Diary Ani

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 21 July 2018

Kicauan burung pagi dan panasnya sinar matahari pagi, membuatku terbangun. Setelah kepergian Oniisan atau kak Daisuke, aku menjadi kesepian. Yaaa… Walaupun dia sering nyuekin aku, tapi dia adalah kakak yang perhatian padaku. Jadi sedih kalau mengingatnya.

“hoaaaaaam… Sudah seminggu setelah kepergian Oniisan yang aku sayangi… Sedih kalau aku mengingatnya…”. Ucapku sedih. Tiba-tiba saja terdengar suara yang lembuuuut… Sekali, dan sebuah suara yang cukup kukenal. Itu pasti suara kak Daisuke.
“imouto jangan sedih ya… Walaupun kamu tidak bisa melihatku… Aku selalu berada di hatimu… Kamu juga bisa bertemu denganku kok, kalau sedang bermimpi atau mengunjungi makamku… Jaga diri baik-baik ya… Imouto yang Cantik”. Lama lama suara itu menghilang. Lalu setelah mendengar suara itu aku tidak sedih lagi, walaupun hanya beberapa saat sih…
Setelah itu aku beranjak dari tempat tidur dan mandi. Setelah mandi aku mengingat-ngingat Oniisan terus.

Aku ingin memiliki sahabat. Setelah kepergian kak Daisuke, aku memiliki sifat yang dingin, teman temanku tidak mau lagi berteman denganku. Mencari sahabat adalah tujuan hidupku. Aku tidak memiliki sahabat. Mereka bilang… Aku ini memiliki sifat yang dingin, padahal kalau mereka menawariku menjadi sahabatnya, akan kuterima dengan senang hati, lalu sikapku akan menjadi periang lagi. Begitulah alur hidupku. Kalau saja Oniisan masih hidup, pasti aku tidak dijauhi dan memiliki banyak sahabat, juga tidak ditindas. Oniisan akan selalu melindungiku. Tik… Tak terasa sebutir air mata jatuh dari mataku, aku menangis. Tidak peduli dengan perkataan oniisan tadi pagi. Aku menangis sejadi jadinya.

“Musume… Ada apa di sana?”. Tanya Okaasan. Aku malah tambah menangis. Lalu Okaasan berjalan menuju kamarku.
“musume kenapa? Kok menangis?”. Tanya okaasan.
“enggak kok Okaasan, cuma teringat Oniisan…”. Jawabku.
“dulu tuh… Saat umurmu masih 1 tahun… Oniisan mengajarimu berjalan, walaupun umurnya baru sekitar 5 tahun sih… Tapi dia itu sangat sayang padamu… Dia cuek karena, di sekolahnya dia tidak punya teman dan bersikap dingin…”. Ucap okaasan. Aku senang mendengarnya.
“sudah yuk makan! di meja makan ada onigiri yang di dalamnya ada umeboshi terus juga ada sushi dan jus jeruk, karena hari ini hari libur… Okaasan akan mengajakmu pergi ke mall Otsuka, terus nanti beli chocho triple ice cream…”. Ucap okaasan. Mendengar okaasan, aku jadi bertambah senang.

Saat di mall…
“hai! Siapa namamu? Namaku Haruna… Salam kenal”.
“na… Namaku Hana Inamiri panggil saja Hana… Aku memiliki kakak laki laki yang baru saja meninggal seminggu yang lalu”.
“ibuku juga baru saja meninggal 3 hari yang lalu… Tapi aku mencobanya untuk tidak bersedih… Maukah kamu berteman denganku? Rumahku dekat dengan mall ini di belakang mall ini adalah kompleks tempat tinggalku…”. “Kebetulan sekali… Rumahku juga di sana”. Aku mulai akrab dengannya. Umurnya 12 tahun, kuanggap dia sebagai kakak keduaku Balasku. Sikapnya baik sekali padaku bahkan melebihi oniisan. Tapi jasa oniisan tetap kuingat selalu, kalau tidak ada Oni. Kak Haruna, jadilah kakak keduaku ya…

“wah… Makasih ya kak, sudah mentraktirku tadi… Kakak baik deh… Seperti Oniisan dulu…”. Ucapku.
“sama sama Hana, mulai detik ini panggil aku ane ya… Nanti aku memanggilmu imouto… Aku akan menghapus kesedihan dan sikap dinginmu… Jadilah anak yang periang, tapi kamu harus selalu mengingat jasa kakakmu ya…”.
“iya ane…”. Balasku. Setelah itu aku merasa senaaaaang… Sekali, walaupun kadang kadang suka sedih sih. Sekarang kak Haruna tinggal bersamaku, karena ayahnya meninggalkan rumahnya dan adik kak Haruna tinggal di rumahku juga. Jadi aku punya kakak, adik dan juga sahabat.

Tamat

Cerpen Karangan: Talitha Tsaqiifah
Sebenarnya cerpen ini merupakan sam ungan dari kisah ani ga suki. Talitha adalah seorang penyuka anime dan berhobi menulis cerita. Dia juga suka berbagai musik hatsune miku. Tapi dia bukan seorang otaku.

Cerpen Diary Ani merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hutan Setan

Oleh:
Ayu, Irma, Nisa, Aldo, Rama dan Yuda sedang liburan di perancis, mereka tinggal di rumah kakak Ayu yang bekerja disana. Mereka pun berjalan-jalan di kota yang penuh cahaya dan

Daun Yang Gugur

Oleh:
Ini adalah kisah cintaku yang ketujuh. Semua bermula dari cinta lokasi. Dia bernama Akegami Tomoe. Aku melihat Tomoe pertama kali, saat Tomoe melewati kursi yang aku duduki. Aku melihat

Autumn (Cinta di Musim Gugur)

Oleh:
Cinta mungkin bisa bersemi pada musim apa saja dan mungkin bisa kapan saja dan dimana saja. Cinta tidak memandang arti sebuah kecantikan dan ketampanan ataupun pintar atau bodohnya seseorang.

Ai no Niwa (Kebun Cinta)

Oleh:
Aku belajar menanam ketika aku masih berumur empat tahun. Aku belajar dari ibuku. Ilmu terakhir yang aku dapat dari beliau adalah menanam dengan cinta. Hingga sekarang, di saat aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *