Tuhan Itu Ada

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 20 December 2017

“Ma, Tuhan itu sayang sama Vani, nggak sih?” tanya gadis mungil di antara lebatnya hujan. Sang ibu melepaskan jaketnya dan meletakkan jaket tersebut di anaknya. “Tentu sayang, dong! Kalau Tuhan gak sayang sama Vani, Vani nggak mungkin ketemu Mama..” jawabnya sambil menangis diam.

Profektur Tokyo, Jepang, 2018.
“Moshi-moshi.. ohayou gozaimasu, ogenki desuka*?” sapa seorang wanita muda cantik pada seorang pemuda yang duduk di hadapannya.
“Mirako san desuka*?” tanya sang pemuda balik. “Ne.. anda dari kantor pertambangan minyak yang sedang menjalin kerjasama dengan kantor saya, kan?” tanya Mirako. “Ne.. sebelumnya, saya dengar ini perusahaan kristiani, ya?” “Iya. Maaf kalau anda non-kristen. Ayah saya terlalu protektif mencari pegawai.”
“Nggak masalah. Saya kristen juga.” ucapnya. Mirako tersenyum. “Nama saya Clark Anderson. Panggil saja Clark. Saya dari luar jepang. Sedang merantau di sini.”

Clark melamar Mirako di depan ayah Mirako. Clark menawarkan cincin emas yang akan bersemayam di jari manis Mirako. Mirako menerima lamaran itu. Silam setelah menikah. Dua tahun kemudian, Mirako hamil anak pertama. Berita mengenai hamilnya Mirako membuat Clark merasa bahagia.
Persiapan besar-besaran terjadi apalagi kandungan Mirako sudah berusia 34 minggu. Tinggal menunggu lahirnya saja. Suatu malam, perut Mirako terasa mulas. Ia membangunkan Clark dan duduk dengan posisi yang menurutnya nyaman.
“Aku mau melahirkan, Clark!” serunya.

Clark tegang. Apalagi di dalam ruang persalinan itu ada istrinya sedang berjuang di ujung maut. “Tuhan.. tolong bantu istriku.” doanya. Ketika terdengar tangis bayi, Clark lega sekali. Ia masuk ke dalam ruangan dan melihat bayi perempuan cantik lengkap dengan Ibunya. “Vaniessa Mirako Anderson. Panggilannya, Vani!”
“Nama yang cantik, sama seperti dia dan Ibunya.” puji Clark. Malam itu adalah malam suci bagi Clark karena anaknya yang cantik, suci, dan bersih telah lahir ke dunia.

Usia Vani sekarang sudah 5 tahun. Ia sudah masuk TK-B di Japanese International School. Ayahnya sekarang sering pulang malam. Ditambah pakaiannya yang berantakan membuat Vani takut melihat Papanya itu. Vani sering mendengar Papa dan Mamanya berseteru akibat dirinya. Dari berita yang didengar Vani dari pertengkaran ayah dan Ibunya, Papa Vani terancam terkena PHK. Papanya juga sudah menyiapkan harta untuk proses perceraian antara ia dan Ibunya.

“Tuhan, kalau Tuhan sayang Vani, tolong jangan buat Mama sama Papa cerai. Vani nggak mau punya orangtua yang udah pisah.”
“Alah! Kamu anak kecil tahu apa? Udah sana pergi sama mama kamu yang nggak berguna itu! Sana! Jangan tampak kan wajah kamu ke hadapanku lagi!!” bentak papanya ketika mendengar Vani berdoa.
“Clark! Nggak usah kamu usir, aku sama Vani juga bakal pergi!”
Dalam hujan dan dingin, Mirako berkata, “ogenki Desuka, Vani?” tanyanya. “Genki desu, Mama!”

Tak lama berjalan, ada seorang donatur kaya yang lewat disekitar jalan yang dilewati oleh Mirako dan Vani. Ia terenyuh melihat mereka terlihat menggigil. Sang donatur turun dari mobil dan membawa dua buah payung.
“Kalian kenapa? Ayo ikut saya!” katanya. Setelah dilihat, ternyata itu Hiroko, kakak Mirako. “Mirako?!” kaget bukan main, kakaknya begitu melihat adiknya basah kuyup dengan keponakannya. “Kenapa bisa begini? Di mana Clark?” tanya Hiroko. Mirako menangis, “Aku diceraikan olehnya, kak. Ia punya WIL. Ia juga terancam terkena PHK.” Hiroko marah besar mendengar itu. Kaget hatinya mendengar adik kesayangannya yang rupakan itu diceraikan. Tak habis pikir. Jahat sekali Clark. Tega dia sampai mengusir anaknya.
“Tuhan itu ada, Vani. Kalau Tuhan tidak ada.. kamu juga gak ada.. kalau Tuhan gak ada, kamu gak bakal ketemu sama Paman.. kalau Tuhan gak ada.. kamu gak akan ketemu sama Mama kamu yang baik.”
Vani tersenyum ceria. “Ya, Paman. Aku tahu sekarang kalau Tuhan itu ada. Kalau Tuhan nggak ada, nggak akan ada yang membuat manusia, bumi, dan alam semesta. Termasuk menyelamatkan Vani dan Mama dari Papa yang bengis.”

THE END

Cerpen Karangan: Davina Laurensia Hartanto
Halo!! Namaku Davina Laurensia Hartanto.. aku kelas VI dan sekarang lagi gencar-gencarnya cari SMP.. Aku mau berteman dengan siapa saja.. kalian bisa ketemuan sama aku di Kalibata City Mall, Jaksel.. aku cenderung lebih suka berteman dengan anak yang umurnya sama kayak aku.. tapi, kalau kamu anak kelas 5 gak papa.. soalnya seleranya gak jauh beda pasti sama aku.. ^_^

Cerpen Tuhan Itu Ada merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goodbye My Life

Oleh:
Hari itu adalah hari pertamaku bersekolah di sd hinamoto. Bisa disebut sebagai hari pertamaku karena aku baru pindah dari sekolah lamaku. Di pagi hari, aku sedang bersiap siap untuk

A Reason

Oleh:
Hening. Atmosfir yang tercipta pun menegangkan. Mereka masih terdiam dengan gaya masing-masing -Sawako masih duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk, Ayane masih berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan

Arigato nee, Ace

Oleh:
Reina menendang-nendang kerikil yang berada di depan sepatunya. Ia sedang kesal hari ini. Bagaimana tidak? Bagaimana bisa ia tidak kesal jika Nata menumpahkan segelas jus pepaya di seragamnya dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *