Arigato Nee, Onii Chan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 19 June 2017

Kupandang pusara yang menancap kokoh di depanku. Airmataku tak dapat kubendung lagi. Walau aku seorang cowok. Tapi aku tak dapat membendungnya lebih lama lagi. Rei memelukku. Aku tahu ia juga merasa kehilangan, namun dia lebih tegar dariku.

“Yuto” panggil Rei. “Ayo pulang”
Aku mengangguk. Dalam hati aku masih bertanya-tanya, mengapa Dai mati lebih cepat dariku dan Rei.

Sebelum kematian Dai
Perkenalkan, namaku Yuto Sakurai. Anak terakhir dari keluarga Sakurai. Kakakku yang pertama, Dai Sakurai. Dai sudah SMA kelas tiga di Sakimate High School. Dia 3 tahun lebih tua dariku. Dan kakakku yang kedua, Rei Sakurai. Dia sudah kelas 2 SMA. Dan bersekolah di SMA yang sama dengan Dai. Dan aku, masih kelas 3 SMP di Sakimate Junior High School.

“Rei! Yuto! Hayaku!” Panggil Dai dari bawah. Kami berencana untuk bermain bola di lapangan sekolah.
“Chotto matte!” Kataku.

Akhirnya kami turun ke bawah. Disambut dengan wajah Dai yang cemberut karena sudah lama dia menunggu.
“Wari, wari,” kata Rei.
Sementara aku hanya tertawa melihat wajah cemberut Dai.
Kami bermain bola hingga jam istirahat berakhir. Setelah itu kami pulang ke rumah karena hari itu kami pulang lebih cepat.

Dai, Rei, dan aku berkumpul di kamar Rei. Seperti biasa kami membicarakan hal yang tidak terlalu penting.
“Dai, kamu tahu tidak, tentang Sayako-senpai?” Tanya Rei.
“Ya, aku mengenalnya. Kami sekelas” Dai melirik jail pada Rei. “Jangan-jangan, kamu suka sama Sayako-chan”
“Ah, ie” Rei salah tingkah.
Kami bertiga tertawa.

“Yuto” kata Dai.
“Nande?” Tanyaku.
“Kudengar kamu sudah pacaran” kali ini Dai dan Rei yang menatapku.
“Ah, aku dan Seika-chan sudah putus” kataku santai.
Mereka hanya ber-oh ria. Tak terasa malam telah tiba. Entah mengapa Dai tiba-tiba mengajakku dan Rei untuk ke toko buku. Padahal Dai paling malas membaca.
“Aku ingin membeli komik. Katanya Zombie Camp volume terbaru sudah rilis” katanya bersemangat.
Aku dan Rei menyanggupinya. Kebetulan aku juga ingin mencari komik One Piece.

“Rei, tak kusangka kamu membeli banyak novel” kataku ketika melihat Rei membawa sebuah plastik besar.
“Kutu buku” sindir Dai.
“Nanni?!” Rei melotot pada Dai.
Kami tertawa. Tiba-tiba kulihat Seika yang hendak menyeberang tanpa melihat. Dan yang kulihat adalah sebuah mobil berkecepatan tinggi. Segera kulepaskan plastik berisi buku komik dan mendorongnya. Namun aku kembali terdorong ketika berhasil mendorong Seika.
“Dai! Yuto!” Pekik Rei.
Aku tidak terlalu melihatnya. Tapi yang pasti setelah itu semuanya gelap.

Aku terbangun di ruangan serba putih. Bau obat-obatan yang kubenci sejak aku masih kecil itu menusuk hidungku. Kulihat Rei, orangtuaku, dan Seika melihatku dengan tatapan cemas.
“Arigato, Yuto-kun” Seika memelukku.
“Dai. Di mana Dai?!” Tanyaku ketika tidak menemukan sosok Dai di tempat ini.
Rei dan orangtuaku hanya menunduk.
“Dai meninggal” kata-kata Oka-san serasa sambaran petir untukku.
“Uso, uso” kataku tak percaya.
“Oka-san benar, Dai meninggal setelah mendorongmu” kata Rei.
“Uso, USO!!!!” Teriakku. Serasa dunia hancur di hadapanku. Aku tak percaya Dai telah tiada. Perlahan air mataku mulai menetes, membasahi pipiku. Aku menjerit-jerit hingga membuatku kembali pingsan.

Kupandangi pusara itu.
“Dai, nande? Nande?!” Kataku.
“Sudah, lebih baik kau ikhlaskan saja kepergian Dai” Rei menghiburku.
Rei membawaku pulang. Ketika sampai di rumah, rasanya sepi tanpa kehadiran Dai. Tapi, aku harus bertahan. Demi Dai.

SELESAI

Cerpen Karangan: Zhavira Aprilia Jaya
Zhavira Aprilia Jaya. Lahir di Balikpapan tanggal 8 April 2004. Cewek penggemar One Piece ini sudah mengenal dunia tulis menulis sejak kelas 3 SD. Sebentar lagi usianya 13 tahun. Silahkan tinggalkan kritik dan saranmu di kolom komentar.

Cerpen Arigato Nee, Onii Chan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Winter In Love

Oleh:
Bulan Desember telah tiba, pertanda musim gugur telah berlalu. Salju-salju mulai turun di sekitar Hokkaido menghiasi ranting-ranting pepohonan yang sudah rontok bunganya akibat musim gugur kemarin. Airi yang masih

Yume Ni Azukete

Oleh:
Langit yang terbiaskan menjadi keunguan. Seorang gadis berdiri di balik tirai jendela kamar atas tanpa beranda. Melihat, tidak, tepatnya mengintip ke luar. Ke sebuah jalan besar yang berada tepat

Me And Proposal Marriage

Oleh:
Alkisah, hiduplah seorang pangeran yang selalu ditinggal oleh sang raja dan ratu. Karena merasa kesepiannya, Sang pangeran selalu bertindak seenaknya, berbohong, dan liar. Karena itulah, pangeran jadi tidak disukai

Reinkarnasi

Oleh:
Di dalam sebuah kelas aku duduk sendiri sambil mengusap-usap mejaku yang telah rapuh dimakan usia aku hanya dapat menghela napas jika ini kelasku di masa depan berarti keadaannya 28

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *