Suki da

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 23 September 2017

Kalut, hatinya memang semenjak beberapa hari lalu terasa benar benar kalut, salahkan saja dia, orang yang dengan nyalinya yangsangat besar kemarin membuat gadis yang masih duduk di bangku SMA ini merasa terbang melayang di langit.

“Ohhh, ini sudah kelewat batas” ketusnya, sembari menarik tasnya kasar keluar meninggalkan perpustakan kota..

Kini ia berjalan santai di sebuah taman, entah apa yang terjadi tiba tiba saja ia merasa ada sesuatu yang menjalar di ubun ubun kepalanya, dan kini menjalar ke telinga, dan kedua pipinya, seketika ia menangkupkan pipinya dengan kedua tanganya..

“Sungguh, dia benar benar membuatku gila” gumanya menutup rapat rapat wajahnya yang sudah merah padam bak tomat itu..

“Kau sedang memikirkanku.. eeehh..?” kata seseorang tiba tiba sembari meraih tangan yang sesaat lalu menutupi wajah manis gadis di depannya..
“Ada apa, Karin.. Kau terkejut melihatku..?” Pemuda itu melempar senyum kepada gadis yang bernama Karin itu, sementara rona merah di wajah sang gadis semakin terpancar jelas, ia kembali menutup wajahnya, enggan menjawab pertanyaan pemuda tinggi, tampan, dan juga putih di hadapannya..
“Jangan menutupi wajah cantikmu, kau akan terlihat semakin cantik dengan rona merah itu” pujinya, lagi lagi membuat Karin terbelalak, ia menatap ke arah iris hitam pekat di hadapannya, sementara sang pria masih dengan senyum termanisnya..

“A-ano, semenjak kapan kau ada-” sepertinya lidahnya kelu, bahkan untuk melontarkan sebuah kalimat, jujurlah saja Karin memang sudah lama menyimpan perasaan pada Tanaka, seorang idola siswi di sekolahnya, hanya saja Karin memilih diam dari pada menjadi salah satu dari fans Tanaka yang lain..
“kau masih belum berubah ya..” Tanaka kembali tersenyum, Karin menundukan wajahnya menahan degupan dalam jantungnya yang semakin membuncah..

Sesaat yang lalu, Karin terus saja merutuki Tanaka karena membuat hati dan pikirannya bekerja lebih keras hanya untuk memikirkannya, tetapi sekarang saat pemuda itu ada di hadapannya, lidahnya kelu, ia benar benar tidak bisa berucap apapun untuk menjawab semua perktaan Tanaka..

“Hmm, kau memang berbeda Karin, aku suka” celetuk Tanaka sembari menepuk lembut pangkal kepala Karin, gadis itu tertegun dengan semua sikap baik Tanaka, ia tidak tau apa yang terjadi dengannya, semenjak satu minggu yang lalu Tanaka mulai aktif menganggunya, entah di sekolah, maupun tiba tiba muncul di manapun seperti saat ini..
“Kau pendiam sekali, jangan sampai aku bosan..” Tanaka melipat kedua tanganya didepan dada, berpura pura kesal, Karin mendongakan wajahnya secepat mungkin..
“Nani…?” Karin menutup mulutnya, saat tiba tiba berteriak di depan Tanaka dengan tidak elitenya, membuat Tanaka semakin melebarkan senyum di wajah tampannya.
Kedua mata hitam pekat itu menatap intens iris coklat milik Karin dari balik kaca matanya, semakin masuk ke dalam membuat Karin benar benar telah terpesona.
‘Sungguh pahatan yang sangat sempurna’ batinnya, Tanaka mendekatkan wajahnya membuat Karin seketika saja tersadar, ia salah tingkah, dan menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal..

“Ee-etto, a-aku pergi dulu ya, jaa ne..!” Karin ingin berlama lama dengannya, tetapi dalam situasi ini, dia tidak tau harus berbuat apa, dan memilih untuk pergi sebelum sebuah tangan menahannya..
“Karin” panggil tanaka, Karin tau dari nada suaranya tanaka terdengar serius, membuatnya terpaksa menelan air ludahnya kasar..
Karin diam, ia mendengar hembusan nafas Tanaka yang membalikkan tubuhnya perlahan untuk menghadapnya, Tanaka memegang kedua bahu Karin, memintanya untuk menatapnya..
“Jangan mengacuhkanku, kau tau sangat sulit untuk bisa mendapat perhatianku, kau sangat beruntung karena kau satu satunya gadis yang berhasil membuatku tertarik” Kata Tanaka membuat gadis cantik itu mematung, belum sempat Karin memahaminya, hembusan nafas semakin membuatnya menegang di samping telinganya, dan itu memang ulah Tanaka..
“SUKI DA” bisiknya sekejap membuat Karin membulatkan matanya lebar lebar, bahkan terlihat hampir keluar, Tanaka suka melihat ekpreksi yang di pasang oleh Karin, ia tersenyum dan melambaikan tangannya.

“jika kau sudah selesai berpikir, kemarilah” teriak Tanaka sembari tersenyum saat ia sudah sedikit jauh dari Karin yang masih mematung dengan jarak sekitar 20 meter..

Karin mengerjapkan matanya, hembusan angin menerpa membuat rambut panjang sepinggang Karin terbang terbawa angin, rona merah sudah tidak bisa hilang dari sana, juga degupan yang keras di dadanya, ia menarik bibirnya perlahan menunjukan senyum bahagianya setelah Tanaka pergi menjauh, perasaan yang sudah lama ia pendam, kini muncul ke permukaan, dan itu tidaklah bertepuk sebelah tangan…

Cerpen Karangan: Afifa Fifi
Facebook: Afifaa Fifi

Cerpen Suki da merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Scorned Love

Oleh:
Aku melihat berita di televisi pagi ini. Tentang kejadian yang ‘katanya’ sudah sering terjadi pada sekolah-sekolah umum. Aku tidak tahu kenapa hal seperti ini dianggap biasa. “Gadis yang berinisial

Ke Dalam Cahaya

Oleh:
Setelah berbagai masalah kecil yang tumpang tindih, aku bagaikan menjantuhkan susunan domino yang tak terlihat. Meski awalnya aku ingin menyembunyikan perasaan ini, tetapi pancaran panas dari perasaanku pun mulai

Kimi Ga Suki De, Naruse Kun

Oleh:
“Yume-chan ayo cepat! kita bisa tertinggal pelajaran olahraga” seru perempuan bernama akazawa saki yang tidak lain adalah sahabat yume. “Matte saki-chan” aku berlari kecil menuju tempat saki menungguku. Perkenalkan

End of The World (Part 1)

Oleh:
Kristal salju pertama jatuh di atas helaian surai vermillion Alcor. Dia menatap ke langit Aincrad City dengan pandangan lurus tanpa ekspresi. Uap putih buram terlihat mengepul seirama dengan hembusan

Lelaki Bulan

Oleh:
Begitu tenang dan terang dengan sang dewi malam yang bersinar di tengah kegelapan malam ini. Tidak lupa dengan udara dingin yang menyelimutiku disini. Duduk sendiri di bawah pohon cemara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *