De First Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 5 May 2017

Di musim ajaran baru..
Ayano Koyuki memulai kehidupan barunya sebagai anak SMA di Gakou school. Selesai upacara penerimaan siswa baru. Ayano mencari kelas barunya yaitu kelas 1-3. “di mana yaa kelasnya?” Ayano berkata. Setelah mencari dan ketemu kelasnya, Ayano senang sekali.. sreeettt membuka pintu kelas.. “waaahhh.. ramai sekali”. Ayano mencari absen tempat duduknya. Dan duduk setelah menemukannya. Dan pelajaran pun dimulai.

Di depan bangkunya duduk seorang teman laki-laki sekelasnya yang tinggi, dan dikerumuni banyak sekali siswa perempuan. “sepertinya dia popular di kalangan siswa perempuan” batin Ayano. Ayano sedikit merasa jengkel karena terlalu banyak siswa perempuan yang berada di sekitar laki-laki itu yang membuat ruang tempatnya Ayano duduk terasa sempit (sebut saja dia Arashi Himemiya). Di samping tempat duduk Ayano, ada Mei Kirishima yang cantik, dan banyak dikagumi laki-laki di kelas atau di sekolah. Sedangkan, Ayano siswa yang biasa saja. Ting…tong…ting… (bel sekolah berbunyi), Saatnya pulang sekolah.

Keesokan harinya…
Dan keesokan harinya lagi sekolah berjalan seperti biasa belajar dan belajar. “Ohayou Mei-chan J”. Mei Kirishima menjadi teman dekat Ayano karena mereka berkenalan dan sering mengobrol entah dari pelajaran, curhat pribadi, atau sekedar cerita dan bercanda, sering makan siang atau jajan di kantin bersama. Suatu ketika saat teman-teman satu kelas Ayano berencana untuk nonton bareng di bioskop sepulang sekolah karena ada teman yang berulang tahun dan dia anak orang kaya, jadi teman sekelas ditraktir untuk nonton film gratis di bioskop. Dan Ayano juga salah satu temannya yang ikut nonton gratis.

Pada saat di bioskop, semua teman duduk paling belakang. Semua totalnya cuma 10 orang karena ada sebagian yang memang tidak ikut. Naahh Ayano duduk bersebelahan dengan Mei, tapi Arashi mulai mengganggu Ayano. Eitss jangan salah paham Arashi mengganggu Ayano karena dia ingin Ayano pindah duduk di temapat duduknya. Dan Ayano mulai berpikir “waahh dasar Arashi, sebenarnya dia ingin mendekati Mei” (dugaan Ayano saja). Ayano pun pindah dari tempat duduknya dan tukar dengan tempat duduk Arashi. Awalnya memang Ayano belum mempunyai perasaan apa-apa dengan Arashi, hanya teman biasa. Setelah nonton semua teman dan Ayano pulang ke rumah masing-masing.

Dan Keesokan harinya..
Di sekolah, saat istirahat siang di kantin, Ayano makan siang tidak dengan Mei seperti baisanya. Ayano duduk sendiri dan tiba-tiba Arashi datang menghampirinya dan duduk di samping Ayano
“boleh aku duduk di sini Koyuki-chan?” Tanya Arashi,
“huu um” saut Ayano. Saat mereka makan bersama dan mengobrol tentang pelajaran, Arashi mulai mengungkapkan maksudnya menemui Ayano.
“nee.. Koyuki-chan, apa kamu tahu seperti apa Kirishima-chan orangnya?” tanya Arashi. Sepertinya Arashi ingin mengetahui karakter Mei.
“ummhh.. Mei-chan gadis yang baik, smart, dia juga teman yang baik, dan popular juga di kalangan laki-laki” jawab Ayano menjelaskan.
“memangnya kenapa?” tambah Ayano.
“tidak ada apa-apa” Arashi diam sejenak, “ummh apa dia sudah punya pacar?”.
“setahuku sudah, pacarnya beda sekolah” jawab Ayano.
“ohh yaa sudah terima kasih infonya” Arashi mentidakhiri obrolannya, dan meninggalkan kantin karena memang bel masuk sudah akan berbunyi, Ayano pun segera bergegas kembali di kelas.

Saat itulah Ayano jadi sering mengobrol dengan Arashi membahas tentang Mei. Pada suatu hari, Ayano dan beberapa teman sekelas pergi ke rumah Mei setelah sepulang sekolah untuk mengerjakan tugas kelompok dan semenjak Arashi tahu rumah Mei keesokan harinya Arashi ke rumah Mei untuk mengajak Mei mencari sesuatu (Mei cerita ke Ayano kalau Arashi datang ke rumahnya). Dan entah kenapa Ayano mulai merasa tidak terlalu senang dengan hal itu. Dan seiring berjalannya waktu, Mei dan Arashi semakin dekat, namun belum terdengar adanya pengungkapan cinta dari Arashi ke Mei. “yaa .. sebagai teman Mei, aku hanya bisa mendukungnya” gumaman Ayano saat berjalan ke sekolah.

Saat lonceng sekolah berbunyi dan pelajaran pun dimulai seperti biasanya. Hari ini Ayano tidak makan dengan Mei, sepertinya Mei ada keperluan di OSIS. Saat Ayano makan sendirian di kantin seperti biasa Arashi menghampirinya dan duduk di sebelah Ayano dan mengobrol seperti biasa.
“hai Ayano-chan” salam dari Arashi (di sini Ayano dan Arashi sudah mulai akrab jadi dia memanggil nama depan masing-masing)
“huu uumm, ada apa?” jawab Ayano (Ayano sudah tahu kalau Arashi hanya ingin membicarakan tentang Mei)
“ummh aku pernah melihat Mei di atap gedung sekolah sedang merokok, apa benar dia memang suka mer*kok?”
“hah? Kamu benar melihatnya mer*kok” jawab Ayano kaget
(sebenarnya Ayano memang sudah tahu tentang Mei, tapi Ayano kaget karena Arashi melihat hal itu)
“lalu? Menurutmu bagaimana Arashi?”
“ah.. sepertinya aku jadi tidak menyukainya lagi” jawaban Arashi membuat Ayano kaget, namun membuat Ayano sedikit senang.
Sebenarnya Ayano tahu kalau Mei tidak punya perasaan dengan Arashi, yaa meskipun Mei sudah putus dengan pacarnya.

Beberapa hari kemudian, di sekolah..
“Ohayou Mei-chan”. “Ohayou Ayano-chan”
Mei merasa ada yang sedikit aneh dengan Arashi. Memang Arashi tidak membenci Mei dan tetap bersikap biasa, namun Mei merasa Arashi kok mulai tidak sesering dulu mengobrol dengannya. Dan akhirnya memberitahu Mei yang sebenarnya.
“sebenarnya Arashi pernah menyukaimu Mei”
“haah? Kapan? Kok aku tidak tahu” Tanya Mei kaget
“yaa, kamu saja yang kurang peka Mei”
“ohh iya kah?”
“dulu waktu di bioskop, Arashi duduknya pindah ke sebelah mu kan?, terus waktu dia ke rumah mu jauh-jauh, padahal rumah kalian berlawanan arah dan jauh banget, naah dari situ dia sebenarnya sudah kelihatan” jelas Ayano
“owwhh begitu” jawab Mei sedikit atidak datar.

Yaa begitulah Mei, memang dia tidak menyukai Arashi, bahkan dia sekarang sudah biasa saja. Dan semenjak obrolan Arashi dengan Ayano, saat itulah Arashi mulai dekat dengan Ayano. Dan anehnya lagi Arashi mulai menunjukkan tingkah yang aneh pada Ayano. Suatu hari seperti biasa pelajaran sekolah di mulai dan semua siswa mencatat apa yang diterangkan oleh sensei. Dan mulai lah keisengan Arashi. Arashi yang duduk di depan Ayano mulai menjahili Ayano. Sesekali Arashi menoleh ke belakang dan menyenggol tangan Ayano yang sedang mencatat. Alhasil buku catatan Ayano banyak coretan “Arashi..!” tegur Ayano, namun tidak membuat Arashi diam, Arashi malah cengingas cengingis, Arashi melakukannya terus menerus dan kadang meja Ayano digoyang-goyangkan untuk mengganggu Ayano. Yaa Ayano memang periang tapi Ayano memang lucu jika digoda.
“nee Ayano.. hari libur kamu biasanya pergi ke mana?” Tanya Arashi di tengah-tengah pelajaran.
“di rumah saja” jawab Ayano singkat sambil mencatat
“ahh kenapa di rumah saja? Bukannya enak ke luar yaa? Bosan tahu di rumah saja”
(seperti Ayano mulai tau ke arah mana obrolan ini)
‘sepertinya dia ingin mengajak ke luar’ Ayano pikirkan
“yaa kalau memang ada acara di luar yaa ke luar lah” jawab Ayano
“ummhh.. enak di rumah saja sih.. tidur”
‘dasar Arashi, membingungkan’ Ayano kecewa L

Dan ada hari dimana rok sekolah Ayano terkena permen karet. Dan Ayano membersihkannya ke toilet dibantu dengan teman dekatnya Mei. Dan saat istirahat siang, Ayano tidak ke kantin, Ayano di kelas. Tiba-tiba Arashi mendekati Ayano. Dan berdiri di samping bangku Ayano.
“kamu tidak apa-apa?” Tanya Arashi
“memangnya aku kenapa?”
“kamu tadi ke kamar mandi dengan Mei, kenapa?”
“ahh itu rokku kena permen karet, tidak tahu siapa yang menaruh di tempat dudukku” jelas Ayano
“owhh.. tidak apa-apa kan?” Tanya Arashi memastikan
“tidak apa-apa cuma permen karet” (sedikit senang dan dag dig dug saat diperhatikan) #atidak blushing namun ditutup-tutupi/fake face
“coba aku lihat”
“hah?”
“memangnya tidak boleh?” Arashi memaksa
“maaf, tidak boleh” (blushing) Ayano menolak karena malu, letak bekas permen karetnya kan di rok bagian belakang. Masak Arashi mau melihatnya?
“kenapa?”
“tidak kenapa-kenapa”
“kenapa?” desak Arashi
“maksa amat sih! Memang kamu siapa ku?!!!” jawab Ayano dengan sedikit jutek
“Oooo..” jawab Arashi singkat dan kembali ke tempat duduknya tanpa bicara apa pun.
Ayano sebenarnya sedih bicara seperti itu tapi Ayano tidak bisa menunjukkan roknya pada Arashi, terkesan memalukan.

Setelah hari itu Arashi seakan memperhatikan Ayano, dan sering mengusili Ayano, seperti menarik rambut kepang Ayano, mengelus-elus rambut Ayano, mengagetkan Ayano, dan ada juga saat dimana jantung Ayano dibuat berdetak kencang oleh Arashi. Saat itu ujian sekolah berlangsung, dan hobi Arashi adalah mencontek entah kenapa dia tidak suka belajar, bahkan dia pernah tidur di kelas saat ujian berlangsung. Ayano selalu memberi contekan pada Arashi. Arashi hampir beberapa kali tidur saat ujian berlangsung. Saat Arashi tertidur saat ujian pun Ayano lah yang membangunkannya dan sempat marah.
“hey Arashi-kun, bangunlah, ini masih jam ujian, apa kau tidak mengerjakan ujianmu?”
(hening)
“Arashi-kuunn… cepat bangun..” Ayano berusaha membagunkan Arashi
(hening) Arashi masih tertidur.
“Arashi-kunn!! Bangun!!” dengan sedikit membentak
Arashi pun terbangun
“Ada apa?”
“kamu tidak mengerjakan ujianmu hah?!”
“memang kamu sudah selesai, Ayano-chan?”
“belum. Sedikit susah ini.. ummh” jawab Ayano
“aku kan menunggu contekan mu, kamu aja kesusahan apalagi aku?, tidurr lagi aahh… kalau sudah selesai bangunkan aku yaa?”
“huh!! Setidaknya usahakan untuk mengerjakannya Arashi-kun”
(Arashi tidur lagi)
Dan akhirnya Ayano pun memberikan contekan kepada Arashi semampunya.. huuftt

Saat di lab biologi, Ayano satu team dengan Arashi untuk menyelesaikan tugas biologi dari sensei. Waktu pelajaran lab biologi dimulai. Semua siswa 1-3 sibuk dengan tugas mereka masing-masing, begitu juga dengan Ayano dan Arashi. Saat sibuk mengerjakan tugas biologi Arashi mulai mengungkapkan sesuatu kepada Ayano.
“nee.. Ayano-chan”
“apa? Cepat kerjakan tugasnya biar cepat selesai” Ayano serius dengan tugasnya
“aku ingin bicara denganmu tentang sesuatu”
“katakan saja Arashi-kun, ada apa?”
“Maukah kamu jadi pacarku?” Dengan berbisik-bisik karena di depan mereka berdua ada teman sekelas lainnya.
“hah? Apa? Aku tidak dengar”
“maukah kamu menjadi pacarku” Arashi berbisik sambil menahan malu, jadi suara tidak cukup jelas seperti orang yang sedang menggumam.
“ah kamu ini ngomong apa? Tidak kedengaran sama sekali”
Arashi diam sejenak, dia bingung harus bagaimana bilangnya, karena dia tidak mungkin mengatakannya dengan berbisik di telinga Ayano takut teman sekelasnya tahu dan berantakan, jadi dia berbisik dengan jarak yang cukup jauh.
Ayano tidak suka dengan kondisi itu, Ayano akhirnya menebak apa yang Arashi katakana padanya dan menyimpulka mungkin Arashi bertanya suatu tempat, tidak tau dimana itu dan Ayano berpikir seperti ini mungkin apa yang ditanyakan Arashi –kamu tau tidak kota ‘ini’?-. akhirnya..
“tidak” jawaban singkat yang terlontar dari Ayano.

Kebodohan yang dibuat Ayano. Setelah kejadian itu Ayano mulai memikirkan apa yang dikatakan Arashi saat itu. Dan dimulai mengulang ingatan dimana apa yang Arashi tanyakan. Di kamar Ayano, “rasanya Arashi bukan menanyakan tentang alamat kota. Apa yaa?” sambil mengingat suara Arashi saat menanyakan sesuatu. “habis dianya (Arashi) juga tidak mengatakannya dengan jelas”. Ayano terus memikirkan segala kemungkinan pertanyaan yang sekiranya cocok dengan apa yang dikatakan Arashi. “cottoo Matte (tunggu dulu), apa jangan-jangan dia (Arashi) mengatakan cintanya padaku?”. “oh my god!, kenapa aku malah menjawab tidak. Arashi baka! Seharusnya kamu mengatakannya lebih jelas lagi”. Ayano terus berpikir “bagaimana caranya aku bisa memastikan bahwa dugaan ku benar?”. Ayano mengambil handphone dan mencoba mengemail Arashi dengan pertanyaan yang dimana Ayano akan menemukan jawabannya.

Message
To Arashi Himemiya
From Ayano Koyuki
“ummh Arashi-kun, maaf yaa kemarin itu aku tidak bermaksud menyakitimu”

Jika jawabannya: Arashi tidak mengerti apa maksud pertanyaan Ayano, artinya dugaan Ayano salah. Namun jika dia mengerti maksud Ayano artinya dugaan Ayano benar.

Message
To Ayano Koyuki
From Arashi Himemiya
“tidak apa-apa Ayano-chan, kamu sungguh gadis yang baik”

Yappari (ternyata) dugaan Ayano benar adanya. Dan itu membuat Ayano kaget dan menangis T.T, “apa yang sudah kulakukan?”.
Meski setelah kejadian itu Ayano dan Arashi masih berteman baik, bahkan Arashi tetap masih mengusili Ayano, namun kisah cinta mereka mungkin akan berhenti karena Arashi mulai menjalin hubungan/berpacaran dengan gadis lain beda sekolah. Ayano mengetahui itu dari gosip atau terdengar dari teman sekelasnya.

TO BE CONTINUED

NB :
Gakou: nama sekolah (kalau di jepang artinya yaa sekolahan)
Di jepang jika belum akrab, biasanya memanggil nama belakangnya atau nama keluarganya. Contoh: Arashi Himemiya (Himemiya-kun)
Kun digunakan untuk laki-laki, dan chan untuk perempuan, sensei: guru.

BY: haruna-chan
welcome saran dan kritik

Cerpen Karangan: Hana
Blog: Hanablogstory.blogsppot.co.id

Cerpen De First Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pena Semangat (Part 1)

Oleh:
Suasana kelas terasa hampa, tidak ada suara terdengar kecuali suara lembaran buku yang ku bolak-balik. Lembaran akhir dari sebuah cerita yang ku baca memiliki makna yang sangat dalam. Seakan

Selembar Puisi Kematian

Oleh:
Namaku riza matsui aku ini merupakan seorang bertipe melankolis.. Yang selalu mengungkapkan perasaan dan suasana hatiku dalam puisi, sampai aku berteman dengan seseorang laki laki yang bodoh dan pemalas

Beauty Spirit

Oleh:
Dia cantik, lebih cantik dariku. Namun sayang ia tidak pernah bicara sama sekali. Penampilan dan sifatnya yang misterius membuat semua murid di kelasku tak mau mendekatinya sama sekali. Ia

Hoshi (Bintang)

Oleh:
Seperti biasa aku, Lia, Sasa dan Via, menyusuri lorong-lorong Mall, ini adalah kegiatan kami sehari-hari setiap pulang dari Sekolah. Nongkrong di Cafe atau hanya sekedar jalan-jalan. Itulah ritual kami.

Si Hanako Chan

Oleh:
Urban jepang Hanako-san. Menceritakan tentang hantu anak anak yang bernama Hanako-san yang menghantui toilet di sekolah. Kau bisa memanggilnya jika kau mengetuk pintu toilet sebanyak 3 kali lalu memanggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *