Bombaystics

Judul Cerpen Bombaystics
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 6 September 2016

Setelah UNAS sekolah kami mengadakan Study Tour ke Malang dalam rangka perpisahan kelas 6. Salah satu guru kami yang bernama Bu Ut menyuruh semua muridnya untuk membagi kelompok kamar saat kami semua menginap di Malang. Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya pembagian kelompok kamar pun selesai. Kelompokku adalah Lovely, Adiena, Syafa, Aku, Della, dan Shella. Akhirnya kami berenam merencanakan untuk memakai baju berwarna ungu saat berangkat ke Malang.

Esok harinya, kami semua (murid kelas 6) berkumpul di SD Muhammadiyah 22. Wajah ceria kami sedang menuggu bus yang akan mengantar kami untuk Study Tour ke Malang. Setelah sekian lama kami menunggu, akhirnya bus yang kami nantikan pun datang. Aku dan Syafa menuju bus duluan dengan diantar motor matic milik ibunya Syafa, supaya kami dan sahabat kami yang lain mendapat tempat duduk yang paling depan. Tapi akhirnya, kami disuruh pindah ke bus yang lebih besar, karena anak perempuannya lebih banyak, jadi kami terpaksa duduk di tengah.

Di perjalanan menuju Selecta, Malang. Salah satu dari kami (murid kelas 6) ada yang bernyanyi, makan jajan yang dibawa dari rumah, foto selfie bareng-bareng, ada yang tidur, dan ada juga yang lagi ngeliatin pemandangan perjalanan sambil melamun, tapi yang paling lucu menurutku adalah Della dan Shella yang sedang asyiknya menghitung ratusan motor yang ada di pinggir jalan… Ya ampun kocak banget.

Setelah beberapa jam kemudian kami semua pun sampai di Selecta, Malang. Di sana pemandangannya indah banget, ada Taman Bunga, Goa Singa, Play Ground, dan masih banyak lagi. Aslinya aku pengen foto bareng sahabat-sahabatku di Taman Bunga, tapi ada salah satu temanku yang bilang dengan bahasa jawa, “halah, lapo se foto nang Taman Bunga. Lagian lho yo rame, mendingan muter-muter Goa Singa. Setuju gak?”, kata Della. “Ok, tapi habis itu kita foto-foto ya… buat kenang-kenang”, sahutku. “ya udah, terserah” jawab Della dengan terpaksa.

Setelah mengelilingi Goa Singa, kami berenam (Bombay) disuruh makan siang sama guru. Setelah makan, bebas deh mau ngapain. Setelah semua selesai makan, akhirnya kami berenam memutuskan untuk foto di dekat balkon.

Setelah beberapa jam, akhirnya nggak terasa udah mau pulang atau mau berangkat ke Wisma Nala tempat kami menginap di Malang. Setelah sampai di tempat penginapan, teman-teman yang sekamar sama aku bergantian mandi. Kami berenam hompimpa, akhirnya aku mendapat antrian terakhir, tapi nggak apa deh yang penting mandi, daripada nggak mandi, bau. Setelah kami semua selesai, kami ke lapangan untuk acara tukar kado. Aku mendapat kado boneka, Syafa dapat kado kotak musik (dari aku), Adiena mendapat kado tempat minum, Ovel mendapat kado tempat makan, Della mendapat kado tepak, dan Shella mendapat kado yang sama dengan Della… Serasi banget ya.

Lalu, pada saat adzan maghrib kami berenam sholat berjamaah meskipun agak sedikit becanda, tapi akhirnya khusyuk juga. Setelah sholat maghrib, kami siap-siap ganti baju dan bergegas untuk makan. Kata teman-teman sekamarku makanku paling banyak dan paling cepet makannya, malahan Syafa yang biasanya makan banyak sekarang jadi sedikit. Seusai kami makan kami bersiap-siap untuk ke BNS (Batu Night Spectaculer), Malang. Setelah sampai di BNS, Malang. Antriannya banyak banget, anak-anak murid SD Muhammadiyah 22 masuknya dibayarin sama sekolah, tapi kalau wahananya bayar sendiri. Setelah kami masuk, rameee… banget.

Wahana yang pertama kami pilih adalah 4D. Seruu… banget filmnya, meskipun agak ekstrem. Lalu pilihan yang kedua adalah Rock’n Boat, pilihan kedua kami ini juga bisa dibilang lumayan ekstrem, aku dan temenku yang bernama Shella aja hampir aja muntah, tapi nggak sampai muntah cuman perutnya mual-mual. Dan wahana terakhir yang kami coba ada Alibaba, tapi kalo yang wahana ini nggak terlalu ekstrem, tapi aku dan temenku yang tadi sempat mual di wahana kedua, di wahana ketiga ini kami berdua juga sempat mual, meskipun nggak ekstrem tapi wahana ini diputar-putar kan jadi pusing. Setelah selesai mencoba wahana-wahana yang seru. Akhirnya kami berpencar 3 orang. Aku, Della, dan Shella menuju ke tempat Pasar Oleh-Oleh, sementara Syafa, Adiena, dan Ovel nggak tau mau kemana, soalnya nggak tau rencananya mau kemana. Pokoknya janjiannya di parkiran bis.

Setelah beberapa jam kemudian. Aku, Della, dan Shella sudah selesai membeli oleh-oleh untuk keluarga masing-masing. Kami bertiga ke tempat parkiran bus, yang ada malahan sopir bis. Akhirnya kami bertiga bertemu salah satu teman laki-laki kami yang bernama Kent, aku bertanya pada Kent, “Kent kamu tau Adiena, Syafa, sama Ovel ta?” tanyaku pada Kent. “Iku jek tuku oleh-oleh nang pasar”, jawab Kent dengan Bahasa Jawa. “Yo wes, suwon yooo…”, balasku. Kent pun langsung pergi.

Setelah beberapa menit kami menunggu, akhirnya bis yang kami tumpangi tadi jalan menuju pintu keluar. Kami bertiga pun juga ikut naik ke bis. Yah.. ternyata kumpulnya disuruh di pintu keluar, mungkin tadi pada saat pengumuman akan pulang kami bertiga tidak mendengarkan hehehe…

Lalu, pada saat semua murid SD Muhammadiyah 22 sudah menaikki bus. Bus yang kami tumpangi langsung melaju. Teman-temanku banyak yang membeli kacamata bermacam-macam model, ada yang model pantai, model hello kitty, model biasa dan ada juga yang bermodel seperti batman, pokoknya bermacam-macam model ada deh.

Akhirnya sampai deh di tempat penginapan. Badan kami ber-enam terasa capeeek banget. Lalu, kami paksakan diri kami untuk sholat berjamaah. Akhirnya pun kami sholat berjama’ah. Setelah itu tidur deh, tapi Ovel nggak bisa tidur, yang tidur duluan itu Syafa, Adiena, Shella, Della, dan aku. Tapi aku masih setengah sadar, lalu aku mendengar suara Shella, “awaaasss!!! Ada gunung meletus”, akhirnya Shella terbangun dangan wajah ketakutan, aku sempat ketawa pada saat itu meskipun aku sedang tidur.

Pagi harinya kami bangun bareng. Kami berenam segera mengambil air wudhu dan segera untuk melaksanakan sholat shubuh berjama’ah. Kami bergantian mandi, tapi kali ini aku tidak mendapat antrian yang terakhir. Setelah semua selesai mandi, kami makan dengan nasi kotak yang telah disiapkan dari tempat penginapan.

Akhirnya sekitar pukul 08.00 kami berangkat menuju tempat rafting sekaligus juga pulang. Kami semua memeriksa mulai dari meja rias, kasur, dan kamar mandi, dan ternyata nggak ada yang kehilangan barang-barang. Akhirnya, semua murid SD Muhammadiyah 22 bergegas menuju bis. Di perjalanan hati kami semua sungguh deg-degan, karena saat rafting nanti kami akan melawan arus yang cukup deras, tapi aku yakin Allah SWT pasti akan melindungi kita semua. Amieen…

Sesampai di Kaliwatu, Malang kami semua disuruh menaruh tas, tapi ada juga yang foto selfie bareng temen-temennya. Pada saat di Kaliwatu, Malang perutku sempat mual mungkin gara-gara aku tadi makan nasi kotak terlalu banyak kali ya… wkwkwwk. Akhirnya aku muntah deh, tapi aku bersyukur karena setelah aku muntah itu perut aku nggak mual lagi. Lalu, aku dan temen-temenku disuruh memakai topi dan pelampung yang berbentuk seperti rompi. Aku dan teman-temanku mendapat kelompok 8, lalu Adiena berkata, “eh, tadi kan waktu di Wisma Nala kita mendapat kamar nomor 8, sekarang kita mendapat kelompok 8. Mungkin itu angka keberuntungan kita kali ya hehehe…”, kata Adiena sambil becanda. “Yap, betul.. betul.. betul”, sahutku sambil becanda juga.

Akhirnya ada 4 mobil pick up yang datang untuk mengangkut kami semua menuju sungai yang akan dipakai untuk kami rafting. Setelah semua murid sudah menaikki mobil pick up, kita semua langsung menuju Tempat rafting yaitu di Kaliwatu, Malang. Jalannya lumayan serem, soalnya jalannya kayak di seluncuran gitu, jadi licin dan jika kita terpeleset sedikit saja kita sudah seperti di seluncuran ekstrem.

Sesampai di Sungai Kaliwatu, Malang jantungku berdetup sangat kencang karena sungai memiliki arus yang cukup deras dan aku nggak bisa berenang, sementara semua teman-teman yang se-perahu sama aku bisa berenang semua. Aku kan jadi takut tenggelam, aku udah pernah trauma tenggelam waktu kelas 3, tapi untung aja di tolong sama temanku yang bernama Rahma.
Saat semua perahu sudah di persiapkan untuk murid SD Muhammadiyah 22 kami semua menaikki perahu. Kami terpaksa harus berpisah dengan salah satu teman kami yang bernama Ovel, karena 1 perahu hanya muat berisikan 6 orang (5 murid SDM dan satu pendamping).

Akhirnya 1 demi 1 perahu melaju ke perairan, perasaanku cukup cemas karena aku tidak bisa berenang, tapi teman-temanku berusaha untuk menenangkan aku. Lama-kelamaan perasaan cemasku mulai hilang. Pada saat di pertengahan, kami semua bercanda dengan riang gembira bersama dengan pendampingnya juga. Lalu, perahu kami dengan perahu lain mulai balapan.

Pada saat di pertengahan perahu temanku berhenti di tepi sungai, akhirnya pendamping perahu kami juga ikut berhenti di tepi sungai. Tapi ternyata, temanku dan pendamping perahu kami bersekongkol untuk membalik perahu yang kami pakai. Akhirnya… “jeburr…” suara perahu terbalik. Aku dan teman-temanku pun mulai merasa tenggelam dan susah untuk kembali ke atas sungai, karena di atas kelapa kami ditimpa perahu. Akhirnya aku ditolong salah satu temanku yang bernama Shella.

Lalu beberapa menit kemudian kami sudah kembali ke perahu. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan arung jeram. Lalu, beberapa menit kemudian kami bertemu dengan perahu rombongan guru-guru, dan tanpa sengaja kami melihat perahu rombongan guru-guru terbalik, dalam hati kami semua berkata “Ya Allah, kasihan banget”.

Di tengah perjalanan kami mulai bercanda lagi, tetapi kali ini bareng sama pendampingnya. “Naslim gelangmu cek apike, tuku nang endi?” tanya pendampingnya ke temanku yang bernama Syafa dengan logat jawa. “Apa pak, tadi manggilnya siapa??” tanyaku penasaran. “Naslim” jawab pendampingnya dengan ekspresi muka yang nggak punya salah atu bisa dibilang polos. Kami semua pun tertawa terbahak-bahak dan juga ada salah satu temanku yang berkata, “Syaf.. Syaf.. saking kecile awakmu sampe’ di celuk “NASLIM”” kata temanku yang bernama Della dengan bahasa jawa. Hahahaha… Lucu banget.

Akhirnya pada saat kami mau sampai, perahu rombongan kami beserta perahu rombongan lain istirahat sejenak, kira-kira selama 15 menit. Semuanya berenang dan turun dari perahu. Tetapi, aku juga sempat menangis, karena aku nggak bisa menginjak dasar sungai, jadi aku ngerasa badanku mau tenggelam, tapi akhirnya aku ditolong sama salah satu temanku yang bernama Adiena.

Setelah beberapa menit kemudian…
Setelah beberapa menit kemudian, perahu kami dan perahu rombongan yang lain melanjutkan perjalanan sampai finish.
Setelah sampai finish, perahu kami dan perahu rombongan lain langsung turun dari perahu dan segera naik ke atas untuk menaiki pick up dan segera kembali ke Kaliwatu, Malang.

Akhirnya, setelah kami sampai di Kaliwatu, Malang. Kami dan semua teman-temanku langsung antri untuk mandi, tetapi ada juga yang beli makanan.
Setelah semua selesai mandi para guru membagikan makanan untuk aku dan teman-temanku. Aku makan bareng dengan Adiena, Ovel, Syafa, Della, dan Shella. Setelah itu kami sholat ashar di masjid. Usai sholat ashar teman-temanku banyak yang membeli oleh–oleh di area Kaliwatu, Malang. Ada yang membeli sandal, jajan–jajan, aksesoris–aksesoris dan lain lain. Tapi aku dan Della lebih memilih untuk membeli sandal dan jajan–jajanan di area Kaliwatu, Malang.
Usai membeli oleh–oleh yang ada di Kaliwatu, Malang. Guruku yang bernama Pak Har menyuuh kami untuk langsung menaiki bis untuk melanjutkan perjalanan pukang, tapi sebelum pulang katanya mau mampir ke pusat oleh–oleh Malang yaitu di BAKPAO TELO.

Pada saat di bus, aku langsung tidur. Karna aku orangnya memang suka tidur. Kalau teman–temanku ada yang makan cemilan, foto–foto, nyanyi–nyanyi, dan masih banyak tingkah laku aneh teman–temanku. Bahkan waktu aku tidur, aku sempet difoto. Ya Allah itu aib banget, tapi nggak papa deh, aku yakin sahabatku nggak bakalan ngeupload foto aibku itu, paling cuma disimpan aja.
Nggak terasa udah sampai di pusat oleh–oleh Malang, teman–temanku ada yang sampai mborong.

Beberapa menit kemudian…
Setelah lama membeli oleh–oleh, akhirnya kami langsung melanjutkan perjalanan. Seperti biasa aku tertidur lagi. Dan akhirnya 2 – 3 jam aku tertidur ternyata aku dan teman–temanku sudah sampai di Surabaya. Aku, Syafa, Della, Shella, Adiena, dan Ovel menunggu jemputan di sebuah warung. Dan akhirnya kami semua sudah dijemput oleh orangtua masing–masing.

Mungkin bagi kebanyakan orang sebuah kelompok yang bernamakan ‘BOMBAYSTICS’ terdengar alay, tapi itulah cerita nyataku bersama sahabat-sahabatku yang nggak akan pernah aku lupakan

Cerpen Karangan: Mani’atul Fitan K.
Facebook: nggak punya ^_^
Assalamualaikum, cerpen ini ada cerpen pertama yang aku kirim ke cerpenmu.com, maaf jika ada salah kata atau kalimat yang tidak berkenan di hati. Bagi para pembaca yang mau memberikan saran atau kritik sama aku, kalian bisa mengirim pesan lewat emailku. Manik.MAFK28[-at-]yahoo.com.
semoga kalian, para pembaca suka dengan cerpenku 🙂

Cerita Bombaystics merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Oleh:
Awalnya gak kenal beralih teman.. berujung cinta.. Malam ini hujan sebagai temanku. Aku senang malam ini buka Cuma para jomblo saja yang merasakan kesepian tapi termasuk mereka mereka yang

Aku Dan Kenangan LKO A.1 304

Oleh:
18 juni 2013 Hari dimana aku “rizky dwi utami (ririn)” dan ketua osis sma negri 9 palembang mendatangi tempat yang akan di adakan kepelatihan tersebut. Awalnya tak pernah menyangka,

Ceritaku Farah

Oleh:
Hai namaku Saderlia Safarah sering dipanggil dengan sebutan farah aku adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara aku duduk di bangku kelas 5 kakakku bernama Silvia Beilia biasa dipangil

Di Balik Kata Cinta

Oleh:
Cinta, satu kata penuh makna. Begitulah orang-orang mendefinisikannya. Tak ada yang tahu secara pasti definisi cinta yang hakiki. Meskipun kata cinta sering terdengar di telinga, namun sampai detik ini

Ayah

Oleh:
Dulu saya adalah anak sekolah yang tak pernah bisa diatur. Semua yang saya inginkan harus dituruti hari itu juga,. Lama berselang saya keluar dari sekolah menengah kejuruan. Disaat itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bombaystics”

  1. Virra Nurani says:

    Ituuu…kota batu mbak e bukan kota malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *