1000 Langkah Maju

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 8 January 2015

Ayah bingung aku mencari resep cream soup. Ayah bingung saat aku bertanya soal bumbu. Ayah bingung aku mau pergi ke pasar seperti ibu-ibu. Ayah bingung saat aku bertanya hal-hal yang biasanya aku acuh tak acuh. Ayah bingung aku jadi lembut. Ayah bingung aku pergi dengan dia terus. Ayah bingung tapi tak mau mengganggu. Ayah bingung tapi ia tahu aku bahagia, tanpa ragu-ragu. Ayah bingung tapi tidak mau berpirikan buruk. Ayah bingung, aku hanya tersenyum.

Teman-temanku bingung, aku bisa bertahan sudah seminggu di rumah. Teman-temanku bingung, sekarang aku bisa memasak. Teman-temanku bingung, aku berhenti hura-hura. Teman-temanku bingung, aku bersikap semakin dewasa. Teman-temanku bingung, aku tidak mau lagi belanja s*bu dan g*nja. Teman-temanku bingung, ada apa denganku sebenarnya? Teman-temanku bingung, aku hanya tertawa.

Ibu bingung, aku suka di kamar mandi berlama-lama. Ibu bingung, aku makin rajin mengunci diri dalam kamar. ibu bingung, saat aku ingin meminjam alquran miliknya. Ibu bingung, aku bersikap seperti ibu waktu tahun 95-an. Ibu bingung, aku makin sering pergi tidak ada kabar. Ibu bingung, aku semakin jauh dari keluarga. Ibu bingung sebenarnya ada apa? Ibu bingung sampai menangis, aku sama sekali tidak merasa iba.

Mereka bingung, kenapa aku mau. Mereka bingung, melihat dia di sisiku. Mereka bingung, apa yang kupikirkan dalam otakku. Mereka bingung, agama kita tidak sejalur. Mereka bingung, melihatku bahagia tanpa ragu. Mereka bingung, umurku baru delapan belas tahun. Mereka bingung, mereka pikir aku masih lugu. Mereka bingung, sana-sini, kasak-kusuk. Mereka bingung, atas perlakuanku. Mereka bingung, aku sama sekali tidak peduli dan tidak mau tau.

Aku tidak bingung seperti kalian. Aku tidak bingung, sudah terlalu banyak asam garam kulahap. Aku tidak bingung, aku hanya ingin bebas. Aku tidak bingung, aku sudah tau jalan. Aku tidak bingung, aku lakukan apa yang ingin aku lakukan. Aku tidak bingung, sudah cukup aku dikekang. Aku tidak bingung, saat perutku bergejolak. Aku tidak bingung, aku sudah paham bagaimana merawat anak. Aku tidak bingung, aku akan jauh melangkah. Aku tidak bingung, aku akan meninggalkan nelangsa, nestapa. Aku tidak bingung, aku sayang dan disayang oleh dia, si bapak. Aku tidak bingung, aku tidak peduli perkataan mereka. Aku tidak bingung, aku tau aku bahagia. Aku tidak bingung, dan dengan ini aku ucapkan selamat tinggal, rumah lama.

Cerpen Karangan: Giovanni Putri

Cerpen 1000 Langkah Maju merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di jalan Itu

Oleh:
Di jalan itu aku melihatnya sedang duduk. Di sekitar pelatarannya berserakan sampah-sampah. Meskipun bertelanjang dada, tapi tawa bahagia tak pernah terusik dari bibirnya. Memang demikian, terbukti kalau manusia miskin

Lukas

Oleh:
Aku pandangi anak itu penuh tanda tanya, sederhana, sekedar memakai kaos putih lusuh sampai warnanya kecoklatan, ada bolong dan sobek di beberapa bagiannya, krahnya molor ke satu sisi sehingga

I’m Sure, I Can Do It!

Oleh:
(Awalnya, gue Elfina Astin Cuman sekedar bertanya sesuatu sama seorang guru di sekolah tempat gue sekolah, tapi entah kenapa kisah nyata ini seolah mendobrak inspirasi gue buat gue tuangin

Cucu yang Menyesal (Part 2)

Oleh:
“Loh Jal kok kamu jam segini sudah bangun?” “I.. Iya Kek, tadi Jali kebangun sendiri, terus Jali gak bisa tidur lagi,” “Oalah. Salat Tahajud aja yuk,” ajak kakek. “Apa

Berguna

Oleh:
“Aku tak mengerti mengapa aku tak dapat menjadi orang yang berguna”. Keluh Dian Anin hanya tersenyum seraya menatap Dian, dari tadi ia hanya menanggapi semua keluhan dian dengan senyuman.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *