Kemenangan Ku Untuk Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 February 2016

“Aku pulang!”
“Selamat datang Onee-chan!”
Yap inilah aku, Daisuke. Hidup bersama dengan adikku yang manis dan imut. Namanya Lily. Sambil bersandar di sofa, aku mengambil remote TV dan mulai mencari tayangan yang ku sukai.
“Onee chan, bagaimana soal finalis lomba menulisnya?”
“Kalah,” Sambil ku pasang wajah senyum ke dia.

“Bagaimana ceritanya, onee-chan?”
“Yah begitulah,” Jawabku dengan rasa malas.
“Yah kok gitu sih?”
“Ya kalau dah kalah gak usah diceritain lah,” Jawabku sambil cengengesan.
“Onee-chan, mau dorayaki?”
“Tidak terima kasih.”

“Hmm.. andaikata Onee-chan menang, kita bisa dapat uang banyak loh. Lumayan untuk membiayai kehidupan kita,” Ujar Lily sedih sambil melahap dorayaki terakhirnya. Memang kehidupan kami di kota Tokyo ini susah. Biaya makan mahal, bayar apartemen, dan berbagai kebutuhan lainnya. Tapi saat final lomba itu, keputusanku untuk kalah memang sudah kuniatkan. Bukan tanpa alasan. Itu semua karena Ayumi Hiro. Jam dinding Hello Kitty pemberian paman kami sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sudah saatnya tidur.

“Ayo waktunya tidur Lily,”
“Oke!” Sambil mematikan TV dan masuk ke kamar.

Hari ini sangat melelahkan sekali. Rasanya aku tak ingin segera tidur mengingat lomba final tadi. Sebenarnya sengaja tak ku selesaikan cerpenku agar aku bisa membiarkan dia untuk menang. Namanya Ayumi. Lengkapnya Ayumi Hiro. Dia kelas 2 SMA. Kebetulan sekelas denganku, di kelas 2-A. Pertama kali ku kenal, dia orangnya imut, cantik, dan pendiam. Pendiam yang menyebalkan. Dia bahkan meledek karya-karya cerpen masterpiece-ku yang dimuat di surat kabar Yomiuri Shimbun. Ku baca dari email yang dikirimnya kemarin sabtu, dia bilang “Karyamu jelek, Daisuke-kun. Tak ada maknanya.” Rasanya ingin sekali ku lemparkan Laptop ini ke wajahnya. Mungkin butuh 10 laptop biar hatiku puas!

Tapi perasaan itu semua berubah ketika ku lihat dia yang sebenarnya. Sifat pendiamnya itu bukan tanpa alasan. Dia pendiam ketika menjadi anak yatim piatu. Mungkin kesedihan yang mendalam, membuatnya menjadi sosok gadis pendiam. Setiap tanggal 17, dia selalu absen kelas dengan alasan mengunjungi kedua orangtuanya di pemakaman. Dia mengingatkanku kepada Ibu dan Ayah. Mereka bercerai 2 minggu yang lalu. Saat aku berumur 9 tahun dan Lily masih berusia 3 tahun. Beruntung paman kami mau merawat dan menjaga kami. Tapi karena kesibukannya saat ini, paman memberikan kami sebuah apartemen yang sederhana dan setiap bulannya kami diberi uang yang lumayan untuk membiayai kehidupan kami sehari-hari. Saat itu aku sengaja tidak menyelesaikan cerpenku agar Ayumi dapat memenangkan lomba ini dan membuatnya bahagia. Bahkan setelah dia menerima hadiahnya, dia memamerkan Trophy emasnya di hadapanku.

“Aku hebat kan!” Sambil menunjukkan senyumnya di depanku.
“Berjuang terus ya, Ayumi-chan,” aku senang melihatnya bahagia, meskipun dia meledek karyaku yang katanya tak ada maknanya. “Sebenarnya saya banyak berterima kasih kepadamu. Kau telah banyak menginspirasiku dengan karyamu yang ada di koran Yomiuri Shimbun,”
“Lalu mengapa meledekku?” Tanyaku kesal setengah hati.
“Aaaaakkkuuu… hanya ingin menggodamu sih,” Wajahnya memerah. Imut sekali gadis ini.
“Oh iya aku pulang dulu ya!” Sambil berlari meninggalkanku sendiri di depan kelas 1-A. Ku harap sewaktu nanti dia bisa membanggakan kedua orangtuanya.

Cerpen Karangan: Indra Wahid
Blog: cerpenjepang.wordpress.com
Facebook: Indrapreneur Kreatif

Cerpen Kemenangan Ku Untuk Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebungkus Rindu Untuk Sahabat Wanita

Oleh:
Tadi siang, di sekolah aku memperhatikan seorang wanita berpipi chubby itu. Dia menari di hadapan banyak orang, dia kurang tersenyum dalam setiap langkah yang ia tap, tap, tap kan

True Love

Oleh:
Seorang gadis imut nan cantik menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur untuk melepaskan rasa penatnya. “Huaaa.. aku lelah!” keluhnya pada Kakaknya. “Itu karena kau membawa barang yang banyak.” Jawab

Pertemuan Singkat Saat Seminar

Oleh:
Pagi itu, 10 maret 2014. Anak-anak SMAN 13 yang terletak di ujung kota Banda Aceh mengikuti upacara bendera, ya seperti biasanya kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari senin. (kegiatan

Rindu dan Buku Harian (Part 1)

Oleh:
Malam sunyi yang kini menemani gadis cantik yang sedang sibuk menulis sesuatu dalam buku hariannya. Buku yang berisikan semua perasaan yang ia rasakan. Semuanya tertumpah pada satu buku yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *