Dreams

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 11 April 2015

Yukiko tampak sedih melihat sebuah topi yang dipakai anaknya. “ai, kenapa kau cepat sekali meninggalkanku? Meninggalkanku disini -sendirian.” isak yukiko di kediamannya.
Yukiko adalah seorang scientist atau ilmuwan. Yukiko senang membawa ai -anaknya- ke laboratoriumnya. Ai -yang masih berumur 10 tahun- tidak sengaja menumpahkan larutan yang dibuat ibunya, larutan itu adalah racun apt-4588. Ai yang memegangnya langsung meninggal 5 menit setelahnya. Kejadian itu terpasang di kamera pengintai ruang kerja yukiko.

“yukiko sudah gila.” ucap seorang ilmuwan di kantor yukiko, akemi kinoshita. “lihat, dia menghambur-hamburkan barang percobaannya.” seorang yang di depan akemi menatap akemi dengan sinis, lalu berkata, “siapa orangtua yang ditinggal oleh anaknya tentu akan gila. Jika tidak, berarti kau tidak normal.” seraya meninggalkan akemi sendirian. Orang itu -haruna menenangkan yukiko.

“kau bisa melihat mimpi anakmu, yukiko. Bukankah kau bisa?” ucap haruna. “mimpi apa?! Mimpi apa, ai sudah meninggal!!” bentak yukiko depresi. “yukiko! Kau pernah menciptakan sebuah percobaan kan?! Kau adalah ilmuwan! Ingatkah, saat kau berkata, percobaan ini akan selesai saat dna orang -rambut, darah, atau semacam apa dicampurkan ke percobaan ini dan dimasukkan ke dalam mesin disana, di ruang kerjaku, tentunya, kita akan dapat melihat mimpi-mimpi seseorang yang kita masukkan dnanya, percobaan ini tidak ke masa depan hanya mengulang waktu dan melihat mimpi. Mimpi akan terlihat di layar komputer canggih berbentuk gambar, mungkin video. Percobaan ini akan menampilkan mimpi di otak kecil orang tersebut dan menjelaskannya ke komputer canggih itu!, hey, yuki, kau bisa melihat mimpi anakmu!”

Yukiko, ibu ai, mencoba untuk menelusuri mimpi anaknya melalui rambut yang terlepas di topinya. Dan, ia, berhasil.

Mimpi 1
“hi, my name akako chan. Do you want to be my friend? Ups. I just have not known you? What is your name? I’m alone here.”
“my name is ai senpai. What! I can speak english, mama! Mama! Look at me, i.. I.. I can speak english, mom! Mama?! Kyaaaa! Please! Help me, help me! Aarghhh…”

Mimpi 2
“rumah yang bagus sekali! Yukiko san, ini rumah kita?!”
“iya, ai senpai.”
“wow! Yukiko san, megah sekali! Yu.. Kiko san? Kok ada kuburan? Yukiko san? Dimana kau? Yukiko san! Arghh… Itu kuburanku! Kyaaaa..”

Mimpi 3
“aku tak kuat lagi menjalani hidup ini, aku ingin mati.”
“siapa kau, jangan mati!” *ai-senpai.
“aku ingin mati… Aku ingin mati!!”
“kyaaa! Kau.. Kau… Siapa?! Kenapa wajahmu mirip dengan wajahku! Ba.. Bahkan sama!”
“aku adalah kau, mati saja kau!”
“kyyyaaaaa!!!”

“mungkin sudah takdir ai chan mati.” gumam yukiko, lalu meminum apt-4885. Ia meninggalkan ruang kerjanya, tanpa ia menyadari, sepucuk surat telah sampai di meja ruang kerjanya, a letter from heaven.

Cerpen Karangan: Bianca R. N.
Hai, namaku Bianca Rachela N. Biasa dipanggil Bibi.
Tolong dimuat ya, hehehe :p

Cerpen Dreams merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Taka

Oleh:
“Hikari-chan, aku sudah muak dengan Taka. Dia menyebalkan sekali! Setiap bertemu, pasti memanggilku otemba” Uuh … konsentrasiku buyar ketika mendengar suara Eiko. Entah sudah berapa kali, ia telah menyebut

Love In Heart (Part 2)

Oleh:
“Kak Iriye apa itu kau?” “Naoki? kenapa kau..” Naoki langsung memeluk sosok Iriye yang sangat dia rindukan, Naoki takut akan kehilangan Iriye lagi untuk kedua kalinya walaupun sebenarnya mereka

Daisuki, Hatori Sama

Oleh:
“Meong,” aku menjilat pipi majikanku, membangunkannya dari tidur panjang. Ia menggeliat lalu mengelus kepalaku, aku melanjutkan menjilat pipinya yang putih bak susu. “Sudah pagi, ya?” ia membuka matanya yang

Nilai 90 Yang Tidak Lazim

Oleh:
Dari dalam sebuah kelas yang sudah kosong sedang duduk seorang pemuda yang tidak terlihat sibuk. Itu adalah pemuda yang memang suka duduk di kelas saat jam sekolah sudah berakhir.

Deathless (Part 1)

Oleh:
Bunyi sirene ambulans baru saja melintas terdengar sahut-menyahut. Suaranya seolah mendengung dalam telinga, terekam menjadi sel-sel anyar dalam kepala Kazuya, sambil mengatur napas yang keluar-masuk, matanya mengerjap beberapa saat.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dreams”

  1. Kozuka Akazawa says:

    Sedih,.. cukup menyentuh ceritanya..

    Sugoii, Sugoii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *