Incredible People

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 10 November 2017

Aku masuk sekolah Kuasa. Aku mencari bangku nomor 162, dan ternyata di sana sudah banyak orang.
Aku akan ujian sekolah ini yang dimana taruhannya nyawa. mati atau lulus, itu urusan kami. Dan, tibalah aku melawan, atau bahasannya ‘berperang’ atau ‘berkelahi’ untuk lulus ujian.

“Hey, salam kenal! Untuk salamku yang terakhir kalinya” ujar lawanku.
“Dan sepertinya aku yang sepatutnya berkata begitu, wahai teman” aku mengacungkan scimitar.
“Aku takkan kalah dengan senjata itu! Hahaha…” kata lawan itu sambil mengelus kunainya. “Kau, pilih menyerah atau kunai ini akan berwarna merah dalam 15 detik setelah ini”
“Menyerah dengan benda kecil itu? Silakan saja jika kau bisa! Sekalinya kau menusukkan itu di dadaku, scimitar tajam ini akan menembusmu!” aku mengangkat scimitarku. “Jangan buang waktu, ayo kita mulai!”

Dalam hitungan detik, scimitarku sudah menancap di dadanya. Aku tersenyum sinis. “Menyerah, atau scimitar ini akan berwarna merah saat aku mencabut benda ini”
Dia tertawa. “Coba saja!” seakan tak ada yang menghalangi, ia bergerak gesit ke arahku, namun dalam seperseribu detik aku memnghindar dan mencabut scimitarku dari dadanya.

“Ya, kau berani menantangku. Silakan kalau mau mendekat!” aku menancapkan scimitarku di tanah. “Maju!” Teriakku. Dia perlahan maju dengan berlumuran darah di dadanya, dan mengancamku dengan kunainya. Aku tersenyum lagi. “Kau sangat berani”

Dia menendang batu di tanah, hampir mengenai scimitarku. Dengan gerakan yang sangat cepat, aku mencabut scimitarku yang belepotan tanah, dan dalam seperseribu detik aku menikung laju dan menusukkan scimitarku dari belakang sambil menatap ke depan. “Itulah sebabnya mereka menjulukiku ‘si Pembelah Angin'” aku tertawa. “Menyerah, atau aku menang?”
“Mottoku berjuang sampai mati!” kata dia. “Kau menghabisiku dulu baru kau menang!”
“Heh, kau membuang waktuku!” Aku mencabut scimitarku lagi. Belum terlambat, aku hampir bisa menancapkan scimitar ke dadanya, namun ia dengan gesit melangkah dan ingin menancapkan kunainya ke dadaku. Kalau saja dadaku tak keras, ia bisa saja melemparkan lalu menusukkan kunainya ke dadaku.

“Sekeras apapun kau takkan bisa melawanku!” JLEB!! Seketika semua putih. Apa, apa aku sudah mati?
“Hey! Siapa di sana?” Hampa. Perlahan-lahan aku kehabisan nafas. Aku pingsan. Tiba-tiba, aku merasa pulih, tetapi lemas tanpa bisa menggerakkan kaki-tanganku.

“Akhirnya dia pulih!” kata seseorang. “cepat, bawa dia ke markas!”
“Te… Tetua Nihenshi? Ak… aku di mana?” tanyaku gugup. Aku baru sekali bertemu dengan Tetua Nihenshi, walau aku tahu rupanya seperti apa.
“Akhirnya kau sadar nak, lihatlah, kamu sedang berada di mana!” katanya. Aku bangun dari tidurku. Lalu dalam sekejap, aku tersenyum. Ternyata, ini adalah di tempat ayah! Aku senang pergi ke tempat ayah latihan, di sana keren sekali. Aku sangat senang!

Tetapi, tiba-tiba, aku menghilangkan wajah ceriaku. wajahku berubah menjadi gelap.
Seakan-akan ia bisa membaca pikiranku, Tetua Nihenshi berkata, “Kau lulus ujian. Kau tahu, pemakaian kekuatan di ujian sangat ilegal. Ya, lawanmu itu mempunyai kekuatan super efektif yang membuat seseorang terhenti gerakannya dan pingsan dalam hitungan detik. Kami shock dan kaget melihat itu. Dan tiba-tiba Tetua Daihenshi menyampaikan keberatannya terhadap kekuatan yang digunakan lawanmu itu. Dan lawanmu didiskualifikasi karena menggunakan kekuatan yang ilegal di ujian sekolah kuasa” ceritanya.
Aku tersenyum berseri-seri. Aku mengepalkan tangan. YES!! Sekarang aku masuk kelas Incredible.

“Kau pantas mendapatkan itu, Kanaiki” Tetua Nihenshi mengelus kepalaku. Aku tersenyum kembali.

Cerpen Karangan: Humaira S.Z
Facebook: Eva N Afiati
Nama: Humaira
Kelas: 5
Instagram: @zahra.hana
Umur: 10 tahun
Alamat: Kota Bogor

Cerpen Incredible People merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Bawah Matahari Terbenam

Oleh:
Hari semakin gelap, waktu telah menunjukkan pukul 17.00. Di bawah pohon sakura yang bermekaran berdiri seorang gadis manis sambil menggenggam sebuah ice cream rasa strawberry. Gadis itu melihat matahari

Angel From Hell

Oleh:
Cahaya mentari menusuk mataku, dengan enggan aku membuka mataku. Aku mengerjapkan mata beberapa kali untuk menghilangkan perih mataku. Rambut pirangku tampak kusut berantakan. “Nia bangun!” seru ibuku dari bawah.

Dream Monster

Oleh:
5 Agustus 20** Saat ini kota ku mempermasalahkan masalah baru… Kekacauan baru, tepatnya… Dimana para alien atau monster aneh menyerang dunia… Sudah ada penelitian, bahwa monster-monster aneh tersebut aslinya

Winter In Love

Oleh:
Bulan Desember telah tiba, pertanda musim gugur telah berlalu. Salju-salju mulai turun di sekitar Hokkaido menghiasi ranting-ranting pepohonan yang sudah rontok bunganya akibat musim gugur kemarin. Airi yang masih

Ame to Niji (Part 2)

Oleh:
Terduduk sambil menundukan pandangan, saat aku melihat liontinku warnanya kembali gelap. Tiba-tiba ada seseorang menjulurkan tangannya padaku, sontak aku mengangkat wajah dan melihat siapa dia, ternyata senpai. Kulihat suasana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *