Kepala Madrasah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 April 2016

Baru kali ini aku merasa betah dengan kepala Madrasahku. Namun bukan berarti kepala madrasahku yang dulu-dulu membosankan atau menjengkelkan ya, karena hakikatnya kepala madrasah pula seorang guru. Yang wajib digugu lan ditiru. Begitu kata orang jawa kita. Aku bersekolah di Madrasah Aliyah (MA/SMA) yang bagiku benar-benar luar biasa. Bukan karena bangunannya yang megah atau apa. Namun karena di dalamnya dihuni oleh orang-orang yang luar biasa. Yang benar-benar membuatku belajar dan memahami banyak hal. Termasuk arti dari apa itu hidup. Kepala madrasahku adalah seorang yang bijaksana, beliau benar-benar nampak berwibawa, tegas, lugas, sangat menghargai waktu, dan juga sangat memperhatikan anak didiknya. Ah, bukan hanya kepala madrasah, semua guru mungkin juga seperti itu. Karena murid adalah anak kedua mereka. Benar kan?

Dan aku tegaskan sekali lagi, bukan berarti kepala madrasahku dulu acuh tak acuh atau bagaimana. Karena yang aku maksud adalah guru-guruku di sini, di Madrasah ini. Yang aku ceritakan pada kalian. Bukan sekolah-sekolahku yang dulu. Sebagai Pimpinan Umum dalam sebuah organisasi tak ayal bila aku lebih sering bertemu dengan beliau selain dalam kelas. Berkonsultasi dengan masalah organisasi dan apa pun itu, namun yang aku suka, beliau tidak sungkan membagikan pengalamannya walau terkadang beliau tidak langsung menyebut namanya sebagai tokoh dalam ceritanya itu. Beliau sering kali memberiku dan teman-temanku wejangan yang tak membosankan. Beliau pula tak pernah mengeluh saat aku dan teman-temanku menggodanya.

Kami sama-sama tersenyum bahagia. Itulah yang membuatku betah dekat-dekat dengan kepala madrasahku. Meski kadang beliau sedikit…. sedikittt menjengkelkan. Namun aku tahu, semua yang beliau lakukan tak ubah untuk mendidik kami tanpa harus menampakkannya terang-terangan. Dulu, aku pernah tak sengaja melihat, kepala madrasahku memungut sebuah sampah plastik di koridor madrasah. Lalu beliau membuangnya di tempat sampah. Padahal saat itu banyak anak didiknya di sekitarnya. Hal yang jarang aku lihat dilakukan oleh guru-guruku. Dari beliau aku belajar banyak hal. Juga sesuatu yang tak ku dapatkan di tempatku dulu. Sering kali aku berharap aku akan menjadi seperti beliau, yang disegani banyak orang karena ilmu dan perlakuannya. Namun aku lupa sebuah kata mutiara. Be yourself! Kun Anta. Bukankah seharusnya aku berusaha lebih baik darinya? bukankah seperti itu harapan dari semua guru kita?

“Alfi malah ngelamun, koncomu uwes podo nyatet iku loh. Ketinggalan kue mengko!!” Sebuah suara menyadarkan Aku dari lamunanku. Aku mendongak menoleh ke sumber suara. Tersenyum lalu menjawab. “Enggeh Mbah. Diulang maleh nggeh Mbah pengertianne.” Sahutku sembari tersenyum.
“Jangan nggeh Mbah, sekedap maleh mpon ba’do re. Ditinggal mawon Mbah, Alfi. Panci tiang’e mboten ngerunguake re Mbah!” Seru teman-temanku kompak. Aku menatap Mbah Dlowi, beliau tersenyum ke arahku. Aku membalasnya malu-malu. Dan disahut dengan tawa teman-temanku. Kami semua tertawa. Iya, tertawa dengan ikhlas terasa seperti tak ada beban. Oh ya, itu kepala madrasahku. Mbah Baidlowi Ahmad namanya.

Cerpen Karangan: Alfiriz Nadhira
Blog: alfiriz.blogspot..com
Alfiriz Nadhira adalah nama pena dari Alfi Rizka Nadhira, kelas XI-MAK MA Manahijul Huda. Tulisan ini khusus dipersembahkan untuk kepala madrasahnya. H.Baidlowi Ahmad,S.Pd.I

Cerpen Kepala Madrasah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Flying High With My Best Friend

Oleh:
Tak terasa hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, setelah aku mengenalnya hari-hariku terasa lebih indah dan aku sangat nyaman saat berada di dekatnya. Ya dia

Cinta Pada Lelaki Yang Sama

Oleh:
Pagi itu, sahabatku, Clara menghampiriku. “Ra, bagaimana menurutmu kalau aku mempunyai seorang pacar?” tanyanya. “Tergantung siapa orangnya kan?” balasku. “Ya,” “Memang, siapa yang menyatakan perasaan padamu?” tanyaku. “Ah, tidak.

Tentang Aku dan Senpai

Oleh:
Minggu, 25 Agustus 2013 “iya aku berangkat, tunggu sebentar” Hari ini aku tidak mengikuti acara di sekolah karena jarak rumahku dengan sekolah sangat jauh. Tetapi aku masih mengikuti acara

Broken Home Tak Selamanya Menyakitkan

Oleh:
Namaku Afrizal Prambudi. Aku biasa dipanggil dengan sebutan Rizal atau Ijal. Menurut kebanyakan orang aku adalah anak yang beruntung. Tapi kenyataannya tidak, aku adalah anak broken home yang selalu

Surat Kolong Meja

Oleh:
Pagi itu menjadi pagi yang tampak menyeramkan bagi Rani. Ya, murid kelas XI SMA Merah Putih itu terlambat masuk sekolah dan ini merupakan kali pertama Rani telat masuk sekolah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *