Shine (Mati)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 13 June 2017

Mati. Hanya itu yang ada di pikiran Aiko. Aiko Fujitora, nama lengkapnya. Semenjak kematian orangtuanya, Aiko hidup bersama Paman Heru -keturunan Indonesia- dan Bibi Keimi. Mereka mempunyai anak, Sayako Hiragashi. Mereka menyayangi Aiko. Namun entah apa yang membuat Aiko ingin mati.

“Aiko,” panggil Sayako.
“Urushai!” Kata Aiko. “Tinggalkan aku”
“Tapi Oka-san memanggilmu untuk makan siang”
“Aku tidak lapar”
Sayako hanya diam. Kemudian meninggalkan kamar Aiko.
“Aku hanya ingin mati, bukan makan” kata Aiko dalam hati.

Namun sayangnya, perut Aiko tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya setelah tidak bisa menahan lapar, ia turun ke bawah. Ada sepiring nasi dan sayurannya. Aiko juga melihat secarik kertas di bawah piring.
‘Makanlah, Aiko-chan. Bibi, Paman, dan Sayako pergi ke kota untuk membeli perlengkapan dapur. Tenang, kami akan membelikanmu buku. Death Note, kan? Kami akan pulang malam, jadi jangan lupa kunci pintu’
Aiko menaruh kertas tersebut. Kemudian memakan makanan yang disediakan Bibi Keimi.

“Kenapa? Kenapa aku tak bisa mati. Hanya itu keinginanku..” Aiko melihat ke luar jendela.
“Kamu harusnya bersyukur, kamu masih hidup”
“Sa, Sayako” Aiko terkejut melihat Sayako berdiri di ambang pintu.
“Ayo, kita ke taman. Melihat festival kembang api mungkin akan meredakan kesedihanmu” kata Sayako.
“Demo, nande, ore wa…” Aiko tidak melanjutkan perkataannya.
“Daijobu dayou. Saa, iko” Sayaka tersenyum ke arah Aiko. “Festival kembang api hampir dimulai”
Aiko menuruti ajakan Sayako.

“Kembang api tadi memang indah” kata Aiko.
“Apa kubilang” kata Sayako.

Aiko dan Sayako melewati jalan besar. Tanpa disadari, ketika menyeberang sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan segera Aiko mendorong Sayako. Aiko tertabrak.
“AIKOOOOOO!!!” Jerit Sayako. Ia terduduk lemas melihat kejadian yang menimpa sepupunya. Aiko meninggal di tempat, dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Senyuman yang menggambarkan kebahagiaan ketika semua beban telah lenyap.

“Sayonara, Oba-chan, Oji-chan, shosite, Sayaka” arwah Aiko melihat keluarganya yang menangis karena kehilangan Aiko. “Aishiteru nee, arigato”
Aiko pergi. Arwahnya pergi menuju keabadian yang tak akan berakhir.

Selesai

Cerpen Karangan: Zhavira Aprilia Jaya
Zhavira Aprilia Jaya. Lahir di Balikpapan, 8 April 2004. Mulai mengenal dunia tulis menulis sejak kelas 3 SD. Suka banget sama One Piece. Zhavira Aprilia Jaya. Lahir di Balikpapan, 8 April 2004. Mulai mengenal dunia tulis menulis sejak kelas 3 SD.

Cerpen Shine (Mati) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hanya Cerita Sesaat (Part 1)

Oleh:
Mentari pagi yang hangat begitu menyilaukan pandangan ini. Jendela kamar yang sengaja kubuka, tampak memantulkan sinar dan menerangi kamarku yang masih berantakan. Kulihat ke arah jam dinding, sudah menunjukkan

My Autumn Boy

Oleh:
Hari itu aku bertemu dengannya, saat bunga sakura telah gugur dari pohonnya. Laki laki tinggi yang sedang bermain basket di lapangan. Aku menyukai sosoknya, aku menyukai senyumnya saat berhasil

Angel And Devil

Oleh:
Dulu, Fuuka Yamagishi dan Chihiro Fushimi hidup bahagia dengan keluarganya. Lalu, di suatu hari, Fuuka, Chihiro, dan Ibunya yang bernama Yukiko Yamagishi sedang duduk di halaman istana tempat tinggalnya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *