Hopeless and Step

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 18 July 2019

Musim semi terasa sangat indah hari ini. udara desa Konoha terasa sejuk dan pemandangannya yang indah menjadi nilai plus mengapa desa Konoha menjadi desa terindah sekaligus desa terbaik di dunia ninja.

Seorang laki-laki berkulit putih pucat asyik berkutat dengan kamera SLR miliknya. dari tadi ia asyik membidik gambar pemandangan musim semi di tanah kelahirannya ini. sesekali ia menukar lensa kameranya.

Laki-laki bernama Shimura Sai mengabadikan gambar sepasang burung merpati yang bertengger di pohon sakura.
“Bagus sekali hasilnya” ujar Sai sambil menasukkan kamera SLR ke dalam tas lalu berjalan menuju kedai ramen.

Sesampainya di kedai ramen, ia melihat sahabat-sahabatnya. tak lupa ia juga melihat pujaan hatinya, Yamanaka Ino.

“Yo minna” Sai menyapa sahabat-sahabatnya itu.
“Oh yo Sai. gimana hasil jepretanmu hari ini? ada yang bagus, gak?” Naruto menepuk pundak si anggota anbu sekaligus fotografer paling populer dan tertampan di Konoha itu.
“Hmm ada, kok. ini” Sai memperlihatkan hasil jepretannya saat membidik gambar sepasang merpati bertengger di pohon sakura.
“Sederhana tapi sangat bagus. aku sangat menyukainya” ujar Itachi sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
“Apakah kau mau melukiskan gambar ini untukku, Sai-kun?” tanya Ino sambil menunjukkan puppy eyesnya yang membuat Sai ingin mencubit pipinya.
“Hmm ah” Naruto dan Sasuke serempak pura-pura batuk.
“Tentu, Ino-chan” Sai memperlihatkan killer smile kebanggaannya.
Sai dan sahabat-sahabatnya tertawa riang bersama. keceriaan menyelimuti kebersamaan mereka, persahabatan yang indah.

Tak terasa hari sudah sore, mereka semua pun pulang ke rumah.
“Jangan lupa besok datang ke pesta ulangtahunku ya, minna” teriak Ino sambil melambaikan tangannya.
“Pasti” jawab yang lain. mereka pun berpisah di cafe dekat game station.

Setibanya di rumah, Sai langsung melukis gambar hasil jepretannya tadi, Ino menginginkannya.
“Aku akan memberikan lukisan ini sebagai hadiah ulangtahunnya besok” ujar Sai bersemangat.

Lama dirinya berkutat di depan cat dan kanvas, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 waktu setempat.
“Aduh sudah tengah malam” Sai membereskan peralatan lukisnya.
“Otanjoubi omedetou gozaimasu, Ino-chan” ia pun mematikan lampu dan tidur.

Pagi hari pun tiba, Sai bangun jam 06.00. ia langsung mandi dan sarapan. tiba-tiba hpnya berbunyi, nama Naruto tertulis di layar hpnya.

From: Naruto
Yo Sai kau sudah siap? kita berangkat bareng yuk. aku tunggu di pertigaan cafe dekat game station..

Sai pun langsung membalas SMS Naruto.

To: Naruto
Ok..

Setelah merapihkan jasnya, Sai langsung pergi ke pertigaan cafe dekat game station membawa lukisan pesanan Ino. sebenarnya keadaan Sai saat ini sangat tidak baik, ia mengidap kanker darah, asma, dan leukimia. saat chek up terakhir, dokter mengatakan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

“Mungkinkah hidupku akan berakhir hari ini?” gumam Sai dalam hati. sahabat-sahabatnya mengetahui bahwa ia mengidap penyakit kanker darah, asma, dan leukimia stadium akhir. Ino tidak mengetahui ini.

“Hey Naruto, ayo kita ke rumah Ino sekarang” ujar Sai.
“Ayo. yang lain udah nungguin nih” dua orang itu berjalan menuju rumah Ino yang jaraknya hanya 300 M dari pertigaan.

“Akhirnya datang juga” ujar Sasuke. Itachi memperhatikan raut wajah Sai. ia lihat bahwa Sai sedang tidak sehat saat ini dan ia tau bahwa sahabatnya ini mengidap penyakit kanker darah, asma, dan leukimia stadium akhir.

Selama pesta berlangsung, semua terlihat bersuka cita. akhirnya Sai mendekati Ino.
“Otanjoubi omedetou gozaimasu, Ino-chan. ini lukisan yang kau inginkan” Sai memberikan lukisan itu pada Ino.
“Ah arigatou, Sai-kun” Ino tersenyum bahagia.

Seketika Sai langsung berlutut di hadapan Ino sambil memegang seikat bunga lili kesukaannya.
“Maukah kau jadi pacarku?” Ino menangis terharu dan yang lain bersorak kegirangan.

“Ayo terima” ujar Naruto, Sasuke, Itachi, dan Neji serentak.
“Ya aku mau jadi pacarmu” Ino mengambil bunga lili itu dan langsung memeluk Sai.

Acara berlanjut dengan jalan-jalan ke taman. yang lain asyik foto-foto, Ino dan Sai malah asyik pacaran.

“Ini hadiah terindah bagiku” Ino menyandarkan kepalanya ke bahu Sai.
“Hehe” Sai mengeluarkan hpnya lalu selfie bersama kekasihnya itu.
“Mana hpmu? aku kirimin ya” Ino menyerahkan hpnya kepada Sai.

Tiga jam berlalu sampai akhirnya Sai merasakan dadanya sangat sakit.
“Ah” Sai memegangi dadanya sambil menahan rasa sakit. Ino langsung panik.
“Sai-kun, kau kenapa?” Ino menepuk pipi kekasihnya itu.
Beberapa detik kemudian, Sai pingsan.

“Ayo kita bawa ke rumah sakit” Naruto dan yang lain membawa Sai ke rumah sakit.

Setibanya disana, Sai langsung dilarikan ke UGD.
“Tenanglah Ino, Sai akan baik-baik saja” Sakura memeluk Ino sambil berusaha menenangkannya.

1,5 jam berlalu. Shizune keluar dari ruang UGD.
“Bagaimana keadaan Sai, nona Shizune?” tanya Ino khawatir.
“Dia mengidap penyakit kanker darah, asma, dan kanker darah stadium akhir. denyut jantungnya menurun drastis. aku, nona Tsunade, bersama tim medis akan melakukan yang terbaik” Shizune masuk lagi ke UGD.

Ino tak bisa menahan air matanya lagi saat mendengar penjelasan Shizune. ia menatap lukisan pemberian pacarnya itu.
“Jangan tinggalkan aku, Sai-kun” Ino menangis.
“Berdoalah semoga pacarmu baik-baik saja” ujar Itachi berusaha menenangkan Ino.

Tsunade dan Shizune keluar dari UGD.
“Bagaimana keadaan Sai? apa dia baik-baik saja?” tanya Ino sambil menangis.
“Dia sudah tiada” ujar Tsunade dan Shizune bersamaan.
“Kami sudah melakukan yang terbaik tapi nyawanya sudah tak bisa diselamatkan lagi” Ino langsung menangis kencang lalu masuk ke UGD.
Ia melihat tubuh Sai ditutupi kain putih. ia tak menyangka bahwa orang yang sudah resmi jadi pacarnya beberapa jam lalu pergi meninggalkannya untuk selamanya.

“Ke.. kenapa ka.. ka.. kau pergi secepat ini? pa.. padahal ki.. kita baru saja jadian” Ino menggenggam erat tangan Sai yang terasa dingin sekali. ia melihat ada surat di atas meja. ia pun membaca surat itu.

For: my Ino-chan
Otanjoubi omedetou gozaimasu, Ino-chan. hehe semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rezeki, makin cantik dan lucu dan makin setia..

Maafkan aku ya aku hanya memberi lukisan permintaanmu dan seikat bunga lili saja sebagai hadiah ulang tahunmu. maafkan aku ya sayang aku pergi terlalu cepat padahal kita baru jadian..

Walaupun aku telah pergi, aku ingin kau tetap mencintaiku. sekarang kita sepasang kekasih yang beda dunia dan dimensi. jika kau merindukan aku, datang saja ke makamku dan aku pasti datang. jika nanti kau sudah tidak mencintaiku lagi, tak apa-apa ^^. buat apa kau mencintai diriku yang hanya bisa menemanimu sebentar saja? buat apa kau mencintai makhluk gaib sepertiku?

Jaga dirimu baik-baik ne sayang. simpan lukisan dan bunga lili pemberianku, ya..

Aishiteru, Yamanaka Ino ^^

With heart
Shimura Sai

“A.. a.. aishiteru yo, Sai-kun” Ino memeluk tubuh Sai yang kini sudah jadi mayat.

“Walau kita sudah beda dimensi, aku akan tetap mencintaimu sekarang dan selamanya” – Shimura Sai.
“Aku mencintaimu karena kau juga mencintaiku” – Yamanaka Ino.

“Aku pergi mencari sebuah alasan yang membuat diriku tetap apa adanya
Jika terdapat sesosok diriku yang bernaung di dalam hatimu
Maka di dalam kegelapan ataupun di atas bukit yang tinggi
Aku dapat melampaui semua itu dengan diriku yang baru

Agar kita dapat tersenyum sambil melangkah dalam keadaan apapun
Dan terus melangkah maju ke depan untuk menemukan alasan kita hidup
Akan kupanggil sebuah nama, yaitu namamu
Sehingga dirimu tetap apa adanya

Ketika kau merasa sedih hingga air matamu mengucur
Ketika kau merasa hatimu dipenuhi rasa sepi hingga merana
Akan kupanggil sebuah nama, yaitu namamu
Seperti halnya kau pernah memanggil namaku

Kuambil napas sedalam mungkin
Lalu menghembuskannya ke langit
Aku bertanya, mungkinkah aku bisa percaya
Kalau siapa saja bisa merasa bahagia
Untuk diriku sekalipun?

Meskipun masa depan yang menanti tampak begitu menyilaukan
Takkan ada artinya jika kuhadapi seorang diri
Jadi, kuteriakkan sebuah nama, yaitu namaku
Kini aku masih di sini. Apakah kau dapat mendengarnya?

“Tidak masalah jika diriku tidak dibutuhkan di dunia”
Itulah yang kubisikkan sambil menatap ke atas langit
Namun lewat hembusan angin, kudengar dari suatu tempat
Yaitu namaku, sesuatu yang diperoleh untuk diriku apa adanya

Agar kita dapat tersenyum sambil melangkah dalam keadaan apapun
Dan terus melangkah maju ke depan untuk menemukan alasan kita hidup
Akan kupanggil sebuah nama, yaitu namamu
Sehingga dirimu tetap apa adanya

Ketika kau merasa sedih hingga air matamu mengucur
Ketika kau merasa hatimu dipenuhi rasa sepi hingga merana
Akan kupanggil sebuah nama, yaitu namamu
Seperti halnya kau pernah memanggil namaku

Kupanggil sebuah nama, yaitu namamu” Luck Life-Namae Wo Yobu Yo.

Cerpen Karangan: Olivia Lovelyna
Blog / Facebook: Olivia Lovelyna
Watashi no namae wa Olivia Lovelyna desu.Bandung kara kimashita. Olivia to omishimasu
Douzo yoroshiku onegaishimasu ^^

Cerpen Hopeless and Step merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Hanako Chan

Oleh:
Urban jepang Hanako-san. Menceritakan tentang hantu anak anak yang bernama Hanako-san yang menghantui toilet di sekolah. Kau bisa memanggilnya jika kau mengetuk pintu toilet sebanyak 3 kali lalu memanggil

Hate To Love

Oleh:
Aku fans, bukan hanya sekedar fans. Tapi juga ‘suka’. Tapi apa mungkin orang sepertiku yang ia pilih? Iya kan?. Gadis yang aneh, jelek, dan yah… begitulah. Tak akan mungkin

A Reason

Oleh:
Hening. Atmosfir yang tercipta pun menegangkan. Mereka masih terdiam dengan gaya masing-masing -Sawako masih duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk, Ayane masih berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *