De First Love (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 5 May 2017

Awal tahun ini Ayano menginjak tahun ajaran baru di kelas 2 SMA, Ayano tidak sekelas dengan dengan Mei maupun dengan Arashi. Arashi dan Mei menjadi satu kelas di kelas 2-3, dan Ayano berada di kelas 2-1.

Di suatu hari, sekolah mengadakan festival sekolah, dan ada perlombaan, tiap kelas harus mempunyai perwakilan kelas untuk mengikuti lomba. Saat itu Ayano bertemu dengan Arashi dan Arashi menyapanya, namun Ayano pergi dengan temannya. Setiap melihat Arashi memanggil Ayano, Ayano ingin menghampirinya tapi apalah dayanya jantungnya berdetak kencang, Ayano tidak berani menghampiri Arashi. Dengan blushing Ayano kabur dari Arashi. “bagaimana ini? Aku ingin mengobrol dengan Arashi-kun. Tapi kenapa dengan dadaku ini?” Ayano berkata pada dirinya sendiri.

Dan di suatu moment tertentu, teman-teman dari kelas 1-3 dulu berkumpul di acara festival tersebut termasuk Ayano. Namun ada yang aneh dengan Arashi, dia tidak mengobrol dengan Ayano hanya dengan teman lainnya saja. ‘ada apa dengan dia? Kenapa dia tidak bicara padaku meskipun sebagai teman, ini aneh’ batin Ayano. Ayano hanya bercanda dengan teman lain. Ayano bahkan menyapa Arashi, tapi Arashi tetap diam. Kemudian entah ada apa teman-teman semua ada keperluan dan Arashi tetap duduk bersama ayano. Dan Arashi mulai menjahili Ayano. Menarik rambut Ayano, bercanda, mengobrol dengan Ayano. Namun setelah teman-teman datang lagi, Arashi diam lagi seperti tidak mengenal Ayano. Batin Ayano berteriak ‘kenapaa?!! Apa yang terjadi dengannya?!’. Ayano menghela nafas. Dan terdengar suara teman Arashi berkata soal pacar Arashi. Hari ini mereka berangkat ke sekolah bersama. Meskipun beda sekolah. Tapi Arashi mengantarnya.
Ayano hanya berpikir ‘Oh.. mungkin karena Arashi tidak mau diketahui banyak orang tentang dia dekat denganku, karena dia sudah memiliki pacar, yaa.. sepertinya aku juga harus sadar diri, aku tidak mau jadi PHO’. Arashi mengisi acara festival dengan bandnya. Ayano melihat penampilan Arashi dari tempat duduk penonoton. ‘yaa jika pacarnya mampu membahagiakannya, aku ikut senang mendengarnya’ tapi Ayano tetap merasa sedih. Setelah festival usai. Dan para siswa pulang ke rumah masing-masing, termasuk ayano pun.

Di kamar ayano… Ayano mengingat kejadian di sekolah dan tanpa disadari air matanya mengalir, ‘aku.. aku.. menyukai Arashi-kun, kenapa waktu pengungkapan itu aku tak menyadari keinginannya untuk mengungkapkan perasaannya, aku hanya berpikir dia tidak mungkin menembakku’ batinnya pun sedih.

Karena Ayano tidak mau jadi PHO, akhirnya Ayano tidak pernah menyapa Arashi. Arashi pun demikian karena di sekolah ada teman dekatnya yang tau kalau Arashi memilki pacar. Setiap Ayano dan Arashi berpapasan. Mereka tidak pernah menyapa, bahkan menoleh sekalia pun, seakan-akan mereka tidak pernah kenal bahkan seakan-akan mereka tidak pernah melihat seseorang. Namun terkadang Arashi menyapa Ayano sambil mengusap rambut Ayano. Karena memang saat itu masih pelajaran sekolah. Arashi melakukan itu karena memang tidak ada yang melihatnya. Itu karena Arashi tidak ingin menyakiti hati pacarnya.

Di tahun Ayano saat kelas 2 SMA, dia tidak pernah mengobrol, meyapa, atau bertemu dengan Arashi. Ayano hanya memandang Arashi dari kejahuan. Saat jam olahraga mereka bersamaan pun Arashi dan Ayano sekedar say hello dan sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Sampai tahun kelas 2 SMA mereka pun usai.

Naahh kali ini Ayano memasuki tahun ajaran baru.. yaa begitu juga dengan Arashi. Di tahun ajaran baru ini, Mei sekelas lagi dengan Ayano. Dan mereka duduk bersebalah. Ayano dan Mei memang teman dekat jadi mereka sangat senang. Tapi Arashi tidak sekalas dengan Ayano lagi untuk kali ini. Ayano dan Mei di kelas 3-1, Arashi di kelas 3-3. Musim SMA kelas 3 adalah musim terakhir berada di high school. Yaa begitu juga ini akan jadi musim terakkhir Ayano bertemu dengan Arashi jika memang tidak ada perkembangan dengan hubungan mereka.

Keadaannya pun masih tetap sama dengan saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA, Arashi dan Ayano tidak saling tegur sapa, bahakan masih seperti tidak mengenal satu sama lain. Namun ada perubahan yang terjadi akhir-akhir ini. Hingga semester ke 2 di tahun 3 SMA ini, Ayano dan Arashi memang bagai kan orang yang tidak peduli satu sama lain bahkan hanya menganggap teman pun mereka seakan tidak pernah berteman. Hal ini membuat hati Ayano menangis, “namun apa boleh buat jika itu memang keinginan Arashi untuk menghindariku” selain menghindari, Arashi bahkan seakan tidak mau berteman dengan Ayano. “sebenarnya apa salahku?” kata Ayano sedih dikesendirian di kamarnya. “aku tidak akan mengganggu hubungan mu dengan pacar mu, tapi harus sampai seperti ini kah? Haruskah kau tidak menganggap ku teman? Bahkan hanya menyapa ku pun kamu tidak bisa?”. “dari hampir 1 tahun lebih, dari kelas 2 sampai bahkan kelas 3 hingga sudah semester dua ini pun sikap mu masih sama Arashi?”, “apa alasanmu sampai kamu sekakan menganggapku sebagi penganggu, padahal aku tidak pernah melakukan apapun yang merusak hubunganmu dengan pacarmu?” Ayano berbicara sendiri di kamarnya untuk mengungkapkan pertanyaan yang mengganjal di hatinya. “dan satu lagi, kenapa kamu memberikan harapan pada ku. Saat kita berdua tidak ada satupun yang tahu, kamu menjahiliku, berusaha mengajakku mengobrol, dan memperhatikanku. Apa maksud semua itu jika kamu tidak suka padaku dan kamu sudah pacar. Apa artinya itu?” semakin banyak yang mengganjalnya. Ingin Ayano menanyakannya tapi Ayano berusaha untuk tidak mendekati seseorang yang sudah memiliki pacar. Dia tidak mau jadi pihak ke tiga.

Keadaan sedikit berubah ketika Ayano mengenal teman barunya di kelas 3-1, sebut saja Rei Ryuichi. Ayano awalnya memang tidak tau kalau Rei adalah teman dekat Arashi. Dari Reilah Ayano dan Arashi mulai ada perubahan dalam hubungan pertemanannya. Di awal ceritanya, saat Rei mengetahui bahwa Ayano menyukai Arashi.
“hei Ayano-chan” sapa Rei
“hummh ada apa?” jawab Ayano
“ummh boleh bertanya sesuatu?”
“memangnya mau bertanya apa, Rei-kun?”
“ummhh apa kamu suka Arashi?”
“hah? Memang kamu siapanya Arashi?” Ayano kaget karena Rei mengenal Arashi
“dia teman dekatku, dlu aku pernah satu kelas dengannya di kelas 2 SMA”
“oohh… “
“jadi kamu suka Arashi ya?”
“ummh kamu tau darimana”
“sudah tertebak dari tingkahmu”
“oohhh yaa??” kebawa suasana, Ayano ingin merahasiakan tapi terlanjur bilang.
“tapi dia sudah punya pacar kan?” tambah pertanyaan Ayano
“ummmhh gak sih.. Arashi gak punya pacar”
“haha?! Masak, setahuku punya kok!” Ayano agak ngeyel
“gak punya.. yaa sudah yaa pergi dulu” kata Reid an pergi.
Bagiamana dengan Ayano yaa.. yang rahasianya menyukai Arashi terbongkar oleh temna dekat Arashi bahkan teman dekat Ayano (Mei) saja tidak mengetahuinya. Apa yang akan terjadi?

Hari berikutnya di sekolah. Saat istirahat makan siang. Ayano tidak sengaja berpapasan dengan Arashi, seperti biasa Ayano tahu tidak aka nada yang menyapa jadi Ayano pun diam saja. Dan tiba-tiba ada suara yang menyapanya. “Ayano-chan”. “Ehh..” Ayano kaget dan ternyata yang menyapa adalah Arashi. Senangnya hati Ayano kembali ke kelas dengan senyum senyum sendiri.

Hari berikutnya pun sama. “pulang yaa Ayano-chan? Hati-hati ya?”. “huumb” jawab Ayano. Kyaaa mimpi apa Ayano sampai di sapa dengan Arashi. Keajaiban dunia.. hehehe. Di rumah Ayano ketawa-kwtawa sendiri. Hanya beberapa kali disapa Ayano pun senang, terngiang suara Arashi memanggil namanya. Ayano-cha, Ayano-chan, Ayano-chan.

Saat di sekolah, Rei menghampiri Ayano,
“senangnya.. kenapa?” Rei bertanya
“tidak ada apa-apa”
“ummh cuma mau menyampaikan, kemarin aku ketemu Arashi dan bilang kamu suka padanya”
“Haaa??!!”
“tenang saja, Arashi bilang sebenarnya dia rindu padamu”
“haahh!! Gak mungkin dia bilang seperti itu, dia kan punya pacar” Ayano menyangkal
“iyaa siish dia punya pacar”
“katamu dulu arashi tidak punya pacar? yang mana yang benar?” bertanya pada Rei
“ternyata Arashi sudah punya pacar”
“huuummbb yaa sudah aku tidak akan menyukainya lagi. Aku tidak mau menganggu hubungannya”
“heh?!” kata Rei kaget
Ayano pergi begitu saja, Ayano sudah cukup menunggu selama itu, diberi harapan namun tidak ada kepastian. “Dasar laki-laki tidak gentle!!!” umpat Ayano. “kalau memamng tidak ada rasa suka dan sudah punya pacar berhenti memberhatikanku, mengelus-elus rambutku, dan menjahiliku” Ayano merasa dipermainkan.

Semenjak Ayano Ngobrol dengan Rei saat itu, Arashi berubah sikap lagi, dingin, seakan tak kenal bahkan menyapa pun sudah tidak lagi. Ayano geram melihatnya. Tapi pada suatu ketika Ayano dan Mei sedang istirahat makan siang dan menuju ke kantin. Mei memutuskan untuk bersembunyi untuk mengagetkan pacarnya, naah sedangkan Ayano menunggu Mei sambil melihat mading sekolah. Dan tiba-tiba langkah kaki datang. Itu adalah Arashi, mungkin dia juga mau ke kantin. Tapi apa yang terjadi? Arashi melihat Ayano dan mendekatinya. “Ayano-chan, sendirian di sini?”, Ayano belum sempat menjawab Arashi sudah memandangi mata Ayano dengan tatapan tajam yang seakan mengisyaratkan aku suka padamu, aku merindukan berbicara denganmu. Sambil tangan Arashi menyentuh rambut Ayano dan mengusap-usapnya. Mata Ayano terpaku dalam ke mata Arashi. Dan kemudian Arashi pergi, mungkin karena dia takut diketahui oleh temannya. Karena Ayano sudah lelah dengan harapan palsu itu akhirnya Ayano membuka berbicara.
“tunggu Arashi!!” Arashi pu berhenti dan menoleh ke belakang
“Ada apa Ayano-chan?” sambil tersenyum
“Apa maksudmu dengan semua ini?”
“hah?” Arashi kurang peka
“kamu mempermainkan aku, memberiku harapan palsu, kenapa kau bicara padaku saat tidak ada orang?!! Kamu juga tidak pernah menyapaku, bukan kah kamu sudah punya pacar?!!, kenapa kamu lakukan itu padaku, dan yang barusan terjadi apa maksudnya?!! huuhuu..” Ayano sambil menangis deras, Mei melihatnya dari kejauhan.
Arashi bengong.
“Hentikan semua ini. Jika kamu tidak suka padaku bilang saja!!! Jangan mempermainkan aku!!”
Arashi menghampiri Ayano dan memeluknya. Ayano pun sangat kaget dan mendorong Arashi
“Apa yang kamu lakukan? Mau lebih mempermainkan dan member harapan palsu lagi dengan memelukku hah??!!!”
Arashi memelukknya lagi. Meskipun Ayano memberontak tetap Arashi memelukknya dengan kencang
“teganya kamu Arashi-kun huu.. huu.. huu”. Ayano menangis di pelukkan Arashi
“Sepertinya terjadi kesalahpahaman di antara kita Ayano” Ayano tetap menangis di dalam pelukkan Arashi
“Aku menyukaimu, tapi karena kamu pernah menolakku, aku pikir sampai saat ini pun aku tidak akan bisa memiliki cintamu”
“hah?!!” Ayano kaget
“iyaa.. dan dengar aku sudah tidak punya pacar, rasanya berbeda jika berpacran dengan orang yang tidak disukai”
“heh?! Tapi kata Rei…”
“lupakan saja kata Rei.. aku sangat merindukanmu, semyummu, suaramu, marahmu”
“hahh?!”
“hahahahah… bercanda” tawa Arashi menggoda Ayano
“jadi bagaimana? Kita resmi berpacaran atau tdiak?” Arashi bertanya kepada Ayano dengan blushing di pipinya. Arashi malu
“hu.umb, aku senang sekali”

Tiba-tiba….
“ciyeeee… ciyee… ciyee…” suarakan sorakn itu dtang dari Mei teman dekat Ayano yang sangat senang dengan kejadian itu.
Akhirnya Ayano dan Arashi bahagia. Mereka lulus sekolah dengan perasaan bahagia dan melanjutkan masa depan mereka. Apakah mereka akan menikah? Mungkin saja. Hehehehe

TAMAT

Terimakasih yang sudah membaca

Cerpen Karangan: Hana
Blog: Hanablogstory.blogsppot.co.id

Cerpen De First Love (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lelaki Bulan

Oleh:
Begitu tenang dan terang dengan sang dewi malam yang bersinar di tengah kegelapan malam ini. Tidak lupa dengan udara dingin yang menyelimutiku disini. Duduk sendiri di bawah pohon cemara

Masquerade

Oleh:
Hari ini ada audisi menyanyi, aku coba mengikuti audisi itu. Namaku Hoshimiya. Panggil saja Miya. Aku memang bercita-cita sebagai Idol, dan aku coba menggapainya. Umurku kini masih remaja, yaitu

Kyori (Jarak)

Oleh:
Mentari hadir di sela-sela indahnya pohon sakura yang berjejer di setiap jalan. Udara di pagi hari menambah semangat Youko Ayumu seorang gadis yang anggun dan rambut lurus panjang terurai

Janji Yang Tak Dapat Ditepati

Oleh:
Di sebuah rumah sakit besar di Tokyo, seorang Ibu sedang menjalani proses persalinan. Hingga akhirnya sang buah hatinya pun lahir ke dunia ini. Suara tangisan pertama sang bayi membuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “De First Love (Part 2)”

  1. Salwa Zata Shabrina says:

    waaahh ceritanya bagus bikin baper jadinya
    mirip ceritaku tp bedanya aku gk bisa mengungkapin seperti Ayano-chan :”v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *