapa aku langsung memberi pertanyaan itu.
“Kenapa kau bertanya balik, oke aku akan jawab pertanyaanmu itu, tempatnya ada di lidah”. syarqawi langsung menjawab dengan sangat yakin.
“Tapi di mana tempatnya apakah kau bisa mengambil rasa manisnya dengan tanganmu dari susu itu?”. Ucapku lagi membalas.
“Tentu saja tidak”. Ucapnya dengan nada santai.
“rasa manis itu tidak memiliki tempat karena rasa manis itu tidak bisa dirasakan tempatnya”, Sama juga halnya seperti allah, allah itu tidak bertempat, maha suci allah dari semua tempat”. Aku pun menjawab dengan santai.
Syarqawi pun terdiam tidak bisa berkutik dengan pertanyaanku itu. “Oke aku sudahi sampai disini dulu tapi esok aku ingin tau penjelasanmu tentang terciptanya dunia ini”. Dia pun bekata dengan wajah seperti ingin marah pada akhirnya dia pulang ke rumahnya sendiri.

“Kau hebat mahmud?”. Ucap orang kampung yang memujiku.
“Oh enggak juga kok”. Aku pun membalas ucapan mereka agar tidak kena puji.
“Tapi bagaimana kalau besok kau kalah debat dengan dia”. Sebagian mereka bertanya.
“Tenang saja mahmud pasti bisa kok”. Ucap yang lain mulai memuji lagi.
“Aku sudah punya caraku sendiri tapi nanti kalian harus diam saja sebelum aku datang”. Ucapku dengan nada rendah.
“Oke kami siap akan itu mud”. yang lain juga menjawab.

Keesokan paginya orang-orang kampung berdatangan ingin melihat dengan apa yang akan aku lakukan. Syarqawi dan pengikutnya sedang ikut menunggu juga kedatanganku.
Sampai akhirnya sudah hampir siang aku pun belum juga datang. Syarqawi tertawa seperti ingin meremekanku. “Hahaha mana dia orang itu sepertinya dia takut”. ucapnya sambil tertawa. Tapi orang-orang kampung pun hanya berdiam tidak mau menjawab karena sudah aku berikan sebuah pesan agar mereka diam sampai aku datang. Pengikut syarqawi pun juga ikut tertawa.
“apakah ini termasuk dari rencana mahmud yaa”. seorang di pihakku berkata di dalam hati.

Tigapuluh menit kemudian Pada akhirnya aku pun datang.
“Kenapa kamu terlambat hai mahmud” ucap syarqawi dengan nada yang tidak sopan.
“Maaf aku tadi terlambat aku harus menyeberangi danau jadi aku tunggu lama dulu perahunya yang terbuat dengan sendirinya”. Aku pun memberi alasan yang dusta.
“Hahaha kau pasti berdusta muud, mana pernah perahu bisa terbuat dengan sendirinya”. ucap syarqawi yang tertawa pengikutnya pun juga tertawa.
Nah kalau kau tidak percaya dengan terciptanya perahu itu kenapa kau tidak percaya juga dengan terciptanya dunia ini, Setiap benda pasti ada penciptanya atau pembuatnya, dunia dan isinya adalah ciptaan oleh allah juga”.
Syarqawi terdiam dan langsung menundukan dirinya. Pengikutnya kabur duluan pergi tapi mereka langsung ditangkap oleh satpol pp di sana.
“Ayo pukuli dia penggal kepala dia” bungooool. ucap orang orang kampung disana.

Pada akhirnya syarqawi diberi hukuman pancung dan kampung di sana tidak disesatkan lagi berbahagialah mereka.

Cerpen Karangan: Muhammad Restu
Facebook: facebook.com/M-Restu-Grimm-1575337479429343/

Cerpen Terpekurlah Niscaya Kalian Bisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ujian Keimanan

Oleh:
Zaman semakin canggih. Handphone salah satunya, kalau enggak bawa handphone itu hampa katanya. Semua anak sekolah pun ke sekolah tak lupa membawa benda yang mudah digenggam dan disimpan di

Berhijab Karena Gaya atau Karena Allah

Oleh:
Sinar matahari menusuk mataku dan memaksa kelopak mataku untuk terbuka. Pohon yang lebat dibalik jendela kamar menjadi pemandangan pertamaku saat aku membuka mata. Aku pun beranjak dari tempat tidur

Sedekah Mengukir Senyuman

Oleh:
“Maa, kapan yaa Fatimah bisa sembuh?” dengan raut wajah yang sedih. “Tetap Semangat sayang, ini tantangan dari Allah untuk Fatimah” tutur bunda farah menyemangati. 1 tahun sudah Fatimah menderita

One More Time

Oleh:
“Pagi…” “Oiiii, Felly Keyoo!!!,” seru Riska saat Felly masih ada di depan kelas untuk melepas sepatunya. Lalu berjalan ke arah Riska. “Lagi ngerumpi apaan sih cin, kayak serius banget?”

Pengganti

Oleh:
“Malam, Yah..” Seseorang tiba-tiba muncul di balik pintu masuk. Ketiga orang yang tengah berbincang di ruang tengah rumah, sontak terkejut dengan kedatangan sosok yang baru pulang di malam yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *