Aku Dan Dimanakah Kedamaianku Sekarang?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 11 July 2016

Aku tumbuh besar dimana semua begitu terasa indah, baik itu dari segi materi juga batinku. Aku merasa tercukupi dengan hidup yang aku punya. Aku mungkin dulu belum pernah berpikir bahwa hidup itu penuh dengan perjuangan untuk mendapatkan apa yang namanya kebahagiaan. Itu pikiran polos yang pernah aku rasakan yang ternyata suatu yang salah yang membuat saat aku terjatuh, begitu sulit rasanya untuk bangkit kembali.

Ini saat aku mulai dewasa saat aku mulai harus mencari hidupku sendiri. Semua tiba-tiba berubah, dimana dulu aku yang mempunyai banyak teman yang selalu di sampingku, begitu banyak wanita yang berada di sekelilingku untuk memperhatikanku, dan terasa nyata aku hanya bermimpi kenapa aku yang sekarang ini menjadi seorang yang ragu untuk mengenal wanita, malas untuk berhubungan dengan orang banyak seakan aku hanya sendiri.

Aku hanya fokus untuk mencari uang, tapi ternyata materi yang aku dapat sekarang malah membuatku terus merasa aku semakin jauh dari yang namanya kehidupan nyata dimana manusia perlu teman, perlu kasih sayang dan juga hiburan. Aku mungkin bersyukur tidak banyak orang seperti diriku yang bisa meraih sukses tanpa harus bersusah payah. Ya aku memang bekerja keras tapi aku merasakan keberuntunganku juga selalu menemaniku.

Beberapa tahun berlalu ternyata rutinitas ini membuatku bosan yang begitu dalam. Aku mulai ingin mencari kesibukan baru yang membuat aku bisa merasakan bahagia? Ya aku merasakan ada yang hilang dariku, dan aku ingin bisa meraih kembali diriku yang seperti dulu. Tetapi bukan teman, bukan pendamping justru aku merasa mereka kini telah menjauh dimana orang yang dulu pernah dekat denganku kini mereka juga memiliki kesibukan masing-masing.

Aku bertanya apa lagi yang harus aku lakukan untuk mendapatkan kedamaian hati seperti dulu? Aku mulai terjatuh dalam kondisi dimana aku berubah menjadi sosok orang yang bergelut dengan dunia malam. Semua berlalu begitu saja dimana akhirnya aku benar-benar ketergantungan dengan yang namanya hiburan malam, gadis nakal, dr*gs.

5 tahun selama aku bergelut dalam dunia malam yang sebelumnya tidak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiranku, aku malah mempertanyakan apakah ini yang aku cari? Apakah ini kedamaianku yang aku harapkan? Aku begitu menyesal dimana disaat aku memiliki semua, aku yang meninggalkan dan disaat aku memerlukannya kembali semua begitu sulit untuk kembali. Akhirnya sedikit demi sedikit aku bisa memperbaiki keadaanku, dimana aku mulai kembali bisa mendapatkan apa itu kasih sayang, persabahatan sejati dan inilah jawaban yang selama ini aku inginkan. Saat ini aku bertanya “Dimanakah kedamaianku sekarang?” Aku sudah bisa menjawabnya dimana bersama kalian semua orang terdekatku yang membuat kebahagiaan itu nyata.

Cerpen Karangan: Aa Hidayat

Cerpen Aku Dan Dimanakah Kedamaianku Sekarang? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sempurna

Oleh:
Sinar mentari mulai merdup di kala sore hari. Berpijar cahaya redup itu menelusuri celah-celah langit. Tirai rumah itu ditutup menghalangi cahaya senja untuk masuk. Lampu rumah mulai dihidupkan bersama

Pekerjaan

Oleh:
Uang sebesar tujuh puluh lima ribu hanya tersisa di dalam kantong saku celanannya. Ia harus pandai mengatur jumlah pengeluaran setiap hari. Ia makan sehari satu kali, bayar cicilan hutang

Kades

Oleh:
“pak’e… pak’e aneh-aneh aja!” seorang wanita berjubah panjang membawa segelas air. “Aneh apa to buk’e?” jawab seorang laki-laki cungkring yang tengah berusaha mengatur nafasnya. Nampak tangannya yang menggengggam telinga

Senandung Rindu

Oleh:
Ingin kupetik bintang yang bertabur di langit malam, lalu kugenggam erat. Kudekap, kusimpan di sudut jemari agar suatu saat bila aku kembali, kupersembahkan untukmu bunda. Lihatlah cahaya yang ditumpahkan

Janin

Oleh:
Cemas. Resah dan gelisah. Itulah yang sedang dialami oleh Mirna, istri Solihun. Setelah melahirkan anak pertamanya sejam lalu, ia belum sadar seutuhnya. Kondisi badannya masih sangat lemas bahkan hampir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *