Kisah Keluarga Emak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa
Lolos moderasi pada: 29 August 2017

Pada suatu hari aku terbangun pada jam 02:45 pagi karena ingin buang air kecil, dan dengan tidak sengaja aku menndengar suara dari dapur, karena penasaran aku pun memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi, betapa terkejutnya aku ternyata itu adalah suara emak yang sedang memasak.
Dalam suasana hening aku berfikir “untuk apa emak memasak jam segini ya? padahal ini kan masih malam”.

Akhirnya aku memcoba mendekati emak yang keringatnya sudah banyak sekali terlihat di wajahnya, ternyata emak terkejut karena keberadaanku.
“Loh kok wes tangi le?” sambil mengambil nasi dari kuali.
“Nggeh mak, aku kudu pipis”.
“oo… yo lang pipis kono”. sambil menunjuk ke kamar mandi.

Setelah buang air kecil selesai, aku pun kembali mendekati emak, dengan nada masih agak ngantuk aku bertanya “masak opoi mak?”.
“gawe sambel tempe karo jangan lodeh, ngene lak pon to?”. sambil tangan emak mengaduk sayur di kuali.
Aku tersenyum sambil menganggukan kepalaku tanda aku juga setuju. karena sambal tempe adalah teman makan nasi favoritku, pikirku dalam hati.

Tapi dalam hatiku masih bertanya-tanya, kenapa emak masak jam segini di mana harusnya emak masih istirahat. Karena aku sangat ingin tahu akhirnya aku bertanya kepada emak, “enten nopo no mak, tasik dalu kok sampean pon masak?”. sambil duduk didekat emak.
“lha koko mak’e ape tandur(nanam padi) neng adoh e le, bar subuh kudu pon budal ben gak kawanen, mergo nek kawanen koko panas e rakaprah neng sawah”. kata emak sambil sesekali mengaduk sayur di kuali.
Dalam hati aku berfikir “ya allah kasihan sekali emak sampai harus rela bangun malam demi membuatkan sarapan dan makanan untuk hari ini”.

Aku pun kembali bertanya, “tandur teng pundi leh mak?”. Dengan rasa kasihan.
“kono neng leran sandinge migas”.
Hatiku kemballi berbicara lagi, “di migas? ya allah kok jauh banget ya”. jarak antar rumah dan migas itu sekitar 5-6 km dan emak menempuh dengan sepeda ontelnya yang sudah tua itu lewat jalan raya.

Setelah diam beberapa saat, terdengan suara lantunan ayat suci al-quran dari speaker masjid tanda bahwa sebentar lagi akan masuk waktu subuh. Emak segera mengangkat kuali yang berisikan sayur tadi dari pawon (kompor dari tanah dengan bahan bakan kayu) lalu menuangkannya ke dalam wadah.

Tak lama kemuadian adzan subuh berkumandang dan emak bergegas untuk mandi, selesainya mandi emak juga mengambil air wudlu lalu melaksanakan sholat di rumah. Aku pun juga segera mengambil air wudlu untuk kemudian sholat subuh di rumah.

Selesai sholat emak mencari alat-alat yang akan dibawanya nanti, tidak lupa emak juga membawa bekal untuk nanti sarapan dan makan siangnya.
Selesai sholat aku juga langsung menyiapkan keperluan sekolah yang akan aku bawa nanti. kadang aku menomor-duakan hal ini demi menemani emak sampai berangkat. Karena tidak tega aku lebih memilih mengantarkan emak sampai teras daripada menyiapkan keperluan sekolahku.

Sambil nunggu teman-temannya datang biasanya emak mengoleskan solar (bahan bakan) ke kakinya agar nanti tidak kena penyakit dari kuman air sawah.

“Mak’e budal disek ya..” dengan nada lembuuut emak mengatakannya.
“Nggeh mak”. ucapku sambil berjabat tangan dan mencium tangan emak.
“Assaslamualaikum”. suara emak sambil memulai mengayuh pedal sepedanya.
“Waalaikumsalam”. jawabku.

Sambil menahan air mata, aku masih tetap berdiri di tempat ku tadi sambil memperhatian emak mengayuh sepeda yang semakin menjauh. aku pun tak kuasa menahan air mata yang kini menetes-netes.

Ya allah, lindungilah emak sampai di tujuan, buka dan lancarkanlah serta lapangkanlah rizekinya. ampunilah dosanya ya allah.

Cerpen Karangan: Muhammad Zainul Amin
Blog: Iniyangkaucari.blogspot.com

Cerpen Kisah Keluarga Emak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Winter In Blitar

Oleh:
Pagi yang cerah di kota Blitar, namun udara dingin begitu terasa menusuk tulang. Mungkin bisa dibilang ini adalah “Winter” nya Blitar. Meski udara tak begitu bersahabat, hal itu tak

Di Ambang Ramadhan

Oleh:
Allahhu akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar Hari ini terakhir ramadhan, esok sudah tiba lebaran. Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru desa. Tak beda dengan masjid yang satu ini, aku

Retno Dumilah Trima Pasrah

Oleh:
Kapinuju parepatan agung ing Kraton Mataram, Panembahan Senopati Ing Ngaloga Panetep Panatagama, ngendikan babagan Adipati Madiun ingkang sampun sawetawis dangu mboten kersa sowan dhateng Kraton Mataram asok glondhong pengareng-areng.

Mencari Jejak Masa Lalu

Oleh:
Tak terasa sudah tiga batang r*kok telah jatuh ke tanah, ditemani sunset aku tetap tak beranjak dari tempatku berdiri. Dengan lirih aku berucap kata “Tuhan… Maafkan aku”. Dan seketika

Kenangan

Oleh:
Minggu pagi, adalah hari yang sangat menyenangkan untuk anak-anak sekolah dasar. Apalagi yang suka nonton kartun, biasanya hari minggu memang waktunya untuk nongkrong di depan tv. Akan ada banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *