Yume no Kawa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 15 July 2019

Seorang perempuan sedang menatap langit biru musim semi yang cerah. kicauan burung seakan tahu betapa hancur hatinya, hangatnya matahari mengerti betapa dingin hatinya, bunga sakura yang bermekaran tahu bahwa senyumnya tak seindah dulu, dan suara gemericik air Sungai Meguro paham betapa pilu hatinya saat ini.

Perempuan bernama Megumi Kanazawa itu menikmati hari ketiga musim semi sendiri tanpa kehadiran kekasihnya.
“Andai saja kau masih bersamaku” ujarnya sambil memetik bunga sakura.

Flashback 24 Maret 2015

Megumi masih tak percaya dengan apa yang terjadi, kekasihnya yang bernama Moriuchi Takahiro meninggal dunia 50 menit yang lalu karena penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

“Kenapa? kenapa kau pergi?” Megumi menangis di pelukan kakaknya yang bernama Ryouhei Kanazawa.
“Sudahlah, Megu-chan” Ryouhei hanya bisa mengusap kepala adiknya itu. sementara seorang laki-laki berparas imut bernama Moriuchi Hiroki mengusap batu nisan sang kakak.

“Oniichan kenapa pergi tinggalin kita semua terutama aku dan Megu oneechan? asal oniichan tau, aku kangen waktu kita sama teman-teman beserta Megu oneechan dan kakaknya ngerayain natal bareng. gak nyangka itu natal terakhir aku dan Megu oneechan bareng oniichan” ujar Hiro sedikit terisak. Megumi pun mendekati Hiro.

“Aku harap kau akan tenang dan bahagia disana, Taka-kun” Megumi meletakkan setangkai bunga mawar merah di atas makam Taka. Megumi dan yang lain pun pulang.

Flashback END

Saat Megumi sedang memetik bunga sakura, kaleng minuman soda mendarat di kepalanya.
“Ittai” ia mendengus kesal sambil mengusap kepalanya. ternyata Toru yang melempar kaleng itu.

“Hihi gomen” Toru malah cengengesan gak jelas.
“Hai” Tomoya, Ryota, dan Hiro datang.
“Oh hai. kalian mau ngapain di sini?” tanya Megumi.
“Mau jemur kain cucian. ya iyalah mau main, ya kali jemur kain cucian di sini. ngaco, ah” jawab Tomoya. lelucon Tomoya sukses mengundang gelak tawa.

“Duh emak-emak ngelawak. hahaha” saking lucunya, Toru susah berhenti ketawa.
“Tomoya masih mending emak-emak” ujar Ryota.
“Daripada kamu…” Hiro menggantung kalimatnya. ia menatap Megumi, Ryota, dan Tomoya.
“Jones. jomblo ngenes” mereka malah ngeledek Toru.
“Aku mah sabar dibilang jones juga” Toru hanya bisa mengelus dadanya mendengar bullyan teman-temannya. asalkan mereka terutama Megumi bahagia, kenapa tidak?

Flashback 23 Maret 2015~

Kali ini bukan Hiro yang menemani Taka, tapi Toru lah yang menemaninya.
“Aku ingin bicara” ujar Taka dengan serius.

“Kau menyukai Megu-chan, kan?” pertanyaan Taka mampu membuat jantung Toru berhenti sejenak.
“Tidak” Toru berusaha stay cool tapi Taka tahu dia berbohong.
“Aku mohon jangan bohong” Taka mulai memelas. karena tak tega melihat sahabatnya mulai memelas, Toru pun akhirnya mengaku.

“Ya aku menyukai Megu-chan” mendengar jawaban Toru, Taka tidak marah. ia malah tersenyum penuh arti. ia menulis sesuatu diatas kertas. ia menggulungnya lalu mengikatnya dengan pita hijau muda.

“Berikan surat ini kepada Megu-chan, ya” Taka memberi surat itu ke Toru.
“Kamu tahu kan hidupku akan berakhir besok? jadi aku menulis surat untuknya”air mata mulai jatuh dari mata sipit Taka.
“Aku ingin jika aku sudah tiada, kau jadi pacarnya Megu-chan” pernyataan Taka membuat Toru sangat kaget.

“Hah? kenapa?” Toru dibuat bingung.
“Karena aku tahu kamu lah yang pantas bersamanya. kamu kan sahabatku dan kamu lah yang membuatku pacaran sama dia. kamu pasti lebih tahu banyak tentang Megumi. kamu saja kenal Megumi dari kecil sementara aku kenal dia saat SMA” Taka teringat saat pertama kali ia mengenal Megumi.
“Aku mohon kabulkan permintaanku, sahabatku” Taka dan Toru saling berpelukan.

Flashback END

Toru menarik tangan Megumi dan mengajaknya menjauh dari teman-temannya yang asyik melempar batu ke sungai.
“Megu-chan, kau masih mencintai Taka?” tanya Toru.
“Iya” Megumi hanya mengangguk. ia pun mengeluarkan surat terakhir Taka yang ditulis untuknya.

Dear Megu-chan…

Hey kau baik-baik saja, kan?jangan sedih ya karena aku baik-baik saja, kok ^^
Aku rasa ini surat terakhirku untukmu. mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak ada. kau tahu aku sangat mencintaimu dan selamanya akan seperti itu…

Aku pernah berjanji bahwa aku akan selalu bersamamu, kan? tapi apa yang terjadi? Tuhan memanggilku. ya aku pergi untuk selamanya…

Megu-chan, aku minta maaf karena telah merebutmu dari orang lain. kau tahu tidak? ada orang lain yang sangat mencintaimu sudah sejak lama. dia rela mengorbankan perasaannya demi membuat aku dan kau pacaran…
Aku ingin kau pacaran dengannya karena aku tahu dialah yang pantas bersamamu, Megu-chan…

Megu-chan, aishiteru yo ^^

With love

Taka

“Aku penasaran, siapa orang yang Taka maksud di surat ini” Megumi menyimpan surat itu di saku bajunya.
“Aku lah orang yang Taka maksud” Toru memegang bahu Megumi.

Mereka saling bertatapan satu sama lain. hanya ada suara gemericik air sungai.
“Nande?” Megumi melongo tak percaya.
“Ya aku orangnya” Toru langsung memeluk Megumi.

“Sehari sebelum Taka pergi, ia menulis surat itu dan ia memintaku untuk jadi pacarmu”
“Kenapa?” Megumi kebingungan.
“Dia sudah tahu perasaanku. dia tahu kalau aku mencintaimu sejak dulu” jawaban Toru membuat Megumi menitikkan air mata. dengan sigap, ia langsung menghapus air mata Megumi.

“Aku sangat mencintaimu, Megumi Kanazawa. aku membiarkanmu pacaran dengan Taka padahal aku mencintaimu” Toru memeluk Megumi seakan ia tak mau melepas perempuan itu. Megumi melepas pelukan laki-laki itu.

“Se.. sebenarnya….”
“Sebenarnya apa, Megu-chan?” Toru memainkan rambut panjang Megumi.
“A.. aku juga mencintaimu. sejak Taka pergi, kau mengisi kekosongan hatiku. hmm aku juga nyaman saat kau di sampingku” ujar Megumi sambil menunjukkan mata kucingnya yang lucu.

“Aaa kawaii” Toru mencubit pipi Megumi dengan gemas. mereka berlarian di tepi Sungai Meguro. akhirnya mereka bersandar di sebuah pohon besar.

Toru menggenggam tangan Megumi dengan erat.
“Megu-chan”
“Nande?”
“Aishiteru yo, Megu-chan. maukah kau jadi pacarku?” tanya Toru sambil memainkan rambut Megumi.
“Ah a.. aishiteru wa, Toru-kun. tentu saja aku mau jadi pacarmu” jawab Megumi sambil menunjukkan mata kucingnya.

Karena senang cintanya diterima, Toru langsung memeluk Megumi dengan erat lalu mencium bibirnya.

“Hiduplah cinta!
Bersyukur ada di sini, kita sekarang berada di sini
Hiduplah cinta!
Baru saja dimulai, esok hari pun mohon bantuannya, karena ini masih belum sampai tujuan

Jika sedih tertawalah ayo hempaskanlah
Ketika dapat tertawa akan berganti dengan langit cerah yang mengintip
Walaupun khawatir, jalan yang menghubungkan dengan kebahagiaan
Terlihat jelas seperti langit yang biru

Terkadang hujan turun tapi itu sulit tanpa air
Tidak boleh layu, membesarkan pohon mimpi kita semua

Ayo!
Hiduplah cinta!
Ayo kita nikmati saat ini dengan keberanian yang tidak akan kalah
Hiduplah cinta!
Tangan yang terlambaikan kemarin karena itu aku dapat berjuang keras, lihatlah menghadap ke depan

Terus maju walaupun terasa sakit aku berada di sampingmu
Jika terus maju maka matahari timur yang membara akan menerangi
Jalan selanjutnya tidak ada jawaban yang bimbang
Siapapun tidak tahu, tidak dapat mengatakan

Tiba-tiba cahaya keperakan jatuh di dalam badai
Tidak boleh takut, karena pohon mimpi kita semua itu kuat

Ayo!
Hiduplah cinta!
Bersyukur ada di sini, kita sekarang berada di sini
Hiduplah cinta!
Baru saja dimulai, esok hari pun mohon bantuannya, karena ini masih belum sampai tujuan

Terkadang hujan turun, batang pohon goyang oleh angin
Bersama-sama membesarkan pohon mimpi kita semua

Ayo!
Hiduplah cinta!
Ayo kita nikmati saat ini dengan keberanian yang tidak akan kalah
Hiduplah cinta!
Tangan yang terlambaikan kemarin karena itu aku dapat berjuang keras, lihatlah menghadap ke depan”Love Live-Aishiteru Banzai

Cerpen Karangan: Olivia Lovelyna
Blog / Facebook: Olivia Lovelyna
Watashi no namae wa Olivia Lovelyna desu.Bandung kara kimashita.Olivia to omoishimasu
Douzo yoroshiku onegaishimasu ^^

Cerpen Yume no Kawa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teru Teru Bozu

Oleh:
Kisah ini bermula saat seorang anak dari Jepang yang bernama Asami Akari. Ia adalah seorang anak semata wayang dari kedua orangtuanya. Sekarang ia hanya tinggal bersama ayahnya karena ibunya

Momo Chan dan Mimi Chan Ke Mall

Oleh:
Momo adalah seorang anak perempuan cantik yang mempunyai kembaran bernama Mimi, Mereka berdua sangatlah mirip dan sifatnya tidak jauh berbeda. “Mama…, Momo mau jalan jalan ke kota, ke mall

Cahaya Hijau

Oleh:
Festival Musim Semi kali ini terasa berbeda bagi Shizuka Yuuki, ya sangat beda. Walaupun berada di tengah keramaian, hatinya malah terasa kosong. Ia serasa dipeluk kesepian dan kesendirian, bukan

Watashi Wa Kirei Desu Ka?

Oleh:
Bulan purnama sedang bundar-bundarnya. Aku berjalan sambil menggandeng gunting raksasaku. Tanyakan mengapa ada darah mengalir dari ujungnya, maka aku akan menjawab bahwa ia baru saja memakan santapan malamnya, seorang

Ke Dalam Cahaya

Oleh:
Setelah berbagai masalah kecil yang tumpang tindih, aku bagaikan menjantuhkan susunan domino yang tak terlihat. Meski awalnya aku ingin menyembunyikan perasaan ini, tetapi pancaran panas dari perasaanku pun mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *