6 Hours, Last Kiss and Goodbye

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 15 July 2019

“Mengapa kau datang saat aku tak ada rasa apapun untukmu? mengapa kau kembali saat aku sudah berhasil melupakanmu? kau bilang masih cinta dan masih sayang? lalu, apa arti kata cinta dan sayang yang kau ucapkan saat kita masih bersama?”

Daun pohon maple mulai berjatuhan seiring dengan air mata perempuan keturunan Jepang-Amerika yang tengah mendengarkan lagu. musim gugur akan mengingatkan perempuan bernama Shiori Gabriella pada kejadian dimana hatinya hancur karena cinta.

21 September 2014
“Kita mau kemana?” Shiori kebingungan melihat Toru Yamashita kekasihnya membawanya entah kemana.
“Diam” Toru membentak Shiori.
Mereka tiba di Komabano Park. Shiori terus memegang roknya saking takutnya.
“Kita ma.. mau ngapain di.. di.. disini?” tanya Shiori sambil menahan air matanya. Toru memandang Shiori dengan illfeel.
“Kita putus” dengan mudah dan santai Toru mengatakan putus. Shiori kaget bukan main, air matanya mulai jatuh.
“Na.. na.. nande? ki.. kita putus? ke.. kenapa?” pertahanan Shiori runtuh. ia duduk di atas tumpukan daun pohon maple yang berguguran.
“Aku tidak mencintaimu lagi” karena illfeel, Toru menatap Shiori dengan sinis dan kata-katanya sangat tajam, ditambah nada bicaranya judes. karena tak mau terlihat lemah, Shiori berdiri.
“Ah begitu, ya? arigatou kau sudah jujur” Shiori menghapus air matanya lalu berjalan mendekati orang yang akan jadi mantan kekasihnya.
“Maafkan aku kalau aku lancang masuk ke hidupmu, maafkan aku kalau aku sudah berusaha mencintaimu dan membuatmu jatuh cinta padaku” Shiori terpaksa tersenyum walau sebenarnya ia masih ingin menangis.
“Sudah cukup bicaranya?”
“Ya, sudah cukup. Sebaiknya kita pulang”

Selama di mobil, Shiori terus memandang langit dari balik kaca. air mata lagi-lagi jatuh dari matanya.
“Kenapa ini terjadi? Apa maksudmu, Kami-sama? kenapa hatiku kau patahkan?” ujar Shiori dalam hati.
Mobil hitam milik Toru berhenti di depan rumah Shiori. saat Shiori turun dari mobil, ia memanggil laki-laki itu.
“Toru-kun” panggil Shiori.
“Hm?” Toru hanya berdehem saja tanpa menatap Shiori.
“Doumo arigatou” Shiori langsung masuk ke rumah. setibanya di rumah, ia duduk di halaman belakang. matanya terpejam sambil ia menghela nafasnya.
“Aku yakin kalau Kami-sama tahu aku sangat mencintai Toru. aku akan melupakannya atau hatiku kan tetap mencintainya, aku serahkan padamu Kami-sama”

“So they say that time
Takes away the pain
But I’m still the same oh yeah
And they say that i
Will find another you
That can’t be true oh

Why didn’t I realize?
Why didn’t I tell lies
Yeah I wish that I could do it again
Oh Turnin’ back the time
Back when you were mine(all mine)

So this is heartache?
So this is heartache?
Hiroi atsumeta koukai wa
Namida e to kawari oh baby

So this is heartache?
So this is heartache?
Ano hi no kimi no egao wa
Omoide ni kawaru
I miss you”One Ok Rock-Heartache
Flashback END~

Shiori sedang asyik memetik senar gitarnya sambil melihat anak kecil menari-nari karena permainan gitarnya.
“Lagi, oneechan” ujar seorang anak perempuan dengan rambut sebahu.
“Ok” Shiori pun menyanyikan lagu untuk anak itu. tiba-tiba Shiori teringat sesuatu, ia harus mengerjakan tugas kuliah. ia pun memeluk anak itu lalu pergi.

Di jalan, tak sengaja ia menabrak seseorang.
“Gomen” Shiori meminta maaf pada orang itu. tapi saat itu juga ia kaget, ternyata orang yang ia tabrak adalah Toru mantan kekasihnya. begitu pun dengan Toru, ia kaget ternyata orang yang menabraknya adalah Shiori mantan kekasihnya. Shiori langsung lari tapi Toru berhasil meraih tangannya.
Mata mereka bertemu dan saling menatap satu sama lain. Shiori mundur pelan-pelan tapi Toru malah melangkah maju. Shiori menabrak pohon.

“Kamu ngapain di sini?” tanya Shiori. bukannya menjawab, Toru malah memeluk Shiori.
“Akhirnya kita bertemu lagi, Shiori-chan” ujar Toru sedikit gemetar. entah apa, Shiori merasa sangat nyaman. tapi, kenangan saat Toru memutuskannya terlintas. ia pun melepas pelukan Toru.
“Aku mau pulang” Shiori pun meninggalkan Toru sendirian.

“Kenapa kamu datang menemuiku?” Shiori menatap Toru seperti menatap musuh.
“Aku menemuimu karena aku masih mencintai dan menyayangimu” Shiori kaget mendengar apa yang Toru katakan.
“Masih cinta? masih sayang? lalu, apa arti kata cinta dan sayang yang sering kau ucapkan saat kita masih bersama, hah?” kali ini Shiori benar-benar marah. saking marahnya, ia menampar Toru dengan keras. Shiori kaget melihat apa yang ia lakukan barusan. ia pun lari meninggalkan tempat itu.
“Kalau aku tidak bisa jadi kekasihmu lagi, jadikan aku teman atau sahabatmu. anggap saja sebagai penebusan kesalahanku padamu, Shiori-chan” Toru menarik Shiori ke dalam pelukannya. Shiori membalas pelukan mantannya itu.
“Baiklah” Shiori pun tersenyum.
Mereka berdua berpelukan cukup lama. sebenarnya Shiori sangat ingin Toru kembali jadi kekasihnya tapi hatinya masih meragu.

“Aku mau pulang, mau ngerjain tugas kuliah” Shiori melepas pelukan mantannya itu.
“Hmm aku anterin, ya”
“Eh gak usah”
“Jangan protes” Toru langsung menarik lengan gadis itu masuk ke mobilnya.

Selama di perjalanan, mereka diam saja. terkadang mereke bertatapan lalu tertawa kecil.

“Sudah sampai” mobil hitam Toru berhenti di depan rumah Shiori.
“Arigatou” Shiori langsung masuk rumah.

Di ruang tamu, Shiori berkutat di depan laptop. di dekat laptop ada beberapa lembar kertas dan buku, alat tulis, secangkir teh hangat dan camilan. Shiori mengerjakan tugas kuliahnya.
Di satu sisi, Toru asyik dengar lagu sambil melihat hujan dari balik jendela. rintik hujan sangat mengerti bagaimana perasaannya saat ini. ia sedang merindukan seseorang yang pernah mengisi hatinya. orang itu sangat berarti baginya. tapi kisah indah mereka harus berakhir karena dirinya memutuskan hubungan secara sepihak. kini penyesalan ada di dalam hatinya.

“Aku memang payah” Toru memukul jendela dengan keras sehingga tangannya terluka.
“Luka tanganku ini belum sebanding dengan luka di hatimu kan, Shiori-chan?” ia menatap darah yang jatuh dari tangannya.
Saat Toru mengambil plester dan obat merah, ia melihat Shiori membawa plester dan obat merah juga.
“Lain kali hati-hati ya, Toru-kun” kalimat itu pernah diucapkan Shiori padanya saat ia jatuh dari tangga.

Setelah mengobati luka, ia mengambil kunci mobil lalu mengendarainya menuju rumah Shiori.
“Shiori” ia mengetuk pintu lalu sang tuan rumah membukakan pintu.
“Ah ayo masuk”

Di dalam, mereka berbincang-bincang. Shiori sampai lupa kalau tugas kuliahnya belum selesai.
“Ah menyebalkan, banyak banget sih tugasnya” Shiori menopang dagunya dengan tangan.
“Sini aku bantu” Toru mengambil laptop Shiori lalu mengerjakan tugas kuliahnya. Shiori teringat kejadian itu.

5 Oktober 2013
“Aaa” Shiori melempar kertas ke sembarang arah karena ia frustasi dengan tugas kuliahnya. Toru tercengang melihat rumah kekasihnya yang berantakan.
“Doushite?” tanya laki-laki itu. Shiori menunjuk sebuah buku tulis tebal yang masih terbuka dan alat tulis yang ada di dekat buku tulis itu.
“Oh ini sih gampang” Toru mengambil pulpen lalu mengerjakan soal di buku tulis itu. Shiori dan Toru memang satu kampus bahkan satu jurusan. mereka dulunya bersekolah di Kyoto International School. semasa sekolah dulu, mereka adalah murid terpopuler.

Shiori dikenal sebagai siswi tercantik yang pintar Matematika, jago main piano dan masternya ikebana.
Sementara Toru dikenal sebagai siswa terganteng yang pintar Fisika dan Bahasa Inggris, peraih medali emas olimpiade Fisika tingkat nasional, kapten basket dan ketua klub musik.

“Jadi inget masa-masa sekolah dulu, ya” ujar Shiori.
“Iya” Toru hanya mengelus kepala kekasihnya itu.
Flashback END~

Shiori terus saja melirik jam dinding dengan gusar. Toru yang melihatnya langsung menghampirinya.
“Kau kenapa, huh? dari tadi liatin jam terus” ia mengacak-acak rambut hitam panjang Shiori.
“Aku lapar. mau beli makanan tapi supermarket buka, gak?” Shiori memasang ekspresi imut ditambah ia menunjukkan mata kucingnya.
“Shiori, kau menggodaku” gumam Toru dalam hati.
“Pasti buka, kan 24 jam. memangnya kamu mau makan apa?” Toru mencubit pipi Shiori.
“Hm apa, ya? ramen, udon, takoyaki, okonomiyaki, atau apa? kamu mau makan apa, huh?” Shiori menatap mantannya itu.
“Gimana kalau makan udon aja?”
“Boleh banget. aku yang pergi beli, ya?” Shiori memakai jaket lalu ia berjalan menuju pintu.

Tapi saat dirinya mau membuka pintu, Toru menarik tangannya sehingga mereka saling bertatapan. suara denting jarum jam menjadi backsound mantan couple itu.
“Aku merindukan saat-saat seperti ini” hati Shiori seakan tercabik-cabik melihat tatapan laki-laki yang berdiri di hadapannya.
“Kumohon, kembali lah” kini penyesalan benar-benar menyelimuti hati Toru yang diisi kentalnya duka dan pahitnya rindu.
“Aku ikut, ya”
“Ih jangan. kamu di rumah aja” Shiori meninggalkan Toru yang masih berdiri di depan pintu. karena lelah, ia mengerjakan tugas kuliah Shiori. selesai mengerjakan tugasnya Shiori, mata Toru tertuju pada file yang bernama Diary.

“Shiori suka nulis diary? kok aku baru tau?” saking penasaran, akhirnya Toru membuka file itu.

21 September 2014
Dear Diary

Cinta itu indah bila kau dan aku selalu bersama dalam suka maupun duka. kau dan aku seperti sayap merpati. jika salah satu sayap patah, maka merpati tak bisa terbang. jika hanya seorang saja yang berjuang, hubungan itu tak ada artinya.
Aku dan dia sudah berpisah. dia sendiri yang memutuskan hubungan ini. aku sangat hancur tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. saat ini aku hanya bisa mengenangnya dalam ingatanmu.
^_^

“Shiori..” air mata menetes dari mata Toru. ia tak menyangka kejadian itu sangat menyakitkan bagi Shiori. dengan iseng, ia membuka file foto. Toru hanya senyum-senyum sendiri ketika melihat foto saat ia dan Shiori menghabiskan liburan musim panas di Fukuoka.
“Dia masih saja menyimpan foto-foto ini” ia teringat masa-masa dimana ia masih berpacaran dengan Shiori..

Saking asyiknya, ia tak menyadari ada 1 panggilan tak terjawab di hp nya. nomor asing itu meneleponnya lagi.
“Moshi moshi, anda kerabat Shiori Gabriella?” tanya suara itu.
“Iya saya kerabatnya. anda siapa?”
“Kami dari pihak kepolisian”
“Ada apa dengan Shiori?” Toru heran mengapa pihak kepolisian menelponnya dan bertanya tentang Shiori.
“Shiori-san mengalami kecelakaan di depat konbini dekat Tokyo Hospital” tanpa banyak tanya, Toru langsung meninggalkan rumah Shiori. ia tibs di depan konbini yang dikerumuni banyak orang. ia melihat tubuh mungil Shiori terkapar di tengah jalan dengan lumuran darah..

Dengan sigap, Toru menggendong Shiori menuju Tokyo Hospital. para tim medis segera membawa Shiori ke Ruang UGD.
“Semoga Shiori-chan baik-baik saja, Kami-sama” Toru menatap dokter dan beberapa orang suster sedang menangani Shiori. setengah jam sudah berlalu tapi dokter belum keluar juga. Toru menunggu dokter sambil berdoa.
“Jangan tinggalkan aku, Shiori-chan. kumohon jangan” air mata jatuh dari manic mata Toru.

5 menit kemudian, dokter keluar dari Ruang UGD. Toru langsung mendekati dokter
“Bagaimana keadaan Shiori, dok? apa dia baik-baik saja?” tanya Toru dengan sangat khawatir.
“Kami sudah melakukan semuanya, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan” dokter pun pergi. Toru langsung masuk UGD. ia melihat tubuh mungil Shiori ditutupi kain putih. ia membuka kain putih itu dan melihat warna pucat mendominasi tubuh mantannya itu.
“Shiori-chan” Toru menggenggam jemari Shiori dengan erat. hawa dingin menjalar ke tangannya.
“Kenapa kau tinggalkan aku? kau bercanda, kan?” pertahanan Toru runtuh karena air mata jatuh dari matanya.
“Ho.. hountou ni go.. go.. gomennasai, aku memang laki-laki yang pa.. payah, kan? aku pernah menyakiti hatimu dan sekarang kau membalaskan sa.. sakit hatimu. ah tidak apa-apa karena aku pantas mendapatkannya. sekarang aku tahu betapa tulusnya cinta yang kau berikan padaku, tapi aku malah mengabaikannya. tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tetap mencintaimu” Toru memeluk Shiori dengan sangat erat seakan ia tidak mau melepas Shiori dan membiarkannya pergi. tanpa ragu, Toru mencium bibir mungil Shiori dengan lembut. air mata yang menetes mengiringi ciuman itu.

“Goodbye, Shiori-chan. i love you” Toru mengakhiri ciumannya itu lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
“I love you too, Toru-kun” terdengar suara seorang perempuan yang mirip Shiori. mata Toru menangkap bayangan Shiori dan bayangan itu tersenyum padanya sebelum akhirnya bayangan itu menghilang.
“Aku harap kau tenang disana. Shiori-chan” Toru tersenyum dengan ikhlas karena ia bisa melepas mantan yang sangat ia cintai dengan lapang dada.

Cerpen Karangan: Olivia Lovelyna
Blog / Facebook: Olivia Lovelyna
Watashi no namae wa Olivia Lovelyna desu. Bandung kara kimashita. Olivia to omoishimasu
Douzo yoroshiku onegaishimasu ^^

Cerpen 6 Hours, Last Kiss and Goodbye merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Destiny (Last Part)

Oleh:
Waktu istirahat tiba! Segera saja aku dan Saori keluar kelas bersama-sama. “Saori, aku ingin sekali bertemu dengan Mio…” kataku padanya. “Mio?” Saori terlihat bingung. Oh, ya! Dia itu tidak

Menjadi Raja Bajak Laut

Oleh:
“Kapten!” Seorang wanita berambut jingga memanggil seseorang yang ia panggil kapten itu. “Aku segera ke sana!” Suara yang tidak asing lagi menjawab panggilan wanita tersebut. Seorang pria yang tinggi

Pelangi Sesudah Hujan

Oleh:
Hujan… Memang tak terlalu deras, tapi sudah cukup untuk membuat seragam ku basah setidaknya aku sendirian, aku menyukai hujan tapi bukan karena aku menyukai basahnya aku hanya menyukai airnya

Cry

Oleh:
Jalanan pelosok di sekitar kota Tokyo mulai terlihat sepi. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Seorang gadis Jepang berjalan pelan menyusuri jalanan pelosok tersebut untuk pulang. Ia baru saja

Cinta Datang Dengan Cepat

Oleh:
Sekarang karin duduk di kelas 2, dia sangat senang karena masuk kelas unggulan bersama dua sahabatnya, yaitu yumi dan keren. Di sekolah mereka, ada anak yang sedikit berandal (tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *