Zutto Suki Deshita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 2 January 2017

Takanagi Naru dan Haruna Mei berteman sejak lama, keduanya sering menghabiskan waktu bersama, sejak kecil hingga sekarang ketika keduanya telah menginjak bangku sma. mei senang menghabiskan waktunya bersama naru, belajar bersama, bermain bersama, berangkat ke sekolah yang sama, membaca komik bersama, karena membaca komik adalah hobi keduanya, mei ingin selamanya seperti ini, bersama naru membuatnya bahagia, walaupun keduanya kadang memang sering bertengkar, tapi pada akhirnya tak lama setelah itu mereka akan berbaikan kembali.

Naru adalah pria yang baik, tampan dan juga pintar, dia selalu dikagumi hampir seluruh siswi di sekolahnya, tapi naru hanya mengagumi satu orang gadis, bukan Haruna Mei, melaikan Yuzumi aoi, gadis berambut ikal panjang, dengan kedua belah lesung di pipinya, dia tampak manis ketika tersenyum. Naru sering menceritakan bagaimana ia begitu mengagumi gadis bernama Aoi itu pada Mei, dan itu membuat hati Mei merasa sakit, ia menyadari satu hal Naru hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih, Naru memang pernah berkata bahwa ia menyayangi Mei, namun rasa sayangnya tak lebih dari seorang sahabat. Mei menyukai Naru, ia telah jatuh cinta pada Naru sejak dulu, dan ketika ia mengetahui bahwa Naru menyukai gadis lain, hatinya begitu sesak. Mei tak berani mengungkapkan perasaannya pada Naru, ia takut jika hal itu terjadi Naru akan menjauh darinya.

Pagi ini seperti biasanya, setelah sarapan Mei siap berangkat ke sekolah bersama Naru, Naru mungkin sudah menunggu Mei di depan rumahnya.
“Itterashai..” Teriak Mei, sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya keluar rumah.
“Ittekimasu..”

Mei merapatkan mantelnya ketika angin musim dingin menyapanya pagi ini, seutas senyum terlukis di bibirnya, ia menghembuskan nafas, lalu kemudian mulai mempercepat langkahnya.

Naru telah menunggunya disana, berdiri di depan gerbang rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Mei, ketika pandangan keduanya bertemu, Naru maupun Mei sama-sama melambaikan tangan, dan Mei berlari kecil menghampiri Naru yang tersenyum ke arahnya.

“Ohayou gozaimasu” Sapa Mei terlebih dahulu sembari membungkuk kecil di hadapan Naru.
“Ohayou Mei” Ucap Naru, ia mengacak kecil rambut Mei dan itu membuat Mei berdecak kesal, tapi tak benar-benar kesal.
Setiap pagi, pada hari sekolah, Mei dan Naru bergegas ke sekolah bersama-sama.

Hari itu ketika Mei pulang dari lesnya dia menemukan Naru disana tengah menunggunya, di bawah hujan salju yang berjatuhan, Naru dengan Mantel tebal dan sepatu bootsnya tersenyum ke arah Mei, ia menggenggam sekotak kecil berwarna biru muda dengan pita putih yang menghiasi di tangan kanan juga setangkai bunga mawar di tangan kirinya, Mei menghampiri Naru ia menautkan kedua alisnya ketika melihat kedua benda itu, bingung. mengapa Naru membawa kedua benda itu saat ini, apa ia akan memberikannya pada Mei, tapi ini bukanlah hari ulang tahun Mei. Dan lagi mengapa Naru ingin repot-repot menjemput Mei ke tempat lesnya padahal hari sedang bersalju, juga dingin, tapi tak bisa dipungkiri Mei, ada perasaan bahagia yang kini menyelimuti hati Mei.

“Ini untukmu…” Naru memberikan kotak kecil itu pada Mei, kemudian setangkai mawar merahnya “hmm… dan ini juga untukmu…”

Mei menerimanya, jantungnya berdegup, ia tersenyum gugup, begitupun dengan Naru, sebenarnya ada apa dengan pria dihadapannya kini, sikapnya begitu berbeda dari sebelum sebelumnya.

“ini untuk apa?” ucap Mei, gadis itu memandangi kedua benda yang kini sudah berada di tangannya.

Naru menghembuskan Nafasnya pelan, sebelum akhirnya berkata. “Aku ingin memberitahumu sesuatu…” ia menggantungkan kalimatnya, menatap Mei yang juga kini menatap ke arahnya.

“Aku berbohong tentang aku yang menyukai Aoi”

Mei kembali menautkan alisnya “Apa maksudmu?”

“Aku..aku tak pernah menyukai Aoi, aku berbohong ketika aku berkata aku menyukai Aoi padamu Mei”
“Aku hanya ingin tahu bagaimana reaksimu ketika aku berkata seperti itu, kukira tadinya kau akan marah ataupun cemburu padaku, karena aku mengira kau mempunyai perasaan yang sama sepertiku, tapi mungkin tidak”

Mei masih terdiam di tempatnya, apa yang ia dengar membuatnya tak tau harus berbuat apa, yang ia lakukan hanya terus mendengarkan apa yang Naru katakan saat ini padanya.

“Yang kusukai bukanlah Aoi, sejak dulu aku hanya menyukaimu tapi aku tak pernah berani mengatakannya… jadi kali ini kuputuskan untuk mengatakannya, aku menyukai Mei”
“Kau bercanda.. tapi bagaimana mungkin, kau tidak benar-benar serius mengatakannya kan?”
“Aku bersungguh-sungguh, kau harus percaya padaku…”

Naru meraih tangan Mei menempelkannya pada dada bidang miliknya, pipi Mei merona merah, jantung Naru begitu berdebar ia rasakan, sama seperti dirinya saat ini.

“Kau dengar, aku bahkan butuh keberanian yang besar untuk mengatakan perasaanku padamu, dan kau tidak mempercayainya…”

Mei menatap dalam mata Naru di depannya, ada kejujuran yang ia rasakan saat Naru berkata demikian padanya, walaupun tak bisa dipungkiri ia masih tidak yakin, bahkan cenderung tidak percaya, namun perasaannya saat ini benar benar senang, jantungnya begitu berdebar, dalam hati Mei berharap bahwa semua yang Naru katakan adalah benar, dan Naru juga harus mengetahui bahwa dirinya juga merasakan hal yang sama, Mei juga menyukai Naru, seperti apa yang Naru katakan, ia juga menyukai pria itu sejak lama, namun tak pernah berani untuk mengungkapkannya.

“Aku…” Mei menggantungkan ucapannya, ia masih ragu-ragu ketika ingin mengungkapkan semua perasaannya, jantungnya benar-benar berdebar, ia begitu gugup.
“Aku…apa?”
“Aku juga menyukaimu, kau salah besar ketika kau berkata aku tidak cemburu padamu, kau juga salah ketika kau berkata bahwa persaanku tak sama sepertimu, aku menyayangi Naru lebih dari seorang sahabat, aku benar-benar menyukaimu sejak dulu, sama sepertimu, kau benar-benar bodoh, bagaimana bisa membohongiku dengan pura-pura menyukai gadis lain, dan kau berpikir bahwa aku tidak cemburu padamu, bagaimana bisa seperti itu”
“Benarkah? Apa kau bersungguh-sungguh mengatakannya?”
“Ya, aku menyukai Naru, aku selalu menunggu agar kau sadar tentang perasaanku, tapi kali ini aku begitu bahagia, aku bahagia karena Naru juga menyukaiku kan?”

Mei tersenyum kearah Naru, ia menghembuskan nafasnya, apa yang ingin ia katakan selama ini sudah berhasil terlontar dari mulutnya, Mei begitu lega, ia benar-benar bahagia hingga rasanya ingin menangis.

“Kalau mengitu, Mei jadilah sahabat juga kekasihku, apa kau mau?”
“Ya, tentu saja aku mau” Mei mengangguk, pipinya merona merah.

Naru juga ikut tersenyum, keputusan untuk berkata yang sebenarnya pada Mei membuahkan hasil yang baik, ia bersyukur telah berani mengungkapkan semuanya pada gadis yang dicintainya, Naru benar-benar bahagia. Ia mendekap tubuh kecil itu, membawanya dalam pelukan hangat di bawah hujan salju yang semakin banyak. Dingin bahkan sudah tak ia rasakan yang ia rasakan hanya pelukan hangat yang ia dan Mei ciptakan.

Naru bersumpah dalam hatinya, tak akan ia biarkan Mei pergi dalam hidupnya, karena sesungguhnya sejak dulu hingga sekarang Mei selalu menjadi gadis yang begitu berharga untuknya.

“Itsumo taisetsu ni omotteruyo… Zutto anata to isshoni itai desu… Anata wa tokubetsuna hito desu… “
“Daisuki dayo… Zutto suki deshita, Mei”

fin

Cerpen Karangan: Kayra Naru
Blog: kayranarustories.blogspot.co.id
Hallo, watashi wa Kayra Naru desu ka.
Terimakasih telah membaca cerpen milik saya, mohon dimaafkan jika masih banyak kesalahan ya ^^ dan kalau kalian suka silahkan kunjungi blog saya. jangan lupa kritik dan saran di komentar oke. Terimakasih ^^

Cerpen Zutto Suki Deshita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Todoke

Oleh:
Pertama kali aku berada di kelas 11 ini, aku merasa minder mengingat kelas yang kutempati saat ini merupakan kelas kedua dengan tingkat saingan terberat di antara kelas 11 lainnya.

No Kuro No Life

Oleh:
“Brak… brak… brak…” Ibu kenal sekali suara langkah kaki itu. “Shiro! Naik tangganya pelan-pelan,” seru Ibu. “Gak bisa bu! Manga Naruto udah ada yang baruu!!” seru Shiro. Sedetik… dua

Me And Proposal Marriage

Oleh:
Alkisah, hiduplah seorang pangeran yang selalu ditinggal oleh sang raja dan ratu. Karena merasa kesepiannya, Sang pangeran selalu bertindak seenaknya, berbohong, dan liar. Karena itulah, pangeran jadi tidak disukai

Lelaki Kembang Api

Oleh:
“Sudah siap, Ra?” ucap seseorang yang akan membawaku pergi ke suatu tempat yang sudah lama menjadi kota impianku. Aku terkesiap, tersadar dari lamunan yang entah bagaimana harus kuceritakan. “Kara,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Zutto Suki Deshita”

  1. Kuzuro says:

    Cinta yang Menakjubkan!,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *