Akan Seperti Apakah Negeri Ini Lima Puluh Tahun Kedepan?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 25 November 2016

Akan seperti apakah negeri ini 50 tahun kedepan? Akankah milyaran kedamaian tercipta setelahnya?
Akan seperti apakah negeri ini 50 tahun kedepan? Akankah negeri ini menjadi negeri seperti negeri di mimpiku?
Akan seperti apakah negeri ini 50 tahun kedepan? Akankah dunia dikuasai robot-robot besi yang begitu keras?
Akan seperti apakah negeri ini 50 tahun kedepan? Akankah menjadi negeri dengan pemimpin yang begitu kejam terhadap rakyatnya?
Akan seperti apakah negeri ini 50 tahun kedepan? Akankah harta negeri ini akan ditelan oleh manusia-manusia rakus? Layakkah mereka disebut manusia?

Sungguh tak bisa terbayangkan, aku takut jika semua tanda tanya itu benar, aku takut jika negeri ini tak seindah mimpiku dan aku takut negeri ini dibodohi oleh orang-orang yang rela melakukan apapun demi sebuah kata bernama harta, yang mungkin justru merusak jiwanya.

Aku tak yakin bahwa mata uang kejujuran berlaku di negeri ini 50 tahun ke depan. Aku tak yakin bahwa pemimpin di negeri ini di 50 tahun ke depan mampu membuat rakyatnya tersenyum, tertawa bahagia, aku justru yakin bahwa akan ada jutaan manusia menumpahkan air matanya karena seorang pemimpin yang tak mampu mengarahkan, menjalankan, meraih apa yang mulut besarnya katakan dengan kebohongan yang telah direncanakan otak gilanya.

Sesuatu yang sangat menusukku adalah ketika aku harus mendengar dan melihat para koruptor dipenjara dengan sejuta fasilitas yang serba ada bagaikan di hotel bintang lima hanya dengan segenggam uang yang didapatkannya dari mencuri uang rakyat walau di depan mata, sementara rakyatnya tidur beralaskan kardus, berselimutkan koran, berbantal tangan mungilnya, berkasur tanah, beratapkan langit yang terkadang menangis melihatnya, serta berdindingkan dinginnya malam yang menembus lapisan tulang paling dalam, oh sangat mencengkram bukan?

Aku mendengar sesuatu yang mengusik telingaku ini adalah ketika aku mendengar ledakan bom yang meleburkan harapan serta mimpi jutaan orang yang telah diciptakannya dengan banyak detik di dalamnya yang mungkin hanya karena ingin menjadi penguasa dan pemenang dari setiap hal.

Gilakah mereka? Waraskah mereka? Sadarkah mereka orang-orang menguburkan mimpi-mimpinya karena kekuasaannya? Taukah banyak orang yang jiwa raganya terluka karenanya? Dan satu pertanyaan terbaiknya adalah Kapan mereka sadar bahwa merekalah yang telah mencabik-cabik negeri ini menjadi negeri yang tak berdaya bahkan tak bernyawa lagi?

“Oh sadarkanlah mereka atas segalanya dan jangan biarkan orang-orang seperti mereka hidup dengan sempurna di negeri ini 50 tahun yang akan datang.”

“Ya Allah, bagaimanakan jika ini nyata, sanggupkah kami mengembalikannya menjadi indah. Aku yakin bahwa kekuatan-Mu lah yang mampu mendamaikan negeri ini, dan aku hanya ingin negeri ini dipenuhi gelak tawa dan rasa bahagia setiap detiknya. Terimakasih atas segalanya untuk negeri ini ya Allah.” doaku untuk negeri ini 50 tahun kedepan.

Cerpen Karangan: Eva Nugraeni
Facebook: Eva Comgirls

Cerpen Akan Seperti Apakah Negeri Ini Lima Puluh Tahun Kedepan? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepotong Roti Di Malam Sunyi

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang bernama kevin, ia adalah pemuda yang memiliki tubuh kurus berbadan pendek dan berambut keriting. Pekerjaannya setiap hari ialah mengantar pesanan pizza ke

Dibegal Secara Halus

Oleh:
Enam bulan sudah aku berdiam diri di rumah, aku sudah berhenti dari tempatku bekerja. Kini aku hanya menjadi seorang pengangguran. Sampai suatu ketika, aku mulai bosan dengan semua ini,

Musafir Sebutir Kerikil

Oleh:
“Apa yang terjadi jika kulempar kerikil ini ke seberang jalan?” “Apa yang bisa diharapkan dari sebutir kerikil?” “Begitu ya.” Lengan diayunkan. Mata jauh dipandang. Melesat. “Tunggu!”. Tangan mencoba menggapai.

Beri Aku Serupiah Saja

Oleh:
Siang ini matahari terasa membakarku, bulir-bulir keringat terus saja meluncur di permukaan kulitku. Ah, aku mengeluhkan rahmat Tuhan lagi. Kupikir lebih baik mencari cara untuk mendinginkan tubuhku agar mulut

Kayu Cemara

Oleh:
“Bram, Kita tinggal di dunia dimensi tiga, Aku, kamu, binatang, tumbuhan dan masih banyak lagi. Alam semesta kita terdiri dari berbagai macam dimensi. Empat, lima atau enam, entahlah..” Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *