First New Year for Mirai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 2 August 2017

Sudah 2 kali dalam minggu ini Mirai pingsan ketika kembali ke markas GUYS. Wajar saja terjadi karena memang monster kali ini sangat kuat. Entah itu Dinozaur ataupun Gomora. 2 kali ini juga Mirai meminta pada Teppei agar tidak menahannya di ruang kesehatan sampai pulih. Untunglah Teppei masih mau mengizinkan, dengan syarat Mirai tidak boleh terlalu lelah dan segera beristirahat setelah selesai bertarung. Bukannya Mirai orang yang hiperactive, hanya saja dia benci pada selang infus yang menancap di tangannya setiap kali ia tersadar.

Bruk!
“Mirai!”
“Mirai-kun!”
Tubuh Mirai ambruk ke lantai. Ryuu dan George segera membawa Mirai ke ruang kesehatan, diikuti dengan Teppei dan Marina. Konomi tidak dapat ikut, ia harus membantu Sakomizu Taichou untuk mengisi laporan.

Mata Mirai terbuka. Matanya menangkap sosok teman-temannya yang memandangnya dengan tatapan cemas.
“Mirai-kun!” Seru Konomi.
“Yokatta, nee” kata Marina sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Mi, minna,” lirih Mirai. Badannya masih terasa sedikit sakit akibat hajaran Red King tadi.
“Mirai, kau harus istirahat. Kau bisa mati jika begini terus” saran Teppei.
“Ie!” Mirai mencoba untuk duduk, namun dengan sigap Ryuu menahan bahunya, membuat Mirai harus tetap berada di posisinya semula -berbaring.
“Kau harus istirahat, Mirai” Ryuu meniru ucapan Teppei.
Mirai hanya tertunduk lesu. “Setidaknya lepaskan selang ini” pintainya. Sebenarnya ia bisa melepasnya sendiri -dengan paksa tentunya. Namun melihat semua teman-temannya berada di sini, rasanya itu tidak mungkin dilakukan.
Beruntung Teppei mau melepasnya, dengan syarat Mirai harus berada di kamarnya sampai ia sembuh. Mirai hanya bisa mengangguk. Bagaimanapun, Teppei sangat memperhatikan kesehatan temannya ini. Jadi rasanya tidak mungkin ia mengizinkan Mirai bertarung.

“Mirai-kun, Sakomizu Taichou memperbolehkan kita untuk melihat pertunjukan kembang api di kota, kau mau ikut?” Tawar Konomi ketika ia menjenguknya ketika istirahat makan siang.
“Entahlah, Konomi. Teppei bilang, kan, aku tidak boleh kemana-mana sebelum sembuh” kata Mirai.
“Tapi aku sering melihatmu lari pagi” penuturan Konomi membuat Mirai agak terkejut.
“Da, darimana kau tahu?”
“Kita selalu lari pagi, kan? Kau sengaja memilih jalur yang berbeda agar tidak ketahuan Teppei”

Mirai tak menyangka rencananya ketahuan oleh sahabatnya yang sebelumnya menjadi guru TK ini. “Oke, aku ketahuan. Jangan beritahukan ini pada Teppei” Konomi hanya tertawa kecil mendengar permintaan dari sang Ultraman Mebius. “Baiklah”

Tak disangka (sebenarnya bisa disangka oleh siapapun) Mirai bisa sembuh dalam waktu 2 hari. Dan sesuai janji Sakomizu Taichou, mereka dapat menikmati malam pergantian tahun di kota. Tentunya dengan penyamaran. Bisa-bisa terjadi paparazi jika mereka keluar tanpa menyamaran.

“Hee, jadi ini tahun baru pertamamu, Mirai?” Tanya George.
“Baka! Tidak mungkin di planet tempat tinggal Mirai merayakan pergantian tahun” kata Ryuu, disambut tawa dari teman-teman lainnya.
“Mirai-kun senang, tidak?” Tanya Konomi.
“Eh? Senang, kok” kata Mirai.

Akhirnya mereka sampai. Tempat mereka akan menonton kembang api adalah taman dimana Ryuu mengetahui identitas Mirai sebenarnya. Sekarang taman itu sudah diperbaiki, bahkan sekarang sudah dipadati pengunjung.
“Jam 11.55. Lima menit lagi” kata Marina seraya melirik ke arah arloji yang dipakainya.

Tiba-tiba terjadi getaran. Konomi dan Teppei yang saat itu membawa alat pendeteksi monster membuka alat yang berbentuk jam tersebut dan segera mendeteksi.

“Minna! Segera lari dari sini! Seekor monster berada tepat dibawah kita!!!!” Jerit Konomi.
Seluruh crew GUYS yang berada di sana langsung panik. Mereka segera mengevakuasi warga yang berada disana. Untunglah para warga mengerti karena juga merasakan getaran tersebut. Taman langsung ricuh. Tepat setelah semua warga berada di tempat yang aman, seekor monster tiba-tiba muncul dari bawah tanah.
“Itu Red King!” Seru Teppei.
“Muncul lagi?” Tanya Ryuu.
“Aku akan menelepon markas untuk mengirimkan pesawat” kata George

Mirai berlari entah ke mana. Namun tak lama kemudian, Ultraman Mebius datang arah selatan. “Mirai-kun,” kata Konomi.
Ultraman Mebius segera melawan Red King. Diikuti dengan beberapa pesawat tempur milik GUYS yang telah datang barusan. Mebius mendapat beberapa pukulan dan lemparan batu pecahan tanah taman dari Red King, membuat Mebius sedikit melemah. Namun Mebius tetap dapat melawan monster (yang mirip dengan jagung dan berwarna kuning, padahal namanya Red King) tersebut dibantu dengan GUYS. Hingga akhirnya Red King kembali ke tanah dengan menggali tanah tersebut. Tentunya GUYS maupun Mebius tidak dapat mengejarnya.

Festival kembang api tetap berjalan walau sudah terlewat dari jam 12 selama beberapa menit.
“OOOII!!!” Teriak Mirai sambil berlari menghampiri teman-temannya.
“Mirai!” Sahut Ryuu.
Mereka bergabung dan menyaksikan festival kembang api. Tiba-tiba sebuah kembang api yang sangat besar terbang ke langit dan meledak, namun bukan itu yang membuat Mirai takjub, melainkan tulisannya.

‘Arigatou, Urutoraman Mebiusu’

Mirai tersenyum. Begitu juga dengan teman-temannya. Ryuu menepuk bahu Mirai, membuat pemuda yang jika dihitung dengan usia manusia usianya berkisar antara 19-20 tahun itu menoleh pada sahabatnya.
“Kau membuat warga Jepang aman, Mirai. Arigatou. Tanpamu, GUYS pasti sudah hancur” kata Ryuu.
Mirai tersenyum getir, sebelum akhirnya kembali tak sadarkan diri karena kelelahan melawan Red King.

TAMAT

Cerpen Karangan: Portgas D Ace
Portgas D Ace. Usia 20 tahun dan sebenernya udah mati (dahahahah… Bercanda). Sebenernya usia author 12-13 tahun. Nama tetap dirahasiakan (padahal namanya bagus). Intinya, Author tidak punya ide untuk One Piece milik Eiichiro Oda jadi untuk sementara pindah fandom ke Ultraman.

Cerpen First New Year for Mirai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ai no Namida (Air Mata Cinta)

Oleh:
Madoka Kagami, siswi kelas 1 SMA di Akihabara International School mempunyai postur tubuh yang tinggi dan langsing. Rambut panjangnya yang berwarna pirang selalu terurai panjang kecuali saat olahraga, ia

Last Wish (Part 1)

Oleh:
Dor dor! Terdengar suara tembakan revolver yang menggema memecahkan keheningan malam. Asap putih mengepul dari lubang tempat keluarnya peluru yang kini telah bersarang di jantung sang pria paruh baya

Pesan Terakhir Poniko

Oleh:
Namaku Madotsuki, usia ku 15 tahun. Aku masih duduk di bangku SMP, tentunya. Aku yatim piatu. Aku tinggal bersama guru musikku di sekolah. Namanya Masada. Aku tidak ingin tinggal

Reinkarnasi

Oleh:
Di dalam sebuah kelas aku duduk sendiri sambil mengusap-usap mejaku yang telah rapuh dimakan usia aku hanya dapat menghela napas jika ini kelasku di masa depan berarti keadaannya 28

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *