Kei’s Novel (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 17 February 2016

Kisah ini berawal ketika aku masih di kelas 3-A SMA Tokyo. Namaku Kei Hiroshi. Di kelas ini, aku dijuluki “Orang Aneh”. Memang kalau dilihat dari kegiatan sehari-hari, hanya menulis diari saja. Baik di waktu istirahat, pelajaran, pagi, siang dan malam. Semuanya ku isi aktivitas dengan menulis. Ada kalanya saya menulis cerpen, lalu mengirimkannya ke Surat Kabar Mainichi Simbun. Aku juga punya blog yang berisi semua cerpen, novel, dan diariku di Keihiroshi.com. Semua itu ku jalani dengan suka cita yang mendalam.

Ibuku, Reika Katsumi sangat menyukai semua karya menulis di blogku. Sampai suatu ketika, dia menawariku teh sambil berkata. “Nak, suatu hari nanti kau bisa kaya hanya dari menulis. Jadi kembangkan terus ya, Kei.”
“Tentu.” Jawabku dengan senyuman. Tapi berbeda dengan Ayahku, Daiki Hiroshi namanya. Dia tak terima pendapat dari istrinya sendiri. “Mana bisa kaya hanya dari menulis?” Setiap kali ku dengar jawabannya, aku hanya menundukkan kepala. Tak berani melawan Ayah.

Sabtu, 8 Maret 2010
Musim semi telah tiba. Pagi ini setelah sarapan, aku segera berangkat ke sekolah yang rada jauh dari desa kami. Sekitar 1 Km dan kira-kira 2 jam perjalanan bila menaiki bus umum. Hari ini, mata pelajaran pertama yakni Fisika. Hmm… Jujur saja, aku tak suka dengan mata pelajaran yang berbau eksak itu. Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi. Satu-satunya pelajaran yang ku sukai hanyalah Bahasa. Segala jenis Bahasa, dimulai Prancis, Indonesia hingga Bahasaku sendiri, Jepang. Di kelas, sambil menikmati pelajaran Fisika, ku tatap pemandangan dari jendela kelas. Rasanya aku ingin segera lulus dari sekolah menjemukkan ini. Mungkin setelah lulus dari SMA ini, aku segera mencari pekerjaan dan mulai fokus mengembangkan bakat menulisku di blogku.

Supaya gak jenuh, aku lihat pemandangan luar kelas. Cherry Blossom atau Bunga Sakura, selalu membuatku terpesona sepanjang masa. Kadangkala aku ingin sekali bertemu gadis pujaanku yang memiliki rambut berwarna persis seperti warna Sakura. Di SMA ini, aku mengikuti 3 kegiatan eskul sekaligus. Pertama jurnalistik, kedua Taekwondo, dan ketiga English Club. Favoritku tentunya jurnalistik. Jurnalistik diadakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kalau taekwondo diadakan setiap hari Senin dan Rabu. Terakhir English Club selalu diadakan di hari minggu.

Pukul 8 malam.. “Huaahh…” Sepanjang jalan ku menguap beberapa kali. Kalau tak hati-hati, bisa jatuh ke jalan. Kantuk berat karena semalaman suntuk ku habiskan hanya untuk menulis novel di blog. Novelku ini kawan, berkisah tentang seorang laki yang awal mulanya selalu sendiri, tapi hidupnya seketika berubah menjadi menyenangkan ketika lelaki ini bertemu dengan gadis cilik nan rupawan bernama Asumi Reiko. Sebenarnya Tokoh laki itu ialah saya sendiri tapi dengan nama yang ku samarkan. Ingin rasanya kehidupanku seperti yang ku tulis di dalam novelku.

Satu jam telah berlalu. Entah sudah ke berapa kalinya ku menguap. Aku terkekeh sendiri saat melihat lapangan sepak bola yang ada di ujung sebelah kanan jalan. “bentar lagi nyampe!” Riangnya hatiku setelah 1 jam perjalanan naik bus umum. Rasanya ada yang aneh di lapangan tersebut. Ku dengar suara teriakan gadis kecil yang sepertinya tengah… diperk*sa? segera ku berlari ke sana untuk mendapatkan jawabannya. Sampai di sana, aku terdiam. Dugaanku benar, meskipun samar-samar karena gelapnya lapangan ini. Segera ku berteriak keras menghentikan mereka, “Hei!!”

Mereka semua terkejut melihatku. Tak ku sangka, baru sekali ini aku menjadi pahlawan. Tapi setelah tahu mereka ternyata berlima, hampir saja membuat mental bertarung ku down. Ku lihat gadis cilik yang sudah setengah telanjang itu. Air matanya membuat semangatku meluap-luap. Meskipun mereka bersenjata, ku tak peduli. Setelah melumpuhkan mereka, aku harus segera memanggil polisi. Biar kapok mereka berlima.

Laki-laki berambut merah itu langsung menyerangku dengan sebilah golok tajam yang biasa digunakan untuk menyembelih hewan. Mungkin sedari tadi melihatku, dia tampak sangat marah. Mungkin tak ingin ketahuan aksi bejatnya ini. Beruntung serangan cerobohnya mampu saya lumpuhkan seketika. Tangan dan kakinya ku patahkan, agar dia tak bergerak. Selanjutnya pria besar dengan rambut ikalnya. Ia membawa senjata yang sama. Mungkin mereka berlima membawa senjata yang sama. Tapi, sewaktu ku lihat tadi hanya empat orang saja yang membawa senjata golok itu. Pria yang satunya? Pria kedua dan ketiga sudah dilumpuhkan. Tapi naas, dugaanku benar. Pria terakhir tersebut membawa senjata pistol. Mungkin ber-kaliber 9.0mm. Cukup membuatku lumpuh dari pertarungan ini. Pintar juga dia, pistolnya langsung mengenai hatiku.

“Mati!” dia menembak 3 kali di anggota badan paling vital. Hati, lambung, dan paru kananku.
“Mati!!” sambil meletuskan tembakan terakhirnya. Beruntung bisa dengan cepat menghindar sebelumnya dan langsung ku arahkan silatku ke bagian dagu dan ku patahkan tangan dan kakinya. Penglihatanku mulai berkunang-kunang. Dengan segera ku ambil hp-ku dan ku telpon polisi. Cukup beruntung juga hari ini. Polisi segera berangkat sambil memanggil ambulans untukku dan dia. Sebelum pingsan, ku lihat dia untuk terakhir kalinya. Dia tersenyum sambil mengatakan sesuatu kepadaku. Sebelum ku kenali perkataanya, aku sudah pingsan.

2 minggu kemudian. Setengah sadar, ku lihat bunga Cherry Blossom berada di sebelah kananku. “Pemberian siapa ya?” setelah sadar sepenuhnya, aku melihat sekitar dan… Dia ada tepat di sebelah kiriku. Dia tertidur. “Mungkinkah dia di sini berhari-hari?” Pikiranku mulai banyak pertanyaan. Siapakah dia? Apa yang dilakukannya tadi malam sehingga bisa dikepung dan ingin diperk*sa? Tangannya mulai bergerak. Dia terbangun dan menatapku sambil tersenyum. Wajahku memerah malu-malu. Baru ku lihat bidadari kecil ini. Berambut kuning keemasan, panjang dengan gaya pigtail dengan ikat rambut Hello kitty, membuatnya semakin imut dan cantik.

“Sudah baikan, Onee-chan?”
“Sudah,” Tapi dalam hatiku bertanya-tanya, “Siapa dia?”
“Aku Asumi Reiko. Salam kenal ya Onee-chan,” Jawabnya sambil tersenyum indah. Senyumannya bagaikan bunga Cherry Blossom yang selalu ku lihat di halaman sekolah.
“Asumi Reiko?” Pikiranku mulai negatif. Rasanya itu seperti nama tokoh novel yang baru ku buat.
“Asumi? Benarkah itu namamu?” Semoga dia bercanda soal namanya tadi.
“Tentu. Kenapa? Ada yang aneh dengan namaku, Onee-chan?” Bulu kudukku merinding. Tidak mungkin tokoh fiksi yang ku buat bisa nyata.
“Terima kasih. Kalau tidak ada Onee-chan, aku sudah pasti mati.” Air matanya mulai berlinangan.
Aku pun mengelus-elus rambutnya. Sambil ku tersenyum sebagai tanda, “Iya, sama-sama.”

Bersambung

Cerpen Karangan: Indra Wahid
Blog: cerpenjepang.wordpress.com
Silahkan kunjungi blogku di cerpenjepang.wordpress.com. Jangan lupa komentarmu ya 🙂

Cerpen Kei’s Novel (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sakura No Utsukushi Machi

Oleh:
Pagi itu sangat cerah sekali. Musim dingin telah berganti semi. Tepat pukul 10 pagi tampaklah seorang gadis kecil berumur sekitar 6 tahun, dan berkucir dua yang duduk sendirian di

My Autumn Boy

Oleh:
Hari itu aku bertemu dengannya, saat bunga sakura telah gugur dari pohonnya. Laki laki tinggi yang sedang bermain basket di lapangan. Aku menyukai sosoknya, aku menyukai senyumnya saat berhasil

A Reason

Oleh:
Hening. Atmosfir yang tercipta pun menegangkan. Mereka masih terdiam dengan gaya masing-masing -Sawako masih duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk, Ayane masih berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan

Senja Tolong Kembalikan Dia (Part 1)

Oleh:
“Ohayou… perkenalkan namaku Arumi Sakura, aku pindahan dari SMA Shizuka. Aku mendapat beasiswa, sehingga aku dipindahkan di SMA Tokyo ini. Sekian, mohon bantuannya, arigatou,” itulah sedikit perkenalanku di kelas

Diary Untuk Semua

Oleh:
“pagi ini hujan… Tapi tak apa, karena hujan, sebuah pelangi indah tercipta di langit…”. Ucap Naomi, gadis kecil yang berbakat melukis. Umurnya 9 tahun. Banyak piala dan penghargaan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kei’s Novel (Part 1)”

  1. Seiryu says:

    Sugoi ne!.. buruan terbitkan part selnjutnya ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *