Aggressive

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 June 2019

Di suatu siang yang terik aku sedang memesan mie instant dan segelas minuman pasangannya yaitu es teh dingin. Iya, aku sekarang lagi di kantin kampus tempat dimana aku dan teman aku sering ngumpul sehabis pulang kuliah.

“Ndi, duduk di sini aja, lebih adem di sini” Teriak anton temen seperjuanganku di kampus.
“Siap bos” Sahutku dari depan warung sewaktu aku nunggu mienya matang.

Tiba-tiba ada 2 cewek duduk di warkop, aku rasa mereka adalah mahasiswa pindahan karena aku belum pernah meliat mereka sama sekali. Awalnya aku gak begitu peduli sama mereka, tapi setelah aku pehatiin di salah satu antara mereka ada yang pakai masker, entah hanya perasaan geer atau gimana, tapi aku yakin mata dia tertuju ke aku, dan perempuan itu yang akan aku kenal nanti dengan nama “Lia”. Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, mataku sudah lelah dan ingin di lelapkan.

“Tiingg” Hp ku berdering dengan nada khas ketika ada pesan pribadi / DM dari Twitter.
“Hay kak” Cuma 2 kata tapi membangkitkan rasa penasaran, kubuka profilnya dan aku tidak mengenal sama sekali dia.
“Hay juga, siapa ya?” balasku, tidak ada semenit dia membalas
“Tadi kita ketemu loh, masa lupa”. Seketika aku memejamkan mata untuk mengingat lebih dalam, tapi pas aku membuka mata ternyata matahari sudah menyalakan sinarnya, ya, aku ketiduran.

Hari minggu adalah hari sakral untukku, karena aku bisa makan nasi uduk kesukaanku, di hari biasa gak bisa karena selalu teburu-buru ke kampus.
“Tiingg” Suara khas itu keluar lagi dari hp ku
“Gimana sudah ingat atau belum?”. Aku lupa semalam aku sedang berbalas pesan dengan perempuan yang aku pun tidak tau siapa dia.
“Siapa ya, aku tidak ingat” Aku membalas.
“Boleh minta nomermu kak?!” Aku kaget baru pertama kali diminta nomor oleh perempuan.

Setengah jam setelah aku kasih nomor telepon, tiba-tiba ada yang menelepon.
“Hay kak, kemarin kita ketemu di kantin kampus loh masa kamu tidak ingat” Aku yakin dia perempuan yang di Twitter.
“Yang mana ya, perempuan di kantin kampus tuh banyak banget” Ingatanku pun tertuju dengan perempuan yang kulihat di kampus kemarin, masa iya dia pikirku.
“Namamu Andi kan kak, kita satu jurusan, dan beda 4 semester” Perempuan ini pun tahu namaku, aku terdiam.
“Kenalin namaku Lia kak, aku yang kemarin liatin kamu di kantin” Ternyata dugaanku benar. Sudah 1 jam kita teleponan dan dia tau banyak tentangku, dan entah kenapa pikiranku selalu terpikirkan satu nama “Lia”.

Keesokan harinya di kampus
“Tugas KKP udah lu selesain nton” Serangku ke Anton
“udah nih tinggal print, nanti lu yang kasih ke dosen ya, aku hari ini ada janji sama pacarku”
“iya” jawabku, dalam hati aku melanjutkan omonganku
“iya… aku jomblo dan aku gak bakal punya janji sama pacar, jadi biar aku aja yang ke dosen, bersenang-senanglah nton”.

Sudah seminggu setelah aku kenal dengan lia, dan kita seringkali berkomunkiasi melalui chating atupun teleponan, kita pun jarang ketemu karena aku yang sedang sibuk ngurus tugas kampus.
“drrreeeettt drrreeeetttt drrreeeetttt” hapeku pun bergetar dan ku lihat nama “lia”, “lia meneleponku, ada apa ini” tanyaku dalam hati.
“Kak nanti malam apakah ada waktu?”
“Malam ini sih gak urusan apa-apa, kenapa emangnya?”
“Jam 7 malam kakak bisa ke rumahku?”
Aku dibikin kaget lagi oleh dia. Sebenarnya siapa perempuan ini, tiba-tiba nge-DM Twitter, minta nomor telepon, dan sekarang ngajak ke rumahnya.
“Tapi kan aku gak tau rumahmu dimana?”
“Nanti aku kirim alamatnya lewat send location di chat ya kak, jangan sampai gak dateng kak” diakhiri dengan nada telepon terputus “tuuuttt”.

Waktu sudah menunjukan jam 7 malam tapi aku masih di jalanan yang sudah 3 kali aku lewat sini “nyasar itulah intinya”.
“Pak tau alamat ini gak” Tanyaku ke bapak-bapak yang ada di pingir jalan.
“Oh, ini tinggal belok kiri pas ada pom bensin”
“Makasih pak” Ku gas kencang motor maticku, karena sudah gak sabar kejutan apa lagi yang dia siapkan.

“Hay kak, maaf ya kalau susah nyari rumahku, rumahku memang cuma satu-satunya di gang ini”
“Iya gak apa-apa”
“Masuk kak”

“kok sepi sih?” Tanya ku heran
“Iya aku tinggal cuma sama ibuku dia kerjanya shifting, kadang gak jelas jam masuk dan jam pulang kerjanya”.
Aku meminum teh yang lia buatkan dan membakar sebatang rokokku untuk meredakan capek di perjalanan tadi.

“Kakak sering berduaan aja yah sama kak Anton?” Dia mengenal anton karena sebelumnya sudah pernah aku ceritakan sahabat karibku di kampus itu.
“Iya cuma dia yang mau temeninku di kampus, rumah kita juga deketan kok”
“Kok aku jarang kakak ngobrol sama perempuan ya, apa kakak ini h*mo ya?”
“Wusss ngawur aja kamu, aku suka sama perempuan lah, tapi emang jarang terekspos aja hehe” Belaku dan mengusir pikiran dia yang tidak harusnya dia bicarakan itu.

“Kakak sudah punya pacar?” Pertanyaan itu membuat aku hampir tebatuk ketika aku meminum teh buatannya lagi.
“Be.. belum sih”
“Kenapa belum kak?”
“Belum ada yang cocok di hati aja” sebenernya emang akunya jarang bergaul sama perempuan dan lebih sering nongkrong sama anton.

“Kalau pacaran sama aku mau gak kak andi?”
Mataku terbuka lebar, pupil mataku mengecil mendengar ucapan dia yang begitu lantangnya.
“Ma.. maksudnya?
“Iya kita pacaran, kamu mau kan kak Andi?”
entah gimana aku harus merspon ucapannya, jujur aku baru pertama kali ditembak oleh perempuan, biasanya aku yang nembak duluan itu juga udah 3 reinkarnasi yang lalu.
“Ii.. iya mau” Dengan menganggukan kepala, dan akhirnya aku tidak jomblo lagi dan akhirnya aku bisa memamerkan ke anton bahwa ada perempuan yang menembakku duluan.

Keesokan harinya aku menceritakan semuanya dengan anton
“Itu namanya cewek aggressive ndi, zaman sekarang susah dapetin cewek yang nembak cowok duluan” kata-kata anton menimbulkan tanda tanya baru bagi hidupku, “cewek agrresive”. Jujur aku tak mengerti apa cewek aggressive itu, apa pengertian dan definisinya. Sampai di suatu kejadian aku sedang dikepung oleh awan mendung di kampus.

“Hay sayang yuk kita pulang, dikit lagi mau ujan” Ya rutinitas aku sekarang bertambah, aku sering mengantar pulang pacarku ini sampai ke rumah.
“deeerrrr deeeerrr deeeerrr” suara petir mengiringi kita sepanjang jalan, dan akhirnya dikalahkan oleh hujan deras. Susah payah aku mencari tempat untuk meneduh tapi tak membuahkan hasil karena kita sudah kepalang basah kuyup, dengan kesepakatan kita berdua kita menrobos hujan sampai di rumah lia.

“Kamu mau salinan baju aku”
Aku mengiyakan saja karena sudah tak kuat lagi menahan bajuku yang sudah lepek ini selang berapa menit Lia membawa baju salinan dan teh yang biasa dia buatkan untukku. Mataku terbelalak oleh apa yang dipakai Lia saat ini, dia hanya pakai kaos longgar tipis, dan celana super pendek, dan wanginya yang membuat hati dan nafsuku menjadi panas meski suhu tubuhku sedang dingin-dinginnya. “kucing garong sedang di kasih makanan lezat” itu lah semboyanku saat itu. Sampai pada puncaknya dia mengajakku ke kamarnya, tapi semuanya terbuyarkan “dreeet dreeet dreeett” hpku bergetar dan nama yang muncul di layar adalah “Antoni”.

Sekarang aku sedang menuju ke rumah antoni untuk menyelesaikan revisian KKP yang harus dikumpulkan besok, “makanan lezatku hilang begitu saja” ocehku dalam hati. Hari itu aku mengerjakan semua revisian KKP, antoni? dia hanya teleponan saja sama pacarnya. Besoknya aku mengumpulkan revisian KKP di sela-sela jam mengajar dosenku yang sedang mengajar kelas lia, dan di situ aku bisa melihat wajah lia dan 4 temannya lagi, terakhir kali melihat di kantin ketika aku sedang menjomblo-jomblonya.

“Kak andi ya?” Sapa seorang perempuan yang aku kenal wajahnya adalah teman lia.
“Iya, ada apa ya?” jawabku
“Ada yang aku mau omongin ke kakak sekarang, bisa minta waktunya sebentar”
Aku mengajak salah satu kantin kampus yang sepi, karena itu permintaan temannya lia, jadi aku menurut saja.

“Kakak sudah pacaran sama lia?”
“Iya sudah, kenapa emangnya?”
“Kakak gak curiga sama lia, mahasiswa pindahan yang tiba-tiba dm kakak angakatan semesternya dan lia yang nembak langsung pula, padahal lia kan cantik”
“Gak lah, namanya jodoh pasti jalannya ada aja”
Aku mengerutkan dahiku, tapi dalam hatiku bertanya kok dia tau semua, apa dia teman dekatnya lia, kok Lia gak pernah cerita sama sekali.

“Lia itu sedang hamil kak, emang belum keliatan karena baru beberapa minggu dan dia gak tau siapa ayah dari anak yang dikandungnya sekarang, karena waktu itu dia sedang mabuk.
Dan kak Andi adalah target si Lia untuk jadi ayah dari anak yang dikandungnya”

“Terima kasih informasinya” Cuma 3 kata yang keluar dari mulutku. Aku langsung izin pamit sama temannya Lia dan buru-buru menghapus seluruh kontak beserta chat yang berhubungan dengan Lia.

Seminggu kemudian aku gak pernah ketemu sama Lia lagi, aku sengaja menghidari dia. Dari info yang aku tau, lia sudah pindah kampus dan sedang mencari target untuk dijadikan ayah dari anak yang dikandungnya sekarang.

Cerpen Karangan: Angga Syahputra
Blog / Facebook: Angga Syah Putra

Cerpen Aggressive merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Sekarang

Oleh:
Aku tak paham dengan jalan pikiran orang di luar sana. Mereka saling mencaci maki, mereka saling bertarung, dan yang paling mengerikan. Membunuh. Entah apa yang mereka pikirkan. Kadang, aku

Jam Weker Sialan

Oleh:
Kring… Kring… Kring… Berisik alarm dari jam weker yang mungkin tak lama lagi umurnya itu terdengar nyaring di telingaku. “Hooaam” protesku pada jam weker bentuk burung hantu yang selalu

Sampai Kapan pun

Oleh:
Sepinya hari yang ku lewati. Tanpa ada dirimu menemani. Sunyi ku rasa dalam hidupku. Tak mampu ku tuk melangkah. Masih ku ingat indah senyummu. Yang selalu membuatku mengenangmu. Rangga

Luh Sari

Oleh:
BALI… Tak pernah terbayang olehku kalau aku akan kembali menginjakan kaki di Pulau ini. Tanah tempat aku dilahirkan 32 tahun yang lalu. Hari ini untuk pertama kalinya sejak 12

You Only Live Once

Oleh:
Well, ini cerita bermula dari salah satu pengalaman pribadi percintaan nan alay gue kurang lebih 7 tahun yang lalu. First of all, Nama gue Adrianus. Lahir di Jakarta, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *