Merantau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa
Lolos moderasi pada: 1 December 2017

Hari ini hari yang ditunggu tunggu Toni. Pemuda asal jogja yang ingin mengadu nasib di kota metropolitan jakarta.

Pagi ini Toni berpamitan pada kedua orangtuannya
“pak e, mak e aku pamit yoo arep lunga nyang jakarta” pamit Toni sambil mencium tangan kedua orang tuanya
“yo le.. ati ati yoo” izin orangtua Toni.
Toni segera naik ke dalam bus tujuan Jakarta, kota yang terkenal macetnya, banjir, dan gedungnya yang menjulang.

Di tengah perjalanan Toni tertidur pulas sambil mendengkur
“oorrgghh ooorrrgghh”
Orang di sekitar Toni jadi merasa terganggu
“ih nie orang tidur sambil ngorok”

Setelah beberapa jam perjalanan sampailah bus tersebut di kota metropolitan Jakarta.
“mas mas tangi wes teko kie” ucap sopir bus sambil membangunkan Toni
“eneng opo to mas ngganggu wae ra roh lagi ngimpi cah ayu kie to” ucap toni sambil menguap
“cah ayu cah ayu gundulmu kui, wes teko Jakarta kie ngunu” ucap si sopir dengan kesal
“lha kok cepet banget, yo wes mas sepurane” ucap Toni

Toni pun segera mencari alamat yang di carinya, akan tetapi Toni bingung dimana alamat tersebut berada.
“walah kok gede temen” ucap Toni sambil kebingungan, Toni mencegat ojek yang ada.
“mas ojek” cegat Toni
“ke mane bang” tanya tukang ojek
“neng kene mas” jawab Toni sambil menunjukan alamat yang dibawanya.

Setelah lama muter-muter akhirnya Toni sampai di alamat tujuannya. Ternyata alamat tersebut adalah rumah dari paman Toni yang memiliki usaha pabrik tahu tempe yang sukses di Jakarta.
“loh Toni toh wes tak kaet wingi” ucap pamannya
“yo paklek aku arep kerjo karo paklek” ucap Toni
“yo ngene iki pabrik tahu ne paklek” ucap pamannya sambil menunjukkan sekeliling pabrik
“rapopo paklek” ucap Toni

Toni pun bekerja pada pakleknya membuat tahu dan tempe, dia bekerja dengan pakleknya selama satu tahun. Toni pun memutuskan untuk pulang ke Jogja dan membuat usaha di sana. Dengan bekal bisa membuat tahu tempe yang diajarkan pakleknya ia pun pulang ke Jogja, setelah perjalanan lama sampailah Toni di rumah.
“Pak e mak e aku muleh” ucap Toni dengan bahagia ia disambut bapak dan ibunya dengan bahagia.

Berkat bekal bisa membuat tahu tempe dari pakleknya kini Toni menjadi pengusaha tahu tempe yang sukses di daerahnya

Cerpen Karangan: Ahmad Arfaq Najib Firmansyah
Facebook: Ahmad Firmansyah

Cerpen Merantau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Stasiun Balapan

Oleh:
“Ning Stasiun Balapan Kuto solo sing dadi kenangan kowe karo aku… nalika ngeterke lungamu..” lagu milik Didi Kempot itu yang menjadi lambang utama Stasiun Balapan, Solo. Di Solo, Rahma

When Friend Become Worst Enemy

Oleh:
Perubahan sikap Allam yang semakin mencurigakan membuatku penuh rasa kepo. Sudah 3 hari belakangan ini dia menjadi aneh. SMS, chat, sama sekali tidak ada. Tadi pun dia tak tampak

Rajutan Asa Mak Yus

Oleh:
Pagi ini suara ayam bersahutan, dengan diringi suara adzan yang damai. Yang selalu memberi semangat di tengah hawa dingin yang menusuk balung (tulang), karena memang hawa hari ini lebih

Stasiun Balapan (Part 2)

Oleh:
Helaan nafas seakan sesak, Rahma melangkah dengan penuh kesibukan yang akhir-akhir ini membuatnya tak bisa bernafas lega. “Ma, kamu mau mudik lebaran ini?”, “Pengennya sih gitu Dit, tapi nggak

Janji Rafli

Oleh:
H +7 Lebaran telah usai. Idul Fitri berhasil membuat keluarga besar Siswanto berkumpul kembali di rumah kakek. Sungkeman pun berhasil membawa air mata haru di antara mereka. Kini, nenek,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *