Babysitter

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 5 August 2017

Satu hal yang bisa kupastikan dari cerita ini adalah, cerita ini 99% gaje dan 1% normal. Oh, atau mungkin 99,9% gaje plus 0,1% normal.

Tok, tok, tok
Pintu rumah orang itu diketuk perlahan. Wanita berambut hitam itu menutup bukunya dan berjalan ke arah pintu.
Clek! Pintu itu di buka pelan. Di depan pintu terlihat seorang wanita berambut orange dan 2 orang anak yang tampak berbeda usia.

“Hai, Robin” wanita berambut orange itu menyapa sang tuan rumah, Nico Robin.
“Ada apa, Nami?” Tanya Robin.
“Bisa tolong kau jaga mereka berdua?” Wanita yang dipanggil Nami itu menatap 2 anak yang dibawanya.
“Siapa mereka?” Tanya Robin bingung. Seingatnya Nami tidak punya adik dan belum menikah. Mustahil ia memiliki anak.
“Ace dan Luffy. Mereka berdua anak Nojiko, kakakku” kata Nami.
“Oh, silahkan” kata Robin. “Silahkan masuk dulu”

Nami masuk sambil membawa kedua anak itu. Tampaknya usia mereka masih 10 dan 7 tahun. Robin mempersilahkan Nami dan kedua anak itu duduk dan pergi sebentar untuk mengambil teh dan kue kering yang kemarin diberikan oleh Zoro. Kemudian kembali.

“Makanlah. Kalian pasti suka” kata Robin pada kedua anak itu.
“Hwa, arigatou” kata anak yang paling kecil. Luffy.
“Arigatou, nee-san” kata anak yang lebih besar. Ace.
Robin hanya tersenyum.

“Ceritakan masalahmu, Nami” pinta Robin. “Aku tahu kau sedang dalam masalah”
Tanpa basa-basi, Nami segera menceritakannya.
“Kakakku, Nojiko, menitipkan anaknya padaku. Dan hari ini aku ada janji makan malam berdua dengan Sanji. Tak mungkin aku bisa membawa Ace dan Luffy” ujar Nami sambil meminum teh miliknya.
“Aku mengerti” Robin memperlihatkan senyum misteriusnya.
“Bisa, kan, kau menjaga mereka berdua. Besok akan kujemput”
“Tentu. Mengapa tidak?”
“Arigato, Robin”
“Tak masalah”

Nami menghampiri Ace dan Luffy yang masih asyik memakan camilan yang diberikan Robin.
“Ace, Luffy, aku akan pergi sebentar. Besok kujemput kalian” kata Nami. “Ingat, jangan nakal dan turuti apa yang dikatakan Robin nee-san, mengerti?”
Ace dan Luffy mengangguk.

“Ja nee, Ace, Luffy” kata Nami.
“Ja nee! Nami nee-san!” Kata Luffy sambil melambaikan kedua tangannya.
Ace hanya menatapnya.
Nami pulang. Sementara Ace dan Luffy bersama Robin. Ace dan Luffy hanya tersenyum.

“Ace, Luffy” panggil Robin.
Ace dan Luffy menatap ke arah Robin.
“Ayo, kutunjukkan kamar kalian”
Robin menggandeng kedua anak kecil itu. Ah, rasanya Robin ingin memeluk kedua anak tersebut. Mereka sangat imut dan manis (sama aja, sih). ‘Sadar umur, Robin’ Robin menenangkan dirinya.

Robin tiba di sebuah kamar. Kamar tamu. Ace dan Luffy masuk ke kamar itu.
“Tunggulah di sini, akan kubuatkan camilan” kata Robin. “Kalian mau cake coklat atau roti daging?”
“Roti daging!” Kata Ace dan Luffy kompak.
“Fufufu” Robin tertawa kecil dan pergi ke dapur.

Ace dan Luffy merebahkan diri ke kasur empuk yang ada di kamar tersebut.
“Rasanya menyenangkan, ya, bebas dari Nenek Galak Gila Uang itu” kata Ace.
“Sayang hanya semalam” kata Luffy.
Tanpa mereka sadari Robin mendengar ucapan mereka. Ia hanya tersenyum. Sebelum kembali ke kamar Ace dan Luffy, Robin pergi sebentar ke perpustakaan pribadinya untuk mengambil buku ‘Archeology of 1000 year ago’. Kemudian kembali ke kamar 2 bersaudara.

“Itadakimasu!” Kata Luffy dan Ace.
Robin hanya tersenyum melihat mereka. “Sudah, ya, aku ada di perpustakaan. Jika ingin mencariku silahkan belok kiri setelah ruang tamu” kata Robin sambil membawa bukunya (sia-sia donk bawa bukunya).
Ace dan Luffy hanya mengangguk. Robin pun beranjak pergi. Sebelumnya ia pergi ke dapur untuk membuat coffee.

“Robin nee-san?” Ternyata Luffy ada di dapur.
“Hmm?” Tanya Robin.
“Aku ingin mengembalikan ini” Luffy memberikan piring kosong bekas roti daging tadi.
Robin mengambilnya. Kemudian tersenyum simpul pada Luffy.
“Ng, Robin nee-san?” Tanya Luffy lagi.
“Ya, kenapa?”
“Boleh aku ikut ke perpustakaan?”
“Tentu”
“Arigatou!”
Luffy mengikuti Robin ke perpustakaan pribadinya. Diam-diam Ace mengikutinya dari belakang.

“Sugoi!” Kata Luffy terkagum-kagum melihat isi perpustakaan Robin.
“Ku kira kau benci membaca, Luffy”
“Ace” Luffy kaget karena Ace ada dibelakangnya.
Robin hanya diam sambil tersenyum melihat mereka berdua.
“Ne, nee-san punya komik?” Tanya Ace
“Ada di rak ujung” kata Robin sambil menunjuk rak buku di pojok kiri. “Zoro sering membawanya dan memberikannya padaku”
Ace berlari kecil menuju rak ujung. Sementara Luffy hanya memperhatikan sekitar. Ya, benar kata Ace, dia benci membaca.

“Luffy, bagaimana jika kau membaca komik?” Tawar Robin.
Luffy menggeleng.
“Aku benci membaca” katanya.
“Fufufu” Robin tertawa kecil.

Ace masih membaca komik. Sesekali Luffy mengganggunya dengan memainkan rambut kakaknya. Hal itu membuatnya mendapat beberapa pukulan dari Ace.

“Luffy, Ace, kudengar kalian punya masalah dengan Nami” kata Robin membuka pembicaraan. Hal tersebut membuat Ace dan Luffy memandang Robin seketika.
“Me, memangnya kenapa?” Tanya Ace terbata.
“Kalian tak usah malu. Kalian menyebut Nami dengan sebutan ‘Nenek Galak Gila Uang’, kan?” Kata Robin sambil memperlihatkan senyum misteriusnya. “Tenang, tak kan kuberitahukan ini pada Nami”
“Janji?”
“Janji”
Ace menutup buku komik yang ia baca.

“Nami nee-san memang galak” kata Ace.
“Dia mengerikan kalau marah” kata Luffy sambil bergidik ngeri.
“Hmm, namun mengapa kalian menyebutnya gila uang?”
“Kau tahu bagaimana jika Sanji nii-san berhutang pada Nami nee-san?”
“Nami nee-san akan 10 kali lebih galak. Hiiii…”
“Kudengar kalian anak Nojiko-san” kata Robin.
“Oka-san sangat baik” kata Luffy. “Dia suka membacakan cerita sebelum tidur padaku. Ace tidak menyukainya. Jadi dia menolak”
“Apa hubungannya?!” Dan…,
Bletak!
Sebuah benjolan muncul di kepalanya. Luffy hanya meringis kesakitan.
“Fufufu…”

Robin membuka pintu kamar tamu sambil membawa sebuah buku dongeng. Ace dan Luffy sama sekali belum tidur.
“Mau kubacakan cerita?”
“Robin nee-san?!” Pekik mereka berdua (sekali lagi catat, usia mereka masih 10 dan 7 tahun).
“Mau?” Tawar Robin sekali lagi.
“Tentu!!” Kata Luffy kegirangan.
“Aku tak bisa menolak” kata Ace santai.
“Baiklah. Tapi atur posisi tidur kalian dulu”

Dan dalam waktu 10 detik (buset! Cepat amat) mereka sudah siap. Robin duduk di samping mereka. Kemudian membuka buku tersebut dan mulai bercerita. Dan tak sampai 10 menit, kedua bocah itu sudah tertidur pulas.
“Fufufu” Robin tertawa kecil. Perlahan diciumnya kening keduanya. Kemudian kembali ke kamarnya dan beranjak tidur.

Wangi yang enak (masa’ bau?) Tercium dari dapur. Membangunkan Ace dan Luffy untuk makan.
“Kalian sudah bangun?” Tanya Robin sambil tersenyum ketika melihat Ace dan Luffy sudah siap di meja makan. “Tunggulah sebentar, masakannya hampir jadi”
“Hai~!” kata mereka kompak.
Robin hanya tertawa kecil.

Setelah makanan siap, ia menaruhnya di 3 piring, kemudian menaruhnya di meja makan. Ia juga membuat 2 gelas jus dan secangkir kopi.
“Itadakimasu!” Kata Luffy dan Ace.
“Ace, jangan sampai tertidur lagi” Luffy menatap jahil pada kakaknya.
“Berisik” kata Ace.
Luffy hanya tertawa geli. Mengingat kemarin narkolepsi Ace kambuh lagi. Al hasil wajahnya menikmati semangkuk sup.

Dan ternyata pagi ini narkolepsi Ace kambuh lagi. Hingga akhirnya wajahnya menyentuh piring. Untunglah ia sudah selesai makan. Walau beberapa butir nasi masih berada di piringnya. Luffy sampai tertawa terpingkal-pingkal, mengingat narkolepsi yang dialami oleh Ace sering sekali kambuh ketika ia makan.

Tiba-tiba Ace terbangun. Membuat Luffy semakin terpingkal.
“Hah, ada yang aneh?” Matanya masih setengah mengantuk.
“Haha, kau tidur lagi, hahahahaha…” Luffy tidak dapat menahan tawanya.
“Urushai!” Bentak Ace. Namun itu hanya membuat Luffy semakin terpingkal.
“Fufufu” Robin tertawa kecil ketika membersihkan makanan yang menempel di wajah Ace. Membuat wajah Ace merona.
“Ace, kau sakit?” Luffy melirik ke arah kakaknya.
“Eh? Ti, tidak!” Kata Ace terbata.
“Hontou?”
“Ugh, lebih baik aku mandi” Ace segera menghabiskan jus nya dan beranjak pergi.

Tok, tok, tok
“Chotto!” kata Robin sambil membuka pintu rumahnya. Ternyata Nami.
“Aku ingin menjemput Ace dan Luffy” kata Nami.
“Oh, sebentar” kata Robin. “Masuk dulu”
“Arigatou”
Nami pun masuk dan duduk. Sementara Robin pergi ke kamar Ace dan Luffy.
“Ace, Luffy, Nami datang” katanya.
“Nami nee-san!” Pekik mereka berdua.
“Persiapkan diri kalian” kata Robin sambil memperlihatkan senyum misteriusnya. Kemudian tertawa kecil sambil kembali ke ruang tamu.
“Ace dan Luffy sangat menyenangkan” kata Robin sembari duduk. “Kapan-kapan kau bisa menitipkannya padaku”
“Hontou?” Tanya Nami. Dijawab dengan senyum khas Robin. Senyum misteriusnya.
“Nami nee-san!” Ace dan Luffy berlari ke ruang tamu.
“Ace, Luffy” kata Nami.

“Ja nee, Robin nee-san!” Kata Luffy sambil melambaikan tangannya.
Robin melambai kecil.
“Ja nee, Ace, Luffy”
Robin masuk ke dalam. Ia pergi ke dapur dan memasak air untuk kopi. Sebelum airnya mendidih, Robin pergi ke perpustakaannya untuk mengambil buku. Kemudian kembali, mematikan kompor, membuat kopi, dan kembali ke ruang tamu untuk membaca.

TAMAT

Cerpen Karangan: Portgas D Ace

Cerpen Babysitter merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dolls

Oleh:
Aku masih berdiri disini. Ya, setiap hari aku memang selalu berdiri disini. Setiap hari aku selalu memasang pose yang sama. Aku terdiam di kotak kaca besar, berdiri mengenakan kimono

Hurt

Oleh:
Semilir angin dingin memainkan rambut hitam pria berbintik tersebut. Tatapannya kosong. Ketinggian gedung tempatnya berpijak sekarang tidak membuatnya takut. “Luffyko,” desahnya. — “Watashi wa Monkey D Luffyko desu. Yoroshiku”

The Cellphone

Oleh:
Manabe menatapku seolah yang kutanyakan padanya mendapatkan jawaban ya. Namun aku tidak percaya, Mustahil bagiku. Aku langsung kembali masuk ke dalam kelas, lalu mencari sosok yang dari tadi aku

Sakura Garden

Oleh:
Nama pemuda itu Gaara lebih tepatnya Gaara Sabaku ia berjalan menyusuri alun alun kota. Lelaki bermata Azure itu melihat ke seliling taman. ‘Sakura Garden’ nama taman itu. Ia kembali

Hanako San

Oleh:
Hanako adalah urban legend menyeramkan yang berasal dari Jepang. Katanya, ia dapat dipanggil di toilet perempuan urutan ketiga dari depan. Caranya adalah dengan mengatakan, “Apakah Hanako-san ada di dalam?”.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *