Menjadi Raja Bajak Laut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

“Kapten!” Seorang wanita berambut jingga memanggil seseorang yang ia panggil kapten itu.
“Aku segera ke sana!” Suara yang tidak asing lagi menjawab panggilan wanita tersebut.

Seorang pria yang tinggi dengan rambut yang sedikit lurus itu turun ke tempat teman-temannya menunggu. Topi jerami itu masih melekat di kepalanya. Luffy 5 tahun kemudian. Kini usianya 24 tahun. Dan wanita yang tadi memanggilnya adalah Nami. Kini usianya 25 tahun, 2 tahun lebih tua dari kaptennya. Kini Luffy telah menjadi raja bajak laut. Ia telah mengelilingi Grand Line dan telah menemukan One Piece.

“Doushita, Nami?” Tanyanya.
“Kore mite” navigatornya menunjuk ke arah sebuah kapal.
Luffy sangat hafal dengan bendera kapal tersebut. Orang yang sangat di idolakannya berada di atas kapal tersebut. “Shanks” gumam Luffy.

Luffy berlari ke dek kapal, tempat Usopp dan Franky berada. “Franky! Usopp! Dekati kapai itu!” Perintah Luffy.
“Kapal apa?” Tanya Usopp yang kini usianya sama dengan Luffy, 24 tahun.
Usopp melihat ke arah luar. Sebuah kapal terlihat berlayar di depan mereka. Mereka pun melaju ke arah kapal tersebut. Melihat kapal asing berjalan ke arahnya, salah satu kru Akagami segera menghentikan kapal.

“Doushita?” Tanya Shanks.
“Ada kapal mendekat. Sepertinya memang ingin mendekati kita” kata anggotanya.
Shanks dengan teleskopnya melihat kapal tersebut. “Luffy” gumam Shanks.

Thousand Sunny akhirnya dapat berhenti di dekat kapal tersebut. Shanks bersama Ben Beckman, Yasopp dan Lucky Roo menambat kapal dan dengan kapal kecil mereka menghampiri Thousand Sunny.

“Luffy, ada yang datang” Zoro melihat ke luar kapal.
“Persilahkan dia masuk” kata Luffy.
Zoro pun menurunkan tangga tali khas kapal bajak laut. Kru Akagami pun naik ke kapal.

“Shanks,” Luffy menatap Shanks dengan tatapan tak percaya. “Shanks!”
Luffy berlari ke arah Shanks. Kemudian memeluk Shanks. Shanks hanya tersenyum.
“Luffy,” Shanks menatap Luffy. “Kini kau sudah besar, ya, berbeda dengan 15 tahun lalu” Shanks tersenyum geli mengingat dirinya sering mempermainkan Luffy dulu.
“Ini,” Luffy memberikan topi jerami yang dipakainya. “Seperti janjiku padamu dulu”
Shanks menatap topi jerami itu. Kemudian ia menggeleng. “Untukmu saja” katanya. “Lagipula, jika kau menyerahkannya, kau harus mengganti lambangmu, kan?”
Luffy menatap topi tersebut. Mengingat semua kejadian yang dialaminya. “Arigato, Shanks”

Luffy dan Shanks saling bercakap-cakap. Sementara itu, terlihat Yasopp dan Usopp saling menatap. “Oto-san,” gumam Usopp.
“Kamu masih ingat ya, Usopp” kata Yasopp.
“Oto-san!” Usopp berlari memeluk ayah yang sudah lama tidak ditemuinya. “Nande? Nande? Oto-san pergi meninggalkanku dan Oka-san”
Yasopp hanya diam. Ya, berita mengenai kematian Banchina, istrinya, sudah sampai ke telinganya. “Tapi, kemampuanmu dalam berbohong menyembuhkan Kaya, kan?”
Usopp terdiam. Bayangan Banchina dan Kaya melesat di pikirannya. Kemudian kembali memeluk Yasopp dengan erat.

Atas permintaan Shanks, malam itu kru Mugiwara dan Akagami pergi ke sebuah pulau dimana makam Ace dan Shirohige berada. Mereka berencana untuk melayat sekaligus berpesta menyambut pertemuan kedua kru.

Selesai

Cerpen Karangan: Zhavira Aprilia Jaya
Zhavira Aprilia Jaya. Lahir di Balikpapan pada tanggal 8 April 2004. Cewek penggemar One Piece ini sudah mengenal dunia tulis menulis sejak kelas 3.

Cerpen Menjadi Raja Bajak Laut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dreams

Oleh:
Yukiko tampak sedih melihat sebuah topi yang dipakai anaknya. “ai, kenapa kau cepat sekali meninggalkanku? Meninggalkanku disini -sendirian.” isak yukiko di kediamannya. Yukiko adalah seorang scientist atau ilmuwan. Yukiko

My Lovely Classmate

Oleh:
Irene POV “Irene… Bangun! Ini sudah pukul 6!!!” Teriak Ibu dari depan kamarku. “Hmmmmm… Iya Ibu…” Kataku sambil bangun dan duduk di atas tempat tidurku. Saat aku mendengar suara

Messenger Of Love

Oleh:
“Jangan Shuusei!” Kaori merebut ponselnya. Wajahnya memerah. “hey.. aku cuma lihat.” Shuusei tersenyum picik diikuti teman temannya yang tertawa puas. Kaori mendengus kesal ia sadar tak bisa membalas.Kaori memilih

Bloody Angel

Oleh:
Aku adalah sebuah pisau dapur. Aku dibuat untuk para ibu-ibu yang ku pastikan memakai jasaku melayani suami dan anak mereka. Sebesit pikiran melintas, terbayang seorang ibu-ibu bertubuh gempal bercelemek

Maafkan Aku

Oleh:
“Kau benar-benar menyukaiku Baek?” Baekhyun mendongakkan kepala =nya menatap Chanyeol, sungguh kali ini Baekhyun sangat takut. “Jawab aku Baek!!” “Kau tidak perlu membentakku Chan!!” Air mata Baekhyun turun semakin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Menjadi Raja Bajak Laut”

  1. alzi says:

    kaizoku ou ni ore wa naru

  2. Zhavira Aprilia Jaya says:

    Hai~ penggemar One Piece juga, kak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *