Painful Sacrifice

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 23 February 2014

“Shintaro-kun” Huh… Gadis menyebalkan itu. “Nanie?! Sudah ku bilang jangan menggangguku!” Ujarku sambil mengibaskan tangannya yang hendak memegang tanganku. Ia pun menatapku dan berkata “Ikanai yo! Aku akan tetap bersamamu!” Dengan berang ku menjawab “Ya ampun! Kau sangat mengganggu!” Aku pun menatap ke depan dan meninggalkannya. Pada saat itu aku tidak sekalipun tahu hati aslinya.

Dua hari sebelum kematian Ayano:
“Shintaro-kun, berapa hasil yang kau dapat?” Tanyanya. “Baik seperti biasanya.” Ujarku menatap kertas tidak berguan bertuliskan nilai seratus itu. Aku yang sudah tahu tentang semua masa depan. Dan tanpa belajar pun, nilaiku akan tetap seperti itu.

Plot Ayano:
Aku menyukaimu, Shintaro. Dari dulu. Kau, seseorang yang dijauhi karena wajah dinginmu. Kukira hanya aku yang mau tersenyum untukmu. Dapatkah perasaanku sampai padamu? Umur yang tinggal sebulan ini, cukupkah? Seiring turunnya hujan, air mataku meleleh dengan cepat. Aku… Yang selalu menderita dan ditolak oleh Shintaro seorang. Tapi aku tidak menderita hanya karena itu. Aku ingin menyelamatkan masa depan orang lain termasuk Shintaro. Dan hanya ada satu cara, yaitu bunuh diri dan mendapatkan kekuatan red eyes. Kekuatan yang bisa menyelamatkan maupun membunuh orang. Kekuatan seperti Shintaro. Maka itu, aku akan akhiri hidupku secepatnya.

Sehari sebelum kematian Ayano:

Plot Shintaro:
Seperti biasanya. Hari minggu, jam 12.33 aku berkumpul bersama anggota Mekakushi-Dan. Sekelompok penerima Red eyes. Di rumah nomor 17 itu, aku sudah disambut ke 6 anggota Mekakushi-Dan. Kelompok ini sendiri berjumlahkan 8 anggota. Sisanya adalah aku dan perangkat suara buatanku, Ene. Di ruangan yang sepi dan kelam dimana hanya ada dua jendela besar, matahari menyinari sebagian ruangan itu. Aku melihat ke sekeliling dan aku menangkap bayangan Ayano di sudut ruangan. “Ayo main bersama.” Kata bayangan itu. Aku terkejut dan bayangan itu menghilang. Perasaanku tidak enak. Apakah tanda suatu bahaya? Kuharap bukan. Tapi ternyata benar.

Ayano bunuh diri:

Plot Ayano:
Inilah waktunya,aku harus pergi dari dunia ini. Akan ku selamatkan masa depan Shintaro dan adik-adikku yang memiliki Red eyes. Aku di sudut balkon kelas, bersiap terbang. Ruangan itu terwarnai warna senja musim gugur. Kuletakkan syal merahku di meja yang akan kosong selamanya. Untuk Shintaro. Aku pun tersenyum untuk yang terakhir kali. “Bruak!!!” Tulang leherku patah dan kepalaku tepat mengenai tanah lapangan dan pecah. Sampai jumpa semua.

Setelah Ayano meninggal:

Plot Shintaro:
Saat aku masuk kelas pagi itu, aku merasa ada yang tidak beres. Para gadis di kelasku menangis dan membawa bunga. Mereka meletakkan bunga bersama Vas nya di meja Ayano. Aku pun menggebrak meja. “U..Uso! Dia tidak mati kan?!” Tanyaku pada seorang teman sekelasku. Sambil terisak, ia menunjuk ke balkon. Dari bawah balkon aku pun melihat sebuah syal merah. Itu milik Ayano. Tapi mayatnya sudah di bawa ke pemakaman. Aku pun terkulai lemas. Ayano, maafkan aku. Aku yang tidak akan pernah bisa mati ini pun tak mungkin menyusulnya.

Sore hari pun menjelang dan aku tetap tinggal di kelas, menunggu bayangan Ayano muncul. Benar saja. Aku melihat bayangannya berdiri di ambang jendela dan berucap “Maaf aku telah tiada.” Bayangannya jatuh sambil tersenyum. Aku mengejarnya. Tapi tak sampai. Lalu seketika pandanganku gelap. Di tengah pandangan yang gelap itu, muncul seorang dewa kematian. Ia tersenyum seraya memberi gunting padaku. Aku pun hendak menusuk leherku dengan gunting itu. Namun sebuah bayangan menghentikanku. Aku menemukan diriku yang lain. Yang tidak peduli pada Ayano. Wajah dinginnya menatapku sinis. Aku kembali ke kelas dan Ayano ada di tengah-tengah kami. “Bawalah aku. Jangan tinggalkan aku sendiri, Ayano” Teriakku. Aku dan diriku yang lain mengejarnya. Namun hanya satu dari kami yang sampai pada Ayano. Diriku yang satu lagi berhasil. Ia menatap Ayano dengan senyum tidak peduli terpampang di wajahnya. Ayano tersenyum bahagia dan berkata “Aku mencintaimu” Lalu ia kalungkan syal merahnya pada diriku yang lain seraya menariknya ke balkon. Pada saat itu juga aku tersadar dan bangun di kamarku. Aku pun menangis. “Maaf Ayano. Aku memang kejam. Tidak seharusnya penderitaan itu kau simpan sendiri. Akhirnya ku tau aku juga mencintaimu” Ucapku lirih. Aku tidak akan melupakanmu, selamanya.

Cerpen Karangan: Aiko Harayui
Facebook: Aiko harayui seveneureka
Aiko harayui. Lahir di Jakarta 21 Mei 2001. Otome + Fujoshi cerewet yang tomboy banget

Cerpen Painful Sacrifice merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pernyataan yang Terlambat

Oleh:
Selesai bekerja, Karen beristirahat di bangku taman Ueno sembari membaca novel kesukaannya. Ia bekerja sambilan sebagai pemandu wisata di taman Ueno, Tokyo, Jepang. “Lucy pun memeluk Aslan.. eh?” gumam

Welcome To My Japan

Oleh:
Grissel, yap! Nama lengkapnya adalah Grissel Fanabishi Noi Sakurashi. sungguh panjang bukan? Dia biasanya dipanggil dengan sebutan Grissel atau jika temannya sedang iseng dipanggil dengan ‘Sel Tubuh’. Dia akan

Best Friends Forever

Oleh:
“Shizuku!” Teriak seorang gadis berkucir dua, dia adalah Adine, teman Shizuku. “Ada apa?” Tanya Shizuku. “Ada lomba mengarang Cerpen. Kamu ingin ikut enggak?” Tanya Adine. “Ayo! Kita daftar ke

My Melody (Part 2)

Oleh:
“Hei, apa yang kau lakukan di depan kelas kami?” kata salah satu dari mereka. “Oh.” kata Hyoku yang secara refleks menoleh ke arah belakangnya. Hyoku langsung melepaskan tangan kirinya

Girls Majisuka

Oleh:
Musim semi telah tiba, terlihat tubuh gadis cantik masih berbalut selimut di atas tempat tidurnya. Yup! Dia adalah Manami Oku atau yang sering dipanggil Maachan, maachan ini orangnya pemalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Painful Sacrifice”

  1. Akizuki Airy says:

    wah, baca cerita ini serasa nonton Mekakucity Actors :3 ada Shintaro, Ayano dan Ene. ceritanya jga bikin sedih :’v ada Mekakushi-Dan. ada Red-Eyes :3 waaaah, suki desu!!!

  2. Tasya chan says:

    daisuki ne..
    nice desu ne..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *