Mboh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa
Lolos moderasi pada: 18 March 2017

“Ka! Rika!”, teriak seseorang di depan rumah Rika. “Yo, kosek noh ah”, jawab gadis yang bernama Rika sambil tergopoh-gopoh keluar dari kediamannya. “Koe iki, suka e telat wae. Ngerti ora sek iki owes jam beropo?”, tanya temannya tersebut dengan raut wajah yang kesal. “Mboh.. Youwes, dadi mangkat ora iki?”, tanya Rika. Temannya tersebut menghembuskan nafasnya dan menyalakan mesin motornya. Rika dan temannya pun berangkat menuju ke sekolah.

Sesampainya di sekolah, Rika bertemu dengan teman sebangkunya. “Yo Rika, pagi”, sapa temannya. Rika membalasnya dengan senyuman. “Koe gelem metu ke kantin ora?”, tanya temannya. “Mboh”, jawab Rika acuh. Kemudian temannya bertanya kembali, “Ra gelem ke kamar mandi?”. “Mboh”, jawab Rika. Tak lama kemudian bel berbunyi, pelajaran pertama pun sudah siap dimulai.

Selama pelajaran berlangsung.. “Rika, koe iso ora ngerjakke soal seng iki?”, tanya Adimas, teman sekelas Rika. Rika hanya menoleh sebentar, lalu menjawab “Mboh”. Seharian, sepanjang waktu, Rika selalu saja menjawab segala pertanyaan yang diberikan kepadanya dengan jawaban, “Mboh”.

Sepulang sekolah, Rika pulang bersama temannya yang bernama Ira. “Koe kenopo?”, tanya Ira. Lagi-lagi, Rika hanya menjawab.”Mboh”. Ira menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ka, mbok peduli sitek karo konco-koncomu. Ojo cuek ngono, engko koe ra enek seng gelem bantu loh!”, saran Ira kepada Rika. “Maksute?”, tanya Rika penasaran. Ira pun memasang wajah acuh tak acuh sambil menjawab, “Mboh!”. Rika merasa kesal dengan jawaban Ira. “Aku nanyak karo koe kok Mboh toh!”. “Rasakke, koe ngomonge ngono karo koncomu kabeh. Koyok opo nek pertanyaan koe dijawab ngono huh?”, balas Ira sambil tersenyum kemenangan. “Aku toh ra peduli karo mereka. Opo salahku toh?”, tanya Rika yang masih belum sadar akan kesalahannya. “Nek koe tak jawab ‘Mboh’ lagi seneng ora?”, tanya Ira kembali. Rika menggeleng-gelengkan kepalanya, yang berarti tidak. “Nek aku tetep ngomong koyok ngono, koe marah ora?”, tanya Ira lagi. Rika mengangguk-anggukkan kepalanya, bertanda iya. “Konco-koncomu yo marah karo koe nek koe ngono. Koe itung wae wes koyok ngono koe selama ini?”, tanya Ira untuk kesekian kalinya. Rika tersentak. Ah, Rika tersadar, dirinya terlalu cuek dan acuh tak acuh terhadap temannya. Hampir saja, Rika menjawab dengan kata “Mboh”, lagi. “Youwes, koe arep opo sekarang?”. “Aku arep minta maap karo konco-koncoku neng sekolah”, jawab Rika. “Wes, akhire sadar koe!”, canda Ira. Rika pun cemberut dan kemudian mereka tertawa bersama-sama.

Nah, teman-teman ayo kita lebih peduli terhadap sekitar dan kurangi sikap acuh tak acuh kita. Rika wae iso, moso koe ora?

Cerpen Karangan: Luthfiah Zahra Larosa

Cerpen Mboh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mati Dalam Angan (Part 2)

Oleh:
Kami berenam langsung berlari keluar dari lubang perlindungan menuju tempat yang direncanakan. Sementara Kapten Ade berlari ke arah lain untuk memancing perhatian regu tembak dan berhasil, semua tembakan langsung

Masker

Oleh:
Aku kira lantai teras rumahku ada yang merubah warnanya, tapi ketika kuinjakkan kakiku di atasnya ada sesuatu yang halus yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku segera mencari sapu

Si Hitaf

Oleh:
Sunyi senyap ditemani dendangan melodi jangkrik seakan-akan mengisi kegelapan hatiku. Di sebuah kegelapan gubuk dengan berjuta kemalangan di dalamnya kisahku bermula. Tempat aku dan keluarga kecilku bertahta dan mengarungi

Sinar Di Ujung Jalan

Oleh:
“Diandra?” Sapa seorang lelaki kepadaku, sembari menepuk pundakku dari samping. Sejenak aku mengamatinya, berusaha mengingat siapa dia. “Mmm… Willi..am?” Tebakku. “Yes… Lupa ya?” Tanyanya. “Iya… Pangling, wong kamu jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Mboh”

  1. niman arianda says:

    Hahaha lucu banya yang salah kata katanya kayak ngopo jadi kenopo piro jadi bropo haha

  2. ni'matul rizki wahidaj says:

    Kata katanya banyak yg bervokal”o”.aslinya tulisanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *